CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Cucu yang Terbuang


__ADS_3

Arfan belum bisa langsung mengatasi masalah dengan orang yang bernama Gunawan. karna, ia dapat telfon kalau Ustad Fuad Hilmi , akan ke Rumahnya besok untuk mengobati mamanya, jadi untuk sementara Andi diperintahkan untuk menyelidiki dulu tentang keberadaan Gunawan.


"Opah, Ustad Fuad Hilmi tadi telpon, kata nya besok siang dia akan kemari" Arfan memberitahukan pada opahnya, saat sedang duduk santai di ruang tengah sambil menonton tv.


"Baguslah kalau begitu, lebih cepat lebih baik" guman opah.


"Kata opah tadi ditelpon mau menjelaskan tentang Gunawan, siapa sebenarnya Gunawan itu pah ?"


"Hmmm..."opah mengambil nafas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan, seolah sedang berusaha merangkai kata untuk menjelaskan pada cucunya itu.


"Dia adalah adik dari Dewi, selingkuhan Aryo "ucapnya.


"Apahhh..."Arfan sedikit syok mendengar nama selingkuhan papanya itu disebut.


"Sebenarnya kemarin saya sudah menyuruh orang untuk menyelidiki tentang Dewi, karna dia sering datang dalam mimpi Mamamu selama dia sakit, ternyata orang kepercayaanku bilang, kalau Dewi sudah meninggal 10tahun yang lalu, saat kecekalaan yang dialami nya bersama Papamu, kakinya diamputasi, dan dia kehilangan kedua kakinya, sebenarnya dia pernah datang ke Rumah ini bersama anaknya ,anak dari hubungan nya dengan Aryo" ucap Opah dengan nada agak sedih.


Waktu itu....


(Flashback)


"Papa, meski papa tidak menyetujui pernikahan kami, tapi Aku mohon, Akuilah Rania ini sebagai cucu papa, dia anak Mas Aryo, sekarang saya tidak punya kaki, saya tidak bisa menjaga nya atau merawatnya dengan semestinya, saya benar-benar lemah, tolong Akui lah dia , dia darah daging Mas Aryo, cucu papa juga "lirih Dewi yang terduduk di atas kursi roda sambil terisak, dengan membawa seorang anak perempuan berusia sekitar 10 tahun.


"Saya tidak akan pernah mengakui anak hasil dari perbuatan haram kalian, mungkin...saya bisa membantu membiayai hidup dan pendidikan nya tapi tidak untuk mengakuinya sebagai cucu, melainkan karna rasa kemanusiaan saja " Hadi masih merasakan amarah dengan perselingkuhan anaknya, hingga menyebabkan anaknya pun kini telah tiada.


"Apa yang membuat papa tidak mau mengakui Rania , Aku mengemis dan menghiba pada papa, "Dewi semakin menangis .

__ADS_1


"Karna kamu, anakku satu-satunya meninggal, Aryo meninggal karna kamu, kalau saja dia tidak berselingkuh dan berzina denganmu, Aryo ku tidak mungkin pergi secepat ini" Hadi menangis dihadapan Dewi, sedangkan waktu itu Ningsih sudah lumpuh dan membisu seperti depresi, sehingga tidak ada dalam pertemuan antara Hadi dan Dewi.


"Tapi Rania tidak tahu apa-apa pa, dia tidak bersalah atas dosa yang kami buat, Aku mohon pa, Akuilah dia sebagai cucumu dan biarkan dia tinggal disini "Dewi tidak menyerah, sementara Rania yang masih kecil hanya bisa menatap Ibunya yang sedang mengemis sebuah pengakuan.


Secara diam-diam , Hadi melirik Rania, dia perhatikan anak itu sekilas memang mirip Arfan, iya...Rania mirip papanya, seperti Arfan yang mirip dengan Papanya. Dalam hati , Hadi ingin sekali mengakui nya sebagai cucu , tapi rasa egonya mengahkan semua prasaannya.


"Sudah saya bilang, Saya tidak akan pernah mau mengakuinya, karna Aku belum bisa mengikhlaskan Aryo yang tiada karnamu " Hadi menekankan dengan suara bergemuruh, lalu datanglah seorang laki-laki muda menghampiri Dewi.


