BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
10


__ADS_3

Ke esokan harinya, Julia telah berada di tepi jalan menunggu seseorang yang telah berjanji menjemputnya datang.


Dan tak lama berselang sebuah mobil mewah menghampirinya menuju cafe tempat mobil Julia terparkir.


Wira mengambil kunci mobil milik Julia dan mengecek apakah ada sesuatu yang terjadi dengan mobil nya malam tadi.


Setelah merasa yakin Wira mempersilahkan Julia untuk masuk ke dalam mobil dan mengiringi nya sampai ke sekolah.


Sementara itu di sebuah kamar hotel seseorang tengah tergeletak. Saat sinar mentari memasuki kamar hotel melalui celah celah tirai jendela, dia mengerjapkan matanya.


'' Jam berapa ini?'' Gumamnya pada diri sendiri.


Saat James melihat jam di tangan nya, waktu sudah menunjukan pukul 08.00 wib. Dia bergegas bangun karena akan ke kantor cabang dan segera pulang ke kota A.


Sementara itu di sekolah.


Julia menerima tidak hanya satu tangkai, tapi satu buket bunga mawar lengkap dengan kartu ucapan nya.


'' Bunga untuk gadis yang cantik, tapi di samping mu tak ada yang mampu melebihi keindahan mu''


Itulah kalimat yang tertulis dalam selembar kartu yang terselip di antara pita - pita pengikat buket bunga.


Julia membiarkan buket bunga itu tergeletak di atas mejanya. Julia berfikir bagaimana caranya agar dia bisa tahu siapa pengirim bunga itu sesungguhnya.


Penasaran? Pasti, apalagi Julia juga sudah pernah menelfon toko tempat bunga itu di pesan dan hasilnya nihil.


Julia keluar dari ruangan nya. Dia berencana masuk ke kelas namun tanpa membawa buku. Hanya board marker biru yang dia bawa.


Tapi saat melihat seseorang duduk di taman depan ruang baca perpustakaan dia menghentikan langkahnya.


Julia menghampiri orang itu dan menyapanya.


'' Hai... sedang apa di sini?'' Sapa Julia duduk di samping nya.


'' Hai... Julia... aku sedang malas masuk kantor... '' Jawab Wira.


'' Kenapa?'' Tanya Julia lagi


'' Kau tahu Julia... akhir - akhir ini hati ku sering berdebar - debar saat aku berhumpa dengan seseorang, fikiran ku sering kacau, dia selalu membayang di otak ku dan bahkan aku tidak enak makan beberapa hari ini...'' terang Wira.

__ADS_1


'' Mungkin kamu harus cek ke dokter spesialis hati,,, kayaknya kamu jatuh cinta deh.... Memang nya siapa dia?'' Tanya Julia .


'' Kalau boleh jujur orang itu sebenarnya kamu Julia...'' Batin Wira.


'' Aku belum bisa memberi tahu pada mu sekarang... suatu saat nanti pasti kau tahu...'' Jawab Wira.


'' Ehm.... bagaimana kalau kita makan? Aku sudah lapar, tadi pagi aku ngak sarapan...'' Tawar Julia pada Wira.


Julia mengajaknya makan di kantin sekolah.


''kenapa kau mengajak ku ke sini Julia, bukan kah kita bisa makan di tempat yang lebih baik?'' Kata Wiranpada Julia.


'' Saat berada di atas, itu sangat sulit untuk bisa melihat ke bawah karena budaya yang di buat manusia sendiri. Padahal kebahagiaan itu datang saat kita melihat, mendengar bahkan membantu mereka yang ada di bawah...'' Jawab Julia.


'' Apa yang sebenarnya Julia maksut...'' batin Wira.


'' Hanya bercanda... jangan terlalu di fikirkan... he....he....'' kata Julia lagi seraya menghabiskan makanan nya.


'' Apa kau sering makan di tempat seperti ini?'' Tanya Wira.


'' Tidak sering... pernah.... kadang makanan mereka justru terasa lebih nikmat dari pada yang di jual orang di tempat - tempat yang eksklusif...'' Jawab Julia dengan santainya.


