BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
38


__ADS_3

Saat James mengetahui arah dalam aplikasi yang menunjukan suatu tempat yang jauh dan terletak di pinggiran kota yang dia saap dari sebuah chip di liontin Julia. James langsung menghubungi anak buahnya dan berbalik arah menuju ke tempat di mana lokasi itu berada.


Sedangkan di mension Leo, Wira dan Leo sedang berdebat sengit. Bahkan Wira sempat mengebrak meja di depan nya karena mendengar keputusan Leo yang sepihak.


'' Wira... kau harus ingat, sedikit saja kau membuat ulah maka nasib keluargamu ada dalam jentikan jari ku ini,'' ucap Leo dengan angkuhnya.


'' Kurang ajar Leo, dia mulai mengancamku, aku harus cari cara lain,'' batin Wira.


'' Baiklah tapi kau harus pastikan apa yang kau katakan tadi berjalan dengan baik,'' ucap Wira mengeratkan giginya geram.


Wira berdiri dan berjalan keluar dari mension Leo tanpa mengatakan apapun. Sedangkan Leo memiringkan senyum di bibirnya menandakan dia merencanakan sesuatu.


Leo teringat tentang Julia yang belum sadarkan diri. Leo beranjak pergi ke kamar di mana Julia berada. Dia membuka pintunya dan melihat gadis itu masih tak sadarkan diri. Leo mendekati Julia, dia memandangi wajah gadis itu dengan seksama.


'' Andai saja kau bukan putri dari keluarga Parta,'' lirih Leo tanpa mengalihkan pandangan nya. Namun ada sesuatu yang menarik perhatian Leo.


Tatapan matanya tertuju pada sebuah liontin yang mengantung indah di leher jenjang Julia.


'' Kenapa aku baru melihat benda ini?'' gumam Leo melihat ke arah liontin berbentuk hati dengan bertahtakan batu safir biru itu.


'' JJ, shit... aku harus segera memindahkan gadis ini,'' lirih Leo seraya merogoh kantong celana nya mengambil handphone dan menghubungi orang kepercayaan nya untuk menyiapkan mobil segera.


Leo mengendong Julia ala bridal, menuruni anak tangga mension nya menuju ke luar. Di luar sebuah mobil telah siap dengan pintunya yang telah di buka saat Leo tiba di sana. Leo membawa Julia pergi dari mension nya dan di pindahkan ketempat lain. Leo sadar sebentar lagi akan ada yang datang ke mension nya untuk menjemput Julia.


'' Apa kau tak menginjak pedal gasnya?'' Ucap Leo memberi signal kepada pengemudi untuk mempercepat laju kendaraan nya. Sementara itu Julia merasakan sakit pada kepalanya dan terasa begitu berat.


Julia mengerjapkan matanya, sepertinya ada seseorang pria tersenyum padanya. Dia belum sadar sepenuhnya. Julia masih mencoba membuka matanya dengan benar agar dapat melihat siapa orang yang ada di sampingnya itu.


Leo tersenyum saat melihat Julia mulai membuka matanya dan berkata, '' Kau sudah bangun?''


Julia tidak menjawab pertanyaan Leo tapi malah balik bertanya. '' Kau akan membawaku kemana?'' Ucap Julia pelan sambil memegangi dan memijit dahinya pelan yang masih terasa pusing.

__ADS_1


'' Hem... ketempat di mana tunangan mu itu tak dapat menemukan mu,'' jawab Leo.


Julia terperanjat saat menyadari dirinya dalam bahaya. Dengan cepat Julia menoleh ke arah pintu di sebelahnya dan mencoba membuka pintu itu, tapi pintu nya telah di kunci. Seberapa kuatpun Julia mendorong pintu agar terbuka, akan percumah saja.


'' Sudahlah, kau hanya akan membuang - buang tenagamu,'' celetuk Leo.


Kini Julia hanya terdiam, setelah kisaran 45 menit kendaraan itu melaju, tibalah di sebuah rumah megah bak istana. Seseorang membuka pintu mobil dan mempersilahkan tuan nya keluar.