"Sudahlah kak, kita jangan mengemis pengakuan lagi dari orang sombong seperti dia, karna kaya, dengan seenaknya dia menghina kita, biar Aku yang merawat Rania" ucap pemuda itu yang ternyata adik dari Dewi, dan dia membawa Dewi segera pergi dari tempat itu.


"Aku tidak akan pernah memaafkan kalian atas semua penghinaan ini, Ingat, Aku akan balas dendam, ingat itu" Dewi histeris. Tapi Gunawan segera membawa kakaknya pergi bersama Rania.


Ada sedikit rasa bersalah dari Hadi karna tidak mengakui Rania, kasian anak itu tidak tahu apa-apa tentang dosa orang tuanya.


Mengingat kejadian itu opah Hadi kini menangis di hadapan Arfan.


"Kita cari tahu lebih banyak lagi tentang Gunawan dan tentang Rania, Aku harap kau dan mamamu bisa menerimanya " pinta opah.


Arfan tercekat, haruskah dia menerima Rania sebagai adiknya, sedangkan dari dulu dia membenci papanya yang telah berselingkuh. Arfan kali ini benar-benar dilema.


"Oh iya, nanti malam opah dan mamamu mau belajar mengaji pada Ustadzah Arini, apakah kau juga mau " tiba-tiba opah membuyarkan lamunan Arfan.


"A-ku...tidak dulu deh pah "tolak Arfan, opah pun membiarkannya.


Ngomong-ngomong soal Arini, Arfan menjadi bertanya-tanya, kemana makhluk cantik itu berada sekarang. Ia beranjak dari ruang tengah itu menuju kamar mamanya, niatnya mau mencari Arini.

__ADS_1


"Ma...mama sendirian, Arini kemana ?" tanya Arfan.


"Dia sedang keluar, katanya mau beli kartu perdana untuk hape barunya, jangan kawatir, dia dianter sama sony kok " guman Ningsih.


"Justru Aku merasa kawatir kalau dia hanya berdua dengan Sony, kenapa dia tidak meminta antar saya "batin Arfan.


**


Sementara Arini yang sudah selesai urusannya dari counter , segera kembali ke mobil yang mengantarnya, sedang ditunggu Sony. Dia duduk di kursi belakang, saat mobil melaju masih dengan kecepatan sedang, tiba-tiba Arini melihat seorang gadis Abg sedang membully seorang wanita yang seumuran dengan mereka di trotoar jalan dekat sebuah kampus, insting nya sebagai pendekar berjilbab, Arini langsung bergegas menolong nya.


"Tunggu sebentar ya Pak, "pinta Arini pada Sony, setelah mendekati mereka, Arini masih menguping dulu, pura-pura acuh.


"Cepat ! serahkan uang hasil penjualan kue-kue nya, Aku mau hangout sama teman-teman " pinta paksa seorang gadis dengan rambut yang diwarnai dengan warna capucino itu pada seorang gadis berjilbab yang sedang menenteng kotak besar, berisi kue-kue basah.


"Tapi Mir, nanti kalau tante nanya kemana hasil penjualan kue nya, bagaimana ?" Lirih Gadis berjilbab putih itu.


"Terserah lo, bilang kek uang nya di Jambret, udah jangan banyak bacot, mana serahin uangnya , temanku lagi nunggu !" Gadir bernama Mirna itu masih memaksa, hingga mendorong gadis berjilbab hingga terjatuh. sepertinya, gadis bernama Mirna itu termasuk mahasiswi di kampus dimana gadis berjilbab itu di bully, dan itu merupakan kampus ternama di kota Surabaya ini.


Ternyata Mirna tidak hanya mendorong gadis berjilbab, tapi juga hendak menjambak jilbabnya, melihat itu Arini benar-benar sudah tidak tahan lagi.


"hey, sukanya main bully , jadi cewek jangat jahat dong !"teriak Arini yang segera menolong gadis yang terjatuh tadi.


"Siapa lo , ikut campur urusan orang aja !"jawab Mirna ketus.


Arini melipat tangan Mirna kebelakang, seketika Mirna menjerit, sementara kedua temannya merasa takut.

__ADS_1


"kamu mau tanganmu patah, cepat kembalikan uang yang kau Rampas !" perintah Arini.


Bersambung....


__ADS_2