BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
30


__ADS_3

Saat akan keluar dari pintu kamar hotel betapa terkejutnya Wira melihat seorang di depan nya. Julia menatap nanar padanya, ada rasa marah juga kekecewaan yang terpendam dalam tatapan mata itu. Wira sungguh tak menduga jika gadisnya itu mendengar apa yang dia katakan barusan pada Leo.


Julia membalikkan tubuhnya segera dan berlari menuju lift. Dalam hatinya hanya ingin segera pergi dari sana. Segera menjauh dari para orang gila.


'' Julia... Julia ... tunggu Julia...'' Wira memanggil - manggil Julia namun yang dia panggil sama sekali tak menghiraukan nya. Bahkan jas milik Wira sudah Julia lepaskan dan membuangnya.


Julia terus saja berlari dengan cepat melalui lift dia turun di lantai dasar namun ada banyak bodyguard di sana yang mencegah Julia pergi. Pada saat yang bersamaan tiba James dan Victor dengan beberapa anak buahnya. Victor mengurus semuanya sedang James membawa Julia pergi.


'' Juliaaa.... aku bisa menjelaskan nya,'' teriak Wira tapi mobil yang membawa Julia dan James telah pergi.


'' Sudah - sudah hentikan semuanya, percumah saja yang diributkan sudah pergi,'' demikian Wira menyeru para anak buahnya yang sedang adu jotos dengan para anak buah James. Victor dan para bodyguard nya pun segera pergi menyusul James.


Di dalam mobil.


Selama dalam perjalanan, Julia hanya diam seribu bahasa. James melihat ada aura kemarahan yang terpendam di mata Julia. Tidak biasa - biasanya Julia bersikap dingin seperti itu. Tanpa menoleh dan tanpa berkata - kata. James melihat Julia kedinginan menepikan mobilnya dan membuka jasnya lalu ia berikan pada Julia. '' Maafkan keterlambatanku,'' katanya.


Julia menatap James dan tersenyum. Hati James begitu girangnya melihat itu. Jujur sebenarnya dia takut terjadi sesuatu pada calon istrinya itu.


Malam mulai larut dan suasana di dalam mobil masih sunyi, tiba - tiba saja handphone Julia yang terjatuh di dalam mobil saat Julia di culik berbunyi. '' Ini mobil yang sama saat mereka menculik ku,'' gumam Julia sambil mencari - cari di mana sumber suara itu.


Julia mendapatkan nya di bawah kursi. Dia melihat siapa yang menelfonya. Nomor baru tak dikenal, Julia mematikan hand phone nya. Dia bisa menebak itu adalah Wira. Ucapan Wira saat itu masih terus terngiang di telinganya.


Sementara itu Wira juga pergi dari hotel milik Leo. Dia merasa sangat frustasi melihat kekecewaan mendalam dari tatapan Julia padanya tadi. Bahkan panggilan nya pun di tolak oleh Julia. Kini Wira melajukan mobilnya entah pergi kemana. Sedang Leo yang melihat kejadian itu tersenyum penuh arti.


Mobil James berhenti di depan Julia Coffe shop and book store. Julia segera keluar dan masuk. Tanpa menghiraukan James, Julia segera naik ke kamarnya. James mengikutinya dengan membawa dua cangkir coklat hangat.


James memberikan secangkir pada Julia yang sedang duduk di tepi tempat tidur. '' Terimakasih James,'' ucap Julia singkat. James pun menarik satu kursi pendek untuk duduk mendekat pada Julia.


Julia meminum coklat hangat itu sedikit demi sedikit. Saat melihat kemarahan dari mata Julia mulai mencair, James menawarkan makan malam padanya.


'' Apa kau lapar?'' Tanya James dan Julia menganguk sambil meneguk coklat hangat nya.

__ADS_1


'' Makan di luar atau kita pesan saja?'' Tanya James lagi.


'' Aku sedang malas keluar, kita masak mie instan saja,'' ucap Julia menatap James.


'' Baiklah aku akan segera kembali,'' kata James bergegas pergi.


