
Julia duduk di sebuah kursi di belakang panggung pentas.
Saat dia memperhatikan tali sepatu nya yang terlepas lalu berniat merapikan nya. Namun belum sempat dia menyelesaikan nya, tiba - tiba jari jemari dan lengan yang nampak kekar berisi menyodorkan sebotol air mineral dingin di hadapan nya. Sontak Julia terkejut dengan hal tersebut.
'' Tangan siapa ini....?'' Batin Julia.
Julia memperhatikan lengan itu, semakin ke atas dan semakin ke atas ia melihat dada yang lebar dan membuat kancing kemeja yang di kenakan seakan tak mampu menahan otot - otot nya yang kekar.
Julia mengangkat kepalanya, dia memperhatikan sosok di depan nya itu dengan seksama.
'' Apakah aku mengenal mu?'' Kata Julia pada pria itu.
'' Ehm... maaf nona kenalkan... Wira Gunawan...'' Kata pria itu mengulurkan tangan nya kepada gadia di depan nya itu.
Dengan ragu Julia membalas jabatan tangan Wira. '' Ehm aku.....''.
Belum sempat Julia menyelesaikan kalimatnya, Wira sudah mengatakan sesuatu.
'' Julia....'' Sahut Wira
'' Dari mana kau tahu namaku?'' Tanya Julia menyelidik.
'' Gadis secantik anda , mana mungkin ada orang yang tidak kenal nona....'' Jawab Wira.
'' Benarkah?'' Tanya Julia kembali dengan ekspresi tak percaya. Namun Wira hanya menganguk kan kepalanya menjawab pertanyaan dari Julia.
'' Jangan khawatir nona... aku juga bekerja di sini...'' Kata Wira membuat ekspresi Julia sedimit lega. Tentu saja Julia takut kalau penyamaran yang dia lakukan akan di ketahui orang.
'' O....ya.... aku tidak pernah melihatmu, kau bekerja di bagian apa....?'' Kata Julia heran.
'' Tapi aku sering melihatmu nona.....'' Jawab Wira sedang Julia mengauk - anguk kan kepalanya.
'' Baiklah karena kita sama - sama bekerja di sini berarti kita teman bukan? jadi panggil saja aku Julia...'' Kata Julia.
'' Teman...? Bahkan aku ingin lebih dari itu...'' Batin Wira.
__ADS_1
'' Baiklah... nona Julia.... emh ...maksutku Julia...'' Kata Wira sedikit bercanda sadar kalau Julia menunggu membalas ucapan nya.
Perbincangan demi perbincangan pun terjadi di antara mereka. Terkadang gelak tawa ria mengiringi percakapan mereka.
Nampaknya Wira sukses membuat pertemuan pertama mereka yang sangat di sengaja ini menjadi berkesan.
Bahkan mereka pun tak lagi menghiraukan lalu lalang orang - orang di sekitar mereka dengan kesibukan nya.
Tentu saja Julia merasa senang karena dia memiliki teman baru di sana. Julia memang sengaja tak ikut duduk di kursi depan.
Dia tahu pasti kalau ayahnya juga orang - orang kepercayaan ayah nya akan ada di acara ini. Oleh karena itu Julia memilih berada di balik layar.
Saat Wira merasa ini waktunya aman, secara sengaja dia menyiramkan air minum yang berada dalam gengamanya tumpak pada celana panjang yang di gunakan oleh Julia.
'' Oh.... maaf Julia... aku benar - benar tidak sengaja.... '' Kata Wira dengan ekspresi seakan cemas.
'' Ah tidak apa,,, hanya saja aku sepertinya harus pulang...'' Kata Julia.
'' Waduh bisa gagal rencana ku kalau Julia pulang... aku tak bisa pamerkan Julia di depan teman - teman ku... bisa kacau ini...'' Batin Wira.
'' Ehm... Julia....bukankah kau mengangap aku teman mu?'' Tanya Wira pada Julia, dan gadis itu menganguk kan kepalanya.
Pada awalnya Julia berusaha keras menolak permintaan Wira untuk mengganti pakaian nya yang basah. Namun lama - kelamaan akhirnya Julia pun menyetujui permintaan Wira.
