
'' Ya halo....'' Pak Parta
'' Apa maksut mu? Apa kau yakin itu dia?'' Kata pak Parta dengan ekspresi terkejut hingga yang lain menjadi penasaran melihat ekspresinya itu.
'' Ada apa pa?'' Tanya nyonya Parta.
Pak Parta mengingat apa yang baru saja di beritahukan oleh salah seorang kepercayaan nya tadi.
'' Maaf pak, sepertinya saya melihat nona muda sudah kembali.'' Orang kepercayaan
''Apa maksut mu? Apa kau yakin itu dia?'' Pak Parta
'' Saya benar - benar yakin pak, saya sudah mengikuti nona dan saya sangat yakin kalau itu nona muda...'' Orang kepercayaan
'' Kau suruh orang ikuti putri ku itu dan jangan sampai terjadi apapun padanya... apa kau faham?'' Pak Parta
'' Baik pak...'' Orang kepercayaan
'' Ingat lakukan tugas mu dengan benar... '' Pak Parta
'' Paaa..... ada apa sebenarnya...?'' Desak nyonya Parta menghentikan lamunan suaminya meminta penjelasan.
'' Ah tidak ada ma... hanya urusan kecil... baiklah kalau sudah makan nya ayo kita pulang...'' Kata pak Parta
Pak Parta beserta istri dan juga pak Ferdinan bersama istrinya segera keluar dari resto. Mereka berpamitan satu sama lain, berjabat tangan dan segera pulang.
Beberapa hari berikutnya di sekolah tempat Julia mengajar.
Julia memasuki ruangan nya dan dia melihat lagi setangkai bunga mawar tergeletak di tepian mejanya.
Seperti biasa Julia meletak kan setangkai bunga mawar itu di atas lemari berkas nya. Sudah ada 5 tangkai bunga mawar dan kini tinggal bunga terakhir yang masih segar sedang yang lain mulai layu.
Julia membuang tangkai bunga yang layu ke dalam kotak sampah di samping meja kerjanya.
'' Sebenarnya siapa orang yang mengirimiku bunga... apa dia tidak letih setiap hari harus mengendap endap keruangan ku hanya untuk meletak kan setangkai bunga ini... bahkan dia sampai menghapus rekaman cctv di sini....'' Gumamnya pelan sambil memutar kursi tempat ia duduk ke arah bunga itu ia letak kan.
Julia membalik kan kursinya kembali seraya mengeleng - gelengkan kepalanya. Jujur, dia sungguh penasaran siapa sebenarnya yang ada di balik cerita bunga itu.
Julia sedikit banyak telah menyimpan cerita dalam perusahaan yang merupakan milik keluarganya itu. Namun ia tak tahu jika seseorang tengah merencanakan sesuatu padanya.
__ADS_1
Sementara itu pak Parta meminta istrinya untuk menghubungi Julia dan meminta dia segera kembali ke rumah.
'' Halo.... ma...'' Sapa Julia dari sebrang telfon.
'' Halo sayang apa kabar?'' Tanya mamanya
'' Julia baik ma... mama gimana?'' Tanya Julia
'' Mama sehat sayang hanya saja papa meminta.u untuk segera pulang... kamu tahu papamu kan sayang... dia itu sangat pantang di bantah...'' Keluh mama Julia.
'' Baiklah ma... sebentar lagi aku pulang... memangnya ada apa si ma?'' Tanya Julia
'' Mama juga tidak tahu... yang jelas papa mu mau kamu cepat pulang sayang... perusahaan kita membutuhkan penerus...'' Bujuk mama pada Julia.
'' Baiklah ma nanti aku kabari.... bye ma..'' Julia menutup telfon nya. Bersamaan dengan itu pintu ruangan Julia di ketuk oleh seseorang.
Itu adalah asisten wakil direktur satu sekaligus ketua panitia pelaksana acara ulang tahun sekolah. Dia memberi tahu Julia untuk segera ke ruangan pak ketua panitia.
'' tuk... tuk...tuk...'' Julia mengetuk pintu ruang yang bertuliskan wakil direktur 1.
'' Silahkan masuk...'' Jawab seseorang dari dalam ruangan.
'' Permisi pak, bapak memanggil saya?'' Tanya Julia.
