BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
57


__ADS_3

Di dalam mobil yang dikendarai ayah dan ibu James.


'' Bu... kenapa ibu senyum - senyum terus dari tadi?'' Tanya sang suami.


'' Ngak papa yah,'' jawab sang istri dengan senyum riang mengembang di bibirnya.


'' Ibu... jangan buat ayah penasaran, ada apa sebenarnya?''


'' Sepertinya kita ngak perlu menjalankan rencana kita yah,'' jawab nyonya Ferdinan.


'' Kenapa bu?'' Pak Ferdinan bertambah bingung karena mereka sudah merancang rencana nya dengan begitu matang namun tiba - tiba sang istri mengatakan tak perlu melakukan nya.


Nyonya ferdinan membisikan sesuatu ke telingga pak Ferdinan. Dia harus berbisik karena keponakan nya ikut serta di dalam mobil itu. Akan sangat tabu bagi anak muda mendengar apa yang harusnya di dengar orang yang sudah menikah.


'' Apa ibu yakin?''


'' Ya iyalah yah, ibu lihat tadi pas mbenerin syalnya Julia yah, ada banyak tanda merah di lehernya, mungkin itu sebabnya Julia menutupi lehernya dengan syal,'' terang nyonya Ferdinan.


Sang suami tersenyum seraya menganguk kan kepalanya sambil terus melajukan mobil yang mereka tumpangi menuju ke Julia Jewelry.


Sedangkan di rumah Julia dan James.


Julia merebahkan kepalanya di pundak James. Mereka nampak begitu mesra. Terkadang ada gelak tawa yang keluar dari bibir seksi Julia. Ada kalanya Julia mencubit lengan James, sedang James sendiri meringis kesakitan.


Mendadak handphone James berbunyi. Seseorang nampak menelfon James. James pun segera mengangkat pangilan itu.


'' Ada apa?''


'' Maaf bos, harga saham kita turun drastis, jika hal ini dibiarkan kita bisa bangkrut bos.''


Mendengar itu wajah James nampak tegang. Dia segera memutuskan panggilan itu.


'' Ada apa James?'' Julia penasaran melihat ekspresi James setelah menerima telfon barusan.


'' Ada masalah denga perusahaan Julia, saham kita turun drastis, Victor bilang kita bisa bangkrut jika ini di biarkan berlarut - larut.''


'' Lalu bagaimana?''


'' Aku akan bersiap ke kantor, kau tunggulah di rumah oke, jangan kemana - mana tanpa sepengetahuan ku, apa kau faham?''


Julia menganggukan kepalanya mendengar perkataan James. Tapi dalam hatinya begitu penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan perusahaan mereka.


Setelah James berangkat ke kantornya Julia segera meraih handphone nya. Dia menelfon salah seorang kepercayaan nya untuk mencari informasi tentang apa yang terjadi pada perusahaan. Tak lama kemudian dia mendapatkan jawaban atas rasa penasaran nya.

__ADS_1


Julia mendapat telfon dari orang kepercayaan nya yang memberi tahu tentang apa yang terjadi pada perusahaan James. Julia bergegas merapihkan dirinya dan pergi dengan mengendarai mobil. Dia melupakan pesan dari suaminya agar tetap dirumah dan tidak pergi tanpa seizin suaminya.


Julia nampak begitu marah, wajahnya menyiratkan rasa geram yang besar. Julia melajukan kendaraan nya dengan kencang. Membelah jalan raya yang ramai lancar. Dia menuju kearah luar kota.


Setelah beberapa waktu berkendara, Julia tiba di sebuah tower yang menjulang tinggi. Julia memarkirkan kendaraan nya dan segera menuju lobi.


Belum sempat dia bertanya sang resepsionis telah mengatakan sesuatu padanya.


'' Maaf nona, tuan kami telah menunggu nona di ruangan nya,'' ucap sang resepsionis.


'' kurang ajar, dia sengaja menjebak ku untuk datang ke sini,'' gumamnya dalam hati.


Julia di antarkan oleh salah seorang resepsionis menuju lift khusus direksi. Hingga tiba di lantai paling atas di depan ruang bertuliskan CEO.


'' Selamat datang, selamat datang nona manis.... kemarilah duduklah,'' ucap seorang pria seketika melihat Julia memasuki ruangan nya.


'' Apa maksutmu melakukan ini?''


'' Kami tidak pernah punya masalah dengan mu,'' imbuh Julia masih berdiri di depan pintu.


