BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
14


__ADS_3

Julia berjalan menuju ke tempat Wira berada. Dan Wira menyambutnya dengan senyuman.


'' Selamat pagi gadisku... ayo....'' Kata Wira sambil membukakan pintu mobil agar Julia dapat masuk ke dalam nya dan ikut dengan nya.


Julia menarik nafas dalam - dalam dan masuk ke dalam mobil itu dan tersenyum.


'' Apa kau mengikutiku?'' Tanya Julia pada sosok di samping nya itu.


'' Akan aneh kalau aku tak tahu di mana kekasihnya tinggal, dan mulai sekarang aku akan menjual mobil mu....'' Kata Wira sambil melirik Julia dan terus mengemudikan mobilnya.


'' Mobilku.....?'' Kata Julia heran dan terkejut.


"Kenapa tidak mobilmu saja yang kau jual,,,'' kata Julia lagi dengan kesal.


'' Honey... mulai sekarang aku akan menjemputmu setiap pagi.. . dan kita akan sarapan bersama ....'' Jawab Wira dengan menoleh pada Julia sepenuhnya.


Dan begitulah cerita dalam mobil itu di pagi hari. Isinya hanya berdebat karena apa yang Wira lakukan tak sesuai dengan keinginan Julia.


Sesampainya di sekolah.


Julia melihat beberapa orang bapak - bapak berkerumun di depan lobi. Julia fikir ini aneh karena biasanya anak - anak yang ada di sana.


Dari jarak dekat nampak suasana semakin riuh dan pembicaraan yang tak terarah. Julia yang berjalan beriringan dengan Wira pun bertanya padanya.


" Ada apa ini?" Tanya Julia.


Tak ada jawaban yang di terimanya dari Wira. Wira hanya mengangkat bahunya pertanda dia tak tahu apapun.


Lalu mereka mendekat ke arah kerumunan itu dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


" Ada apa sebenarnya ini bapak - bapak?" Tanya Julia.


" Begini bu Julia bapak ini.. ...." Seorang guru lain menjelaskan pada Julia apa yang terjadi.


Dan Wira yang mendengar itu langsung kabur begitu saja karena merasa kekasihnya mampu menyelesaikan masalah seperti itu.


" Honey.... aku serahkan padamu ,,,," kata Wira seraya mengedipkan sebelah matanya dan berlalu pergi.

__ADS_1


Julia akhirnya mengajak orang itu untuk duduk dulu dan membicarakan semua masalah dengan baik - baik.


Julia bertanya apa pokok masalah yang sebenarnya kemudian dia meluruskan apa yang sebenarnya harus di lakukan.


Orang yang merupakan wali dari seorang siswa yang hendak pindah ke sana pun mendengarkan penjelasan Julia dengan seksama.


Beberapa guru menyaksikan apa yang di lakukan Julia dengan kagum. Julia begitu tenang dalam menghadapi masalah. Bahkan orang yang tadinya sangat bersikeras pun dapat menerima penjelasan dari Julia.


Setelah semuanya selesai Julia pun pergi ke ruangan nya. Namun Julia merasakan sesuatu yang aneh. Karena merasa ada yang mengikuti, Julia membalik kan badan nya. Dan... kini Julia telah terkulai lemah di dalam dekapan seorang lelaki yang mengenakan penutup wajah.


Di kantor James.


James sedang menyandarkan bahu di kursi kebesaran nya. Dia menutup mata yang terasa begitu berat karena kurang istirahat setelah hampir semalaman dia bolak balik ke kamar mandi.


Dalam diam James merasakan ada sesuatu yang bergetar. Ternyata hand phone yang masih ada dalam saku nya bergetar. James membuat mode silent pada nada dering handphone nya karena dia sedang malas di ganggu.


'' Ayah.....'' dia bergumam seraya mengangkat telfon nya dengan malas.


'' Halo .....''


''Iya ini masih terlalu pagi... iya....iya.... aku akan segera pulang....'' James menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskan kasar.


'' Victor... apa kau ada di sana....''


'' Segeralah kemari....'' Perintah James pada sang sekertaris.


Tak lama kemudian Victor mengetuk pintu dan masuk ke ruangan James. Sedikit terkejut pada bosnya itu yang kini nampak kusut, kelopak matanya yang sedikit menghitam dan rambut acak - acakan.


