
''Jangan takut nona,'' ucap pria itu dekat dengan telingga Julia. Suara itu terasa dingin, membuat Julia bergidik merinding.
Julia mengeser tubuhnya menjauh dari pria itu. Dia berkata sambil terbata saat melihat wajah dingin sang pria. '' Sssiapa kau, kenapa aku ada di sini?''
Mendengar perkataan yang keluar dari mulut Julia yang seksi, pria itu menyungingkan senyum di bibirnya. Lalu keluar dari kamar itu tanpa menjawab pertanyaan Julia.
Tak lama masuklah beberapa orang pelayan hotel dengan membawa beberapa menu makanan dan beberapa helai baju ganti untuk Julia. '' Nona makanlah sesuatu? Apa anda ingin teh hangat,'' begitu ramah para pelayan menawari Julia sesuatu untuk di makan.
Julia tak mengindahkan tawaran para pelayan malah meminta salah seorang pelayan mendekat. '' Hei... kemari,'' kata Julia.
Seorang pelayan mendekati Julia. '' Ada apa nona?''
'' Apa kau tahu aku di mana dan pria tadi itu siapa?'' Ucap Julia sedikit berbisik pada sang pelayan.
Tapi tiba - tiba seorang pria yang sama masuk kembali dan membuat para pelayan menjauhi Julia. '' Hem... hem....tinggalkan kami,'' begitu kata pria itu sedikit terbatuk karena mendengar apa yang di tanyakan Julia pada pelayan itu.
Pria itu menatap Julia dan mendekatinya, tapi Julia menghindar bahkan turun dari ranjang.
'' Mau teh?'' Ucap si pria menyodorkan secangkir teh yang dia tuangkan sendiri.
'' Tidak... bisa saja dia musuh papaku atau kakak ku, bisa jadi dia meletakkan racun dalam teh itu atau obat perangsang atau... a....'' Pikiran liar Julia menjalar kemana - mana membuatnya frustasi.
Pria itu membawa dua cangkir teh dan meletakkan nya di meja dekat jendela dimana ada taman yang penuh dengan warna warni bunga dan kolam yang dapat di lihat dari sana.
'' Ayo duduklah,'' ucap pria itu.
'' Tidak... sampai kau katakan padaku apa maksut semua ini,'' tolak Julia.
Pria itu kemudian berdiri dan melangkah ke arah Julia. Julia berjalan mundur sambil melirik ke arah pintu dan Julia berhasil berlari keluar dari pintu namun naas diluar pintu beberapa bodyguard berjaga di sana seakan bersiap menangkap siapa pun yang keluar dari pintu itu.
__ADS_1
Julia menoleh ke belakang dan pria itu telah tersenyum sinis sambil terus mendekat. Julia membalik kan tubuhnya tapi tak bisa lari sedangkan pria itu terus mendekat dan hap, perut Julia telah berada di atas punggung pria itu.
Dia di bawa masuk ke dalam kamar dan pria itu menghempaskan nya ke atas tempat tidur.
'' Kau tak akan bisa kabur dariku nona,'' kata si pria sambil terus mendekati Julia yang berada di atas tempat tidur.
Baju kemeja Julia sudah berantakan bahkan satu kancingnya terlepas saat pria itu tadi menghempaskan nya. Hingga menampak kan sedikit belahan dadanya. Dengan sedikit gerakan pria itu dapat membuat tubuh Julia tak berkutik.
'' Aku tak tahu jika Lian punya adik yang amat seksi sepertimu,'' bisik si pria di telingga Julia.
'' Lian? Benar dugaanku,'' batin Julia.
'' Lepas, lepaskan aku,'' ucap Julia meronta hingga membuat pria itu tambah mengeratkan cengkraman tangan nya pada tangan Julia. Betapa gundah hati dan fikiran Julia saat itu betapa takutnya dia jika orang asing itu akan melakukan sesuatu yang dapat membahayakan nya.
'' Jangan memprovokasiku nona, bersikap baiklah aku tak akan melukaimu,'' kata pria itu dan Juliapun mengangukkan kepalanya pelan. Melihat reaksi Julia, pria itu melepaskan Julia dan segera turun dari ranjang.
