
Merasa ada sesuatu yang bergerak - gerak di pergelangan tangan nya Julia terbangun. Julia mengerjapkan matanya, melihat sesosok pria tampan dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
" James..." Ucap Julia.
Suara itu begitu merdu terdengar di telingga James. James tersenyum lalu berkata, " hai... apa kau baik - baik saja?"
Julia menganguk dan bertanya," apa sudah lama?"
" Lumayan," jawab James seraya tersenyum.
" Berarti sudah lama dia melihatku tidur," batin Julia merasa malu karena tak menyadari kehadiran James sebelumnya.
Julia mengangkat tangan nya dan membenahi rambutnya yang berantakan. Saat itu pula dia melihat sesuatu di pergelangan tangan nya.
" James di mana kau temukan ini?" Tanya Julia yang menyadari liontin itu hilang waktu dia di culik oleh Leo.
Demikian Julia dan James berbincang di kamarnya dengan sedikit membahas tentang pernikahan mereka besok. Julia mengingat apa yang dikatakan Leo saat mengantarnya pulang.
" James... Leo mengajak ku makan malam, mungkin ada sesuatu yang ingin dia sampaikan padaku," ucap Julia.
" Apa ini.... Julia meminta izin padaku....apa Julia mulai membuka hatinya untuk ku?" Kata batin James. Mendengar itu James tersenyum dan berkata," tidak papa pergilah."
" Apa kau mau ikut?" Tanya Julia lagi meyakinkan fikirannya tentang perasaan James.
James tersenyum lalu berkata," pergilah."
" Terimakasih James," ucap Julia.
Merasa segala apa yang perlu di katakan nya sudah cukup, James berpamitan pulang pada tunangan nya itu. Julia pun turun untuk mengantarkan James pergi.
Sementara itu Leo telah bersiap untuk menjemput Julia. Leo menuruni anak tangga tapi langkahnya terhenti saat seseorang memanggilnya.
" Leo..."
Leo menoleh dan tersenyum.
" kakak..." Ucapnya mengetahui kakaknyalah yang memanggilnya.
" Wah... gantengnya adek kakak, mau kemana ini?" Kata Lea menyapa adiknya.
" Aku akan mengajak Julia makan malam kak,'' ucap adik Lea.
" Leo... kau harus sadar, gadis itu hampir dinikahi seseorang, kau tak boleh melakukan hal yang akan membuat keluarga kita malu,'' tutur sang kakak.
" Kakak tenang saja, aku hanya ingin meminta maaf atas segala kelakuan ku selama ini," terang Leo pada kakaknya.
" Em... baiklah, hati - hati jangan lupa pastikan dia sampai di rumahnya kembali dengan aman,'' seru Lea melihat adiknya begitu bersemangat akan bertemu Julia.
__ADS_1
" Pasti kak, aku pergi dulu, bye," kata Leo sembari berjalan keluar rumah menuju garasi di mana mobilnya terparkir.
Leo memilih menggunakan salah satu moge koleksinya. Leo bisa saja memakai salah satu mobil mahal yang terparkir di garasinya tapi dia ingin memiliki atau bahkan meninggalkan kenangan yang berbeda pada Julia.
James mengeluarkan motornya dari garasi, dia memegang pedal gas dan melajukan kendaraan nya. Moge yang Leo kendarai membelah jalanan, melewati kendaraan - kendaraan lain di depan nya.
Tak lama Leo pun tiba di depan rumah Julia. Leo meminta security untuk menyampaikan pesan untuk Julia. '' Tok... tok...tok...'' Demikian pintu kamar Julia di ketuk oleh seorang asisten rumah tangga yang membawa pesan dari security.
'' Masuk,'' jawab Julia dari dalam kamar sambil memilih pakaian yang akan ia gunakan untuk makan malam dengan Leo.
'' Ada apa bik?'' Tanya Julia lagi.
'' Maaf non, nona Julia sudah di tunggu den Leo di depan non,'' jawab sang asisten rumah tangga.
Julia melihat pada jam yang melekat di tanggan nya. Dalam batin nya,'' baru jam berapa, cepat sekali Leo menjemputku.''
'' Ya bik, sebentar lagi aku turun,'' kata Julia.
'' Baik non, saya permisi dulu,'' jawab sang asisten rumah tangga.
Julia segera mengenakan pakaian nya, mengambil tas jinjing miliknya dan segera turun ke lantai bawah. Julia mendapati Leo berada di luar pagar. Leo berdiri dengan menyilangkan tangan nya bersedekap menyandarkan dirinya pada motor yang ia parkirkan di depan gerbang.
''Leo...'' Sapa Julia.
