CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Suami takut Istri


__ADS_3

Sudah sore, Arfan masih di Kantor, Andi pun belum tahu pasti apa yang dilakukan tuannya yang sedang sibuk dengan laptop nya, baru mau bertanya, gawai Andi sudah berbunyi duluan, panggilan dari kontak bernama "bini kesayangan" itu harus segera diangkatnya.


"Halo sayang, bentar ya, Aku masih ada di ruangan bos nih " Andi dengan suara pelan, takut mengganggu tuannya.


"Oke, pokoknya Aku tidak mau tahu, kamu harus bilang ke Bos kamu kalau besok kita akan liburan, jadi bilang pada bos mu untuk jangan menghubungimu selama liburan " Suara Aisyah, Istri Andi yang terkenal crewet itu terus ngoceh di sambungan telfonnya dengan suaminya itu.


"I-ya, Aku usahakan ya sayang, udah dulu ya, Aku matikan hapenya dulu" Andi lalu berbalik lagi menuju ke tuannya .


"Kenapa ?" Arfan dengan suara galaknya.


"Eh ..hmmm...anu...besok kan hari minggu " Andi tidak bisa meneruskan karna dipotong oleh Arfan.


"Sudah ku duga, Aku tahu kemana Arah pembicaraanmu , dasar suami takut bini, cemen lo...!" Arfan meledek.


"Tuan belum punya Istri sih, jadi gak tahu rasanya jika Istri ngambek karna keinginannya tidak di turuti, bisa seminggu kita suruh tidur di luar "Andi membela diri.


"Dasar bucin lo...denger ya, nanti kalau suatu saat Aku sudah punya istri dan Aku sampe bucin, takut bini kayak lo...Aku teraktir kamu sama bini lo liburan ke Paris !" Arfan menantang Andi.


"Beneran loh ya, Aku tulis ya, nanti tuan tanda tangan, agar tuan tidak ingkar janji, kan lumayan bisa liburan ke Paris gratis hahaha" Andi terkekeh dan langsung menulis perjanjian itu di kertas dengan penuh kegembiraan.


"Pede amat lo...kayak bakal terjadi beneran "


"Iya dong, hidup itu memang harus optimis, biar hidup kita bahagia , oh iya, dari tadi tuan lagi ngapain, bukankah kerjaan sudah beres semua ?" Tanya Andi.


"Mmm...kamu sholat gak " Arfan langsung bertanya pada Andi, seketika Andi langsung glagapan.


"Anu...sholat sih, kalau di rumah Aku rajin, karna dilihat istri dan anak-anak, tapi kalau di luar, kadang suka bolong , hehe.." Andi cengengesan, jujur dengan pengakuannya.


"Dasar loh, sholat karna takut istri "Ejek Arfan lagi.


"memangnya kenapa tuan tanya begitu ?" Andi keheranan.


"Aku sedang belajar tata cara pelaksanaan sholat " Arfan menunjukkan laptop nya yang sedang menampilkan orang sholat.


"O..." mulut Andi hanya bisa menganga keheranan,


'kesambet apa ni orang'batin Andi .


"Hhh..." Arfan menghela nafas panjang. "Aku hanya merasa selama ini jauh dari tuhan, bahkan dari dulu tidak kenal tuhan, Aku ingin kenal pada Tuhan " Arfan menunduk merasa ada yang kurang dalam hidupnya.

__ADS_1


"Coba Anda perdalam ilmu melalui ustadzah Arini saja tuan, dia kan Ustadzah " saran Andi.


"Iya, tapi saat tadi pagi Aku chat dia, bahwa Aku ingin belajar sholat dan mengaji, dia malah menyuruhku untuk belajar dari internet saja dulu, katanya, apakah dia tidak mau mengajari Aku ya? " pikir Arfan.


"Ya , sebaiknya ditanyakan saja dulu, Arini kan tinggal di rumah Anda" Andi memberi saran.


"Iya ya...tinggal Aku tanya saja langsung, kenapa harus pakai chating segala " Arfan merasa lucu sendiri perbuatannya.


"Oh iya, bagaimana perkembangan kasus Gunawan , sudah bisa kau gali lebih dalam lagi infonya " Tanya Arfan.


"Sudah tuan, dia baru datang dari jakarta kemarin, dia memang adik dari Dewi, istri siri Pak Aryo " Andi sengaja berhenti seakan meminta ijin untuk melanjutkan perkataannya.


"Iya, Aku tahu. Teruskan !" Guman Arfan.


"Dia tinggal dengan istri dan satu anak perempuan nya , serta ibu tiri Gunawan dan keponakannya, anak dari bu Dewi " mendengar itu, Arfan merasa tertusuk, 'entah prasaan macam apa ini, sebenarnya Aku membenci Dewi, wanita yang merusak rumah tangga orang tua nya, tapi mendengar nama anaknya di sebut , ada semacam rindu tapi benci " batin Arfan.


"Ada yang lebih mengejutkan ku dari info yang ku dapat ini, info ini Aku dapat dari tukang gosip yang merupakan teman Arisan istri Gunanawan, dan saya sudah bayar mahal dia agar dia lebih banyak mengorek lebih banyak info dari keluarga Gunawan " Tukas Andi.


"Tukang gosip lo percayai ?" Arfan menyela


"Kadang kita juga butuh tenaga tukang gosip tuan, rasa ke kepoannya justru menguntungkan kita " timpal Andi .


