BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
49


__ADS_3

Malam hari di rumah James.


Lepas maghrib James meminta Julia menemaninya ke acara pesta salah satu rekan bisnis James. Julia bersiap dan memakai gaun yang sudah James belikan untuknya. Selesai mandi, Julia membuka kotak berwarna biru muda yang James letakkan di atas tempat tidur.


Julia merias diri dengan make up sederhana dan memoleskan liptin warna pink di bibirnya. Setelah selesai, Julia mengambil handphonenya di atas meja dan segera turun.


Berkali - kali James melihat mesin waktu yang melekat di pergelangan tangan nya yang nampak mewah. Sudah hampir setengah jam James menunggu Julia di bawah, tapi Julia belum juga turun.


James berjalan ke sana - sini di depan tangga, dia mulai gelisah. Bukan tentang keterlambatanya di pesta tapi tentang baju yang Victor berikan padanya sore tadi untuk Julia. Jujur dia penasaran, gaun seperti apa yang Victor kirimkan.


'' Tak...tuk... tak...tuk...''


Suara langkah kaki mulai terdengar menuruni tangga. James diam lalu menolah ke arah sumber suara. James membeku, sesekali dia nampak menelan salivanya dengan kasar.


Julia menuruni anak tangga perlahan. Gaun berwarna senada dengan bibirnya menempel begitu indah di tubuhnya. Rambut yang disanggul rapi dengan jepit terbuat dari berlian berbentuk bunga sakura yang menambah keanggunannya.


Lengkungan senyum terlukis indah di bibir sèksinya. Membuat James semakin terpana. Tanpa James sadari, dia telah mengulurkan tanggan nya membantu Julia menuruni anak tangga terakhir.


Dengan tetap mengengam tangan Julia erat, James membawanya keluar menuju mobil yang telah di siapkan oleh Victor.


'' Silahkan nyonya,'' ucap Victor.


'' Terimakasih Victor.'' Sahut Julia.


James nampak canggung, dia bingung harus melakukan atau membicarakan tentang apa pada Julia. '' Ciiiit....'' Mobil yang Julia dan James tumpangi berhenti mendadak membuat James sontak memeluk Julia, begitu juga dengan Julia yang memejamkan matanya dalam pelukan James.


'' Apa yang kau lakukan Victor?'' Tanya James dengan nada marah.


'' Maaf tuan, sepertinya ada sesuatu yang menyebrang Jalan,'' jawab Victor langsung keluar dari mobil.


'' Em... James... '' James melepaskan pelukan nya. Tak lama kemudian Victor segera masuk ke dalam mobil kembali.


'' Apaaa ....'' Julia dan James kembali saling menatap saat pertanyaan yang mereka lontarkan berbarengan. Sementara Victor yang menyaksikan itu hanya tersenyum.


Julia nampak canggung dan mengalihkan pandangan nya. Kemudian James melanjutkan pertanyaanya. '' Bagaimana Victor?''


'' Emh... tidak ada tuan,'' jawab Victor menggelengkan kepalanya. Victor melajukan mobilnya kembali ke tempat tujuan.


Tiba di sana James mengajak Julia masuk ke dalam ruangan. Sudah banyak orang yang hadir di sana termasuk Julian.


'' Hai bro...'' Sapa Julian pada James dengan menepuk bahunya.


Sedangkan Julia teringat saat dia masuk ke dalam ruangan bersama James tadi, dia melihat seorang wanita sedang berbincang dengan kakaknya. Mereka terlihat sangat dekat. Sayang Julia tak bisa melihat wajah wanita itu karena tertutup oleh bahu seseorang.


'' Kakak? Siapa waniya yang di sebelah kakak tadi?'' Selidik Julia pada kakaknya.

__ADS_1


Julian hanya tersenyum dan malah berpamitan pada James. '' James aku pergi dulu, ada sesuatu yang perlu ku lakukan.''


Belum sempat menjawab, Julian telah menjauh menuju pintu keluar. James mengajak istrinya menemui tuan rumah.


'' Hai bro, selamat ya, sukses selalu.''


'' Hai... James , terimakasih banyak, o... ya kau tidak mengenalkaaaaannn,'' ucap rekan bisnis James melirik ke arah Julia.


'' O... ya, kenalkan Julia, istriku.... Julia... ini John rekan bisnisku,'' ucap James.


Julia menerima tangan rekan bisnis James sambil tersenyum. '' Julia,'' ucap Julia.


'' John.''


'' Ayo sayang kita temui rekan - rekan ku yang lain.''


James mengajak Julia menemui rekan bisnisnya yang lain.


'' Dasar pelit,'' gumam John.


Saat James dan Julia sedang berbincang terdengar seseorang memulai sambutan nya. Ya sang tuan rumah John, mulai membuka acaranya.


