
Ya.... itulah dia Julia Parta. Gadis muda lulusan magister management bussiness. Sejak sekolah menengah pertama dia sudah tinggal di luar negri bersama neneknya.
Tapi sudah beberapa bulan ini dia pulang ke negara asal nya. Hanya saja dia tidak mengunjungi orang tuanya. Dia justru memilih berada di kota yang jauh dari tempat mama dan papanya berada.
Dia memilih tinggal di sebuah ruko tiga lantai di pusat kota B. Sebuah tempat yang lumayan sempit untuk ukuran anak tunggal pengusaha kaya.
Kakeknya adalah seorang pengusaha, ayahnya juga. Menurut kalian akan jatuh ke tangan siapa kerajaan bisnis mereka?
Sebenarnya Julia mewarisi sifat turunan keluarganya. Menyenanggi berbisnis, hanya saja ada hal lain yang membuat dia benar - benar tidak ingin pulang ke orang tuanya.
Jika kalian di paksa untuk melakukan sesuatu hal yang tidak kalian inginkan, bahkan lebih condong pada membencinya, apa yang terbesit dalam benak kalian?
Menolaknya..... ya itulah pilihan yang datang dengan prosentasi paling tinggi. Dan itulah yang tengah Julia lakukan saat ini.
Dia rela berbohong pada mamanya meski dia sangat merindukan orang yang telah melahirkan nya itu.
Julia bekerja menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas internasional dan ruko yang dia beli secara on line di sulap menjadi coffe shop dan book store.
Apa ...? Uang dari mamanya... nenek nya....? Tidak... tidak... tidak.... Julia bukanlah tipe anak manja. Dia mendapatkan uang dari profesinya sebagai assisten dosen di tempat kuliahnya, beberapa dari hobbi menulisnya, dia juga rajin menjadi pengisi acara dalam sebuah siaran radio international mewakili negaranya dan sebagian dari sisa beasiswa yang di peroleh selama masa studi nya.
Beasiswa? Sisa? Ada sih satu dua, mereka kuliah mendapat beasiswa sekaligus di bayar. Keren kaaan.
Kita mungkin tak bisa membayangkan jika orang - orang di negara Au membayar pekerja pemetik buahnya saja dengan gaji setara Rp 30. 000. 000 per bulan, lalu bagaimana dengan pekerjaan yang profesional? ..... Ya itu terserah kalian bagaimana membayangkan nya.
Hal seperti itu pula lah yang akan dia lakukan di sini di negaranya sendiri.
Sehari setelah kedatangan nya, dia mendapat panggilan dari pihak HRD, NP International school.
Dia diminta untuk segera bekerja sebagai guru pengajar bahasa asing di sekolah tersebut. Pekerjaan yang sudah di terimanya sejak satu minggu yang lalu saat dia mendapatkan surat elektronik balasan dari sekolah itu.
'' Selamat pagi ibu....Selamat pagi bu,,,'' sapa beberapa orang siswa padanya.
'' Selamat pagi....'' Jawab nya dengan sedikit melengkungkan senyum manis di bibir nya. Senyum yang penuh pesona.
__ADS_1
'' Eh... guru baru... ya... guru baru....guru baru...aku mau jadi pacarnya.....ye... ibu itu yang ngak mau sama kamu.'' Bisik beberapa siswa yang secara tak sengaja terdengar oleh Julia saat dia berjalan di koridor menuju ruang HRD setelah bertanya pada receptionis yang berada di ruang depan.
Menanggapi itu dia hanya tersenyum.
'' Dasar anak - anak nakal,,,,'' batin Julia.
Tak lama julia tiba di depan ruang HRD. Dia mengetuk pintu dan di persilahkan masuk.
'' Selamat pagi pak... saya Julia...'' Ucapnya pada lelaki paruh baya itu seraya menjabat tangan nya. Meski sudah ada garis - garis putih di rambutnya tapi lelaki itu masih terlihat tampan.
'' Silahkan duduk bu... saya sudah menunggu ibu dari beberapa hari lalu... kami tertarik dengan cv yang ibu kirimkan pada kami...'' Jawab sang pimpinan HRD itu padanya.
Dan begitulah sang pimpinan HRD menjelaskan secara rinci standar operasional prosedur yang harus Julia lakukan. Kemudian dia di bawa ke ruangan para guru dan staff sedang berkumpul dan pimpinan HRD mengenalkan Julia pada mereka semua.
