BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
19


__ADS_3

Sementara James dan Julia sedang berada di butik, seorang pria tengah berada di perjalanan. Dia juga menuju Hotel Grand P.


Pria itu nampak bersemangat dan dia bergumam pelan,'' aku pasti akan menemukan mu Julia, tunggulah sebentar.''


Ya, pria itu adalah Wira, kekasih Julia. Dia terlihat gagah dengan setelan jas hitamnya. Wira berencana mencari kekasihnya itu setelah acara yang di hadirinya selesai.


Nampak betapa kebahagiaan di wajahnya yang tampan saat dia mengingat berapa jam lalu saat dia mendapat telfon dari anak buahnya tentang tanda - tanda keberadaan Julia.


'' Halo.... apa kau sudah menemukan nya?'' Tanya Wira pada seorang kepercayaan nya.


'' Baiklah,,, atur keberangkatanku ke sana,'' kata Wira pada orang itu lagi.


Saat Wira baru saja mematikan sambungan telfon nya. Hapenya kembali berdering. Kebetulan sekali sang ayah menelfon nya dan meminta Wira untuk menggantikan nya menghadiri sebuah acara di kota tersebut yang merupakan acara dari pemilik saham terbesar di salah satu perusahaan ayahnya.


'' Sudah sampai tuan, silahkan,'' kata seorang yang membawa Wira menuju Hotel Grand P yang membuatnya tersadar dari lamunan. Wira segera turun dan memasuki lobi, dia bertanya pada seorang resepsionis mengenai dimana tempat acara nya.


Setelah resepsionis memberikan arahan pada Wira, ia pun segera melangkahkan kakinya menuju ke sana. Sesampainya di sana Wira memberikan undangan di tangan nya kepada salah seorang penerima tamu lalu masuk ke dalam ruangan yang megah itu.


Di sana telah banyak kerumunan orang - orang yang menunggu acara di mulai. Sambil melihat - lihat apa mungkin ada orang yang ia kenal, Wira menuju ke meja minuman untuk mengambil segelas minuman. Kini segelas jus ada di tangan Wira dan dia meminumnya.


Saat Wira menyesap minuman dari gelasnya lagi, nampak sekelebat sosok wanita seperti dia kenal melewatinya. Wira meletak kan minuman di meja dan mencari sesosok wanita itu tadi. Tapi dia tak menemukan nya.


Terdengar sayup - sayup dari kejauhan tempat Wira mencari - cari sosok itu, suara pembawa acara mengatakan sesuatu membuka acaranya. Kemudian di sambut suara bariton seorang pria mengatakan tujuan acaranya.


Sepertinya itu si tuan rumah yang mengucapkan terimakasih pada seluruh hadirin yang hadir dalam acara tersebut. Namun Wira tak menghiraukan nya, dia terus mencari dan mencari hingga di bagian paling belakang kerumunan.


Sementar itu di atas podium, pak Parta yang memberikan sambutan terimakasih atas kesediaan para hadirin memenuhi undangan nya dia juga menyatakan tentang penyatuan salah satu perusahaan nya dengan '' Ferd Foundation'' milik pak Ferdinan sebagi hadiah dari pertunangan putrinya dengan putra pak Ferdinan.


Pak Parta juga meminta kedua orang yang telah di jodohkan itu untuk naik ke atas panggung untuk diperkenalkan kepada rekan - rekan bisnisnya.

__ADS_1


Sedang Wira yang berada di belakang kerumunan dan sedang mencari - cari Julia, seakan sayup - sayup mendengar nama kekasihnya itu di sebut. Namun tepuk tangan nan riuh mengganggu pendengaran nya saat itu.


Wira menuju ke bagian depan kerumunan tapi tak melihat siapapun lagi di atas panggung. Hanya seorang pembawa acara mempersilahkan para tamu menikmati hidangan yang telah di sediakan.


Merasa lelah Wira duduk di kursi yang ada di sudut ruangan. Matanya membelalak saat melihat orang yang dia cari tengah dengan anggunya berbicara pada lelaki lain namun lelaki itu sudah berumur.


Wira terus memperhatikan gadis itu sambil berjalan mendekatinya. Dia tak pernah mengalihkan pandangan nya dari gadis itu.


'' Itu benar Julia, aku tidak salah lihat, dia pasti dipaksa melakukan sesuatu,,,'' katanya sambil bergegas menuju ke sana.