Kini Wira membawa gadis itu di sebuah butik tak jauh dari tempat berlangsungnya acara. Wira meminta sang pemilik butik yang merupakan teman nya, untuk mengganti pakaian Julia dengan gaun termahal yang ada di sana.
Sebenarnya Julia tak mau mengenakan itu namun sang pemilik butik terus memaksa Julia, karena jika Julia tak mengenakan baju itu maka dia akan merasa bersalah pada Wira yang merupakan sahabat nya itu.
Julia keluar dari ruang ganti dengan gaun berwarna merah muda tanpa lengan yang melekat begitu indah di badan Julia. Hal ini menambah ke anggunan Julia terpancar begitu mempesona siapa pun yang melihatnya.
Wira yang berada di ruang tunggu menoleh pada gadis yang tengah berjalan dan berdiri di depan nya. Matanya melotot tak berkedip dan hampir hampir cairan bening sedikit kental keluar dari sela - sela bibirnya yang menganga.
''Awas Wira netes.... he...he... bercanda ya pembaca'' Author.
'' Perfect....'' Gumam nya pelan.
__ADS_1
Tentu saja dia tidak menyia - nyiakan kesempatan. Wira memberikan lengan nya agar Julia menggandeng lengan nya menuju ke acara di dalam gedung itu.
'' Ehem.... kau lihat sepatumu begitu tinggi, aku tak mau kau terjatuh... iti akan menyakitkan bagiku....'' Rayu Wira agar Julia mau mengandeng lengan nya.
Julia menerima tawaran Wira untuk menggandeng lengan nya dan mereka berjalan ke arah gedung.
Di luar gedung nampak begitu ramai orang - orang, laki - laki ataupun perempuan sedang berbincang menunggu acara di mulai.
'' Apa kau mau menolongku? Sebagai balas jasa atas apa yang aku lakukan.... he ... he....'' Kata Wira tertawa licik.
'' Dasar licik... kau ... katanya teman....?''Jawab Julia.
'' Sedikit saja, kalau nanti aku mengenalkan mu pada teman - teman ku sebagai pacarku kau cukup tersenyum... ayolah ku mohon... mereka akan mengejek ku jika aku datang tanpa pasangan ku...'' Pinta Wira memelas.
'' Baiklah tapi kita impas bukan?'' Tanya Julia, dan Wira menganguk kan kepalanya pelan. Mereka berjalan menuju kerumunan orang - orang di sana.
'' Hai....'' Sapa Wira pada beberapa pria yang tengah berbincang di depan mereka. Tentu saja merka menoleh ke arah suara itu.
'' Hai... Bro... siapa gadis yang kau bawa itu... ?'' Jawab salah seorang di antara mereka dengan gaya khas nya. Biasalah gaya anak - anak orang kaya dan para pengusaha emang gitu.
'' Kenalkan ini Julia kekasihku...'' Jawab Wira dengan bangga. Julia hanya tersenyum mendengar itu.
'' Dasar pria licik....'' Batin Julia.
Ketika seaeorang ingin menyambut tangan Julia, Wira menepisnya dan berkata,'' jauhkan tangan kotormu itu dari gadis ku, gadia suci ku ini bisa terkena kuman kalau bersalaman dengan mu....''
''Enak saja kau mau pegang dan cium tangan gadis ku ini... aku aja belum...'' Batin Wira.
'' Dasar pelit... sedikit saja tidak boleh...'' Sahut pria itu.
'' Honey .... apa kau haus? Ayo kita ke sana untuk minum...'' Kata Wira menunjuk pada meja panjang yang penuh dengan sajian makanan dan minuman, sedangkan Julia hanya membalasnya dengan senyuman.
Saat tiba di tempat yang mereka tuju, Julia merasa posisinya saat ini sangatlah tidak aman. Julia memutuskan untuk pergi ke toilet lebih dulu agar terhindar dari kerumunan.
Karena terburu - buru, Julia hampir saja menabrak seseorang yang baru keluar dari arah toilet. Mereka sama - sama terkejut dan saling tatap.
__ADS_1
'' Maaf.....'' Kata pria itu sedangkan Julia meneruskan langkahnya yang kini tidak menuju toilet tapi menuju pintu belakang.
Pria itu pun mengangkat bahu nya, pertanda tak mengerti apa yang terjadi dan berlalu kembali ke acara.