
Malam hari
Di sebuah bar paling terkenal di kota A.
Seorang pria tengah duduk merenung seraya menyesap minuman dari gelas di depan nya.
'' Hai... James.... sendirian saja?'' Tanya seorang sambil menepuk pundak James.
James tak menjawab, dia hanya mengangkat segelas minuman yang berada di tangan nya sebagai tanda jawaban dari pertanyaan itu.
'' Ada apa james? Tumben kau ketempat terkutuk ini...?'' Tanya pria itu lagi.
'' Ini cuma jus, pelit sekali kau?'' Jawab James ketus.
Tak ada jawaban, hanya tawa yang begitu lantang hingga orang - orang di sana melihat ke arah mereka berdua yang sedang berada di depan meja bartender.
'' Ha....ha... ha....''
'' Apa kau bercanda? Oh ... come on men, apa kau mabuk hanya dengan minum jus itu? Kau tahu yang ku maksut bukan?'' Tanya pria itu lagi.
'' Ayahku akan menjodoh kan aku,,,'' jawab James.
'' Waw.... ini keren.... kau memang pantas di jodohkan James, lihat wajahmu.... kau ganteng tapi kau tak pernah mengandeng perempuan... aku bangga punya paman seperti om Ferdinan...'' Kata pria yang merupakan keponakan dari ayahnya itu dan tempat itu adalah milik nya.
'' Tutup mulut mu Hary, kau tak tahu situasinya,,,'' sahut James cepat.
'' Ha... ha...kau kalah dari Mike, James. Adik mu itu tidak pernah absen membawa gadis - gadis nya ke sini...'' Kata Hary.
'' Apa kau bilang? Aku akan membunuhnya?'' Kata James sambil meletak kan gelas minuman nya dan ingin pergi, namun Hary, sepupu nya itu mencegahnya.
'' Hei.... jangan marah padanya... dia hanya anak - anak,,,'' kata Hary.
'' Apa kau yang mengajarinya?'' Tanya James.
'' Aku tidak mengajarinya... gadis - gadis itu yang mengejarnya... itu bukan salah nya...'' Jelas Hary.
'' Lalu bagaimana dengan wanita itu? Siapa dia? Apa dia jelek sampai kau tak mau menerima perjodohan ini?'' Tanya Hary lagi yang begitu penasaran dengan sosok yang akan di jodohkan dengan James.
'' Aku tidak tahu, lagian kalau aku tahu aku juga tak akan memberi tahu mu, nanti dia kau pacari lagi...'' kata James pada sepupunya itu.
'' Dasar kau James bodoh... aku bisa membantumu mencari informasi tentang diaaa...'' teriak sang sepupu pada James.
__ADS_1
'' Aku punya orang yang bisa segalanya, lagian aku juga tidak mempercayaimu Hary....'' Balas James dari kejauhan karena dia mulai meninggalkan tempat itu dan tak lupa melambaikan tangan nya.
'' Sialan kau James....'' Sahut Hary.
James dan Hary adalah para penerus generasi perusahaan tambang batu mulia di beberapa kota. Mereka memang selalu beradu mulut jika berdekatan. Meski sebenarnya mereka sangat dekat dan saling bercerita saat ada masalah satu sama lain.
Hary adalah anak dari kakak ayah nya James. Umur mereka juga tak terpaut jauh hanya berbeda beberapa tahun dari James. Tepatnya dua tahun lebih tua dari James.
Hary mulai membuka usahanya sejak lima tahun yang lalu di beberapa kota dan kini berkembang begitu pesat.
Sedangkan malam hari di kota A.
Di '' J coffe shop and book store''
Julia nampak sedang bersiap - siap untuk pergi makan malam dengan Wira. Dia mengenakan gaun berwarna merah tanpa lengan, panjang selutut. Meski mode nya sederhana tapi nampak cantik dan anggun saat Julia memakainya.
Julia keluar dari coffe shop nya dan berjalan menuju tempat di mana Wira akan menjemputnya. Dia tak mau Wira tahu di mana dia tinggal, bisa jadi Wira akan mencari - cari alasan untuk sering datang ke sana kalau dia tahu.
Tak lama kemudian sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di depan Julia berdiri saat ini.
Seorang pria tampan keluar dari mobil itu dan membukakan pintu untuk Julia. Dia mengenakan setelan jas lengkap yang menambah ketampanan nya.
