
Nabil tetap berada di tempat tak mau beranjak. Ia sengaja berlaku demikian untuk lebih dekat dengan Lula. Bukan sebagai sasaran lebih tepatnya sebagai teman baru.
Melihat Nabil yang sudah terlanjur berada di dalam apartemen, Alula keluar kamar dan menemuinya.
"Sore, Lula!" sapa Nabil dengan sopan, tapi beda dengan persepsi Kevin, menangkap curiga dengan sahabatnya itu.
"Sore juga, eum Nabil, sebenarnya aku tak pandai memasak nasi goreng. Buatan ku tak enak. Kamu lebih baik beli di luar sana, selain harga nya terjangkau rasanya sudah pasti dijamin enak!" terang Lula tanpa merasa sungkan lagi.
"Aku tak keberatan jika beli di luar. Tapi bos Kevin sudah berjanji padaku kalau kamu akan membuatkan ku nasi goreng. Jadi, aku tidak akan pergi sebelum bos Kevin menepati janji nya." kekeh Nabil yang membuat Lula sedikit ragu untuk menyanggupi tantangan ini.
"Kamu, berani sekali mengekang atasanmu!" pekik Kevin, matanya melotot sambil mengangkat bogem.
"Baiklah. Aku akan memasakkan nasi goreng untukmu. Tapi ini tidak gratis." sengaja Lula menyanggupi ini untuk mengajak Nabil bergabung dengannya.
Nabil mengibas kan tangannya, "Tenang saja, apa pun syaratnya akan aku penuhi. Asalkan aku bisa menikmati nasi goreng buatanmu."
"Jangan Lula!" larang Kevin yang mulai kambuh lagi sikap cemburunya.
Lula tak mengindahkan larangan Kevin.
"Aku mau kamu awasi suamiku yang playboy ini! Jika satu kali saja dia berhubungan dengan wanita genit, segera panggil namaku. Aku akan segera datang dan melabrak nya. Apa kamu sanggup?" Nabil diam, mulutnya bungkam. Alula menyeramkan sekali saat berkata demikian. Ia hanya mengangguk kaku. Setelah mengucapkan itu, Alula beranjak ke dapur untuk memasak.
Nabil dan Kevin saling melempar pandang. Kevin pun mulai merasa takut.
"Ternyata istrimu selain cantik bisa menyeramkan juga," bisik Nabil.
"Iya, aku juga baru mengetahui sekarang." sahut Kevin yang berbisik pula.
"Nah, kamu sudah tak bisa macam -macam lagi sekarang!" ledek Nabil.
"Hus, aku sudah tobat sekarang!"
__ADS_1
***
Nasi goreng buatan Lula sudah selesai dibuat. Ia membuat 3 porsi nasi goreng dengan hiasan telur mata sapi di atasnya. Nabil orang yang pertama mengakui masakan Lula sangat enak. Padahal biasa saja.
"Lula, kamu salah jika mengatakan kalau kamu tak pandai memasak. Ini sangat enak! Lihatlah, aku orang yang pertama menghabiskannya !" Nabil memperlihatkan piring kosong nya.
Kevin sebenarnya juga berpikiran sama tapi keduluan Nabil.
"Tentu saja. Aku membuatnya dengan penuh cinta." Lula memperlihatkan finger love ke arah Kevin. Melihat perilaku istri nya yang demikian membuat Kevin terharu.
"Malam ini aku akan menggempur mu." batin Kevin sambil senyum -senyum sendiri.
Selesai acara makan malam di apartemen, Nabil pun setelah kenyang dan mengakui puas dengan masakan Alula pamit undur diri.
"Terima kasih Lula, lain kali buatkan aku nasi goreng seperti ini!"
"Tidak boleh!" pangkas Kevin yang membuat Lula terkekeh.
"Bos, kamu jangan pelit! Nanti bisa terserang penyakit awwe!" ledek Nabil yang segera berlari sebelum terkena bogem mentah.
"Kamu juga, jangan genit di depan cowok lain! Tertawa melulu sejak tadi." omel Kevin dengan tampang murung.
"Siapa yang genit, sekarang temen kamu saja bisa menilai istri bosnya seperti apa, coba jika aku memperlihatkan kelebihan ku pada banyak orang, sudah pasti semua pria mengakui kehebatan ku."
