
Pagi itu sekitar pukul 09.00, James yang tengah berada di perjalanan menelfon adiknya.
'' Mikes... tolong kau ke rumah sakit tempat papa Julia di rawat... aku sedang ada urusan mendesak... tolong jaga kakak iparmu...''
James tak ingin terjadi sesuatu pada Julia meski dia dapat mengetahui setiap gerak Julia melalui sadapan kamera cctv di sana, tapi akan lebih aman jika ada yang berada di sana untuk menemani istrinya itu. Hingga ia memutuskan untuk meminta Mikes pergi ke rumah sakit.
Mikes yang tidak ada kegiatan pun mengiyakan perintah kakak nya. Dia segera bersiap dan berangkat ke sana. Meski James kerap kali memarahinya tapi dia tetaplah kakaknya. Mikes juga tahu pasti jika kakaknya itu sangat menyayangi dirinya. Hanya saja dia sering berulah dan membuat James naik pitam.
Saat Mikes tiba di depan rumah sakit dan memarkirkan mobilnya, dia melihat se sosok wanita yang sangat dia kenal tengah murung menyendiri di bangku taman depan. Sembari berjalan dan mengantongi kunci mobilnya, Mikes bersiul riang mendekat ke arah Julia yang tak menyadari kehadiran adik iparnya itu. Bahkan dia sama sekali tak memperdulikan apapun.
Mikes menghentikan siulnya dan sengaja mendekat ke sang kakak ipar untuk mengaget kan nya. Tapi Julia telah beranjak dari duduknya dan menuju ke dalam. Namun seperti ada yang aneh dengan keadaan kakaknya itu, Mikes mempercepat langkahnya dan benar saja, tak lama dari itu jalan Julia mulai terhuyung hingga hampir jatuh. Hap..... untung saja Mikes dengan sigap menangkap tubuh Julia yang hampir jatuh itu, dan membawanya dalam pelukan Mikes.
'' Julia sungguh cantik dan sangat anggun.... andaikan.....'' Fikir Mikes melamun namun ia segera mengeleng - gelengkan kepalanya mencoba sadar dari hal yang tak seharusnya dia fikirkan.
'' Ah.... Apa aku sudah gila.... dia adalah kakak iparku itu sama halnya dengan menyukai kakak ku sendiri.... sadar Mikes.... dia kakak mu... aku lebiih baik segera membawanya ke unit gawat darurat.'' Kata Mikes dalam batinya sendiri.
Mikes segera membopong Julia dan membawanya ke ruang gawat darurat yang tak jauh dari tempat Julia terjatuh. Mikes mempercepat jalan nya sembari memanggil perawat.
'' Perawat... perawat ..... tolong cepat.''
Beberapa orang perawat segera berlarian menuju ruang UGD dan seorang lagi memanggil dokter.
'' Maaf tuan lebih baik anda menunggu di luar, dokter akan segera memeriksa keadaan nona ini,'' kata salah seorang perawat.
Mikes yang berniat keluar dari ruangan itu tak sengaja menyenggol tangan Julia yang tengah mengengam sesuatu. Mikes mengambilnya perlahan kemudian keluar dari sana.
Karena rasa penasaran yang amat besar tentang apa yang di pegang begitu erat oleh kakak iparnya itu, Mikes memutuskan membuka gulungan kertas yang kusut dan kumal itu. James membacanya sembari bersandar di dinding dekat pintu.
'' Apa?'' Tak hayal beberapa orang yang sedang duduk di kursi tunggu pun menoleh ke arah Mikes karena terkejut dengan suaranya.
'' Ternyata ada yang jauh lebih gila dari aku, ini tidak bisa di biarkan,'' gumamnya dalam hati.
Mikes merogoh ponsel di kantongnya. Dia berencana menghubungi kakak nya dan menceritakan apa yang terjadi. Sejenak Mikes berfikir, lalu ia pun mengurungkan niatnya dan kembali memasukan handphone dalam kantong sakunya.
Mikes duduk di kursi dekat ruang UGD. Salah seorang perawat keluar dari ruangan dan memanggilnya.
'' Keluarga nona Julia..''
__ADS_1
'' Iya suster, saya adiknya,'' sahut Mikes.
'' Dokter memanggil anda.''
Mikes bergegas masuk dalam ruang UGD dan langsung di sambut oleh dokter yang memeriksa kakak iparnya itu.
