BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
55


__ADS_3

'' Victor?'' Ucap kedua orang itu berbarengan.


Sedangkan Victor hanya berdiri mematung melihat ke arah nyonya mudanya yang sedang melanjutkan makan nya.


'' Victor apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu!!!'' Kata James meninggikan nada suaranya dan melebarkan kelopak matanya.


'' Maaf tuan, saya sudah mengetuk berkali - kali, tapi tuan tidak mendengarnya, lagian pintunya kan sudah saya buka saat menyiapkan sarapan tadi,'' jelas Victor.


James yang sudah berpakaian rapi lengkap dengan jasnya, segera membuka jas yang ia pakai dan menggunakan nya untuk menutupi punggung istrinya yang terbuka dan hanya memakai lingerie. Karena memang James belum mengembalikan baju - baju Julia ketempat semula.


'' James ajak Victor sekalian sarapan, kasian dia sudah sibuk sejak pagi menyiapkan semua perintahmu, aku ke atas duluan,'' ucap Julia menyudahi makan nya dan segera berjalan menuju kamar.


Victor yang mendapat ancaman dari bosnya meski tanpa kata - kata segera menundukan pandangan nya saat nona muda melewatinya. Victor tersenyum - senyum saat teringat bosnya melindungi istrinya dari pandangan orang lain dengan gaya ancaman yang lucu.


'' Hati - hati dengan nyawamu Victor, jika kau berani - beraninya melihat istriku.'' Kurang lebih seperti itulah makna tatapan tajam mata elang James.


'' Dasar bodoh, kau sendiri yang menyuruhku menyimpan baju Julia dan kini kau mengancamku setelah aku melihatnya, telat James ... hi .. hi...hi....'' Dalam batin Victor.


James terus mengawasi Victor agar tak mencuri pandang saat istrinya menaiki tangga. Setelah Julia terlihat masuk ke kamar, James menyuruh Victor untuk duduk dan sarapan bersamanya.


'' He... Victor... awas saja kalau sampai kau berani meliriknya, akan ku congkel matamu,'' ancam James.


'' Aku tidak akan berani James, aku sangat faham jika kau itu bos yang kejam,'' sindir Victor yang memang teman James sejak SMA.


'' Jadi apa yang ingin kau bicarakan tadi malam padaku?'' Tanya sang bos sambil meneruskan sarapan nya.


'' Apa tadi malam sudah gol James?'' Tanya Victor balik menatap James dengan serius.


'' Tapi itu bukan urusan mu,'' jawab James sambil tersenyum. Menandakan dia mengiyakan apa yang Victor katakan padanya.


'' Siapa bilang bukan urusanku, jadi jika kau uring - uringan di kantor dan aku selalu yang kena semprot itu bukan urusanku?'' Jawab Victor santai sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya.


'' Stttt... pelankan suaramu, nanti Julia bisa mendengarnya.''


'' Memangnya kenapa kalau Julia mendengarnya, palingan dia cuma menertawakan mu,'' sindir Victor.


'' Heh.... yang bos itu kau apa aku?'' Kata James meletakkan sendok di atas piringnya dengan keras.


'' Jaammees, apa terjadi sesuatu?'' Tanya Julia dari dalam kamar.


Victor menjulurkan lidahnya, dia mengejek James, tapi James membalasnya.


'' Tidak sayang, hanya saja Victor sedang mencuci piring,'' sahut James segera menyungingkan senyum tanda kemenangan nya.

__ADS_1


'' Tidak perlu biar aku saja nanti yang membereskan nya, kalian berangkat saja ke kantor,'' jawab Julia.


'' Weeek.... terimakasih nyonya muda kamu emang the nest,'' bisik Victor menjulurkan lidahnya, mengejek James yang selalu kalah dengan nya lalu segera lari, dan beranjak pergi.


'' Awas kau Victor, aku akan membalasmu,'' gumam James dengan kesal.


James naik ke lantai dua memasuki kamarnya, Dilihatnya Julia sedang duduk menghadap hapenya mengecek beberapa media sosialnya.


'' Apa kau tidak ke kantor James?'' Tanya Julia menoleh ka arah pintu yang terbuka dan melihat suaminya masuk ke kamar.


'' Em.... aku bingung,'' jawab james seraya duduk di sisi Julia.


Julia mengerutkan keningnya lalu berkata,'' memangnya kenapa?''


'' Em... aku malu,'' jawab James lagi.


Julia menjadi bertambah penasaran. '' Malu? kenapa?''