Saat hampir mendekati Julia, seorang pria membawa Julia pergi dari sana tapi Wira tak melihat dengan jelas seperti apa pria itu.


'' Mungkin itu orang yang menculiknya,'' lirih Wira.


Wira terus mengikutinya hingga di lobi, tapi pria itu berhenti di sana dan meminta Julia menunggu di mobil. Ini sungguh kesempatan emas bagi Wira. Dan dia tidak menyia - nyiakan nya.


Julia sungguh terkejut dengan kehadira kekasihnya itu di sana. '' Wira apa yang kau lakukan di sini,'' kata Julia dengan wajahnya yang begitu khawatir.


'' Julia ayo cepat, mobilku di sana,'' kata Wira langsung mengandeng tangan Julia dan membawanya lari.


Dengan segera seorang pria yang telah menunggu di dekat mobil Wira membukakan pintu untuknya dan Julia. Sementara Wira yang sempat mendengar seseorang memanggil nama Julia, meminta Julia untuk segera masuk dan Wira menutup pintunya lalu segera masuk ke dalam mobil itu juga. Dengan segera mobil melaju kencang menyusuri jalanan kota A.


Di dalam mobil


'' Wira apa yang kau lakukan? Papaku akan membunuhmu jika kita sampai di temukan,'' katab Julia gusar mengingat akibat yang akan di timbulkan dari perbuatan nekad Wira ini.


'' Jangankan diriku.... nyawaku akan ku berikan demi dirimu Julia,,,'' sahut Wira.


'' Wira tapi ini tak seperti yang kau bayangkan,'' kata gadia itu mengigatkan Wira tentang apa yang dia lakukan ini.

__ADS_1


Wira tak menanggapi kegelisahan Julia, dia hanya diam dan meminta sopirnya untuk berhenti di tempat yang dia inginkan. Di sebuah motel dan penginapan sederhana. Wira yakin mereka tak akan menduga tentang ini.


Akhirnya mobil mewah berwarna silver itu berhenti di sana. Wira dan Julia segera turun dari mobil dan menuju ke lobi. Di sana Wira memesan kamar.


'' Berpa kamar tuan?'' Tanya sang resepsionis.


'' Satu.....'' Wira


'' Ehm... dua... ya dua,'' kata Julia menyela pembicaraan mereka. Meski agak sedikit bingung dengan keinginan pasangan itu namun resepsionis tetap memberikan apa yang mereka minta.


Setelah resepsionis memberikan kunci pintu pada mereka, mereka bergegas ke kamar untuk mandi dan membersihkan diri. Malam hampir tiba, Julia merasa ada sesuatu yang kurang yang biasanya dia bawa tapi tak ada.


Julia mencari - cari sesuatu namun juga tak bertemu lalu bertanya pada Wira. Namun Wira juga tak tahu. Julia tak ingat telah menjatuhkan dompetnya di tempat parkir dekat mobil Wira saat Wira menyuruhnya masuk ke dalam mobil tadi.


Wira masuk ke dalam kamar Julia, hingga membuat gadis itu terkejut. Julia berkata,'' Wira... bagaimana kau bisa masuk ke kamarku?''


'' Ada apa kau tak menguncinya, aku fikir itu sengaja agar tak perlu membukakan pintu,,,'' jawb Wira santai sambil duduk di sofa.


'' Bagaimana? Apa kau sudah menemukanya?'' Tanya Julia.


'' Aku sudah mencarinya di mobil tapi tidak ada,'' jawab Wira. Julia duduk di sofa sebelah Wira, dia nampak gelisah, harus berapa kali dia kehilangan dompet dan hapenya.


'' Julia... lebih baik kau mandi dulu,'' sambung Wira.


'' Aku fikir begitu, tapi aku tak punya baju ganti,'' jawab Julia.


Wira bergegas keluar kamar menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana. Dia mengambil beberapa kemeja miliknya yang agak panjang. Lalu membawanya ke kamar Julia.


Wira memberikanya pada Julia, sebenarnya Julia sedikit kesal dengan kemeja laki - laki yang membuatnya nampak lucu. Bagaimana tidak, dia seperti seorang yang tak bisa tumbuh tinggi saat memakai kemeja pria yang kepanjangan dan kebesaran. Tapi apa boleh buat sementara ini, hanya itu yang tersisa.

__ADS_1


__ADS_2