BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
5


__ADS_3

James memandang ke arah Victor dengan rasa penasaran, sambil memutar - mutar kan pena yang berada di tangan nya dia menanyakan sesuatu pada Victor untuk menjawab rasa penasaran dari jawaban sekertarisnya yang masih mengambang.


'' Mempererat persahabataaan.... maksutnya?''


'' Ehm.....'' Gumam Victor pelan hendak mengatakan sesuatu.


'' Bukankah dulu pak Parta pernah punya seorang anak perempuan bos?'' Kata Victor sedikit berbisik ke dekat telinga bos nya.


James menoleh ke arah sekertarisnya itu dan memandang nya dengan aneh. Seakan dia bertanya '' apa benar begitu?''


Victor pun menganguk kan kepalanya pelan seakan tahu maksut dari pandangan mata bos nya itu.


'' Tapi aku tak pernah mendengar cerita tentang anak perempuan nya itu lagi... '' jawab James.


'' Apa mau aku carikan informasinya?'' Tanya sang sekertaris.


'' Aku rasa itu tidak perlu... sudah lah pergilah... kau hanya membuatku menunda pekerjaan ku saja....'' Kata sang bos menutupi rasa penasaran nya.


'' Dasar James sok cool,,, bilang aja iya kenapa... lagian aku juga ngak akan menertawakan nya kalau memang dia mau...'' Gerutu Victor dalam batinya sambil berjalan keluar ruangan.


Sesaat setelah Victor pergi, James menghentikan pekerjaan nya. Dia memikirkan apa yang di katakan oleh sekertarisnya itu.


Sedangkan di rumah pak Parta, keluarga Parta sudah bersiap menuju resto yang telah di tentukan oleh sahabat nya.


'' Ma.... bisa cepat sedikit.... nanti kita akan terlambat...'' Kata pak Parta.


'' Iya pa... sebentar... ini juga dah siap...'' Jawab sang istri menghampiri suaminya yang sudah sedari tadi menunggunya berdandan.


'' Apa kau sudah menghubungi Lian...? Tanya pak Parta.


'' Sudah pa.... Lian malah sudah di jalan sekarang... ayo... pa...'' Jelas sang istri.


Sementara keluarga Parta tengah menuju ke J2 Resto, pak Ferdinan dan juga istri serta anak ke duanya baru saja sampai di resto itu.


Tak lama kemudian Lian pun tiba di sana. Lian dengan nama lengkapnya dulu Julian, merupakan anak pertama dari keluarga Parta.


Lian di ambil oleh keluarga Parta dari panti asuhan karena dalam pernikahan mereka yang sudah lama namun belum juga memiliki anak.


Mereka memutuskan mengadopsi Lian dan mengangkatnya menjadi anak sehingga namanya pun berubah menjadi Juliansyah Parta.


Masih di J2 Resto.


'' Siang om... tante,,,,'' sapa Lian pada tuan dan nyonya Ferdinan.


'' Oh .... Lian... kamu sudah datang rupanya... mana mama dan papa mu Lian?'' Tanya pak Ferdinan.


'' Mama dan papa masih di jalan om... Lian tadi langsung dari kantor....sebentar lagi pasti mereka datang....'' Jawab Lian.


'' Ayo duduk kak...'' Sapa seorang pemuda tampan yang merupakan anak ke dua keluarga Ferdinan.

__ADS_1


Tak berselang lama dari perbincangan mereka nampak kelebatan mama dan papa nya Lian.


'' Nah itu mereka.... '' Kata pak Ferdinan.


Lian dan juga nyonya Ferdinan secara serempak menoleh ke arah dua orang suami istri yang mulai mendekat ke meja mereka.


'' Fer... apa kami terlambat...?'' Tanya pak Parta menjabat tangan sahabatnya itu.


'' Ah... tidaak... Lian juga baru saja sampai...'' Jawab pak Ferdinan.


'' Ayo.... ayo... duduk....'' Kata pak Ferdinan lagi.


'' Mike apa kabar? Bagaimana dengan studi mu Mike...? Tanya nyonya Parta.


'' Baik tante... tante sendiri bagaimana?'' Jawab Mike Ferdinan.


'' Alhamdulilah semuanya baik Mike.... o ya mana kakak mu Mike?'' Tanya nyonya Parta lagi.


'' Kakak bilang tadi dari kantor langsung ke sini tante ... mungkin dia masih di jalan...'' Jawab Mike.


Begitulah suasana di dalam resto itu. Ramah tamah nampak begitu indah dalam persahabatan mereka.


Saat mereka sedang asyik berbincang sambil menunggu pesanan datang, James juga tiba di sana bersama sekertarisnya.


