BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
46


__ADS_3

James dan Julia tiba di kantor baru mereka, JJ Group. James menggandeng tangan Julia memasuki kantor. Banyak pasang mata memperhatikan mereka. Seperti biasa, para pegawai wanita memuja ketampanan James sedang prianya terkagum - kagum dengan keanggunan Julia. Sebagian dari mereka ada yang berbisik dan sebagian lagi terpesona pada pasangan yang sangat serasi itu.


Dari meja resepsionis nampak seorang pria tak berkedip memandang ke arah wanita yang bersama James. Kebetulan sekali pria itu bertemu pandang dengan James. James faham jika sedari tadi pria itu memandang ke arah Julia tapi istrinya itu tidak menyadarinya.


'' Victor, siapa lelaki itu? Suruh dia menundukan pandangan nya jika nyonya muda lewat,'' kata James pada Victor yang berada di belakangnya.


'' Baik tuan,'' ucap James segera mendatanggi pria di balik meja reaepsionis itu.


Sedangkan James dan Julia berlalu pergi menuju keruangan nya dengan menggunakan lift khusus direksi. Saat keluar dari lift James di sambut oleh sekertaris dua, yang merupakan seorang wanita dewasa lebih tua dari James.


Wanita itu mengatakan seseorang telah menunggu bosnya di dalam. Sementara itu seorang dewan direksi yang kebetulan berada di sana mengajak Julia berbincang. menanyakan kabar orang tua Julia dan sedikit basa basi.


'' Julia.. paman...James masuk dulu ya, ada beberapa berkas yang butuh di tanda tangani sudah menunggu,'' ucap James yang begitu penasaran dengan tamu itu.


Saat James membuka pintu ruangan nya betapa terkejutnya dia melihat tamu itu. Wanita cantik berperawakan seperti artis dengan pakaian begitu seksi.


'' Silvia?''


'' Hai James lama tidak berjumpa,'' ucap wanita itu langsung merangkul James. Di saat yang bersamaan Julia masuk keruangan itu dan menemukan suaminya sedang di peluk seorang wanita.


Julia terkesiap melihat pemandangan itu begitu juga James yang tak mengira Julia akan mengikutinya secepat itu. James juga tak menyangka jika tamu dalam ruangan nya adalah mantannya sewaktu di SMA.


'' Maaf mengganggu,'' kata Julia keluar dari ruangan itu.


James segera melepaskan pelukan wanita itu dan mengejar Julia. '' Julia pasti salah faham dengan semua ini,'' gumam James sambil berlari mencari Julia yang telah berada di dalam lift dan nampak sedikit dari pintu lift yang hampir menutup.


'' Julia, Julia... tunggu.''


Terlambat pintu lift sudah menutup, James melihat ke lantai berapa Julia turun lalu dia masuk ke lift sebelah dan menekan nomor lantai sama dengan nomor yang tertera di lift yang Julia gunakan.


Di sisi lain dalam lift, Julia memegangi dadanya yang terasa sedikit nyeri. Bukan fisiknya tapi yang ada di dalamnya. Matanya berkaca - kaca, nyaris menjatuhkan cairan bening dari sudut matanya. Tapi Julia segera menghapusnya menggunakan jari telunjuk.


Julia memang belum memberikan hatinya pada James. Tapi dia mulai memberikan ruang untuk James. Setidaknya kini James adalah suaminya. Tidak mungkin Julia mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri. Apalagi segala kegiatanya mulai hari kemaren akan selalu berhubungan dengan James.


'' Sejak awal aku dan James memang di jodohkan, jadi wajar saja jika dia memiliki kekasih,'' ujarnya dalam batin.

__ADS_1


'' Lalu apa ini James?'' Lirihnya terisak.


Saat pintu lift terbuka Julia menabrak seseorang. '' Bruuk...... Ah maaf... maafkan aku,'' kata Julia yang sibuk menyeka air yang hampir menetes tanpa menghiraukan siapa yang dia tabrak.


Saat dia akan beranjak pergi orang itu menarik tangan nya dan mereka saling menatap.