James meminta Victor untuk menghandle semua pekerjaanya hari ini. Karena James harus cepat pulang untuk mempersiapkan acara makan malam dengan keluarga Parta. Meski sedikit kesal James tetap melakukan apa yang di minta ayah nya itu.


Sedangkan Julia mulai membuka matanya yang terasa begitu berat. Dia belum sadar sepenuhnya karena efek obat bius yang terlalu kuat. Berkali - kali dia mengerjapkan matanya. Kepalanya terasa sedikit pusing.


Julia sadar saat ini dia tengah berada di pesawat yang sedang landing. Ingin sekali rasanya dia memijat kepalanya tapi tangan dan kakinya telah diikat dengan tali dan saat Julia menggerak - gerak kan tangan nya tali itu justru membuat tangannya terasa perih.


'' Anda sudah bangun nona.... mari nona....'' Seorang lelaki bertubuh kekar dan hitam membuka tali pengikat kaki dan membawanya keluar dari pesawat.


Diluar beberapa mobil mewah telah menunggu dengan banyak bodyguard di sekeliling. Julia bertanya pada yang menuntunya menuju mobil.

__ADS_1


'' Siapa kalian? Siapa yang menyuruh kalian? Jawab aku,,,'' teriak Julia pada mereka namun tak ada jawaban. Mereka seperti mayat hidup yang hanya menjalan kan perintah seseorang dari kejauhan.


Sungguh Julia sangat kesal, ingin rasanya dia lari tapi itu tak mungkin. Para bodyguard itu pasti akan dengan cepat menangkapnya lagi.


Mobil yang membawa Julia melaju dengan cepat membelah jalanan yang begitu ramai. Julia mencoba mengingat - ingat. Dia seperti pernah tahu tempat - tempat yang di lewati itu.


'' Apa mungkin.... papa yang melakukan ini,,,'' katanya dalam hati merasa sangat kesal.


Hari yang begitu cerah terasa mendung baginya kini. Julia merasa sedih dengan semua ini. Sampai begitu tega sang papa melakukan ini padanya hanya karena dia tidak mau pulang.


Mobil yang membawa Julia berhenti di sebuah rumah nan megah yang sangat dia kenal bahkan dia sering merindukan nya.


Ya, itulah rumah Julia yang sudah dia tinggalkan selama puluhan tahun. Bagaimana tidak sejak dia lulus sekolah dasar, papanya sudah mengirim Julia pergi keluar negri untuk tinggal bersama sang nenek.


Nampak dari kejauhan, seorang wanita dengan matanya berkaca - kaca melihat sang anak satu - satunya dengan keadaan amat menyedihkan. Salah seorang bodyguard melepaskan ikatan tali di tangan nya.


'' Mama.....'' Kata Julia berlari menghampiri wanita yang telah melahirkan dia.


'' Apa kau baik - baik saja sayang? Hem... apa mereka meluakaimu? mama akan minta ayahmu memecat mereka jika sampai kau terluka...'' Ucap sang ibu menatap para bodyguard dengan tajam.


Wanita setengah baya yang masih terlihat begitu cantik itu, menuntun Julia masuk ke dalam rumah. Dia menyuguhkan segelas minuman, lalu Julia menenggak minuman itu sampai habis.


'' Pelan - pelan sayang .... apa mereka tak memberimu minum sayang,,,'' tanya sang mama mengusap puncak kepala Julia penuh sayang.


Sementara itu di sekolah tempat Julia mengajar. Seseorang sedang sibuk menghubungi anak buahnya. Sepertinya sifat asli Wira kini muncul.


'' Apa kau sudah menemukan nya?'' Tanya Wira dengan nada yang begitu tegas.


'' Belum tuan, kami belum menemukan nona Julia,,,'' jawab seorang anak buah dari sebrang sana.


'' Cepat cari sampai ketemu... jangan kembali sebelum kalian menemukan nya mengerti....'' Ucap Wira dengan penuh emosi.


Wira menutup telfonya dan terus merutuki dirinya yang begitu bodoh meninggalkan Jylia yang sangat dia kasihi.


Wira sangat penasaran tentang siapa sebenarnya lelaki bertopeng yang membawa Julia itu. Sambil memperhatikan berulang - ulang rekaman cctv sekolah.


'' Siapa dia dan apa masalahnya dengan Julia...?''

__ADS_1


__ADS_2