BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
8


__ADS_3

Karena terburu - buru, Julia hampir saja menabrak seseorang yang baru keluar dari arah toilet. Mereka sama - sama terkejut dan saling tatap.


'' Maaf.....'' Kata pria itu sedangkan Julia meneruskan langkahnya yang kini tidak menuju toilet tapi menuju pintu belakang.


Pria itu pun mengangkat bahu nya, pertanda tak mengerti apa yang terjadi dan berlalu kembali ke acara.


Di acara ulang tahun sekolah di dalam gedung semuanya berjalan lancar namun ada seseorang yang kehilangan dan tengah mencari - cari.


Wira merasa bahwa Julia pergi begitu lama dan dia memutuskan untuk mencarinya. Saat dia menunu tpilet dia berpapasan dengan kawan lamanya.


'' Hai.... kau Wira bukan....'' Sapa orang itu.


'' Iya betul ... kauu..... kauuu... ? Hai apa kabar?'' Tanya Wira mengingat siapa yang di depan nya dan menyambut tangan orang itu, mereka saling menjabat.


'' Kata yang lain, kau membawa seorang gadis cantik... mana dia? Kenapa kau tak mengenalkan nya pada ku?'' Kata kawan lama Wira.


'' Hem... aku akan menjemputnya, tadi dia ke toilet sebentar katanya...baiklah kawan aku pergi dulu...'' Jawab Wira terburu - buru.


Wira mencari - cari Julia di toilet. Dia .embuka semua pintu toilet tapi tak juga menemukan gadis yang dia cari.


'' Juliaaa... Julia.... kemana dia?'' Gumam Wira memanggil - manggil nama Julia. Namun sepertinya dia terlambat.


'' Kenapa aku tidak menelfon nya? Bodoh sekali aku...'' Kata Wira pada dirinya sendiri sambil merogoh benda tipis dari balik kantong bajunya.


'' Tuuuut.... tuuuttt..... tuuttttt....''


Bagitulah suara sambungan telfon yang tengah di lakukan Wira namun tak ada jawaban.


'' Kemana dia, kenapa dia tak menerima telfon ku....?'' Kata Wira pada dirinya sendiri.


Sementara itu Julia tengah berada di jalan raya mengendarai mobil nya. Dia coba menambah kecepatan mobil agar bisa segera sampai ke tempat tujuan.


Jalanan macet sore ini membuat dia memutuskan untuk berbelok di sebuah kafe dan duduk di sana sekedar menunggu jalanan sedikit lengang.


Julia duduk di sebuah meja di sudut ruangan dan memesan secangkir latte. Julia nampak melamun menunggu pesanan nya datang.


Dinding cafe yang terbuat dari kaca menampak kan pemandangan jalanan luar yang sesak dengan kendaraan dan mengular.

__ADS_1


'' Maaf nona ini pesanan anda....'' Kata seorang pramusaji padanya dan Julia hanya tersenyum.


Julia merasa bersalah pada Wira karena dia telah meninggalkan nya begitu saja di sana tanpa memberikan kabar apapun.


Julia mengambil ponselnya di dashbor mobilnya dan masuk kembali ke dalam cafe. Beberapa panggilan tak terjawab nampak jelas di layar hape nya namun dia memutuskan untuk membiarkan nya dulu.


'' Lagi pula dia pasti masih ada di acara itu... aku tak mau mengganggu nya...'' Batin gadis itu.


Saat jalanan mulai lengang, Julia memutuskan segera pulang. Namun saat dia akan membayar minuman nya, dia mencari - cari dompetnya dan tidak menemukan nya di manapun.


Dia teringat saat meminum sesuatu di dalam ruangan acara tadi dia meletak kan dompetnya di tempat duduk sebelah Wira.


'' Kenapa bisa seceroboh ini,,, '' gumamnya pelan.


'' Maaf nona... '' Kata seorang pelayan menyodorkan tagihan minuman nya.


'' Ehm apakah aku bisa membayarnya via transfer, aku melupakan dompetku....'' Katanya pada pelayan itu.


Namun karena pelayan itu tak bisa memberikan keputusan dia meninggalkan Julia untuk bertanya pada atasan nya dulu.


'' Ini tidak mungkin... cafe sebagus ini tidak menerima transfer, dan bla... bla.... bla...'' Julia berdebat kecil dengan sang pelayan meminta agar dia di pertemukan dengan bos nya namun pelayan itu menolak.