'' Selamat siang semuanya... ayah...ibu... om... tante....Lian....'' Sapa James pada mereka semua.


'' Kakak.... jadi menurutmu aku di sini apa, kenapa hanya mereka yang kau sapa?'' Tanya Mike pada kakak nya.


Menyadari reaksi dari mereka yang mendengar hal itu Mike mengalihkan pembicaraan.


'' Ah ... kakak.... itu kan bukan apa - apa.... Eh pesanan nya sudah datang....'' Tunjuk Mike pada seorang pramusaji.


Gelak tawa mengiringi makan siang mereka. Victor sang sekertaris yang berada di meja sudut resto pun menyungingkan senyum saat melihat bos nya yang biasanya begitu tegas dan kaku di kantor kini nampak riang dan bahagia.


'' Seandainya mama dan papaku masih hidup... aku juga pasti akan sangat bahagia seperti apa yang mereka rasakan saat ini....'' Batin Julian.


'' Julian.... ayo habiskan makanan mu.... jangan melamun....'' Tegur pak Ferdinan.


'' Ah..... iya om....'' Jawab Julian segera.


Sementara itu di Julia coffe shop and book store. Julia baru pulang dari tugas nya sebagai guru.


'' kluntiiing..... klunting....''


'' Siang bu....'' Sapa salah seorang kariawan nya.


'' Siang.... apa ada masalah...?'' Tanya Julia


'' Lancar bu....'' Jawab sang kariawan.

__ADS_1


'' Alhamdulilah.... saya ke atas dulu ya... jangan lupa makan siang kalian...'' Kata Julia segera menapaki anak tangga menuju ke lantai 3.


Sedangkan di jalanan kota yang mulai ramai merayap. Wira gunawan tengah berada di perjalanan pulang dari kantor ayah nya.


'' Apa kau sudah melakukan apa yang aku minta?'' Tanya nya pada sekertaris yang sedang mengemudikan mobil nya.


'' Sudah pak.... saya meminta ke pada ketua panitian untuk memasukan nama bu Julia ke dalam anggota panitia acara pak.... jadi dia harisnya pasti datang...'' Jelas sang sekertaris.


'' Terserah padamu .... tapi ingat kau harus pastikan dia datang!'' kata sang direktur.


'' Siaaap pak....'' Jawab sekertaris Wira itu.


Kembali ke J2 Resto, tempat di mana dua keluarga bersahabat tengah makan siang dan berbincang ringan.


Nampak pak Ferdinan menyudahi makan nya dan dia berpamitan ke toilet.


'' Semuanya.... aku ke belakang dulu sebentar ya...'' Katanya pada semua yang di sana.


'' Jangan lama - lama yah...'' Pesan nyonya Ferdinan.


'' Iya bu....'' Jawabnya singkat.


'' Ehm.... saya juga sepertinya harus ke belakang dulu... permisi dulu semua nya...'' Sahut pak Parta mengikuti sahabatnya itu menuju arah Toilet.


Suara gemericik air terdengar dari dalam toilet pria. Pak Parta pun masuk ke dalam toilet itu. Dia mencuci tangan nya di samping pak Ferdinan.


'' Bagaimana jika kita laksanakan rencana kita sekarang?'' Tanya pak Ferdinan.


'' Apa kau yakin mereka sudah siap?'' Kata pak Parta bertanya balik.


'' Aku rasa sudah... '' Jawab pak Ferdinan singkat.


'' Baiklah... tapi kita harus membicarakanya dengan keluarga kita dulu...''


'' Baiklah... lalu kira - kira kapan kita akan membicarakan ini lebih lanjut?'' Tanya pak Ferdinan.


'' Secepatnya.... ayo keluar...'' Ajak pak Parta.


Mereka berdua keluar dari toilet beriringan. Namun James dan Julian sudah tidak di sana lagi, begitu juga dengan Mike Ferdinan.


'' Loh... kemana anak - anak ma?'' Tanya pak Parta pada istrinya.


'' James dan Julian sudah kembali ke kantor pa...dan Mike ikut pergi juga...'' jawab nyonya Parta.


'' Dasar anak - anak... pergi sesukanya saja...'' Gerutu pak Ferdinan pelan.


'' Namanya juga anak - anak pa....'' Sahut sang istri.


Tiba - tiba saja hand phone pak Parta berbunyi.

__ADS_1


'' Ya halo....'' Pak Parta


'' Apa maksut mu? Apa kau yakin itu dia? Kata pak Parta dengan ekspresi terkejut hingga yang lain menjadi penasaran melihat ekspresinya itu.


__ADS_2