'' Julia...''


'' Leo... ada perlu apa ke sini?''


'' Ada sedikit urusan dengan James, tadi aku menelfon sekertarisnya dan dia bilang James ada di kantor.''


'' Dia ada di ruangan nya,'' ucap Julia berlalu pergi. Leo tersenyum dan mengikuti langkah kaki Julia.


'' Julia... Julia ... tunggu, apa terjadi sesuatu? Apa ada yang bisa ku bantu?'' Kata Leo sambil berjalan mengiringi Julia.


'' Kau bisa mengantarkan aku ke suatu tempat?''


Leo menganguk dan tersenyum, dengan segera dia mengajak Julia masuk ke dalam mobilnya dan membawanya pergi.


'' Apa kau melihat nyonya Julia keluar dari lift,'' tanya James pada seorang resepsionis wanita di lobi.


'' Maaf Tuan saya tidak melihatnya.''


Victor memperhatikan bosnya yang seperti orang bingung. Tengok sana, toleh sini mencari sesuatu.


'' Bos?'' Sapa Victor.


'' Victor, apa kau melihat Julia?''


'' Iya, bos.''


'' Dimana dia, dimana dia Victor?''


Victor menceritakan apa yang dia lihat tadi saat di lobi kepada bosnya. James berdecak kesal lalu kembali keruangan nya. Silvia sudah tidak beraa diruangan James. James mengambil handphone nya dan mencoba menghubingi Julia.

__ADS_1


'' tuutu... tuuut...''


James mencoba berkali - kali tapi tak mendapat jawaban dari Julia. James benar - benar gelisah tentang keadaan istrinya.


Sedangkan Julia kini berada di dalam mobil Leo menuju suatu tempat. Handphone dalam tas Julia berbunyi. Nada dering dari salah satu lagu Dolly Parton dengan judul You are terdengar begitu nyaring.


Julia mengambil hand phone nya dan melihat siapa yang menelfon nya. '' My Honey'', Julia mengernyitkan keningnya.


'' Kapan aku memberi nama James dengan my honey?'' Gumamnya dalam batin.


Julia memutuskan tidak mengangkat telfon nya. Nama my honey muncul dalam layar panggilan berkali - laki tapi Julia tetap tidak menghiraukan nya. Julia malah memasukan lagi hapenya ke dalam tas.


'' Siapa? Kenapa tak diangkat?'' Tanya Leo.


'' Em... tidak perlu di angkat.''


'' Em...'' Leo menganguk kan kepalanya dan tersenyum.


Mobil Leo berhenti di sebuah taman dengan beberapa petak kolam dan angsa - angsa putih berenang di atasnya. Julia memilih duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon nan rindang.


Taman itu berada di pinggiran kota. Jadi tak banyak orang yang berkunjung ke sana, sehingga suasana nya masih sangat asri dan tenang. Cocok sekali untuk menenangkan fikiran yang sedang kalut.


Tak lama Leo datang dengan dua botol minuman dan dua bungkus sandwich gulung di tangan nya. Leo memberikan satu botol minuman dan sandwich pada Julia.


'' Terimakasih Leo.''


'' Apa kau sering ke sini? Aku bahkan tak tahu ada tempat seperti ini di sini.''


'' Ini adalah tempat kami biasa bermain bersama, aku dan Julian.'' Tutur Julia.


'' Mama dan papa sering membawa kami ke sini saat hari libur, dulu di sebelah sini ada perahu kecil yang biasa aku pakai berperahu dengan Julian.'' Lanjut Julia lagi.


Leo mendengarkan cerita Julia dengan seksama.


'' Aku pernah terjatuh di kolam itu, saat itu aku masih kecil dan belum pandai berenang, begitu juga dengan Julian, tapi dia nekad terjun untuk menyelamatkan aku. Aku sangat menyayangi Julian, bahkan saat aku tahu tentang kebenaran nya.''

__ADS_1


'' Kebenaran? Kebenaran tentang apa?'' Batin Leo penasaran.


__ADS_2