BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
33


__ADS_3

''Papa, jangan usir Julian dari rumah ini pa, dia anak kita pa?'' Mama Julia memohon pada suaminya tapi pak Parta terlalu marah untuk mengabulkan permintaan istrinya itu.


Julia terperangah mendengar cerita mamanya. Mengetahui bahwa Julian bukanlah kakak kandungnya. Orang tuanya begitu rapat menyimpan rahasia itu dari Julia.


'' Papamu menatap mama dengan mata penuh amarah, papa juga mengatakan untuk tidak membantu Julian atau memohon maaf untuk kakak mu itu Julia,'' sambung mama Julia.


'' Lalu di mana kakak ku tinggal sekarang ma?'' Tanya Julia.


'' Kakak mu ada di apartemen nya, mama sudah membujuknya untuk pulang tapi dia tak mau meski tahu papa sedang sakit,'' keluh mama Julia.


Julia berlari mengambil kunci mobil lalu bergegas ke garasi. Dengan cepat dia lajukan kendaraan nya setelah seorang security membuka gerbang rumahnya. Julia tak habis fikir mengapa mama dan papanya bisa merahasiakan hal yang sangat penting itu dari Julia.


Dia ingat saat dulu masih di bangku sekolah dasar, dia sedang belajar bersepeda.


'' Aduuuuh... kakak....'' Julia kecil terjatuh dari sepeda dan lututnya berdarah saat itu Julian sedang bermain dengan teman nya dan langsung menolong adiknya.


'' Julia kau harus fokus, lihat jalan nya jangan menoleh sana sini terus,'' omel Julian sambil meniupi luka Julia kecil dan memberikan betadine untuknya.


Julia menitik kan air mata mengenang masa - masa kecilnya bersama Julian. Saat Julian melindunginya dari anak - anak nakal yang mengganggunya di sekolah, saat Julian selalu mengalah padanya dan banyak lagi kenangan yang masih terngiang dengan jelas dalam ingatan nya.


Julia menyadari betapa Julian sangat menyayanginya seperti adik kandungnya sendiri padahal dia tahu pasti jika Julia bukanlah adik kandungnya. Julian menyayanginya dengan tulus. Julia yakin benar kakak nya tak mungkin melakukan hal itu.


Kini yang Julia inginkan hanya membawa kakaknya pulang menjadi satu keluarga yang bahagia seperti dulu lagi. Sementara Julia sedang dalam perjalanan menuju ke apartemen kakak nya, seseorang tengah mengikutinya dari dalam mobil di belakangnya.


Tak lama Julia tiba di apartemen Julian. Beberapa kali Julia mengetuk pintunya tapi tak ada jawaban. Julia coba menelfonya tapi Julian tidak mengangkatnya.


'' Juliaaan.... angkatlah, kakak... please,'' Julia nampak cemas. Dia tak tahu lagi harus kemana mencari kakaknya. Julia yang selama ini tinggal di luar negri bersama neneknya tak tahu dengan pasti kemana saja Julian sering pergi.


'' Tuuuut.... tuuut.....''


'' Halo, Julia ada apa?'' Jawab James dari sebrang telfon saat Julia menelfon nya.

__ADS_1


'' James, apa kau tahu di mana kakak ku saat ini, aku tidak bisa menemukanya di apartemen nya James,'' ucap Julia.


'' Julia kau di mana sekarang?'' Tanya James.


'' Aku di apartemen Julian,'' jawab Julia.


'' Jangan kemana - mana aku akan ke sana,'' tanpa memperdulikan berkas - berkasnya, James segera menyambar kunci mobilnya dan pergi ke tempat di mana Julia berada.


James tahu jika keluarga Julia sedang dalam masalah. James juga tak mau terjadi sesuatu pada Julia. Julia duduk di kursi depan apartemen Julian, menyandarkan punggungnya pada badan kursi. Tiba - tiba dia melihat sosok yang pernah ia kenal menuju ke arahnya.


'' Aku tahu di mana kakak mu, aku bisa membawamu ke sana,'' tutur pria itu.


'' Sedang apa kau di sini? Apa yang kau lakukan pada kakak ku?'' Pekik Julia pada Leo.