Jujur, Wira di buat bingung dengan sikap Julia yang seperti ini. Dia masih terus berfikir apa maksut Julia yang sebenarnya.


Sambil menghabiskan makanan nya, Wira menceritakan hal - hal kecil yang membuat mereka sedikit berdebat atau kadang membuat Julia tertawa lepas.


'' Siapa sebenarnya kau Julia, si gadis misterius, kenapa semua data tentang mu begitu rahasia...'' Batin Wira sambil terus memandangi wajah gadis itu.


Saat Julia tengah menyesap segelas jus, hape nya berbunyi.


'' Iya ma.....'' Jawab Julia.


'' Memangnya ada apa ma?'' Jawab Julia lagi.


Julia berpamitan sebentar pada Wira untuk berbicara pada ibunya yang saat ini tengah menelfon nya.


'' Ma.... aku tidak suka keputusan papa yang sering memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan Julia....'' Kata Julia sedikit emosi.


'' Mama tolong bilang pada papa, selama papa masih memaksa Julia menuruti nya, Julia tak akan pulang.... tuut... tut....tut....'' Julia memutuskan sambungan telfon nya dan beranjak mendekati Wira kembali.

__ADS_1


Setelah membayar makanan mereka, Julia mengajak Wira kembali ke kantor. Di perjalanan Julia menanyakan sesuatu pada Wira karena dia tak mendapatkan informasi tentang itu dari yang lain.


'' O... ya Wira... jadi kau bekerja di bagian apa?'' Seloroh Julia membuat pria itu terkejut.


Jelas saja Wira bingung mau berkata apa pada Julia, dia belum mempersiapkan jawaban nya.


'' Ehm .... aku....'' Wira


'' Biar ku tebak...guru.... IT?'' Kata Julia memotong kalimat Wira.


'' Ehm......'' Wira tak mengatakan apapun , dia hanya tersenyum mengaruk - garuk kepalanya.


'' Ehm Julia.... bukankah itu ruangan mu?'' Kata Wira sambil menunjuk pada pintu sebuah ruangan bertuliskan kepala perpustakaan.


'' Oh... iya ...bye Wira sampai nanti...'' Kata Julia


Julia memasuki ruangan nya dan Wira sendiri segera pergi ke ruangan nya juga.


Sementara itu di kota A.


Mamanya Julia sedang berbicara pada ayahnya. Nampak mereka sedikit berdebat sengit. Tapi tetap saja sang mama kalah.


'' Kalau dia tak mau pulang sendiri... maka aku akan memaksanya untuk pulang.... dasar anak keras kepala....'' Kata papa nya Julia.


'' Pa,,,,,'' Mamanya Julia.


'' Sudah lah ma jangan membela anak itu.... dia sudah cukup membuat aku sabar dengan kelakuan nya ma....dia fikir papa tidak tahu apa kalau dia sudah pulang dari enam bulan yang lalu....'' Jelas papa Julia pada istrinya sambil menelfon seseorang agar membawa Julia pulang bagaimana pun caranya.


'' Pa.... jangan keras padanya meski bagaimana pun dia itu anak kita satu - satu nya... pa....'' Meski sedikit terkejut dengan apa yang di katakan suaminya, tapi mama nya Julia tetap saja melindungu anak semata wayang nya itu.


'' Mama urus saja dia saat dia kembali kerumah nanti, jangan sampai dia membuat masalah... aku ke kantor dulu ma....'' Kata papa Julia sambil berlalu pergi.


'' Hati - hati pa...'' Balas sang istri.


'' Dasar Julia, tega - teganya dia berbohong pada mamanya.... dasar anak nakal,,, gerutu mama Julia.


Sementara itu di kantor James.


James sedang mendengarkan penjelasan dari sekertarisnya mengenai beberapa hal tentang saham - saham mereka.

__ADS_1


'' O...ya tuan muda... besok kita akan ada kunjungan ke kantor cabang di kota B...'' Kata sang sekertaris.


'' Kau saja yang atur .... '' Ucap James pada sekertarisnya.


__ADS_2