
''Hai, James,'' sapa Leo dan John berbarengan tapi mata mereka tertuju pada Julia yang sedang menyingkapkan rambut yang menutupi wajahnya ke belakang telingganya.
'' Halo,'' jawab James menyadarkan mereka, pandangan mereka memang tak pernah berganti arah sejak tadi.
Julia meminta izin pada James untuk pergi ke toilet. Julia melewati kedua pria kadal itu. Sedang James dapat melihat lirikan mata kedua kadal itu selalu mengarah pada istrinya.
'' Emh... bagaimana dengan perusahaan cabang baru milikmu Leo?'' Kata James mengalihkan perhatian mereka.
'' Ya... masih dalam tahap pengembangan James.'' Keluh Leo.
James berbincang dengan Leo dan John, tapi tak lama John berpamitan untuk pergi lebih dulu. John menyelinap melalui kerumunan pengunjung hingga James tak menyadari jika John menuju ke arah toilet.
John mengganti papan nama toilet wanita dengan tulisan rusak di depan pintu masuk toilet. Dia berjalan menyusuri lorong toilet.
Sementara itu, Julia membuka pintu toiletnya dan berjalan keluar sambil membenahi bajunya yang sedikit melipat dan tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
'' Bruuuk....''
'' Ah... maaf... maaf...'' Ucap Julia tanpa menoleh siapa yang ia tabrak karena dia sibuk mengambil tas jinjingnya yang terjatuh.
Saat dia mengambil tas itu, entah mengapa orang itupun seolah akan membantu Julia mengambil tas nya, hingga dia memegang tangan Julia.
Tentu saja Julia terkejut saat seseorang menyentuh tangan nya. Julia menoleh ke arah orang itu, dan betapa syoknya Julia melihat siapa orang yang ia tabrak.
'' Kau.... Jo...ohn?'' Ucap Julia terbata.
'' Maaf nona jika aku mengagetkan mu,'' balas John.
Julia dengan segera mengambil tasnya dan berdiri. Dia berkata pada John, '' maaf tuan John saya permisi dulu.''
Saat Julia melangkah, John dengan cepat memegang pergelangan tangan Julia sebelah kanan hingga Julia terpelanting dengan keras ke pelukan nya. John menatap lekat pada Julia sedang Julia merasa kesakitan karena membentur dada bidang John dengan kerasnya.
Di saat yang sama James mencari - cari Julia ke toilet dan melihat bahwa John sedang memeluk istrinya. Terkejut dengan apa yang ia lihat James memanggil nama istrinya.
__ADS_1
'' Julia....''
Julia segera melepaskan pelukan John terhadapnya dan berusaha menjauh dari John. Julia baru akan menjelaskan pada James namun James seakan tak ingin mendengarkan penjelasan darinya. James menarik tangan Julia kasar, mengajaknya keluar dari sana.
Victor yang telah siap di depan mobil melihat dua orang tuan nya yang nampak sedang berperangpun segera membukakan pintu mobil untuk nona nya. James pun masuk ke dalam mobil.
Aura dingin dan mencekam terasa sangat tajam di dalam mobil saat itu. Julia terlihat gelisah sedang James nampak memendam amarah. Victor yang melihat hal itupun jadi bingung. Baru saja tuan dan nonanya sangat romantis tapi kini seakan ada perang dingin.
'' Sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara mereka?'' Gumam Victor dalam batinya sembari melihat keadaan tuan dan nonanya dari kaca spion yang menempel di atasnya.
Julia terlihat beberapa kali menatap ke arah James. Baru kali ini Julia melihat amarah dalam ekspreai James yang begitu besar.
Ingin sekali rasanya Julia menjelaskan pada James tentang apa yang terjadi, tapi pasti James sedang tak ingin mendengar penjelasan darinya. Hingga Julia memilih diam.
Sesampainya di rumah James turun lebih dulu dari dalam mobil dan segera masuk ke rumah. Julia sangat - sangat merasa kikuk dengan perlakuan James padanya kali ini. Julia turun dari mobil dengan lemas.
