BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
42


__ADS_3

'' Leo, kau juga tahu bukan jika besok aku akan menikah, aku harap kau bisa datang, anggap saja ini undangan langsung dariku, kau bisa kan?" Kata Julia lagi.


" Deg"


" Apa Julia menolak ku?" Batin Leo , mendengar ucapan Julia barusan. Padahal dia berharap, bahkan sangat berharap dapat merebut hati Julia. Leo teringat ucapak kakak nya waktu itu.


'' Wah... gantengnya adek kakak, mau kemana ini?" Kata Lea menyapa adiknya.


'' Aku akan mengajak Julia makan malam kak,'' ucap adik Lea.


" Leo... kau harus sadar, gadis itu hampir dinikahi seseorang, kau tak boleh melakukan hal yang akan membuat keluarga kita malu,'' tutur sang kakak.


" Kakak tenang saja, aku hanya ingin meminta maaf atas segala kelakuan ku selama ini," terang Leo pada kakaknya.


" Leo..." Ucap Julia memanggil Leo yang tak menjawab permintaan nya.


" Pasti... aku pasti datang, selamat ya Julia,'' ucap Leo tersadar dari lamunan nya dan memegang tangan Julia. Julia berusaha melepaskan genggamanntangan Leo, menolaknya secara halus.


" Terimakasih Leo, o... ya jangan lupa sampaikan pada kak Lea, aku harap kak Lea bisa datang,'' ucap Julia sambil menyesap segelas capucino di depan nya.


" Setidaknya hubungan ku dengan Julia membaik,'' batin James mengobati kekecewaan nya sendiri.


" Julia..." Suara yang berbeda memanggil Julia. Julia menoleh ke arah sumber suara dan betapa terkejutnya dia saat melihat James berdiri di sebelahnya.


" James....kau ada di sini," sapa Julia.


James tersenyum dan berkata," Apa kau sudah selesai?''


'' Ayo,'' James memegang pergelangan tangan Julia dan membawanya pergi untuk ikut bersamanya.


Leo yang melihat hal itu merasa geram, tangan nya mengepal dan mengebrak meja di depan nya lalu berdiri mengejar Julia yang masih berjalan di dalam coffe bay di gandeng oleh James.


Leo berlari dan segera meraih tangan Julia. Seketika langkah James pun terhenti. James memandang nanar pada Leo yang telah dengan lancang memegang tangan Julia.

__ADS_1


" Maaf Tuan James, tapi Julia pergi bersamaku, maka dia juga harus pulang bersama ku.'' Ucap Leo berusaha menarik Julia agar bisa mendekat padanya.


'' Maaf Leo, tapi Julia adalah tunangan ku,'' James juga menarik tangan Julia agar dekat padanya. Leo pun menarik Julia kembali, begitupun James yang juga berusaha menarik Julia.


Julia yang tadinya diam kini menghentak kan tangan nya agar terlepas dari gengaman ke dua pria itu.


" Hentikan, stop!!!" Pekik Julia tanpa menghiraukan penggunjung coffe bay yang telah melihat ke arahnya.


" Jika kalian ingin bertengkar, jangan bawa aku,'' mengucapkan itu Julia segera melangkahkan kakinya pergi dari dalam coffe bay berjalan ke arah tepi pantai.


Sesekali Julia menoleh ke arah ke dua pria yang mengikutinya dari belakang. Lalu dia berkata,'' jangan mendekat, kalian berdua, jauh - jauh dariku, kepalaku sudah pusing jangan memperkeruh suasana.''


Julia terus berjalan menelusuri tepi pantai yang sedikit sepi. Tak banyak penggunjung yang datang ke sana karena memang hari ini bukan malam minggu atau hari - hari liburan. Hanya nampak beberapa orang muda mudi yang sedang duduk di tepi pantai menikmati dingin nya angin berhembus sambil meminum kopi atau minuman hangat lain nya.


Sedangkan kedua pria itu masih tetap mengikutinya dari belakang. Julia berhenti dan duduk di tepi pantai tanpa menghiraukan pakaian nya yang kotor karena pasir.


James duduk di sebelah kanan Julia sedang Leo duduk di sebelah kiri Julia. Julia menoleh ke arah mereka berdua dan mengernyitkan dahinya lalu beranjak pergi.