'' Terimakasih kepada para hadirin, tamu undangan, rekan - rekan bisnis yang telah hadir, sesungguhnya saya sudah tak pantas mengadakan acara ulang tahun seperti ini, tapi karena keluarga yang memaksa dan juga merupakan acara syukuran dari majunya bisnis yang kami bangun selama ini, akhirnya saya katakan iya, semoga rekan - rekan sekalian dapat menikmati acara pesta sederhana ini.''


'' Saya persilahkan kepada rekan - rekan yang ingin berdansa, terimakasih.''


Beberapa orang muda mudi mulai membawa pasangan mereka ke lantai dansa dan John menuruni podium berjalan ke arah James dan Julia. John merunduk kan kepalanya dan mengulurkan tangan kanan nya ke arah Julia. Julia yang menerima uluran tangan itu celingak celinguk, bingung.


" Nona, bolehkah aku memintamu berdansa barang sebentar saja," pinta John.


" Apa dia sudah gila? Bukankah dia sudah tahu kalau aku ini istri seseorang?" Batin Julia.


Julia yang bingung menoleh ke arah James. James menganguk kan kepalanya. " James kau yakin?" Tanya Julia heran.


James tersenyum dan mengangguk pelan. Akhirnya Julia menerima uluran tangan John dan John membawanya ke lantai dansa. John memegang pinggang Julia dan Julia mengalungkan tangan nya pada leher John. Meski terlihat cangung Julia tetap berdansa dengan John.


John melirik James yang terus menatap istrinya. " Dasar baj***an," gerutu James dalam batin nya.


John sengaja mengeratkan pelukan nya sehingga membuat tak ada jarak antara dia dan Julia. Sedang James yang melihat itu semakin geram. James mengepalkan tangan nya erat. Dalam batin Julia berkata," apa yang dia lakukan."


" Maaf tuan apa ini tidak berlebihan?" Kata Julia.


" Nona... anda terlalu manis untuk di sia - siakan," jawab John.


" Em ... saya rasa anda berlebihan tuan, saya rasa masih banyak wanita lain yang lebih cantik dari saya."

__ADS_1


" Tapi saya tidak menginginkan mereka, keberadaan nona terlalu menyilaukan mata saya hingga tak mampu memandang wanita lain."


Saat John terlena dengan apa yang ia katakan, tiba - tiba James mengambil tangan Julia dan membawanya dalam pelukan nya. John masih berdiri kaku mendapatkan balasan dari James.


" Kurang ajar kau James," gumamnya kesal.


Di sisi lain James tersenyum menang, dapat membalas perlakuan tidak sopan dari John.


" James, apa yang kau lakukan?" Julia memukul pelan pundak James.


" Maaf Julia, aku terpaksa mengiyakan nya, dia memintamu di depan rekan - rekan bisnis ku, aku tidak bisa berbuat apa - apa, maafkan aku sayang."


" James aku haus."


James membawa Julia menuju sebuah meja dengan seorang pelayan di depan nya yang menyuguhkan beberapa gelas minuman. John mendekati mereka dan menyapa.


" Hai....." Ucap John sambil mengangkat gelas minuman yang di berikan pelayan kepada Julia.


John mengedipkan matanya pada pelayan itu sementara Julia dan James yang sedang berbincang tidak menyadarinya.


Julia menerima segelas minuman yang di berikan oleh pelayan padanya. Karena tenggorokan nya yang terasa kering, Julia meminum minuman itu hingga habis tak bersisa.


Beberpa menit kemudian kepala Julia terasa pusing. Pandangan matanya berkunang - kunang. Bahkan dia hampir tak bisa mendengar apa yang James katakan padanya.


" Julia.... Juuu liiii aaa," suara James bergema di telingga Julia. Julia mulai meracau berhalusinasi dan beranjak berlari kelantai dansa ketika mendengar musik up beat di putar.


Julia menari sedang James dan John yang mengikutinya tercengang saat melihat Julia dengan lihai menari, sementara orang - orang di sana mulai bertepuk tangan.


" Apa yang kau berikan padanya ha," James sontak menarik kemeja John.


" Aku tak melakukan apa - apa, bukankah kau tadi ada di sampingnya?"


" Awas kau." James melepaskan cengkramanya dengan kasar kemudian berjalan ke arah Julia mengengam tangan nya dan membawanya pergi dengan paksa.


πŸ’–


😍


πŸ’˜


Terimakasih kepada para pembaca sekalian yang sudah dengan setia menunggu update dari author dan juga atas jejak yang telah ditinggalkan berupa komentar, like, vote dan yang lainnya. Hal itu akan menjadi semangat lebih bagi author untuk terus berkarya dan berusaha lebih baik lagi.


Mohon maaf atas keterlambatan update dari author. Jangan lupa tinggalkan jejak, like , comment, hadiah atau votenya. Terimakasih, salam sehat selalu dan semoga selalu dalam kelimpahan rezki, amiiin. Tanpa anda author bukan apa - apa.


Salam hangat, Author πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2