Tak lama James telah kembali dengan dua mangkuk mie hangat di tangan nya. Dua mangkuk mie kuah dengan toping telur dadar dan sawi hijau serta taburan bawang merah goreng dan seledri, benar - benar menggugah selera.


'' Tara.... mienya sudah siaaap,'' kata James memberikan satu mengkuk untuk Julia. an mereka mulai makan.


'' Mienya enak,'' ucap Julia sambil terus memasukan beberapa dalam mulutnya dengan sumpit.


'' Benarkah? Aku membuatnya sendiri,'' sahut James cepat.


'' Apa benar?'' Tanya Julia dengan nada tak percaya sambil melirik James.


'' Apa kau tak mencium aroma dapur di kemejaku,'' jawab James cepat sambil mendekatkan badanya pada Julia agar dia bisa mencium aroma kompor yang pekat di bajunya.


Terkadang James nampak menelan salivanya saat menatap ke arah Julia dengan tanpa sengaja melihat belahan dada yang sangat menggoda itu. Ada hasrat yang menggelora dalam hati dan fikiran James untuk memiliki gadis di depan nya itu. Tapi James menekan rasa itu, dia tak ingin melukai hati Julia.


'' James... apa kau sudah menyelesaikan urusan mu di kantor?'' Julia berdiri dan meletakkan mangkuk yang telah kosong di meja dekat sofa panjang.


'' Mungkin besok akan selesai, ada apa?'' Kata James menatap Julia.


'' Aku ingin segera pulang, aku malas bertemu Wira?''


'' Julia, maafkan aku jika lancang, tapi sebenarnya apa yang terjadi tadi?'' James menatap lekat Julia.


Julia menceritakan prihal yang dia dengar tadi kepada James. James mendengarkan dengan seksama. James juga berfikir mungkin ini ada kaitan nya dengan apa yang terjadi pada perusahaan nya. Setelah menceritakan itu, Julia merasakan kantuk yang amat sangat.


'' Huaaap... James aku ngantuk,'' Julia menguap dan segera menutup mulutnya dengan telapak tangan kanan nya.

__ADS_1


'' Tidurlah, aku akan menunggumu di sini?'' Kata James menepuk tempat tidur tepat di samping Julia.


'' Jameeessss...'' Kata Julia kesal karena James menggodanya, lalu Julia membaringkan tubuhnya.


'' He ... he ... aku bercanda, tidurlah, aku akan menjagamu, kau tenang saja aku sudah memecat orang - orangku yang lalai menjagamu, kerja mereka juga sangat lamban,'' lirih James.


'' Apa? Tidak ... tidak.... kau tidak boleh memecat mereka James, ini bukan kesalahan mereka,'' seketika Julia bangkit dan mendatangi James yang sudah bersiap dengan bantal dan juga selimutnya di atas sofa.


'' Em... baiklah,'' ucap James tak seberapa menghiraukan keseriusan Julia karena memang dia belum memecat anak buahnya itu.


'' Kau janji,'' ucap Julia lagi.


'' Asal kau memintanya,'' jawab James menyunggingkan senyum nya.


'' Kenapa lagi?'' Tanya James melihat ekspreai Julia yang berubah lemas.


'' Apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengan Wira?'' Ucap Julia.


'' Terserah padamu, aku percaya kau akan melakukan yang terbaik,'' sahut James memegang tangan Julia.


'' Terimakasih James,'' wajah Julia kembali ceria dan beranjak pergi ke tempat tidurnya sesaat setelah James membalas kata - katanya dengan senyuman.


💗


💗


💖


Hallo readers, terimakasih sudah mampir di karya ku ini, maaf jika ada banyak kesalahan dalam pengetikan dan lain - lain.


Jangan lupa tinggalkan jejak, like , comment, hadiah atau votenya. Terimakasih, salam sehat selalu dan semoga selalu dalam kelimpahan rezki, amiiin.

__ADS_1


Salam hangat, Author 🙏🙏🙏


__ADS_2