
Alula tak menyahut, dan berkata lain. "Oh, iya aku jadi lupa! Tolong rias aku!" Alula melihat arloji di pergelangan tangannya kemudian menatap Arjun kembali.
Arjun menyanggupi dengan heran, "Kamu ada acara?"
Alula mengangguk sambil memperlihatkan layar ponselnya, "Iya, lihatlah, hari ini juga aku ada wawancara di acara Talk Show selebritis."
Arjun melihat sekilas isi chat di layar ponsel milik Lula. "Baiklah, aku akan merias mu secantik mungkin!"
Satu jam kemudian Lula sudah ada di acara live Talk Show bersama Kevin. Mereka berdua akan diwawancara seputar pertanyaan tentang kehidupan pribadi dan lain-lain.
Meski sedikit canggung Alula sebisa mungkin duduk dengan nyaman.
Melihat itu, Kevin menggenggam erat jemari istrinya, "Tenang, semuanya akan baik -baik saja!"
Alula menampakkan senyumannya, dan seketika itu juga acara di mulai.
***
Di sisi lain, keluarga Gibran yang tengah berkumpul di sore hari di ruang keluarga sedang menyalakan televisi.
"Oh, iya, sekarang sedang berlangsung acara Talk Show." ujar Nabil memberi tahu semua orang dan memegang remot tv.
"Benarkah, siapa artis kali ini yang diundang?" tanya Vivi.
Meski dia seorang model, dia juga sangat suka dengan acara tersebut.
"Entahlah, aku jarang mengikuti berita. Mari kita lihat bersama!" Nabil sudah memindah chanel sekarang dan kini dia membenahi posisi duduknya.
Gibran dan yang lainnya pun juga bersiap.
Mata Vivi membulat sempurna setelah tahu jika tamu dalam acara tersebut adalah musuhnya.
"Dia!" pekik Vivi tak suka.
Semua orang menoleh ke arah Vivi.
"Kamu kenal dengan wanita itu?" Maria pun menegang setelah tahu kalau Alula adalah artis terkenal.
__ADS_1
Vivi mengangguk dan menetralkan suara nya, "Iya, Ma, dia adalah wanita yang merebut Kevin dariku."
Gibran berkerut hingga alisnya terlihat menyatu, ingatan nya pun berputar beberapa waktu lalu saat pertama kali bertemu dengan Alula. Membantu nya lari dari sekelompok pria hidung belang.
Ia baru sadar kenapa tak membiarkan saja dia pada waktu itu. Ternyata dia adalah perusak kebahagiaan putri kesayangannya.
Namun, Gibran diam saja tak memberi tahu yang lain kalau sudah pernah menolongnya.
Nabil sendiri juga tak percaya jika bintang yang diundang adalah Alula. Dia sudah terlanjur memindah chanel dan mau bagaimana lagi harus menontonnya sampai selesai. Dia tahu kalau tayangan itu membuat Vivi sedih.
Maria mengusap punggung putri nya dan berkata, "Maaf kan Mama ya, tak bisa berbuat banyak untuk mu!"
Mendengar hal itu Gibran sudah pernah melakukan tindakan meski tak secara langsung untuk memberi pelajaran pada Alula tapi usahanya gagal.
"Beruntung sekali nasib wanita itu!" ujar Gibran kemudian menanggapi tayangan itu.
Nabil menoleh dan berkata, "Iya aku juga salut dengan prestasi yang Alula dapatkan. Bahkan dia memulai karirnya dari nol."
Nama Alula yang baru saja Nabil sebutkan membuat Gibran teringat dengan anaknya. Pria itu membayangkan saat dirinya pergi dari rumah tua.
Gibran mendesah seakan beban yang ia sangga begitu besar hingga tak sanggup membawanya sendiri.
"Aku dulu juga memulai karir dari nol. Siang malam aku bekerja bertahun-tahun, dan sekarang apa yang aku peroleh telah lenyap dalam sekejap saja."
Vivi mengusap matanya yang sedikit berair karena mengingat kenangan bersama Kevin.
Setelah acara Talk Show selesai, pembawa acara menyebut nama lengkap Alula, hal ini membuat Gibran tertarik, apa kah dia adalah putri nya yang dia cari?
Kemudian Gibran bertanya pada Nabil yang membuat Maria dan Vivi merasa cemburu. "Kamu tahu identitas bintang tamu itu?"
Nabil tersenyum bangga, "Tentu saja, dia dulu bekerja di perusahaan dan sebagai office girl!"
"Hm, apa dia bernama Alula Farhah?" Gibran memastikan itu.
"Benar. Meski jarang dia menggunakan nama belakang tapi aku tahu nama lengkapnya." ujar Nabil. Nabil tak sadar jika Gibran bertanya demikian untuk memastikan saja.
Seketika itu juga, Gibran menegang dan menatap Maria.
__ADS_1
Maria merasa tatapan suaminya penuh arti. "Papa, tadi belum minum obat ya, mama lupa, kita minum obat dulu ya."
Maria berdiri lalu mendorong kursi roda suaminya menuju kamar.
Vivi pun merasa aneh dengan papanya dan ingin bertanya tapi terlanjur papanya sudah pergi. Dia mengambil remot dan segera menekan tombol off. "Aku bosan."
Melihat reaksi Vivi, Nabil tersenyum. "Apa kamu masih ada rasa dengan Kevin?"
"Apa pedulimu?"
"Tidak ada. Hanya satu saja saranku. Mereka berdua adalah pasangan yang serasi. Aku tidak akan tinggal diam jika ada orang asing yang akan mengganggu hubungan mereka."
"Kamu mengancamku? Aku dan Kevin sudah putus."
"Tidak. Aku lega mendengar itu. Kamu masih bisa mencari pengganti dia."
"Terima kasih atas saranmu! Aku tahu diri kok."
***
"Ada apa Pa?" Maria tadi bohong tentang untuk minum obat, agar pembicaraan mereka tak terdengar Vivi, jadi Maria membawa Gibran ke kamar.
Vivi pasti tak terima jika orang tuanya memiliki anak lain selain dirinya.
"Alula tadi Ma, namanya sangat mirip dengan nama anakku. Apalagi, Mama dengar sendiri kan tadi kalau nama Alula adalah Alula Farhah. Namaku tersemat juga di sana."
"Papa jangan asal terka dulu. Mungkin hanya kebetulan saja. Papa bilang anak Papa gendut kan, mungkin Alula gendut bukan seorang artis seperti tadi."
Maria mengingat saat Alula datang ke rumah sakit mengunjunginya tempo hari lalu. Apa Alula tahu dan berniat bertemu dengan Gibran?
"Ma, coba cari tahu tentang identitas anak itu!"
***
Vivi tanpa sepengetahuan Nabil menemui seseorang dan membayarnya. Dia masih punya sisa beberapa juta di ATM nya.
"Bunuh orang ini, dan buat dia menghilang tanpa jejak!"
__ADS_1