'' Hai... sudah siap?'' Tanya Julia.
'' Apa kau yakin?'' Tanya Julia melihat motor gede yang di bawa Leo, sedangkan dia mengenakan gaun sepanjang lutut.
'' Baiklah, kau tunggu sebentar Leo,'' kata Julia berbalik dan berlari masuk ke dalam rumahnya kembali.
Julia memutuskan untuk mengganti pakaian nya dengan celana panjang, kaos berkerah dan tak lupa jaket yang ia sematkan di pinggangnya. Segera setelahnya, Julia dengan sedikit berlari turun menemui Leo.
''Julia... kau mau kemana?'' Seru sang mama yang melihat putrinya berlari kecil.
'' Julia pergi dulu ma, bye ma,'' ucap Julia tanpa menghentikan langkahnya.
" Hati - hati,'' seru sang mama.
" Dasar anak nakal,'' gumam mama Julia lagi.
Tak seberapa menghiraukan perkataan mamanya, Julia segera menemui Leo. Mengembil helm yang Leo berikan padanya dan segera naik di belakang Leo.
" Siap?'' Kata Leo.
" Hem..." Julia bergumam.
" Pengangan yang kuat, kita mau ngebut,'' kata Leo segera menghidupkan motornya dan melajukan nya.
__ADS_1
'' Hung.... '' Leo sengaja mengencangkan laju kendaraan nya agar Julia mau berpegangan padanya.
" Leo...." Pekik Julia berharap Leo memperlambat laju motornya. Tapi Leo tak menghiraukan nya. Dia sengaja melakukan itu karena Julia belum berpegangan padanya.
Akhirnya Julia memeluk pingang Leo dengan erat, dia tak mau jatuh terpental dari kendaraan yang ia tumpanggi. Di sisi lain, Leo tersenyum penuh kemenangan karena apa yang ia harapkan tercapai.
Moge yang Leo kendarai tiba di depan sebuah coffe bay tak jauh dari tepi pantai. Julia segera turun dan meletak kan helm yang ia pakai. Leo mengajaknya masuk dan memesan beberapa menu untuk mereka berdua.
" Brakkk...." Suara meja di gebrak oleh James saat mendapat sebuah chat vidio dari salah seorang mata - matanya.
" Dasar sial, berani - beraninya Leo melakukan itu pada Julia, dasar kadal,'' ucap James geram.
" Terus ikuti, jangan sampai terlewatkan satu halpun," perintah Leo pada mata - matanya.
Nampak ekspresi kecemburuan tersirat jelas dari wajahnya. Matanya memerah, tangan nya selalu mengepal saat melihat gadisnya memeluk Leo dengan erat. Dia tahu itu bukan salah Julia. Julia sudah berusaha tak berpegangan pada Leo namun Leo menjalankan akal bulusnya.
Kembali ke coffe bay.
Julia dan Leo menikmati suasana makan dengan damai dan suasana yang begitu romantis.
" Julia..." panggil Leo.
" Hem?" Jawab Julia.
" Maafkan atas segala kelakuan buruk ku selama ini," ucap Leo memulai pembicaraan.
" Hem,'' Julia mendongak mendengar apa yang barusan Leo katakan.
" Aku minta maaf Julia, jujur aku malu, sangat malu,'' kata Leo lagi.
Sedang Julia hanya diam, sesaat Julia membayangkan saat dia di culik oleh Leo waktu itu. Leo memang sudah dua kali menculiknya. Tapi sebenarnya Leo juga tidak seberapa buruk, dia masih memperlakulan Julia dengan baik. Meski terkadang Leo sedikit kasar.
" Lupakan saja yang lalu, ke depan nya kita jadikan hubungan ini menjadi lebih baik," kata Julia.
" Leo, kau juga tahu bukan jika besok aku akan menikah, aku harap kau bisa datang, anggap saja ini undangan langsung dariku, kau bisa kan?" Kata Julia lagi.
" Deg"
💕
💖
💖
Terimakasih kepada para pembaca sekalian yang sudah dengan setia menunggu update dari author dan juga atas jejak yang telah ditinggalkan berupa komentar, like, vote dan yang lainnya. Hal itu akan menjadi semangat lebih bagi author untuk terus berkarya dan berusaha lebih baik lagi.
Mohon maaf atas keterlambatan update dari author. Jangan lupa tinggalkan jejak, like , comment, hadiah atau votenya. Terimakasih, salam sehat selalu dan semoga selalu dalam kelimpahan rezki, amiiin. Tanpa anda author bukan apa - apa.
__ADS_1
Salam hangat, Author 🙏🙏🙏