BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
11


__ADS_3

Sore hari di kota B.


James dan Eric telah berada di salah satu hotel milik James. Malam ini, James memutuskan untuk beristirahat karena esok pagi dia akan berangkat ke kantor cabang di pusat kota B.


Sedangkan pak Parta dan pak Ferdinan tengah mengadakan pertemuan bisnis di sebuah rumah makan. Mereka juga sedang berunding mengenai waktu mempertemukan anak - anak mereka.


Sementara itu, waktu begitu cepat berganti, Siang berganti malam, malam yang gelap kini telah di sinari mentari pagi.


James telah bersiap berangkat ke kantor cabang. Sekertarisnya telah siap di dalam mobil menunggu bos nya.


James keluar dari lobi dengan pakaian santai. Dia tak ingin terlalu mencolok dan menarik perhatian banyak orang. James masuk ke dalam mobil dan Victor sang sekertaris mengemudikan mobil itu.


Mobil mewah berwarna hitam melintasi jalanan kota. Di dalam mobil itu hanya berisi dua orang pria. Victor duduk di kursi kendali dan James di kursi penumpang.


Kaca mobil yang begitu bening memperlihatkan jalanan kota yang bersih dan nampak sedikit lengang dengan jelas. Maklum saja hari sudah agak siang. Para pencari nafkah telah berada di tempat kerja mereka masing - masing.


Trotoar untuk pesepeda dan pejalan kaki juga sedikit lengang, hanya beberapa orang nampak menunggu bus kota di terminal pemberhentian.


Dari kejauhan, nampak seorang wanita muda degan pakaian rapi, rok sepan hitam di bawah lutut dengan padu padan cardigan abu - abu dan rambut yang terikat rapi.


'' Sepertinya aku pernah bertemu dengan gadis itu....'' Kata James dalam hati.


Dia pasti akan menjadi pusat perhatian bagi siapapun yang melihatnya, karena dia nampak berbeda dari yang lainya. Kulit kakinya yang begitu putih mulus bercahaya serta penampilanya yang elegan, mengisyaratkan bukan dari kalangan biasa.


''Tapi kenapa dia berdiri di tepi trotoar? Nampaknya dia akan menyebrang jalan. Dan apa yang di lakukan dua orang lelaki kekar di sampingnya?'' Gumam James lirih sambil terus memperhatikan gadis itu.


Sejenak gadis itu seperti tak menyadari jika ada yang mengikutinya. Namun dia segera sadar dan menoleh. Dia mencoba lari namun terlambat, kini tangan nya telah di gengam dua orang lelaki itu.


Salah satu lelaki menuntun nya menuju mobil ke arah yang berlawanan. Namun gadis itu berhasil kabur setelah menginjak salah satu kaki lelaki yang bersamanya dan menendang bagian utama lelaki yang lainya.


Namun karena memakai heel yang lumayan tinggi wanita itu terseok di sela larinya dan terjatuh. Dan akhirnya dua lelaki yang mengejarnya telah berada dekat dengan nya.


''Hei.... lepaskan gadis itu...'' Kata James dengan Victor berada di belakang nya.


Tanpa basa basi dia melayangkan pukulan pada wajah kedua lelaki bedebah itu. Gadis itu hanya terpana melihat pemandangan yang sangat - sangat mendadak. Semuanya terjadi begitu cepat para lelaki bedebah telah melarikan diri dan ....


''Nona.... apa kau tidak papa?'' Tanya James pada gadis itu.


'' Tidak... hanya kakiku terkilir....'' Jawab gadis itu.

__ADS_1


Tak tunggu lama James pun mengendongnya menuju sebuah mobil sedang Victor bersiap membukakan pintu untuknya.


James meletak kanya di kursi penumpang di belakang supir segera.


''Aw.....'' Ucap gadis itu sedikit berteriak sambil meringis kesakitan.


'' Aku hanya ingin membantumu melepaskan sepatu ini....'' Tunjuk James pada gadis itu.


''Ah.... tidak usah.... terimakasih aku bisa melepaskan nya sendiri....'' Jawab gadis itu seraya sedikit membungkukan badan melepas pengait sepatu heels nya.


'' Dasar gadis arogan.... aku hanya ingin membantunya.... kenapa jadi aku yang seperti penjahat.....'' Batin James.