'' Silahkan masuk nona...'' Kata Wira.
'' Terimakasih tuan...'' Jawab Julia tersenyum.
Julia pun masuk dalam mobil itu dan duduk di sebelah kemudi. Sementara itu, Wira mengemudikan mobilnya.
Setelah beberpa menit melaju di jalanan yang disinari lampu jalan temaram. Julia merasa tempat yang mereka tuju akan jauh, jadi dia memutuskan bertanya pada Wira.
'' Sebenarnya kita mau makan di mana?'' Tanya Julia pada Wira.
'' Nanti juga kau akan tahu....'' Jawab Wira singkat.
Selanjutnya suasana hening lah yang muncul. Julia memilih menoleh ke arah berlawanan dan melihat taman - taman hijau pinggiran kota yang mereka lewati.
Tak lama berselang, mereka tiba di sebuah resto. Tempat di mana Wira telah mempersiapkan acara makan malam nya.
Setelah memarkirkan mobilnya, Wira pun beranjak turun dan membuka kan pintu untuk Julia. Dia memberikan tangan nya pada Julia untuk membantu gadis itu keluar dari mobil.
Wira tak melepaskan tangan Julia. Dia malah meletak kan tangan Julia di lengan nya dan terus mengengam tangan itu agar Julia tak melepaskan nya.
__ADS_1
'' Ada apa dengan pria ini? kenapa dia aneh sekali? Dan tangan nya ... ya ampun.... aku jadi malu...'' Batin Julia melihat orang - orang di parkiran menatap kearah mereka berdua.
Dengan terpaksa Julia mengikuti apa yang di inginkan Wira. Dia berjalan di sebelah Wira dengan tetap mengandeng lengan pria yang baru beberapa hari di kenalnya itu.
'' Kena kau Julia, kau tak akan bisa lari dariku.. hi...hi...hi...'' Batin Wira begitu gembira karena Julia mengikuti keinginan nya.
Ehem.... sebenarnya dialah yang memaksa Julia menggandeng lengan nya bukan?
Mereka berdua memasuki resto yang nampak sepi pengunjung. Bagaimana tidak sepi, Wira memang sudah membooking tempat itu khusus hanya untuk mereka berdua.
***'' Enak nya jadi orang kaya... mau apa aja juga bisa... tapiiii .... bahagia itu ngak selamanya dari harta lho....'' he...he... iklan guys ***
Julia nampak bingung dengan apa yang ia lihat saat ini. Meja - meja nampak kosong dan hanya beberapa orang lalu lalang di sana.
Saat tiba di meja yang sudah di siapkan, Wira menarik satu kursi agar Julia dapat duduk di sana setelahnya dia pun duduk berhadapan dengan Julia.
'' Wira... wira....'' kata Julia.
'' Hem.....'' Jawab Wira singkat.
'' Kenapa tempat ini sepi sekali... kemana orang - orang ya...'' Kata Julia dengan lugunya.
'' Julia .... Julia... orang - orang dah aku suruh balik, karena ada wanita cantik yang mau makan malam di sini, aku ngak mau mereka juga melirik mu....'' Batin Wira.
Menanggapi itu Wira tersenyum dan berkata, '' mungkin mereka semua udah pergi karena ngak mampu melihat betapa cantiknya kamu Julia....'' Kelit Wira menutupi apa yang telah dia lakukan.
'' Hem..... mulaiiii.... lagi nih.....'' Jawab Julia.
Tak lama berselang makanan pesanan mereka pun datang dan mereka memakan nya.
'' O....ya ...Julia... apa kau punya pacar? Aku tak pernah melihatmu bersama seorang lelaki...'' Tanya Wira.
'' Memangnya.. kalau aku punya pacar harus di umumin gitu....'' Jawab Julia sambil tersenyum begitu manis membuat air liur Wira hampir menetes.
'' Jadi kau punya pacar atau tidak?'' Tanya Wira lagi.
Julia tak menjawab, dia hanya mengelengkan kepalanya pertanda dia tidak punya kekasih. Tentu saja Wira sangat gembira melihat hal itu. Dia fikir ini adalah kesempatan emas baginya.
'' Ehm Julia.... '' Kata Wira membuat Julia yang sedang makan menoleh ke arah nya.
'' Apa yang kau lakukan Wira?'' Tanya Julia yang terkejut.
__ADS_1