"Sebenarnya tuan Hadiningrat sejak 10 tahun lalu, telah mengirim uang untuk membiayai Rania, anak tuan Aryo dan bu Dewi, sekitar 5juta perbulan. Dan apakah anda tahu , ternyata Gunawan memanfaatkan kepolosan Rania, sepeser pun Rania tidak diberi, sekolah maupun kuliah, dia dapatkan dari beasiswa, karna kebetulan Rania murid berprestasi di kelasnya, sedangkan untuk makan sehari-hari atau keperluan lainnya , dia di suruh jualan kue basah keliling, mulai dia dari SD, sedangkan yang membuat kue nya adalah nenek Rania, yang merupakan ibu tiri dari pak Gunawan dan bu Dewi, jadi yang melindungi dan mendidik Rania selama ini hanya neneknya itu." mendengar kenyataan itu, tak sengaja air mata Arfan tumpah membasahi pipi mulusnya itu.


'Bagaimana Aku setega ini membiarkan adikku diperlakukan seperti budak oleh mereka , maafkan aku papa, Aku tenggelam oleh rasa benci sehingga Aku tidak bisa melihat adikku yang telah menjadi yatim piatu itu di dzolimi , maafkan aku " batin Arfan semakin bergoncang dengan rasa kesedihan, penyesalan dan kerinduan pada sang adik.


Andi sengaja berhenti untuk memberi ruang untuk tuan nya agar bisa mengambil keputusan atas prasaannya pada Rania.


"Tentang tujuan Pak Gunawan ingin membunuh tuan , bisa saya simpulkan, 5 juta perbulan yang ia dapat membuat dia merasa kurang cukup, dengan memanfaatkan Rania sebagai ahli waris jika dia berhasil menghabisi tuan, makanya dia merencanakan pembunuhan terhadap tuan" tambah Andi.


"Licik sekali Gunawan itu, Andi.., untuk sementara ini, kamu jangan cuti liburan dulu, bilang pada bini mu, kalau mau liburan yang dekat-dekat saja, bisa ke taman Bungkul atau kebun binatang gitu. Oh iya, cepat kumpulkan bukti untuk segera menjebloskan Gunawan ke penjara secepatnya, dia sudah berani bermain-main dengan keluarga Hadiningrat pemilik SAHARA group." perintah Arfan.


"Baik tuan , kalau begitu saya permisi dulu tuan, bini ku sudah menunggu di rumah " guman Andi sambil mengangkat alisnya sebagai kode, sengaja mengatakan itu untuk mdnyindir tuannya yang masih jomblo.


"Dasar suami takut istri "Arfan mengumpat Andi yang sudah kabur duluan.


'Andai Aku punya istri, mungkin akan Ada yang menungguku di Rumah' batin Arfan, yang ingatannya tetiba mengingat Arini, diapun kemudian membaca lagi pesan balasan dari Arini berkali-kali, seperti anak TK yang baru bisa belajar membaca.


**

__ADS_1


"Assalamualaikum Umi sayang "Andi mengucapkan salam untuk istri yang biasa dia sebut bini tersayang itu, dengan penuh prasaan berbunga-bunga.


"Waalaikumsalam Aby may hubby, " balasnya sembari mencium punggung tangan suaminya.


"Bagaimana ? sudah bicara sama bos mu yang galak itu ?" tanya Aisyah dengan penuh semangat, karna rencananya ingin liburan ke Bali, akan segera terlaksana jika bos suaminya itu mengijinkan.


"Anak-anak mana " Andi mengalihkan.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, ayo bi, jawab pertanyaan Umi, Umi sudah tidak sabar mendengarnya " rengek Aisyah.


"Abi baru pulang kerja mi, haus, tolong buatkan kopi mi" pinta Andi sembari menjatuhkan bobot bokongnya di sofa di ruang tamunya.


"Itu dia di meja pojok, sudah Umi siapkan kok, ayo bi cepatan bilang" Aisyah.


"Gini....bentar dulu ya..." Andi menyeruput kopinya sebelum memulai berbicara, sedangkan Aisyah sangat tidak sabar.


"Bos Arfan memberiku ku tugas besar, jadi untuk sementara kita tunda dulu liburan ke Bali nya, karna kalau Aku bisa menyelesaikan tugas dari tuan Arfan dan tugas dari Hadiningrat ini, maka kita sekeluarga akan liburan ke Paris, gratis..."Andi sangat bersemangat.


"Hah....Paris ? Prancis ? beneran Bi , Abi tidak bohong kan ?" Aisyah merasa tidak percaya, tapi setelah diyakinkan oeh Andi, Aisyah berteriak kegirangan loncat loncat seperti anak kecil yag baru dapat permen, tingkah manjanya itulah yang membuat Andi sangat Bucin pada istrinya itu.


Andi menikahi gadis pujaannya itu 5 tahun yang lalu, kini dia dikaruniai 2 orang anak, cewek semuanya , yang pertama berusia 4,5 tahun dan anak kedua berusia 3 tahun, mereka hidup bahagia di rumah yang cukup mewah dengan satu orang pembantu yang membantu mengurus anak dan rumah mereka.


"Beneran tuan mau liburan ke Paris secara gratis, Aku ikutan juga dong, biar nanti disana ada yang ngurusin Laila dan Laili tuan " Ijah tiba-tiba menyahut pembicaraan majikannya itu.


Kedua majikannya itu saling pandang .


"Bi Ijah..., nanti tak bilangin ke bos, tapi kalau saya ingat ya" Andi menggoda pembantu berumur 50 tahun itu, yang orangnya memang humoris.


**


Saat makan malam, di rumah Hadiningrat.


Arfan, opah Hadi dan Ningsih sedang berada di meja makan.


"Kondisi Mama sekarang bagaimana ?" Tanya Arfan,


"Mama merasa lebih baik "jawab Ningsih.


"Mama, opah ada yang Arfan bicarakan, penting" Arfan memulai pembicaraannya setelah selesai makan.

__ADS_1


Arfan pun menceritakan tentang Rania seperti yang dikatakan Andi. Arfan ingin melihat respon mama dan opahnya.


__ADS_2