'' Aku hanya menawarkan bantuan, itu jika kau mau,'' ucap Leo datar.


'' Baiklah antarkan aku ke sana,'' jawab Julia.


Tak tunggu lama Julia segera masuk ke dalam mobil itu dan mobil dengan cepat melaju menuju sebuah club malam yang sangat ramai. Di sana ramai pria - pria berjas sedang duduk bersantai di temani para wanita.


Sebagian ada yang sibuk berjoged di panggung dan sebagian lagi, Julia tak mampu mengerti apa yang mereka lakukan di sana. Banyak pasang mata memandang Julia dengan tatapan menerkam. Layaknya singa lapar yang melihat seonggok daging segar.


Julia terus berjalan mengikuti Leo menerobos kerumunan, bau yang sangat menyengat menyeruak menusuk hidung dengan tajamnya saat ia tiba di depan seorang bartender yang tengah sibuk menggerak gerak kan sesuatu di tangan nya.


Leo menunjuk pada seseorang yang tengah mabuk di sebuah meja di sudut ruangan. Pria itu nampak frustasi. Kemejanya sudah kucel dan kumel seperti orang tidak mandi sejak beberapa hari.


Penampilanya sangat kacau. Julia mendekatinya, perlahan tapi pasti air dari sudut matanya menetes. Mengetahui betapa menyedihkan nya kondisi kakak nya sekarang.


Dia memang bukan kakak kandungnya tapi tak ada perubahan sedikitpun perasaan yang Julia miliki untuk sang kakak meski ia telah mengetahui kebenaran nya.


'' Kakak... ayo kita pulang,'' ucap Julia meraih tangan sang kakak berniat ingin memapahnya, tapi Julian menolak hingga dia tersungkur di meja dan membuat beberapa gelas jatuh kelantai.

__ADS_1


'' Prank....'' Orang - orang memandangnya aneh. Sementara Leo yang melihat kejadian itu segera meraih tangan Julia memaksanya duduk di sebelahnya. Merangkul pundaknya menunjukan kepada banyak orang bahwa gadis itu miliknya.


'' Lepas aku akan membawa kakak ku pulang.'' Leo segera menarik kembali tangan Julia hingga gadis itu kembali terduduk.


'' Tidak semudah itu, ini tempatku,'' bisik Leo di telingga Julia.


'' Apa yang kau inginkan?'' Ucap Julia to the point.


'' Aku ingin kau berada di sisiku.''


'' Maaf tuan, anda sedang bermimpi, aku sudah punya tunangan dan aku akan segera menikah.'' Tegas Julia sembari berdiri hendak berjalan ke arah kakaknya tapi Leo dengan cekatan menarik tangan Julia hingga gadis itu jatuh dalam pelukan nya.


Seseorang tak jauh dari sana sudah tak tahan lagi melihat itu. Dia mengepalkan tangan nya dan secepat mungkin berjalan ke arah Julia. Di tariknya tangan Julia hingga Julia lepas dari pelukan Leo.


'' Jameeess...''


'' Jangan takut kita akan pulang membawa kakak mu,'' James mengacungkan pistol ke wajah Leo sedang Victor memapah Julian pergi dari tempat itu dan diikuti James dengan menggandeng tangan Julia.


Sebenarnya anak buah Leo pun telah siap siaga tapi Leo memberikan tanda pada mereka agar tenang. Dia tak mau gadis yang dia inginkan terluka.


'' Aku pastikan kau akan berada di sisiku Julia,'' gumam Leo seraya menenggak segelas minuman di depan nya dan menaruh gelasnya dengan keras di atas meja.


💗


💗


💖


Hallo readers, terimakasih sudah mampir di karya ku ini, maaf jika ada banyak kesalahan dalam pengetikan dan lain - lain.


Jangan lupa tinggalkan jejak, like , comment, hadiah atau votenya. Terimakasih, salam sehat selalu dan semoga selalu dalam kelimpahan rezki, amiiin. Tanpa anda author bukan apa - apa.

__ADS_1


Salam hangat, Author 🙏🙏🙏


__ADS_2