'' Gunakan pakaian itu dan kita akan makan bersama,'' ucap lelaki itu menunjuk pada helaian baju yang diletakkan para pelayan tadi di sebelah meja rias.
Pria itu tersenyum melihat Julia duduk di depan meja rias menyisir rambutnya yang berantakan. Julia mengikat sembarang rambutnya yang hitam sedikit bergelombang.
'' Duduklah,'' kata pria itu meminta Julia duduk di sebuah kursi di depan nya.
'' Aku akan menganti tehmu yang sudah dingin,'' katanya lagi melihat Julia yang hanya duduk mematung menatap pria itu.
'' Tidak perlu, aku akan menuangnya sendiri,'' ucap Julia dengan gesit membuang teh yang pria itu tuangkan tadi dan mengganti dengan teh yang baru.
'' Kau takut aku meracunimu? Hem... aku tidak akan meracuni gadis secantik dirimu nona, itu akan sangat di sayangkan,'' kata pria itu tersenyum sinis pada Julia. Tapi Julia hanya bisa diam.
'' Sebenarnya apa yang kau inginkan?'' Tanya Julia dengan tegas.
__ADS_1
'' Hem... santai saja waktu kita masih panjang nona, para pengawalmu juga tunanganmu itu tak akan dengan mudah menemukan tempat ini.''
'' Dia tahu banyak tentangku,'' gumam Julia dalam batin nya. Julia mulai menenangkan fikiran nya agar tak membuat kesalahan yang dapat mempovokasi pria itu melakukan sesuatu yang tidak - tidak.
'' Sebenarnya apa maumu?'' Tanya Julia lagi dengan bersikap tenang.
'' Pantas saja Wira nekad merebut gadis ini, dia mengagumkan,'' dalam hati Leo, si penerus perusahaan logam mulia yang setara dengan perusahaan ayah James. Ayahnya meninggal terkena serangan Jantung saat mengetahui saham perusahaan nya turun drastis bahkan hampir bangkrut karena ulah papanya Julia.
'' Aku menginginkanmu, sebagai balasan terhadap apa yang dilakukan papamu pada keluargaku,'' ucap Leo.
'' Itu papa dan bukan aku, kenapa kau....'' Belum sempat Julia malenjutkan kata - katanya Wira mendobrak masuk dalam ruangan itu.
'' Julia... apa kau baik - baik saja?'' Melihat seorang yang sangat ia kenal Julia langsung berlari memeluk Wira. Wira melihat sekujur tubuh gadisnya itu lalu membuka jasnya dan memakaikan nya pada Julia.
'' Kau aman bersamaku sayang,'' ucap Wira menenangkan Julia yang mengeratkan pelukan nya. Melihat drama telenovela di depan nya Leo tersenyum sinis.
'' Kau belum tahu siapa sebenarnya dia Julia, dia lebih parah dariku,'' batin Leo.
Wira meminta Julia untuk pergi ke bawah duluan bersama orang kepercayaan nya. '' Julia kau turunlah dulu, tunggu aku di mobil, aku akan bereskan bajingan ini,'' ucap Wira mengeratkan giginya.
Setelah melihat gadisnya keluar, Wira mendekati Leo. '' Ini tidak ada dalam perjanjian kerjasama kita Leo,'' ucap Wira menatap tajam pada Leo.
'' Tenang men, aku cuman pengen tahu seperti apa wanita yang kau perjuangkan itu, dan setelah aku tahu, aku juga menginginkan nya,'' balas Leo menajamkan tatapan matanya.
'' Berani kau menyentuhnya, awas kau!'' Seru Wira sambil beranjak akan keluar ruangan hotel bintang lima milik Leo itu.
Wira terkejut saat akan keluar dari pintu kamar hotel. Julia menatap nanar padanya, ada rasa marah yang terpendam dalam tatapan mata itu. Wira sungguh tak menduga jika gadisnya itu mendengar apa yang dia katakan barusan pada Leo.
Julia membalikkan tubuhnya segera dan berlari menuju lift. Dalam hatinya hanya ingin segera pergi dari sana. Segera menjauh dari para orang gila.
__ADS_1
'' Julia... Julia ... tunggu Julia...''