
Sebelumnya
Setelah mendapat telfon dari Julian, James segera menuju kerumah sakit. Sesampainya di sana, James memarkirkan kendaraan nya di depan rumah sakit. James sengaja mengendarai mobilnya sendiri karena dia meminta Victor untuk menyelesaikan pekerjaan nya di kantor.
Saat akan membuka pintu mobilnya, James seperti melihat seorang yang sangat... sangat dia kenal. Namun dia mencoba menepis fikiranya karena tak mungkin seseorang yang bermusuhan bisa berjalan bersamaan....
'' Julia...?... ah tapi itu tidak mungkin,'' gumam James.
James berjalan melewati ruangan yang pintunya sedikit terbuka. James berlalu melangkah kan kaki nya tapi dia menghentikan langkahnya dan berjalan mundur. Diperhatikan nya dengan seksama wanita yang sedang duduk menunggu seseorang yang sedang di periksa oleh dokter. Karena penasaran James memanggil namanya.
'' Juliaa....''
Julia menoleh ke arah pintu tempat James berdiri menatapnya dengan tatapan yang tak dapat di artikan.
'' Jameesss....'' Ucap Julia terkejut.
'' Julia apa yang kau lakukan di sini?'' Tanya James melirik ke arah John yang sedang di rawat oleh dokter.
'' Shuuuttt....'' Julia menggandeng tangan suaminya keluar dari ruangan itu. James mengikuti langkah Julia sambil menoleh ke arah John yang tengah tersenyum padanya.
'' Julia... Julia... '' Ucap James menghentikan langkah Julia.
'' Baiklah Julia ... katakan padaku apa yang sedang kau lakukan di sini ha?'' James memegang bahu Julia dengan kedua tangan nya juga menatapnya dengan tajam.
'' James ... ini tidak seperti yang kau bayangkan, tadi aku sedang menyebrang dan...'' Julia menceritakan kejadian yang sebenarnya pada James.
Meski sedikit ragu dengan apa yang di katakan Julia, James mencoba menerima dan mempercayai istrinya. Dia berharap itu adalah kejadian yang sesungguhnya. James kemudian memegang lengan Julia lalu mengajaknya pergi.
'' James... kita mau ke mana?'' Julia heran kenapa arah yang di tuju James bukanlah arah ruangan papa Julia.
'' Diamlah... ikut saja denganku...''
James membawa Julia masuk keruangan di mana John di rawat. Julia benar - benar takut jika James akan bertengkar atau marah pada John.
'' John... terimakasih kau sudah menyelamatkan istriku... dan jika kau butuh sesuatu dalam nominal aku akan memberikanya... dan aku sudah menangung semua biaya perawatanmu....'' Ucap James yang segera berlalu pergi dengan menarik tangan istrinya.
__ADS_1
Sementara John yang tengah tiduran kini mencoba duduk meski kepalanya sedikit pusing. John yang dari tadi memperhatikan gengaman tangan James pada lengan Julia hanya tersenyum.
'' Aku akan merebutnya darimu...'' Batin John yang kembali berbaring.
Tiba - tiba suara seseorang mengagetkan nya.
'' Tuan... apakah anda tidak papa? Apakah perlu saya mengabari non....''
Ucapan pria itu terhenti saat John meletakan jari telunjuk di depan kedua bibirnya. Pria itu menganguk karena dia tahu tuanya tak ingin sang kakak mengetahui ini.
'' Apa kita perlu pindah ke rumah sakit yang lebih bagus tuan?''
'' Aku ingin di sini,'' ucap John singkat.
Pria itupun segera pergi untuk mengurus segala sesuatu yang di butuhkan oleh tuan nya. Dan tak lama kemudian John di pindahkan ke ruang VVIP tepat sebelum ruangan papa Julia di rawat.
Sementara di ruang tunggu depan ruangan papa Julia, James, Julia, Julian dan nyonya Parta nampak sedang berdiskusi tentang sesuatu. Namun ada kepanikan tersirat dari wajah mereka.
Rupanya nyonya Parta telah memberitahukan tentang hasil uji laboratorium dan apa yang di katakan dokter padanya. Mereka telah mencoba menghubungi beberapa rekan mereka dan mencari dokter yang bagus dan rumah sakit terbaik namun belum mendapat kabar berita.
