BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
35


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar mandi, Julia melihat pakaian yang tergeletak di atas tempat tidur dengan rapi lengkap dengan sepatu hitam yang cantik.


'' Siapa yang meletak kan baju di sini?'' Gumam Julia sambil menenteng - nenteng baju yang ukuran nya sangat pas dengan Julia.


'' Tok... tok....'' Begitulah pintu kamar Julia di ketuk seseorang.


'' Siapa?'' Tanya Julia.


'' Julia ayo sarapan, makanan nya sudah datang,'' ucap James dari balik pintu.


'' Ya ... aku segera turun,'' sahut Julia dari dalam kamar mengaitkan kancing baju kemeja yang tadi tergeletak di tempat tidurnya.


'' Hem... bagus juga, aku suka,'' gumam Julia dalam hati, memutar ke kanan dan ke kiri, melihat gambaran dirinya di cermin.


Julia turun dari kamarnya dan James telah berada di bawah, duduk menunggunya di ruang makan. '' Julia memang cantik, pakai apa saja juga tetap cantik,'' gumam James dalam hati mengalihkan pandangan dan kekaguman nya pada Julia. Kemeja warna marun di padu padankan dengan cardigan dan rok hitam selutut membuat dia nampak sangat anggun.


Julia menuruni anak tangga menuju meja makan. '' James... bagaimana menurutmu? Apa kau yang memberikan ini untuk ku?''


'' James,,,'' panggil Julia pada James yang nampak seperti mengacuhkan nya.


'' Emh... ada sesuatu di pipimu,'' ucap James.


'' O ..ya sebelah mana? Perasaan tadi ngak ada,'' lirih Julia tapi James tetap dapat mendengarnya.


James berdiri dan mendekati Julia yang masih belum berpindah tempat, tanpa mengalihkan tatapan nya dari gadis itu. James menyentuh lembut pipi Julia dan mengusap dengan ibu jarinya.


'' Aku tak mampu mengendalikan tangan ku, bagaimana ini,'' batin James.


Julia hanya membeku mendapat tatapan yang begitu menghanyutkan dari James. Matanya yang jernih dan tajam menampak kan sisi maskuline dari James yang membuat siapapun tak mampu menolaknya.


'' Cup '' James memberikan kecupan hangat di bibir Julia. Seketika tubuh Julia menjadi kaku tak mampu bergerak. James melakukan nya lagi untuk yang ketiga kali, mencuri dari Julia , tapi kali ini Julia tak mengatakan apapun.


'' Kenapa batinku seakan menginginkan ini, jangan bilang aku sudah jatuh cinta pada orang yang hanya aku anggap sebagai teman ini,'' gumam Julia dalam hatinya.


'' Kakak.....'' Suara begitu keras membuat kedua insan yang masih di balut dengan lamunan mereka masing - masing itu terperanjat dan langsung menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


'' Kenapa anak itu selalu ada di waktu yang tidak tepat,'' batin James menyesal kenapa harus menyuruh adiknya itu datang.


Itu Mike, adik James yang selalu saja mengganggunya. Dia datang untuk menjaga Julian karena James memintanya. James lebih mempercayai adiknya yang tengil itu dari pada orang lain. Hari ini Mike tidak ada jadwal kuliah jadi dia segera ke sana di pagi hari.


Mike mendekati kakak nya, dia sedikit berbisik. '' Kakak... kenapa ada bidadari di rumahmu? Kenapa kau tak memberitahuku, aku kan bisa menginap di sini,'' tutur Mike menggoda kakak nya.


'' Tutup mulutmu, sebelum tisu di atas meja itu menyumbatnya,'' kata James ketus.


'' Kakak ... kau sadis sekali,'' renggek Mike.


Untuk mengatasi rasa canggung antara mereka, Julia mengajak mereka sarapan bersama. Julia menyiapkan piring dan sendok untuk Mike juga. Suasana meja makan begitu tenang. James dan Julia nampak canggung sehingga memilih untuk tidak mengatakan apapun.


Sementara itu di kantor Leo.


Leo nampak sedang menelfon seseorang di ruangan nya. Terkadang dia nampak menganguk - anguk kan kepalanya mendengar apa yang dikatakan seseorang dari sebrang telfon itu.


