
''Jadi kau punya pacar atau tidak?'' Tanya Wira lagi.
Julia tak menjawab, dia hanya mengelengkan kepalanya pertanda dia tidak punya kekasih. Tentu saja Wira sangat gembira melihat hal itu. Dia fikir ini adalah kesempatan emas baginya.
'' Ehm Julia.... '' Kata Wira membuat Julia yang sedang makan menoleh ke arah nya.
'' Apa yang kau lakukan Wira?'' Tanya Julia yang terkejut dengan apa yang dilakukan Wira yang saat ini tengah berdiri memberikan seikat mawar merah padanya serta puluhan ikat mawar yang lain di belakang nya.
'' Jika ada bunga yang bisa menandingi kecantikan mu, maka akan aku bawa sama kebun - kebun nya juga.... tapi aku tak dapat menemukan nya...Julia apa kau masih ingat saat aku bercerita padamu bahwa aku tergila - gila pada seorang gadis? sekarang aku akan memberi tahumu Julia. Itu adalah kau... namamu memenuhi otak ku, aku bahkan hampir gila karenamu Julia,,, jika kau fikir ini berlebihan,,, aku minta maaf,,, tapi aku tak tahu lagi harus berbuat apa Julia,,, hanya ini yang aku bisa,,, jadilah kekasihku Julia....?'' Kata Wira pada gadis pujaan nya itu.
Julia hanya terpaku menatap Wira yang kini penuh harap agar Julia mau menjadi kekasihnya.
'' Apa kau juga yang mengirimu bunga setiap hari....?'' Tanya Julia.
'' Ehem.....'' jawab Wira singkat.
'' Apa Wira sudah gila? Apa yang harus aku lakukan kalau sudah begini?.... Hufht...'' Batin Julia.
Julia berdiri memegang tangan Wira dan memintanya duduk kembali, tapi Wira tak mau duduk sebelum Julia memberikan jawaban untuk nya.
'' Dasar keras kepala... apa yang akan terjadi dengan hubungan ku nanti coba kalau dia sekeras kepala ini..... hufh...'' Gerutu Julia dalam batin nya.
Wira masih menatap Julia yang saat ini nampak kebingungan akan memberikan jawaban apa pada pria keras kepala di depan nya itu.
Sempat terlintas kata kabur dalam fikiran nya namun dia tak mungkin bisa melakukan nya karena pengawal wira ada di mana - mana.
Wira yang tengah menunggu jawaban dari Julia sama sekali tak bergeming melihat ekspresi gadis di depan nya itu saat ini.
Lalu Julia berkata,'' Wira... apa ini tidak terlalu cepat... kau belum memahami diriku begitu pula aku .... '' Katanya pada Wira yang masih terus berdiri.
'' Julia.... bukankah pacaran itu memang jalan untuk saling mengenal?'' Jawab Wira dengan santainya.
Julia semakin bingung di hadapkan dengan keadaan seperti ini. Berkali - kali Julia menoleh ke kanan dan ke kiri mancari cara bagaimana menolak pria itu, tapi dia selalu mati langkah.
'' Ehm....Wira.... bagaimana jika orang yang di depan mu ini, gila.... atau sakit parah.... atau bahkan mungkin dia sudah di jodohkan oleh orang tuanya....?'' Kata Julia berkelit.
'' Julia apapun itu aku akan menerimanya.... setidaknya bisa dekat dengan mu itu sudah jadi hal terindah buatku Julia....'' Jawab Wira dengan santai karena dia sudah memperkirakan ini sebelumnya.
'' Hufh.... kena jebakan batmen ini aku....'' Gumam Julia dalam hati.
__ADS_1
'' Baiklah tapi aku punya 3 syarat....'' Kata Julia memutuskan menerima Wira.
'' Julia katakanlah... apapun itu....'' Jawab Wira cepat.
'' Ehm aku akan mengatakan nya nanti... aku fikirkan dulu... jadi sekarang duduklah,,,'' pinta Julia.
'' Apa ini artinya kau menerima aku menjadi kekasihmu?'' Tanya Wira meyakinkan.
'' Ehem.... tapi kau ingat ada 3 syarat dan kapan pun aku menginginkan nya... kau harus melakukan nya....'' Jelas Julia.