Pria itu memberi tanda pada resepsionis yang mengantarkan Julia untuk segera pergi dari sana.


'' Tenang nona silahkan duduk,'' ucap John sembari duduk di kursi kebesaran nya.


'' Kenapa dia duduk begitu jauh dariku, apa dia tidak tahu jika aku ingin dekat - dekat dengan nya,'' batin John.


John berdiri lalu berjalan menuju tempat Julia duduk. John duduk di depan Julia. Dia menatap lekat Julia yang sedang marah.


'' Meski sedang marah dia tetap mempesona, bagaimana caranya aku mendapatkan dia,'' batin John lagi.


'' Sebenarnya apa yang kau inginkan ha? Uang? Aku akan memberikanya padamu tapi jangan ganggu keluargaku,'' ucap Julia dengan tatapan nanar di matanya.


John terkesiap mendengar ucapan yang lolos begitu saja dari bibir seksi itu. Dia tak menyangka jika wanita yang membuatnya mabuk akan mengucapkan hal seperti itu padanya.


Tersirat senyuman di bibir John lalu ia berkata,'' apa kau tak tahu jika aku memiliki segalanya nona?''


'' Lalu kenapa kau melakukan itu, jika tidak karena kekurangan ha.''


'' Aku tidak mungkin mengatakan bahwa hidupku belum lengkap tanpa seorang pendamping seperti mu Julia, andai saja aku yang bertemu denganmu pertama kali,'' batin John menyesali.


'' Kenapa diam, jawablah.''


'' Aku inginkan kamu,'' ucap John.

__ADS_1


Julia memalingkan wajahnya dari tatapan John. Dia sungguh muak mendengar itu. Rasanya isi dalam perutnya ingin dikeluarkan.


'' Apa kau tidak bisa melihat jika aku sudah menikah? Apa kau tak mampu mencari yang masih lajang? Kau sungguh egois.''


'' Aku tidak perduli tentang apa yang kau katakan, aku hanya memberimu penawaran, jadilah wanitaku dan aku akan menge.balikan semua seperti sedia kala,'' tawar John.


Julia beranjak dari duduknya, dia merasa kedatangan nya sungguh tidak berguna. Dia memilih pergi namun baru selangkah kakinya beranjak, dia menoleh ke arah John.


'' Tidak ada gunanya berbicara dengan orang gila sepertimu,'' ucap Julia lalu melangkah menuju pintu.


'' Kau benar, aku memang gila, gila karenamu Julia,'' balas John namun Julia tak menghiraukanya lagi, Julia membuka pintu dan berlalu pergi.


Diperjalanan pulang Julia tak menyangka jika ia akan berpapasan dengan mobil yang membawa suaminya dari arah kantor. James mengikuti mobil Julia dan meminta seorang kepercayaan nya mencari informasi tentang apa yang dilakukan Julia.


Tak lama kemudian handphone James berdering. Orang kepercayaan nya menelfon.


'' Halo bos,'' ucap orang dari sebrang telfon.


'' Ya, laporkan hasilnya,'' jawab James.


'' Maaf bos mungkin laporan ini, akan sedikit mengejutkan,.... ... ''


Demikian orang kepercayaan James menceritakan apa yang telah ia lihat dari hasil meretas beberapa cctv kota. James menganguk lalu mematikan panghilan itu.


Tiba di rumah Julia buru - buru masuk tanpa memperhatikan bahwa mobil James juga memasuki pekarangan rumah setelahnya. Victor yang melihat kejadian itu merasa takut akan terjadi badai di hari yang cerah dalam rumah tangga bosnya yang baru seumur jagung.


Kini Julia tengah duduk di tepi tempat tidurnya. Dia teringat apa yang diucapkan oleh John tadi.


'' Aku tidak perduli tentang apa yang kau katakan, aku hanya memberimu penawaran, jadilah wanitaku dan aku akan mengembalikan semua seperti sedia kala,'' tawar John.


Seseorang tiba - tiba membuka pintu dan mengejutkan Julia yang tengah larut dalam pemikiranya sendiri.


'' James kau sudah pulang?''


'' Hem...'' Tanpa melihat Julia, James menjawab pertanyaan istrinya singkat.


'' Apa terjadi sesuatu pada James?'' Dalam batin Julia bertanya - tanya tentang perubahan sikap James padanya.


'' James... apa terjadi sesuatu?''


'' James......'' Julia mengulangi perkataan nya karena James hanya diam.


'' Dari mana saja kau barusan?''

__ADS_1


'' Deg....''


__ADS_2