BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
18


__ADS_3

James memandangi Julia yang tengah tertidur pulas. Julia merasa bosan dan letih saat mencoba beberapa pakaian dalam yang kekecilan dengan nya, berkali - kali ia mencoba memakainya tapi itu terasa menyakitkan.


Entah sejak kapan James merasakan hatinya berdebar kencang saat menatap Julia yang masih sangat anggun meski sedang tertidur.


James jarang sekali berhubungan langsung dengan wanita, sedangkan sekarang James harus berada satu kamar dengan seorang wanita yang amat seksi.


James menyibak kan rambut - rambut halus yang menutupi pipi Julia. Dia menyentuh alis mata Julia yang tebal alami tanpa tambahan dengan amat lembut.


Turun ke hidungnya yang mancung kemudian bibirnya yang seksi. Ingin rasanya dia merasakan sentuhan lembut itu lagi untuk ke dua kalinya.


Namun saat James mendekatkan bibirnya pada bibir Julia, Julia bergerak berpindah posisi memiringkan badan nya membelakangi James. Kecewa tak bisa mencium bibirnya, James mencium rambut Julia yang panjang dan hitam menjuntai sebahunya dan berkata,'' rambutnya wangi sekali...''


Tapi tiba - tiba Julia membalik kan badanya lagi seperti semula dan mulai mengerjapkan matanya. Julia bangun dan mengetahui James sudah ada di sanapun terkejut.


Julia melihat jam tangan yang menempel cantik di pergelangan tangan nya yang masih menunjukan pukul 10.45.


Julia baru sadar, dan mengeratkan selimutnya,'' James apa yang kau lakukan, kenapa pagi sekali kau pulang?'' James tak menjawab apa - apa malah berdiri dan akan berlalu pergi.


'' James...'' kata Julia dengan nada sedikit keras.


'' Aku ngak tuli Julia... slow down... dan... apa yang kau lakukan dengan baju - baju itu,,, apa kau sebegitu senangnya sampai tak mau melepaskan kemeja kerjaku?'' Ledek james.


'' Kembalikan saja baju - baju itu... aku tidak suka yg itu terlalu terbukan dan yg lainya kekecilan,,,'' jawab Julia.


'' terserah kau saja... ayo... papamu sudah menunggu kita di Hotel Grand P....'' Kata James sambil menyambar jasnya yang dia lepaskan di sofa sesaat sebelum mengendong Julia.


Julia berdiri namun hanya diam saja, melihat itu James berkata,'' ayo... nanti kita terlambat...''


'' Bagaimana dengan ini?'' Julia menunjuk bajunya yang sebenarnya tak layak di pakai keluar kamar.


James berjalan ke arah lemari pakaian nya dan mengambil sebuah jaket hitam dan membuka resletingnya. Kemudian dia berjalan ke arah Julia yang masih mematung dan mengikat kan lengan jaket itu di pinggangnya.


Detak jantung James berdebar kencang, dia merasakan sesuatu entah apa dalam hatinya saat mencium aroma tubuh Julia saat dia mengikatkan lengan jaket itu di pinggag Julia.


Terkadang terbesit rasa ingin memiliki gadis itu sebelum orang lain merebutnya. Tapi James sadar dia harud berusaha melunak kan hati Julia.

__ADS_1


'' Ehm... James...''


'' Apa?''


'' Sebenarnya kau orang yang baik, aku suka ... bagaimana kalau kita berteman saja,,,'' celetuk Julia yang tak menyadari perasaan James yang sebenarnya padanya.


'' Teman? Aku berharap hatimu Julia,'' batin James.


'' Dasar gadis bodoh, lalu bagaimana dengan perhodohan nya? Aku tak bisa menolaknya Julia,'' jawab James menatap intens gadis di depan nya itu.


'' Biarkan saja perjodohan nya, lagi pula kita belum tentu menikah bukan?'' Kata Julia lagi.


James hanya diam tak menanggapi perkataan Julia barusan. Hatinya terasa ngilu seakan sesuatu menusuk hatinya pelan namun dalam. Ingin rasanya menghempaskan rasa itu jauh - jauh dari hatinya dan berjalan menuju pintu. Dalam batin James berkata,'' justru aku berharap kita segera menikah Julia...''