Untuk beberapa waktu suasana menjadi hening.


'' Ehm... terimakasih banyak telah menyelamatkan aku...'' Ucap gadis itu pelan.


'' Ada masalah apa dengan kedua orang itu?'' Tanya James pada sang nona manis.


''Aku juga tidak tahu....'' Jawab nona manis itu sambil terus mengelus kakinya yang terkilir.


'' Maaf tuan tolong turunkan aku di cafe depan itu...'' Seloroh gadis itu seraya mengacungkan telunjuknya pada sebuah cafe shop and book store di sebelah kiri persimpangan jalan.


Victor langsung melirik ke kaca sepion di atasnya. Dan benar dugaan nya dia mendapatkan tatapan yang begitu tajam dari tuan nya.


'' Tuan mu itu aku bukan gadis ini....'' Dalam batin James.


''Maaf tuan...'' ucap Victor.


Tuan nya itu hanya menghela nafas mendengar permintaan maaf dari assisten kepercayaan nya itu.


'' Hufh.......'' Ucap James.


Victor menghentikan mobil yang di kendarainya tepat pada tempat yang di tunjukan gadis itu.


'' Jika sempat mampirlah ke sini.... aku akan mentraktirmu...'' Kata gadis itu sambil membuka pintu dan menenteng sepatu yang telah ia lepaskan.


''Klunting.....klunting....'' Seperti itulah bunyi bell pintu coffe shop and book store itu saat pintu di buka oleh pengunjung.


'' Dasar perempuan....'' Gerutu James yang telah menyelamatkan nya itu.

__ADS_1


'' Ayo Victor kita akan terlambat,'' dan mobil itu pun berlalu pergi.


Selang beberapa menit berlalu, James merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh bahkan teramat bodoh.


'' Kenapa aku tak menanyakan namanya? Berapa kali kesempatan yang aku lewatkan....hefth,,,'' gerutu James lirih tapi masih dapat di dengar oleh sekertarisnya.


'' Apa aku perlu menanyakan nya untukmu James?'' Tanya Victor dengan senyum yang susah di artikan.


'' Tutup mulut mu Victor... kau jangan mengejek ku,,,'' balas sang bos.


'' Kau memang bodoh James.... kau terpesona dengan gadis itu bukan?'' Batin Victor sambil menatap gambar bos nya dari kaca spion.


'' Terpesona...? Mungkin.....'' Batin James dalam lamunan nya dan tiba - tiba Victor mengagetkan nya.


'' Kita sudah sampai tuan muda?'' Kata Victor seraya membuka kan pintu mobil untuk bos nya.


Di depan gedung pencakar langit dengan area taman nan hijau yang luas di sekeliling nya. James memasuki ruang lobi di ikuti sekertarisnya.


Di ''J coffe shop and book store''.


Hand phone Julia berdering berkali - kali, meski dengan malas dan mata masih terpejam Julia mengangkat telfon nya.


Yap.... Wira menanyakan pada Julia perihal keberadaan nya dan mengapa dia tidak berada di sekolah.


Singkat cerita, Wira mengajaknya makan malam di luar dan Julia dengan terpaksa menyetujui nya karena lidah Wira yang begitu lihai berkelit dan mencari cara membujuknya.


'' Baiklah... jemput aku di tempat dulu kau pernah menjemputku....'' Jawab Julia dengan malas.


'' Oke.... bye,,,'' jawab Julia lagi sambil beranjak mandi dan bersiap - siap.


Sementara itu di sebuah rumah nan mewah.


'' Yes.... yes.... yes.... akhirnya aku bisa mengajaknya makan malam berdua,,,'' kata Wira penuh semangat.


Wira memang telah mempersiapkan makan malam yang spesial untuk Julia. James berencana mengatakan nya langsung pada Julia.


Tapi saat dia berada di sekolah dan melihat keruangan Julia, tak ada satu orang pun di sana. Hanya seonggok bungga di sudut ruangan yang sudah berpindah tempat dari posisi awalnya.


'' Baiklah aku akan pergi ke sana dan melihat sendiri bagaimana persiapan makan malam ku nanti....'' Dengan sangat gembira Wira bergegas ke rumah makan yang telah di persiapkan sekertarisnya.

__ADS_1


__ADS_2