'' Hem....'' Seseorang berdehem di sebelah Julia dan memberikan beberapa lembar uang untuk membayar tagihan nya sendiri juga milik Julia.


Julia menoleh ke arah suara itu dan seorang pria dengan pakaian nya yang begitu rapi berdiri di sebelahnya memandang nya dari atas ke bawah dengan heran.


'' Apa anda kabur dari pesta nona?'' Sapa pria itu dengan menyinggingkan senyum menggoda Julia.


'' Bukan urusan anda,,,'' jawab Julia ketus.


'' Tapi hal itu kini menjadi urusan ku karena kau telah berhutang budi pada ku...'' Kata pria itu lagi.


'' Berikan no rekeningmu!'' Jawab Julia singkat.


'' Aku tidak ingin uang mu... '' Sahut pria itu cepat.


'' Jangan berpikir macam - macam , kalau kau tak mau uangku ya sudah terimakasih...'' Jawab Julia sambil melangkahkan kakinya hendak pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Tapi belum jauh Julia melangkah tanganya telah di tarik seseorang dan kini dia jatuh dalam dekapan tanga kekar pria itu.


'' Apa yang kau lakukan...'' Kata Julia sedikit berbisik takut mengganggu kenyamanan orang lain di tempat itu.


Menyadari prilakunya pada gadis itu menarik perhatian beberapa orang, sang pria memutuskan untuk melepas jas nya dan memakaikan nya pada gadis itu.


'' Tak baik seorang gadis mengenakan baju seperti ini, kau terlalu seksi....'' Bisik pria itu di telingga Julia membuat bulu kuduk nya merinding.


Pria itu mengajak Julia keluar dari sana dan mendorong paksa Julia masuk dalam mobilnya karena ia menolak untuk masuk ke dalam mobil itu.


'' Aw... apakah kau bisa sedikit lembut....'' Kata Julia sambil membetulkan posisi duduk nya.


'' Ini semua gara - gara Wira, dia menyebalkan....'' Lirih Julia.


'' Siapa yang menyebalkan? Jangan gunakan gender sebagai tameng... kau sendiri yang memaksaku untuk melakukan itu...'' Jawab pria itu dengan mengedipkan matanya menggoda Julia.


'' Apa matamu sakit?'' Sindir Julia tanpa melihat ke arah pria itu tapi malah membetulkan posisi belahan samping bawah bajunya yang menampak kan lutut dan paha yang begitu mulus.


'' Apa tangan tukang jahit itu tangan nya sakit? Sehingga tak menjahit bajumu dengan benar...'' Kata pria itu lagi.


Julia hanya diam dan melepaskan tangan nya yang sedari tadi memegang belahan samping bajunya itu agar tak memperlihatkan sesuatu yang tak layak di lihat orang lain.


Dia mengambil jas yang di sematkan pria itu tadi di pundak nya untuk menutupi bagian yang terbuka.


'' Sejarang apalagi, apa kau mau pamer bagian dadamu yang indah itu?'' Kata pria itu menyindir Julia padahal hanya karena ia takut tak mampu menahan syahwat nya.


Julia mengambil jas itu lagi dan mengenakan pada pundaknya lagi. Saat dia menoleh ke arah pria itu. Pria itu mengangkat alisnya seraya melirik ke bagian paha yang kembali terbuka.


'' Hah.... aku lelah dengan semua ini...terserah kau saja, aku juga terpaksa memakai ini...'' Kata Julia kesal sambil mengambil hapenya dan memainkan nya tak menghiraukan pria yang kini ada di sebelahnya.


Tiba - tiba saja hapenya kini telah berpindah tangan. Pria itu menekan beberapa nomor dan melakukan panggilan ke hapenya.


'' Aku akan mengabarimu jika sudah membutuhkan balas budi dari mu....'' Kata Pria itu menghentikan mobilnya dan membiarkan gadis itu keluar dari mobilnya.


'' Berhati - hatilah ...'' Setelah mengucapkan itu, sang pria menyebalkan itu melajukan mobilnya meninggalkan Julia sendirian di pemberhentian bus kota.


'' Untung dia menurunkan ku di sini, jadi aku tidak perlu berjalan jauh...'' Gumam Julia pelan sambil berjalan berbalik arah.

__ADS_1


__ADS_2