"Jangan Sayang, cukup aku seorang saja yang bisa menikmati masakan kamu!" ujar Kevin seraya menarik tangan Lula sampai tubuh mereka saling menempel.
Alula tak banyak bicara, kedua bola matanya menatap lekat wajah pria yang sudah berhasil mengisi hatinya lagi.
Melihat sikap istri nya yang melunak, Kevin memindahkan tubuh Lula dalam gendongan menuju kamar.
Keesokan pagi, setelah mandi dan sarapan, Alula dikejutkan dengan berita bahwa dirinya mendapat tawaran syuting. Alula senangnya bukan main. Ia segera mengabarkan itu pada Kevin. Kevin terlihat tak bahagia seperti yang Alula rasakan. Kevin seperti enggan melepas Lula di luar sana. Kekawatiran nya muncul. Ia amat takut jika ada pria lain yang datang menggoda padanya.
__ADS_1
"Tenang, aku bukan seorang wanita ular yang dengan mudahnya mengobrol cinta pada pria lain. Aku sangat profesional dalam bekerja." Alula menenangkan kegelisahan suaminya yang mudah pencemburu itu.
Kevin tahu ini adalah impian Lula, Kevin ingin menebus kesalahan nya yang lalu dengan mengizinkan Lula menjadi seorang artis lagi.
Alula bekerja dengan baik sekarang. Meski lelah menjalani syuting ia tak lupa memberikan service pada suaminya saat malam hingga membuat Kevin merasa puas dan tak cemas lagi.
Sementara Intan dan Andho mendapatkan denda atas pencemaran nama baik terhadap Lula. Intan harus putus kuliah sedangkan Andho tetap bekerja do counter nya. Rencananya untuk mendekati Lula selalu gagal. Bahkan ia mulai menjauhi Vivi.
Popularitas Alula semakin bagus sekarang dan bahkan selama tiga bulan terakhir ini ia bisa memiliki saham di dunia entertaimen sendiri.
Mendengar nama Alula melejit lagi, Vivi merasa resah dan takut posisinya tergeser. Ia mengadakan pertemuan secara pribadi dengan Lula. Lula tanpa sepengetahuan suaminya menyanggupi permintaan Vivi. Mereka berdua bertemu di sebuah restoran.
Ia mengenakan gaun hitam yang menunjukkan belahan dadanya. Sebelumnya dia sudah memesan makanan paling mahal di restoran. Setelah makanan datang, Vivi langsung mengajak Lula makan. Selesai memasukkan makanan yang pertama Vivi mulai membuka obrolan.
"Namamu semakin terkenal saja sekarang," ujar Vivi sebelum melakukan penyerangan. Sikapnya terlihat santai tapi hatinya tak tenang.
"Ya, dan itu hasil kerja keras ku sendiri." jawaban Lula tak enak didengar, Vivi mencoba tetap bersikap santai.
"Hem, makanlah! Jangan khawatir, aku tidak menaruh racun di makanan itu!" ujar Vivi yang mengetahui Lula bersikap waspada.
Lula menatap makanannya, "Aku tidak berpikir ke arah sana." Lula mulai memotong kecil daging di piringan, dengan elegan dia menyuapkan ke mulut.
Sejauh ini mereka belum banyak bicara lagi, menikmati makanan itu sampai selesai.
"Katakan, ada urusan apa kamu ingin bertemu denganku!" sebelum mengucapkan itu Alula mengusap mulutnya dengan tisu.
Vivi tersenyum kecut matanya menatap tak suka.
"Kamu terlihat sombong sekali!"
"Itu persepsi mu, di mata orang lain aku adalah Permadani yang indah." Alula menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. Tak mudah ditindas dan tak suka basa basi.
__ADS_1
Sikap Lula yang demikian membuat Vivi semakin membencinya.
"Aku akui kamu sangat hebat. Beda dengan dirimu yang dulu, yang selalu menjadi bahan ejekan anak-anak. Kamu ingat? Aku pernah menyiram wajah kamu yang menjijikkan itu dengan air comberan di belakang sekolah." ujar Vivi memancing kemarahan Lula. Inilah tujuannya, membuat Lula marah hingga menunjukkan sikap aslinya di depan publik. Setelah publik tahu sikap Lula yang sebenarnya, maka penggemarnya akan membencinya.