'' Begini bu... saya hanya ingin memastikan jika bagiana acara yang ibu tanggani berjalan dengan lancar?'' Lanjut sang ketua panitia.
'' Oh... iya pak... semuanya sudah siap, anak - anak juga sudah latihan dari beberapa hari yang lalu...'' Jawab Julia.
'' Baiklah bu... tapi ibu juga harus ada saat acara nanti... saya khawatir kalau bu Julia tidak ada, anak - anak akan susah di atur... mereka nurut sekali dengan bu Julia...'' Kata pak ketua.
'' Sepertinya bapak berlebihan... iya pak saya insyaallah pasti datang pak....'' Jawab Julia seraya menyunggingkan senyum di bibirnya yg manis.
'' Baiklah bu... saya rasa itu saja... terimakasih...''
'' kalau begitu saya permisi pak...'' Julia
'' Iya bu... silahkan...''
Sesaat setelah Julia keluar ruangan seseorang muncul dari balik lemari yang memberi sedikit celah agar seseorang dapat bersembunyi di belakangnya.
__ADS_1
'' Bagaimana pak direktur....?'' Tanya ketua panitia.
'' Bagus pak... saya segera kirimkan bonus untuk anda... saya permisi...'' Kata sang dirwktur berlalu pergi.
'' Terimakasih pak....'' Jawab ketua panitia itu tersenyum riang.
sementara itu di kantor keluarga Ferdinan.
James mengunjungi kantor ayah nya karena dia di minta datang ke sana. Perbincangan yang mereka lakukan sepertinya sedikit alot.
'' James... ayah dan pak Parta sebenarnya sudah menjodohkan anak - anak kami sejak kecil. Ayah ingin kamu menikah dengan anaknya pak Parta.'' Kata ayah James.
'' Ternyata benar apa yang Victor bilang...'' Batin James
Sebenarnya dia sangat malas membahas tentang menikah. James masih belum ingin menikah. Pasalnya dia memang belum menemukan wanita yang tepat.
James memang pernah dekat dengan beberapa wanita hanya saja mereka mencintai harta milik keluarga James. Bukan karena mereka mencintai James.
'' Ayah kenapa ayah mengambil keputusan sepihak... kenapa ayah tidak membicarakan hal ini dulu kepada ku...'' Elak James.
'' James.... gadis ini baik, dia juga cerdas dan yang pasti cantik... sudah lah James ini demi nama baik keluarga kita di depan sahabat ayah... lagi pula tidak mungkin adikmu yang menikah dengan nya... bisa kacau semua urusan...kau kan tahu sendiri bagaimana sifatnya...'' Jelas pak Ferdinan.
Ayah James memberikan sebuah amplop putih berisi foto gadis yang akan di jodohkan dengan nya. Tapi James tak menghiraukan itu, dia hanya mengambil amplop itu kemudian berlalu pergi.
Di luar ruangan James memberikan amplop yang ia terima dari ayah nya tadi pada sekertarisnya.
'' Nah ... simpan ini siapa tahu suatu saat nanti berguna...'' Kata James sambil memberikan amplop itu pada Victor.
'' Tuan ...muda ... apa ini isinya?'' Tanya sang sekertaris.
'' Simpan saja , nanti kau juga tahu...'' Balas bos nya itu seraya berjalan keluar gedung.
'' O ya tuan... besok ada acara di kota A, undangan dari pak Parta,,,'' kata sekertarisnya lagi.
'' Kau urus saja,,,'' jawab nya singkat sambil masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi.
Sementara itu hari - hari begitu cepat berlalu. Suasana riuh ramah dalam sebuah gedung serba guna nan megah yang seketika di sulap menjadi gedung pertunjukan dan acara ulang tahun sekolah.
Julia telah tiba sejak pagi. Dia mengecek persiapan anak - anak yang akan menampilkan beberapa kesenian. Julia duduk di sebuah kursi di belakang panggung pentas.
__ADS_1
Saat dia memperhatikan tali sepatu nya yang terlepas lalu berniat merapikan nya. Namun belum sempat dia menyelesaikan nya, tiba - tiba jari jemari dan lengan yang nampak kekar berisi menyodorkan sebotol air mineral dingin di hadapan nya. Sontak Julia terkejut dengan hal tersebut.
'' Tangan siapa ini......?'' Batin Julia.