BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
3


__ADS_3

Hari - hari berjalan dengan baik, Julia menjalani aktifitas nya seperti biasa. Sekolah, coffe shop and book store, sekolah coffe shop and book store, hingga beberapa bulan berlalu sampai suatu saat.


Waktu menunjukan pukul 07.00 wib, Julia memarkirkan kendaraan nya, dan segera bergegas masuk ke kantor nya.


'' Pagi bu ....'' Sapa seorang pegawai kebersihan yang sedang sibuk dengan gunting pangkas nya. Merapikan bunga - bunga yang berjajar rapi di taman.


'' Pagi juga pak...'' Sahut Julia melengkungkan senyum termanis di bibirnya, dengan membawa beberapa berkas di tangan nya.


'' Good morning maam....'' Sapa beberapa orang siswa dan siswi nya yang tengah duduk - duduk di kursi taman.


'' Morning.... '' Jawab Julia sambil terus berjalan menuju lobi.


Belum sempat Julia sampai di dalam lobi seorang siswi secara tidak sengaja menabraknya.


'' Brukkk.....''


'' Aw.... maaf .... maaf bu, saya tidak sengaja...'' Kata sang siswi yang sedang di kejar - kejar teman nya. Saat melihat siswi itu menabrak ibu guru mereka, mereka pun menghentikan aktifitas kejar - kejaran nya.


'' That's ok.... tapi lain kali harus hati - hati... ok..'' Kata Julia pada siswi itu.


'' Ada yang bisa saya bantu dengan berkas - berkas itu bu?'' Tanya siswi tersebut menunjuk pada berkas di tangan kiri Julia, anak itu sedikit malu karena telah melakukan kesalahan.


'' Tidak usah nak, kalian masuk saja ke kelas bukannya... bell masuk sudah berbunyi?'' Jawab Julia menolak permintaan siswi nya.


'' Oh..... iya... baiklah ibu.... saya ke kelas dulu bu... maaf bu....'' Kata siswi itu sambil berjalan menghampiri teman nya yang ada di belakang.


Mendengar hal itu, Julia hanya menganguk pelan dan tersenyum lalu melanjutkan jalan nya menuju ruangan nya.


'' Ibu Julia emang keren, udah pinter, baik, cakep lagi.... ''


'' Udah .... udah ... ayuk kita ke kelas.... nanti bu Julia marah sama kita....''


'' Sebenarnya bu Julia ngak marah tapi kita yang malu.....'' Demikian perbincangan para anak - anak itu sambil berjalan menuju ruang kelas mereka.


Ya....begitulah anak - anak jaman sekarang, maklumin saja namanya juga anak - anak.

__ADS_1


'' Pagi bu,,,,,,'' sapa staff Julia


'' Pagi juga.... O... ya Mia jangan lupa buatkan laporan bulanan perpustakaan secepatnya....''


'' Baik bu....''


Julia memasuki ruangan nya, dia meletak kan berkas yang di bawanya dan duduk di kursinya.


'' Hufth .... masih pagi sudah di sibukan dengan tingkah anak - anak yang tak karuan... tapi mau bagaimana lagi...'' Gumam Julia pelan, dia belum menyadari ada setangkai mawar merah yang di letak kan di tepi mejanya.


Kini dia merasa ada sesuatu yang lain di mejanya. Julia mengambil mawar itu dan memegang nya...terkadang dia mencium nya. Itu adalah bunga pertama yang pernah di terimanya.


'' Siapa yang meletak kan mawar ini di mejaku?'' Tanya nya dalam hati seraya memutar - mutar kan tangkai mawar yang terbungkus kertas berwarna merah muda itu.


'' Lebih baik aku tanyakan pada Mia,,,,'' batin nya. Julia pun segera keluar dari ruangan nya.


'' Ehm..... Mia,,,,'' panggil nya.


'' Iya bu... apa anda membutuhkan sesuatu?'' Tanya Mia si staff.


'' Apa kau tahu ada seseorang yang masuk keruangan ku dan meletak kan ini?'' Tanya Julia sambil menunjukan setangkai mawar yang masih di pegang nya.


'' Ehm... baiklah...'' Julia kembali masuk keruangan nya, begitu juga dengan Mia yang melanjutkan pekerjaan nya.