'' Tuan sepertinya kakak anda sedang dalam tekanan, kemungkinan dia stress berat karena memikirkan sesuatu hingga tidak memperdulikan kondisi badan nya, kami sudah memberikan beberapa vitamin dan saya sudah membuatkan resep obat yang harus di minum nona Julia,'' kata dokter wanita paruh baya itu memberikan selembar kertas dengan tulisan seperti cacing kepanasan.
'' Apa kakak saya membutuhkan perawatan dokter?''
'' Jika keadaan nya cepat membaik, kakak anda tidak membutuhkan perawatan, cukup dengan memperbaiki pola makan, istirahat yang cukup dan meminum vitamin dan obat yang saya berikan,'' jelas dokter itu.
'' Syukurlah... terimakasih dokter,'' ucap Mikes tersenyum pada sang dokter dan dokter itupun keluar dari ruangan.
Mikes duduk di kursi sebelah tempat Julia terbaring. Dia me.andang wajah kakak iparnya yang nampak sayu. Bibirnya juga terlihat begitu pucat.
'' Kasian kakak iparku ini, pengantin baru tapi sudah diterpa masalah yang begitu banyak dan rumit, hufh....'' Lirih Mikes seraya menghela nafas kasar.
Sementara itu di ruangan John.
'' Apa kau sudah mengerjakan tugasmu?''
'' Bagus segera selesaikan dan kabari aku,'' John memutuskan panggilan nya. John tersenyum tapi tak ada yang tahu dengan pasti arti dari senyumnya itu.
John membuka aplikasi penyadap cctv yang terhubung ke handphone nya. Matanya tiba - tiba terperanjat saat melihat sesuatu di sana. Bahkan ia hampir membuka pintu ruangan nya tapi ia kembali duduk.
John duduk di tepi tempat tidur. Tangan nya mengepal, beberapa kali ia menghentakkan kepalan tangan nya di atas tempatnya berbaring tadi.
'' Dasar anak ingusan.... berani - beraninya dia menyentuh calon istriku, aku akan memberinya pelajaran,'' ucapnya geram.
Di UGD
Julia memegangi keningnya yang masih terasa pusing. Matanya begitu berat untuk di buka. Tapi dia tetap berusaha membuka mata dan bangun. Sudah lebih 30 menit Julia tidak sadarkan diri. Bersamaan dengan itu, Mikes masuk ke dalam ruangan. Melihat kakak iparnya mulai sadar, Mikes segera menghampirinya.
'' Kak Julia, sebaiknya kakak jangan terlalu banyak bergerak dulu.'' Tutur Mikes membantu Julia bersandar.
'' Mikes sejak kapan kau ada di sini, dan kenapa aku di ada di ruangan ini?'' Julia belum sepenuhnya menyadari kalau dirinya pingsan.
__ADS_1
'' Sejak kak Julia pingsan di lobi.''
'' Di mana James?''
'' Kakak masih di kantor.''
'' Apa dia tahu tentang ini?''
'' Aku mengabarinya untuk segera ke sini tapi tidak memberi tahunya tentang keadaan kak Julia?''
'' Apa mamaku tahu?''
'' Tenanglah kak, hanya aku yang tahu,'' kta Mikes sambil duduk.
'' Syukurlah.... aku tidak mau mereka khawatir Mikes,'' tutur Julia seakan mencari sesuatu.
'' Apa kakak mencari ini?''
'' Mikes? Kau?'' Tentu saja Julia terkejut mengetahui kertas yang berisi perjanjian itu berada di tangan Mikes.
'' Kakak aku sudah tahu semuanya, lebih baik kak Julia bicarakan dengan kakak ku, agar semuanya menjadi jelas.''
'' Aku bingung Mikes, aku tak tahu apa kakak mu mau mendengarkan aku atau tidak, aku baru menyebutkan nama John saja .... dia sudah marah,'' ucap Julia nampak putus asa.
'' Kak aku yakin semua akan baik - baik saja.''
'' Aku akan mencobanya, o..ya kenapa kau ke sini?''
'' Kakak menyuruhku untuk menemani istrinya, biasalah kak...trauma...''
'' Terimakasih Mikes.''
Julia yang merasa tubuhnya sudah lumayan, mencoba untuk berdiri dan berjalan keluar. Meski Mikes melarangnya, dia tetap bersikukuh. Karena jalan nya yang sempoyongan, Mikes memapah Julia keluar dari ruangan itu. Namun baru beberapa langkah mereka di kejutkan dengan suara membentak.
'' Mikes....''
💓
__ADS_1
💔
Terimakasih dukungan nya teman - teman, salam hangat Author 🙏