" Julia... Julia... tunggu,'' kata mereka berdua bersamaan. Mereka saling menoleh satu sama lain. " Kau,'' ucap Leo.


Julia berjalan menuju jalan raya, dari kejauhan nampak sebuah mobil berhenti di depan nya. Julia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam nya. Dia menurunkan kaca jendela mobil dan berkata pada dua pria yang sedang terengah - engah mengejarnya tadi.


" James ... Leo... aku pulang duluan ya,'' ucap Julia.


" Siapa yang mengendarai mobil itu, kapan Julia memesan mobil itu, tidak .... Julia bisa membahayakan dirinya sendiri.''


Mengatakan itu James langsung berlari menuju tempat parkir dan mengendarai mobilnya menyusul mobil yang Julia tumpangi. Begitu juga dengan Leo yang segera mengikutinya.


Namun karena Leo menggunakan motor maka dia bisa lebih cepat. Leo menyalip mobil James seraya mengangkat alisnya pertanda kemenangan nya karena mendahului James.


" Sial..." Umpat James memukul gagang kendali mobilnya. Tapi dia tidak menyerah, dia terus melaju berusaha sedekat mungkin dengan mobil yang Julia tumpanggi.


Sementara James dan Leo masih kejar - kejaran dengan mobil yang membawa Julia. Di rumah Julia, papanya sedang menerima telfon dari seseorang yang tidak di kenal.

__ADS_1


" Halo... jika kau ingin anak mu selamat, maka bawa berkas - berkas penyerahan saham mu di perusahaan A untuk ku, jangan coba - coba menghubingi polisi atau melawan, jika dalam 15 menit kau tidak datang, jangan salahkan aku jika anak gadismu yang akan menikah ini terlepas kepala dari badan nya... tut...tut...tut...''


" Halo.... halo...."


" Siapa pa?" Tanya nyonya Aida, sang istri tercinta.


" Julia di sandera seseorang ma,'' jawab nya cepat sambil terus melihat ke hand phone nya.


" Apa? Tidak mungkin pa, lakukan sesuatu pa,'' nyonya Parta itu terkulai lemas, terduduk di lantai mendengar putrinya di sandera seseorang tak dikenal.


Pak Parta menghubungi pak Ferdinan mengabarkan tentang putrinya dan bertanya apakah James bersamanya. Sedangkan nyonya Parta menelfon Julian memberi tahu tentang apa yang terjadi pada adiknya.


Pak Ferdinan segera menghubungi James. Hand phone James berbunyi.


" Halo ayah," jawab James.


" James apa kau tahu di mana Julia, ayah baru saja mendapat kabar dari papanya jika Julia di culik,'' tutur ayah James.


" Iya yah ini aku lagi ngejar mobil yang bawa Julia," tutur James.


" Ya hati - hati James, cepat kabari ayah, apa perlu ayah kirim orang untuk membantumu?"


" Tidak perlu yah, orang - orangku sudah bergerak.''


" Baiklah James, hati - hati, tuuut... tut.''


Kini motor yang Leo kendarai berada tepat di samping mobil yang membawa Julia. " Julia... Julia... buka kaca mobilmu,'' pinta Leo.


Jendela kaca mobil mulai turun, nampak rambut Julia berantakan dengan mulut sedikit berdarah dan di kepalanya menempel ujung pistol yang di pegang oleh seseorang bertubuh besar, kekar dan bertopeng.


" Hei.... lepaskan dia,'' pekik Leo.


Pengendara mobil sengaja menyerempet Leo agar dia menjauh. Dan usahanya sukses membuat Leo menepikan motornya yang hampir oleng. Melihat situasi yang semakin membahayakan, James yang berada di belakang Leo menabrakan bagian depan mobilnya dengan bagian belakang mobil yang membawa Julia.

__ADS_1


Mobil itu sedikit oleng tapi seseorang mengeluarkan tangan nya dan menembak kan pistol ke arah James. James berusaha menghindar, tapi saat berada di jembatan layang beberapa orang mulai menembaki ban mobil yang membawa Julia.


Hingga membuat mobil itu oleng bahkan hampir saja jatuh jika tidak menabrak pembatas jalan.


__ADS_2