'' Bapak ibu sekalian... ini adalah ibu Julia, beliau ini adalah anggota baru kita yang akan membantu dalam menghandle perpustakaan dan mengajar bahasa asing, saya minta kalian membantu nya bila ada kesulitan...'' Kata pimpinan HRD tersebut, memberikan kode dengan tangan nya pada Julia untuk mengatakan sesuatu.
'' Saya orang baru tentulah banyak hal yang saya belum mengerti, mohon bimbingan nya bapak ibu sekalian,,,'' kata Julia.
'' Baiklah ibu Julia, selamat bergabung dengan sekolah kami dan selamat bekerja, staff saya akan menunjukan ruangan ibu...''
'' Baiklah pak.... terimakasih senang bertemu dan bekerja dengan anda.... saya permisi...'' Kata Julia pada lelaki itu.
'' Iya... sama - sama silahkan...'' Jawab sang pimpinan HRD.
Julia mengikuti seorang wanita yang di minta menunjukan ruangan yang akan di tempati Julia nantinya.
Dalam batin Julia, '' jadi ini perusahaan cabang milik papah yang bergerak di bidang pendidikan... lumayan juga....'' Tanpa sadar julia mengaguk - anguk kan kepalanya pelan.
Tak banyak orang yang mengetahui siapa Julia sebenarnya. Hanya kolega dan beberapa orang kepercayaan keluarganya lah yang mengenalinya.
Apalagi dengan keadaan nya sekarang yang telah banyak berubah dari seorang anak kecil nan manja menjadi seorang gadis yang berbudi dan kharismatik.
Tentu kita bisa bayangkan apa yang akan dilakukan jika orang - orang di sana tahu tentang siapa Julia sebenarnya.
__ADS_1
Ada yang berfikiran positif tapi ada pula yang negatif. Julia telah sampai di ruangan nya.
'' Ini adalah ruangan bu Julia, mohon maaf jika terlihat sederhana...'' kata staff wanita yang mengantarkan nya itu.
'' Hem... ruangan ini sudah sangat bagus bagi saya... tolong sampaikan terimakasih saya kepada pimpinan HRD,,,'' jawab Julia.
'' Ibu bisa memulai pertemuan hari ini dengan anak - anak, mungkin untuk sekedar berkenalan, saya juga sudah menyiapkan jadwal ibu selama satu semester ini di atas meja,,,'' kata staff itu lagi.
'' Baik terimakasih....'' Jawab Julia. Julia segera duduk di kursi yang memang di sediakan khusus untuk nya di ruangan itu.
'' O... ya bu, kalau ada apa - apa ibu bisa memanggil staff ibu, sebentar lagi datang...'' Kata staff itu lagi.
'' Ok... terimakasih....'' Jawab Julia, dan staff itu akhirnya benar - benar pergi.
Sejenak dia merebahkan pundaknya di kursi itu sambil sesekali memandangi isi ruangan, tapi seketika dia menegak kan posisi duduk nya dan melihat pada jadwal yang telah berada di atas meja.
Dia teringat pesan staff HRD tadi. Ternyata benar, Julia melihat namanya tertera pada lembaran jadwal itu hari ini.
'' Baiklah ....'' gumam nya dalam hati.
Julia beranjak dari duduknya, lembaran jadwal dan buku absen telah di pegang nya, sedang board marker ada di tangan satunya.
Julia menyusuri lorong di tengah ruang - ruang belajar, mencari - cari di mana ruangan yang ada dalam jadwalnya.
'' Ha.... ini dia ruangan nya....'' Julia menemukan kode ruangan nya dan dia segera masuk.
Sedangkan seseorang secara tak sengaja melihat sosok Julia masuk ke dalam ruangan dan bertanya pada sekertarisnya.
'' Siapa tadi itu?'' Tanya lelaki itu penasaran karena hanya melihat sekelebat dari belakang.
'' Ehm.... saya juga kurang faham pak, mungkin ibu guru kimia atau.... guru baru yang di beritahukan pihak HRD mungkin sudah mulai bekerja...'' Jelas sang sekertaris nampak bingung.
'' Oh.....'' Jawab lelaki itu seraya melanjutkan jalan nya.
__ADS_1