'' Dia akan tertidur selama 3 hari,'' lirih John.
'' Apa maksutmu John?'' Julia merasa penasaran dengan apa yang diucapkan John.
'' Nasib papamu tergantung padaku Julia?''
'' Apa yang...'' Kalimat Julia terhenti saat mamanya memanggil namanya.
'' Julia...'' Ucap sang mama dengan amplop besar berwarna coklat di tangan nya.
Julia tersadar dari lamunan nya saat James memegang tangan nya. James menyodorkan sesuatu untuk di makan.
'' Julia.... makanlah... aku tidak bisa melihatmu sakit, bagaimana bisa kau sakit sementara papamu sedang membutuhkan kita semua.'' Ucapan James seakan menjadi cambuk bagi Julia, mengingatkan nya untuk selalu menjaga kesehatanya.
James membukakan bungkus sandwich yang di belinya untuk sang istri lalu memberikanya kembali. Julia menatap James lekat seakan berterimakasih pada suami yang begitu perhatian padanya itu. Sementara James mengangukkan kepalanya meminta sang istri memakan sandwich yang dia berikan.
__ADS_1
Julia tersenyum dan membuka mulutnya memakan sandwich itu. Tapi baru sekali gigit Julia menghentikan makanya dan meletakkan sandwich itu di meja. Ia lalu membuka satu bungkus lagi.
Jelas saja James merasa heran dengan tingkah istrinya itu, tapi dia segera sadar saat Julia memberikan bungkusan sandwich lain yang telah di buka untuk nya.
'' James ... kau juga harus makan... aku tahu kau sangat sibuk... dan akan lebih sibuk dengan hal lain lagi seperti ini, ayo kita makan bersama.'' Julia mengulurkan tangan nya memberikan sandwich pada suaminya.
Akhirnya baik James dan Julia memakan sandwich itu bersama. Julia tak lupa meminta sang mama untuk ikut memakan sandwich yang telah James beli untuk mereka semua. Sedang Julian memilih pergi untuk menyelesaikan beberapa urusan.
Di tengah makanya James berpamitan pada Julia untuk pergi ke kantor.
'' Julia... kau temani mama ... aku akan menyelesaikan berkasku sedikit lagi di kantor oke... aku akan segera menjemputmu...''
Sedang Julia hanya tersenyum dan mengangguk pelan. James mengusap rambut Julia dan mengecup keningnya lalu beranjak pergi setelah berpamitan dengan mama mertuanya.
Sementara dari sudut ruangan seseorang tengah merasa geram, dengan mengepalkan tangan nya melihat kemesraan yang dipertontonkan oleh Julia dan James. Namun itu terhenti saat telfonya bergetar.
'' James....?'' Merasa penasaran John segera masuk ke ruang perawatan nya dan menerima panggilan dari James.
'' Halo...''
'' Jangan berani - berani menganggu istriku... kau faham!''
'' Ha....ha...ha... harusnya kau berterimakasih pada ku James... karena aku telah menyelamatkan istrimu... jika tidak maka kau tak akan pernah lagi melihatnya tersenyum...'' Ucap John di iringi tawa angkuhnya.
'' Bukankah aku sudah melakukan nya...dan aku ingatkan padamu sekali lagi ... jangan pernah ganggu Julia, dia adalah istriku... camkan itu...''
'' Tuuut...tuuut...tut...'' Demikian James memutuskan panggilan nya secara sepihak kemudian mengemudikan kendaraan nya keluar dari area rumah sakit.
Sedangkan John hanya tersenyum mendengar perkataan rivalnya itu. Senyum yang tak bisa di ungkapkan dengan kata - kata sambil terkadang memegangi keningnya yang terkadang masih terasa nyeri. Saat John bersiap membaringkan tubuhnya terdengar suara ketukan pintu ruang rawatnya.
Dengan santainya John berkata, '' masuk, pintu tidak di kunci.''
Senyum John merekah saat melihat siapa yang membuka pintu dan masuk ke ruangan nya.
🙏🙏
__ADS_1
Salam Author