'' Terimakasih honey.....'' Kata Wira spontan memeluk Julia.
'' E...e... syarat pertama.... kau tak boleh memeluk ku....!'' kata Julia.
'' Syarat model apa seperti itu.... itu konyol...'' Bantah Wira.
'' Syarat.... tetap syarat... jika kau melanggarnya maka batallll...!'' Tegas Julia.
'' Iya .... iya sayang aku siap...'' Jawab Wira.
'' Bagus.... sekarang duduklah...'' Sahut Julia.
Sambil tersenyum riang, Wira menuruti apa yang di katakan Julia, sang kekasihnya itu. Dengan terus melahap makanan nya , Wira tak henti - hentinya menatap ke arah Julia.
Sementara itu di rumah papa dan mama nya Julia.
Papa Julia nampak sedang menelfon seseorang. Wajah nya nampak serius.
'' Pastikan kau bawa nona mu pulang besok!'' Kata pak Parta dengan tegas.
'' Dengan cara apa pun tapi ingat... jangan sampai anak ku itu terluka... apa kalian faham?'' Kata pak Parta lagi.
'' Hem.... kabari saya saat kalian sudah di penerbangan...'' Pak Parta.
Setelah mengatakan itu pak Parta segera memutuskan sambungan telfon nya dan segera pergi menuju kantor nya.
Sedangkan di club milik sepupu James.
Hary tertawa terbahak - bahak melihat seseorang yang tengah menenggak minuman di depanya.
__ADS_1
'' Ha... ha...ha...ha... katanya kau tidak mempercayai kuuu?'' Katanya pada James mengejek nya.
'' Aku harus bagaimana Hary...?'' Kata James.
'' Bagaiman gimana? Udah ikutin aja, kecuali....'' Kata Hary terputus.
'' Kecuali apa?'' Tanya James penasaran.
'' Kecuali kau sudah punya calon sendiri.....'' Lanjut Hary
'' Apa kau punya calon untuk ku?'' Tanya James.
'' Aku?'' Tunjuk Hary pada dirinya sendiri.
'' Bukan seleramu... ah sudahlah...aku sedang ada urusan...'' Lanjut Hary sambil berlalu pergi
James teringat pada gadis yang pernah dia tolong. '' Tapi gadis itu ada di kota B. Lagi pula apa mungkin dia mau, dan bagaimana dengan waktunya yang tinggal besok?'' Batin James.
Gelisah dan bingung menggelayuti fikiran James kali ini. Di satu sisi dia tak mau mengecewakan ayahnya tapi di sisi lain dia juga ingin bahagia dengan pilihan nya sendiri kelak.
James meminta bartender mengisi gelas nya yang kosong. James menengak nya lagi dan lagi. Entah sudah berapa gelas dia minum malam ini. Perutnya terasa mual dan kepalanya sedikit pusing. Akhirnya James memutuskan untuk segera pulang.
Esok pagi di kota B.
Julia telah siap dengan pakaian yang rapi. Dia berjalan keluar dari coffe shop and book store nya dengan anggun.
Saat baru beberapa langkah dia berjalan menuju mobilnya. Dia nampak ragu akan sesuatu hingga memutuskan untuk membalik kan badan.
Betapa terkejut nya dia, Wira telah berada di sana. Wira duduk di bagian depan mobil dengan menyelipkan tangan kanan nya ke dalam saku celana nya.
'' Apa dia mengikuti ku tadi malam?'' Gumam Julia dalam hati.
Julia kini berjalan menuju ke tempat Wira berada. Dan Wira menyambutnya dengan senyuman.
'' Selamat pagi gadisku... ayo....'' Kata Wira sambil membukakan pintu mobil agar Julia dapat masuk ke dalam nya dan ikut dengan nya.
Julia menarik nafas dalam - dalam dan masuk ke dalam mobil itu dan tersenyum.
'' Apa kau mengikutiku?'' Tanya Julia pada sosok di samping nya itu.
__ADS_1
'' Akan aneh kalau aku tak tahu di mana kekasihnya tinggal, dan mulai sekarang aku akan menjual mobil mu....'' Kata Wira sambil melirik Julia dan terus mengemudikan mobilnya.
'' Mobilku.....?''