'' James.... mau kemana kau? kenapa kau diam saja? Jawab aku...''


'' Baiklah,,,'' sahut James dengan malas sambil terus berjalan menuju pintu.


'' James,,,,'' suara itu sungguh mengganggu fikiran nya. James menoleh ingin rasanya dia mengata - ngatai gadis itu tapi saat melihatnya menundukan kepala, James merasa tak tega. Lalu dia berjalan mendekati Julia.


'' Hem... katakanlah...''


'' Aku sudah punya pacar,,,'' kata Julia malu - malu.


'' O... jadi itu yang membuat dia menolak perjodohan ini, memangnya siapa pacarnya itu, apa dia lebih baik dari aku?'' Kata James dalam hatinya.


'' Hem.... itu saja? Ha.... ha.... ha... ayo Julia..kita akan terlambat....'' James tertawa dengan keras menutupi kekecewaan di hatinya dan berlalu keluar kamar.


'' James ..... tunggu aku,'' sela Julia yang mengekor di belakangnya.


'' Aku akan membunuh pacarmu,'' kata James dalam hatinya dan terus berjalan menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


'' James bagaimana dengan mu, apa kau punya pacar? Siapa namanya? Apa dia cantik? James jawab aku...'' Julia menghujani James dengan pertanyaan yang sebenarnya sama sekali tak ingin James jawab.


'' Tidak,,,'' jawab James sambil membuka kan pintu mobil untuk Julia. James pun masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya segera.

__ADS_1


Tak jauh dari sana ada sebuah butik yang lumayan bagus, James menghentikan mobilnya di sana, di tempat yang sama dengan Victor saat berbelanja baju Julia pagi tadi.


James keluar dari mobil bersama Julia di belakangnya dan memasuki butik itu, seorang pelayan butik menyambutnya.


'' Selamat pagi menjelang siang tuan, ada yang bisa di bantu?''


'' Dimana bos mu?'' Kata James pada wanita itu.


'' Ada di dalam tuan...''


Tanpa menunggu lagi James segera menarik Julia masuk dalam ruangan bos butik itu.


'' Hallo..... owh.... siapa ini? Dia seksi sekali,'' kata seorang yang berdandan seperti wanita, tapi dia adalah seorang pria melihat kaki jenjang Julia yang menampak kan sedikit pahanya karena jaket yang ia gunakan tak sengaja tersibak. Mendengar itu Julia langsung merapikan jaketnya.


'' Heh..... Dian (nama perempuannya) dandani dia, berikan gaun terbaik di butikmu!!!'' Seru James seraya duduk di sebuah sofa di dekat ruang rias sambil membaca majalah - majalah fashion di atas meja.


Dian segera memberikan riasan pada wajah Julia, sambil terus berbicara yang tidak - tidak Dian nampak bersemangat sekali mendandani Julia karena dia tahu James tak pernah membawa seorang wanita ke sana kecuali ibunya yang merupakan langganan tetap butik itu.


Setelah selesai, Dian segera meminta anak buahnya mengambilkan beberapa gaun terbaik hasil desain nya untuk Julia coba. Julia pun masuk ke ruang ganti untuk mencoba salah satu dari gaun itu, lalu keluar.


'' James,,,'' kata Dian menunjuk gaun yang di pakai Julia sambil mengedipkan matanya.


'' Tidak... belahan pahanya terlalu tinggi... aku tidak suka...'' Julia kembali masuk dan mencoba satu lagi.


'' James....'' Dian lagi.


'' Apa kau tidak lihat bagian dadanya sangat terbuka ha.....'' Julia masuk ke ruang ganti dan mencoba satu lagi.


'' James....'' Dian lagi, menunjukan gaun yang melekat sempurna dan sangat manis di tubuh Julia, meski bagian dada tetap terbuka, tapi itu hanya sedikit.


'' Perfect,,,'' dalam hati James. Tapi dia hanya diam dan menarik tangan Julia untuk segera pergi dari sana bersamanya.


'' Kirimkan tagihanya pada sekertarisku...'' Kata James sambil terus berjalan dengan buru - buru.


'' James... pelan - pelan, gaun ku panjang....kau bisa merusak gaunku ini,,,'' pinta Julia pada James yang berjalan dengan sangat cepat.

__ADS_1


__ADS_2