Julia tak mau ambil pusing dengan keberadaan bunga itu. Dia meletak kan nya di atas lemari berkas yang berada di belakang kursinya. Kemudian dia berlalu pergi untuk masuk ke kelas nya hari ini.


Kebetulan sekali saat dia dalam perjalanan menunu kelas, Julia melewati ruangan musik yang pintunya sedikit terbuka. Ada seseorang yang sedang bermain musik di dalam sana.


Julia mengintip sedikit tapi naas, tanpa di sengaja pintu ruangan itu terbuka lebar dan menimbulkan bunyi sehingga seisi ruangan menatap ke arah nya.


Anak - anak yang sedang ada kelas musik serta seorang guru musik terkejut dengan kehadiran nya. Sejujurnya, Julia juga terkejut kenapa pintu itu mudah sekali menimbulkan bunyi.


'' Hai....maaf ... saya hanya sekedar lewat....'' Sapa julia pada mereka yang ada di ruangan itu.


'' Tidak papa bu... kemarilah ... kami sedang ada kelas musik...'' Jawab guru seni musik itu.

__ADS_1


Dengan terpaksa Julia masuk keruangan itu karena sudah terlanjur malu dan menghargai permintaan sang guru musik.


'' Apa ibu bisa bernyanyi... bagaimana kalau kita bernyanyi bersama bu?'' Tawar bapak guru music.


'' Ehm... maaf saya tidak bisa bernyanyi pak,,, jawab Julia singkat sambil tersenyum simpul.


'' Oh.... ayolah bu... sedikit saja...'' Pinta pak guru musik lagi memelas.


'' Ayo.... ayo.... ayo....ayo bu Julia...ayo ...ayo,,,'' seru anak - anak begitu semangat.


'' Ok.... baiklah... baiklah... bagaimana kalau ibu yang bermain gitar dan kalian yang bernyanyi? Tapi sedikit saja ya karena ibu ada kelas,,,'' jawab Julia.


'' Ok..... ibu....ye....'' Sorak sorai anak - anak begitu gembira mendengar ibu favorite nya memenuhi keinginan mereka.


Pak guru seni memberikan gitar yang di pegang nya pada Julia. Julia pun duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk nya oleh pak guru seni.


Julia memulai memetik gitarnya pada intro C F C G C dan menyanyikan bait pertama kemudian semua anak ikut bernyanyi bersamanya.


Bersamaan dengan itu ada beberapa siswa siswi yang sedang berkumpul di depan pintu ruang musik itu juga.


Mereka yang terlalu lama menunggu kedatangan ibu gurunya memutuskan untuk menjemput sang ibu guru keruangan nya namun mereka malah mendapatkan hal yang mengejutkan.


Sedangkan di ujung lorong yang searah dengan ruangan musik, seseorang tengah berjalan santai dan melihat kerumunan anak - anak di depan pintu ruangan musik.


Dia memanggil anak - anak itu berulang kali tapi mereka tetap tak bisa mendengar karena terlalu fokus dengan apa yang mereka lihat.


Akhirnya orang itu melihatnya sendiri dan betapa terkejutnya dia saat melihat Julia sedang bermain gitar dan bernyanyi bersama anak - anak di sana.


'' Wah..... aku baru tahu kalau selain cantik dan cerdas bu Julia juga punya jiwa seni yang tinggi...'' Seloroh sang sekertaris direktur itu.


Sangbsekertaris itupun tak sadar bahwa sang atasan yang dia tunggu tadi telah memanggilnya berulang - ulang.


Karena penasaran sang atasan pun mendekatinya dan melihat apa sebenarnya yang membuat telingga sang sekertaris mendadak tak mendengar panggilan nya.


Dari balik bayangan anak - anak yang tengah berkumpul di depan pintu, Direktur dapat melihat dengan jelas sosok wanita yang begitu anggun dan elegan sedang memainkan gitar yang di pegang nya dan sesekali tersenyum begitu manis.

__ADS_1


'' Mrs Juliaaaa..... i love you.....'' Seru salah seorang anak lelaki.


Pak direktur tersenyum simpul, dan saat Julia menyudahi alunan musik nya dia menoleh ke arah pintu, ia merasa ada sekelebat orang tak dikenal memperhatikan dirinya di belakang anak - anak namun saat dia menoleh ke sana tak ada yang nampak mencurigakan.


__ADS_2