'' Ayo Julia,'' ucap Leo sambil mengulurkan tangan nya pada Julia tapi Julia menolaknya. Julia memilih turun sendiri dari mobil itu.


Sambil berjalan di belakang Leo dan diikuti oleh tangan kanan Leo itu, Julia berusaha memutar otaknya, berharap menemukan ide untuk kabur. Dalam hatinya sungguh berharap seseorang datang membantunya. Julia meraih sesuatu yang tergantung di lehernya namun sungguh terkejutnya dia saat mengetahui liontin yang James berikan padanya tak lagi bersamanya.


'' Tunggu,,'' ucap Julia yang berhenti mendadak.


Leo berhenti dan membalik kan badanya menatap lekat pada Julia, seakan bertanya apa yang terjadi.


'' Apa kau yang mengambil liontinku?'' Tunjuk Julia pada Leo.


'' Bawa dia,'' seru Leo pada tangan kanan nya itu. Tapi Julia meronta hingga terlepas dari anak buah Leo dan berusaha kabur, menuju pintu gerbang.


'' Dasar bodoh, membawa seorang gadis saja tidak becus,'' ucap Leo geram.


Saat Julia berusaha membuka pengait gerbang, pinggangnya telah di tarik seseorang dan memanggulnya seakan memikul sekarung beras. Julia meronta, mengerak - gerak kan kakinya dan memukul - mukul bagian belakang tubuh Leo agar pria itu melepaskan nya.


'' Turunkan aku, Leo.... turunkan aku,'' pekik Julia.


Tanpa menggubris teriakan Julia sama sekali, Leo membawanya masuk kerumah dan menuju kamar di lantai dua. Suasana rumah begitu sunyi karena kakak perempuan Leo satu - satunya sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis. Jadi dengan leluasa Leo dapat melakukan apapun sesuka hatinya.


Leo menghempaskan Julia di atas ranjang king size. Lalu meninggalkan nya di sana dan mengunci pintu nya.


Di sisi lain, James telah sampai di sebuah mension tempat di mana penanda singnal itu hilang. James mengerahkan anak buahnya untuk memeriksa tempat itu.

__ADS_1


'' Apa yang kau temukan Victor,'' ucap James saat melihat sekertarisnya keluar dari dalam mension menuju ke arahnya.


'' Saya menemukan ini di lantai dua tuan muda, chipnya telah rusak,'' jawab Victor sambil menunjukan pada bosnya apa yang ia temukan.


'' Shittt... Orang itu manyadari keberadaan chip ini,'' kata James mengambil liontin itu dari tangan Victor. James sejenak terdiam dan memukul bagian depan mobilnya sendiri.


'' Sialan... Victor kau teruskan pencarian dengan anak buahmu, aku akan pulang dulu untuk melihat keadaan Julian.''


Sang sekertaris mengangguk, dan dengan cepat mobil James melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Esok hari di rumah Leo.


'' Selamat pagi nona,'' sapa para pelayan di rumahnya.


'' Di mana Leo?'' Tanya seorang gadis berperawakan tinggi besar berbadan tegap dan tomboy kepada para pelayan sambil terus berjalan dengan cepat memasuki rumah.


'' A... a...anu nona....'' Jawab seorang pelayan wanita terbata - bata.


Gadis itu menetap tajam pada sang pelayan hingga membuat pelayan itu bertambah gugup.


'' Anu... tuan muda ada di kamarnya nona, tadi malam tuan muda membawa seorang gadis ke lantai dua nona,'' jawab sang pelayan sambil terus menundukan kepalanya.


Tak menjawab apa - apa gadis itu terus berjalan menuju kamar Leo yang hanya bersebelahan dengan kamar di mana Julia di tempatkan.


'' Braaaakkk....'' Pintu kamar Leo di dobrak oleh gadis itu. Leo yang masih sibuk memilih pakaian ganti terkejut melihat sosok itu.


💗


Jangan lupa tinggalkan jejak, like , comment, hadiah atau votenya. Terimakasih, salam sehat selalu dan semoga selalu dalam kelimpahan rezki, amiiin. Tanpa anda author bukan apa - apa.


Salam hangat, Author 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2