'' Baiklah kau urus bagianmu dan aku urus bagian ku,'' katanya sambil memutuskan sambungan telfon nya.


'' Aku akan segera menjemputmu Julia,'' lirihnya tersenyum tipis. Dia segera bangkit dan pergi entah kemana bersama orang kepercayaan nya.


'' Selamat pagi paman,'' sapa James pada seorang paruh baya dengan sedikit warna putih di sela - sela rambutnya.


'' Pagi James, eh Julia, ayo duduk,'' sambut pria itu.


'' Bagaiman tuan putri, apakah sudah siap?'' Tanya lelaki itu to the point.


'' Siap tidak siap, aku harus siap paman, mereka membutuhkan ku,'' jawab Julia.


'' Paman.. aku titip Julia dulu, aku akan menjemputnya nanti,'' ucap James berpamitan.


James segera pergi ke kantornya sedangkan Julia di ajak ke ruangan direksi untuk bertemu para anggota direksi.


'' Saya masih sangatlah awam untuk semua ini, mohon bimbingan nya,'' kata Julia sedikit membungkukan badanya tanda penghormatanya kepada mereka semua yang ada di sana.


Julia di antarkan ke ruangan CEO. Dia juga meminta seorang asisten papanya untuk menyiapkan semua berkas yang perlu di pelajari. Julia duduk di kursi kebesaran pemilik '' J Corp''.

__ADS_1


'' Tidak ada pilihan lain lagi untuk ku, aku harus bisa,'' lirihnya. Julia mulai membuka beberapa berkas. Belum lama Julia mempelajari berkas - berkas itu, dia merasa ada sesuatu yang aneh yang ia temukan dalam sebuah berkas kerjasama dengan '' L Corp ''.


'' Tok... tok...tok....''


'' Masuk,'' kata Julia.


'' Maaf nona ada seseorang dari L Corp ingin bertemu nona,'' kata seorang wanita muda yang menjadi asisten sementara Julia.


'' Persilahkan dia masuk,'' jawab Julia.


Seseorang pria tampan dan gagah memasuki ruang bertulis CEO. Dia berjalan dengan santainya mengikuti asisten Julia.


'' Nona...'' sapa sang asisten.


'' Hem... tinggalkan kami,'' ucap Julia pada asisten itu.


'' O... tuan putri rupanya yang ada di sini,'' kata Leo dengan angkuhnya berjalan mendekat ke meja Julia.


'' Silahkan duduk tuan, sepertinya ada sesuatu hal besar yang membawa anda kemari?'' Sapa Julia pada Leo.


Leo pun duduk berhadapan dengan Julia. Sedikit berbasa basi dengan seorang gadis itu biasa bagi seorang pria lajang. Namun Julia menanggapinya dengan santai, seakan tak memperdulikan apa yang Leo ucapkan.


Sebenarnya Leo merasa kesal, tapi itulah yang menarik dari gadis itu. Dia tetap bersikap baik, nampak natural, dan dapat mengendalikan diri dengan baik.


'' Julia lebih baik kau menyerah saja, itu akan lebih mudah untuk mu,'' kata Leo yang sebenarnya tak tega harus membuat gadis cantik di depan nya harus terjun ke lapangan bisnis yang terkenal dengan kekejaman yang ada di dalam nya.


'' Hefh.... terimakasih atas saran anda tuan, tapi selagi papa dan kakak saya belum ada di sini, saya tidak akan ke mana - mana,'' tuturnya pada pria tampan di depan nya namun Julia harus berhati - hati, karena di balik ketampanan nya bisa saja ada singga yang siap menerkam dengan kuku - kukunya yang tajam.


💗


💖


Hallo readers, terimakasih sudah mampir di karya ku ini, maaf jika ada banyak kesalahan dalam pengetikan dan lain - lain.


Jangan lupa tinggalkan jejak, like , comment, hadiah atau votenya. Terimakasih, salam sehat selalu dan semoga selalu dalam kelimpahan rezki, amiiin. Tanpa anda author bukan apa - apa.

__ADS_1


Salam hangat, Author 🙏🙏🙏


__ADS_2