Dia terus saja memandangi punggung James yang berjalan di depan nya. Kadang ada perasaan ingin memanggil James namun ia urungkan. Sedang Victor memijat pelipisnya yang terasa pusing melihat tingkah bosnya. Tak ambil pusing Victor pun segera pergi dari sana. Melajukan mobil yang ia kendarai ke jalan raya.
Di kamar James dan Julia.
James menutup daun pintu kamarnya dengan keras hingga membuat Julia yang masih menaiki anak tangga pun merasa terkejut.
'' Apa James semarah itu? Duh... apa yang harus ku lakukan?'' Julia nampak gundah saat akan membuka pintu kamar.
Julia membuka perlahan pintu kamarnya dan dia tak melihat James ada di sana. Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. James sedang mengguyur tubuhnya di bawah shower dengan air hangat.
Berkali - kali James nampak mengusap wajahnya yang menampilkan raut wajah kecewa. Ingatanya tentang Julia dalam pelukan lelaki lain selalu membayang di pelupuk matanya.
Sementara itu di sebuah restaurant di tepi jalan.
Terlihat dua orang sedang duduk berhadapan dari kaca jendela. Sang lelaki memegang tangan sang wanita. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu yang serius tentang hubungan mereka.
'' Lian... bersabarlah... untuk saat ini aku belum bisa mengatakan apapun tentang hubungan kita pada adik ku, aku sedang berusaha meyakinkan nya,'' ucap sang wanita.
__ADS_1
'' Baiklah... '' Sahut Julian sedikit kecewa tapi dia tetap berusaha untuk tersenyum di depan wanitanya itu.
'' Lea... cepat habiskan minuman mu,'' ucap Julian.
Lea segera menghabiskan isi dalam cangkir keramik di depan nya. Julian nampak berdiri dengan meninggalkan beberapa lembar uang di meja dan menggandeng tangan Lea pergi dari tempat itu.
Di kamar James dan Julia.
'' cklek...'' Suara pintu kamar mandi di buka.
Keluar dari sana James dengan hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya. Julia yang masih duduk di tepi tempat tidur segera mengalihkan pandangan nya dari James.
'' Ehm ... James, apa kau marah padaku?'' Tanya Julia tanpa menoleh pada James.
'' Mandilah,,,'' ucap James dingin.
Tanpa menunggu aba - aba, Julia bergegas masuk ke kamar mandi dengan menundukan wajahnya. '' Bukanya di jawab malah di suruh mandi, inikan sudah malam,'' gerutu Julia sambil menutup pintu kamar mandi.
Setelah beberapa saat, Julia keluar dengan piyama mandi berwarna merah muda. Dia sibuk memilih pakaian di lemarinya tapi tak menemukan apa yang dia cari.
'' Di mana semua bajuku, perasaan pagi tadi masih terlipat rapi di sini, kenapa sekarang berubah jadi baju seperti ini semua?'' Gumamnya seraya menenteng helaian baju lingerie di tangan nya.
'' Pakai saja yang ada,'' sahut James yang masih dapat mendengar gumaman Julia.
'' Jadi kau yang melakukan ini semua James, apa kau gila, baju seperti ini? Yang benar saja, bagaimana jika ada tamu dan aku harus menyambutnya,'' Julia berdecak kesal sambil terus memperhatikan baju yang ada di tangan nya. Dia tak mampu membayangkan sesuatu yang bahkan dia belum pernah melakukan nya.
Karena terlalu sibuk dengan lingerie itu, Julia tak menyadari bahwa James telah berdiri di depan nya. '' Ada apa dengan pria ini? Kenapa jalan nya cepat sekali, aku bahkan tak melihat dia bergerak dari tempatnya tadi,'' batin Julia.
James terus saja mendekati Julia, hingga Julia tak dapat bergerak kemana - mana lagi karena telah terkunci oleh tangan James dan bahunya sudah menempel pada lemari pakaian.
'' Aku memang gila, dan itu karenamu, jadi mana yang disentuh John tadi hah?'' Bisik James di telingga Julia.
'' Plak....''
__ADS_1