'' Em... apa aku dirumah saja ya?'' Jawab James menciumi rambut Julia.


Juli faham apa yang James maksutkan, lalu dia berkata,'' apa kau tidak kasian padaku, itu masih sakit James, please?'' Ucap Julia memasang ekspresi memelas.


'' Emm... baik lah, aku pergi ke kantor dulu ya sayang, cup,'' James mencium kening istrinya dengan lembut lalu mengambil jasnya yang julia letakkan di gantungan baju di dekat jendela.


Setibanya di bawah, Victor menyandarkan kepalanya di atas pintu mobil. James memanggil Victor berkali - kali tapi tak ada jawaban.


'' Apa Victor pingsan?'' Ucap James mendekati Victor dan memeriksa dahinya.


Victor mengelak dan segera masuk ke mobil dia duduk di belakang kendali mobil. Melajukan mobil yang dia dan bosnya tumpangi melaju di jalanan yang ramai lancar.


'' Kenapa kau lama sekali, aku jadi berjamur menunggumu di luar,'' ucap Victor membuka percakapan.


'' Rasain... o ya Victor, hal penting apa yang ingin kau bicarakan tadi?''


'' Apa tadi sudah satu ronde?'' Jawab Victor balik bertanya. Merasa lama mendapat balasan, Victor menoleh ke arah James yang sudah melotot ke arahnya.


Victor kembali memperhatikan arah mobil dan berkata,'' sepulang dari bar, tadi malam John menelfonku.''


'' Apa yang dia katakan?'' Tanya James penasaran.


'' Dia menawarkan menanam saham di JJ Group,'' jawab Victor.


James tertegun mendengar itu. Dia sungguh - sungguh tak menyangka, dalam batinya, ''sekuat itukah pesona istriku, hingga membuat banyak pria mengejarnya?''

__ADS_1


'' Bos....bos.... James,'' ucap Victor memanggil nama sahabat sekaligus bosnya itu karena tak kunjung memberikan komentar.


James tersadar dari lamunan nya dan berkata pada Victor, '' aku tak mau menerima saham darinya, usaha kami sudah cukup kuat, ditambah lagi Julian juga akan menanamkan saham nya ke JJ Group.''


Victor menoleh ke arah James, saat mendengar jawaban dari bosnya itu. Dia merasa ada sesuatu saat James mengatakan hal itu.


'' Apa John ada masalah denganmu?'' Tanya Victor.


'' Sepertinya dia mencoba merebut Julia dariku,'' ucap Victor bampak mengeratkan giginya geram.


Setibanya di kantor, James telah di tunggu oleh John di lobi. John nampak sangat percaya diri dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.


'' Apa separah itu peperangan mereka hinga membuat James tidak ke kantor, atau mereka sudah akan bercerai? Ah cepat sekali, itu terlalu mudah buatku,'' gumam John dalam batin nya.


'' Bos... kau lihat, rival barumu datang terlalu pagi,'' ucap Victor saat James dan Victor berjalan menuju lobi.


James tak bersuara tapi tangan nya nampak mengepal. Dia sungguh geram melihat si penganggu ada di depan nya.


'' Dasar ular,'' gumam James.


John nampak tak sabar ingin segera menemui James. Tapi Victor seggera menyambut John lebih dulu dan membiarkan tuan nya naik ke lantai atas. Victor tak ingin John membuat tuan nya semakin marah dan membuat keributan di kantor.


Sementara itu di rumah orang tua James.


Ayah dan ibu James sedang duduk di ruang tengah, mereka seperti merencanakan sesuatu.


'' Bagaimana kita akan segera menimang cucu kalau James terus sibuk dengan urusan kantor yah, ayah tahukan James seperti apa?'' Kata nyonya Ferdinan pada suaminya yang sedang menyeruput kopi.


'' Aku sebenarnya juga sudah tak sabar buk ingin mengendong cucuku,'' sahutnya.


'' Ayah... bagaimana kalau kita .... ....''


Demikianlah ayah dan ibu James merencanakan sesuatu untuk anak dan menantunya. Penasaran dengan rencana mereka? Tunggu saja kelanjutan nya.


💖


💕


💓


Terimakasih banyak kepada readers sekalian yang telah memberikan komentar, hadiah atau sukanya dan ditunggu votenya ya.


Salam hangat dari author untuk pembaca srkalian, semoga selalu dalam lindungan Yang Maha Esa. Amiiin.

__ADS_1


Salam 🙏🙏🙏


__ADS_2