
Cinta itu dibangun atas dasar saling suka, kemudian timbul saling menyayangi, yang berlanjut pada rasa saling percaya kemudian di bumbui rasa cemburu, jika pasangan mulai cemburu, berbahagialah karna itu menunjukkan bahwa Dia tidak ingin kehilangan.
Tok tok tok !
"Assalamualaikum" Rania bertamu ke rumah Saidah, tak lama pintu pun terbuka.
"Waalaikumsalam " Saidah menyambut Rania dengan senyum bahagia karna cucunya mengunjunginya, begitu juga sebaliknya, namun Saidah menangkap :
"Bagaimana kabar nenek?" Rania memeluk penuh kerinduan pada orang yang telah merawatnya sejak lahir, Saidah pun menyambut hangatnya pelukan keriduan itu dari cucunya yang dicintai nya, seraya mempersilahka8n Rania untuk masuk ke dalam kamarnya
"Alhamdulillah, keadaan Aku sangat baik, oh iya, kita ngobrol di dapur aja yuk, Aku sedang masak !"
"Oh ya, kebetulan, Aku kangen masakan Nenek, yuk !"Rania semakin senang dengan tawaran Saidah, Saidah pun akhirnya membimbing Rania dengan prasaan yang penuh tanda tanya pada Rania.
"Oh iya, bagaimana rasanya tinggal di rumhah sendiri" tanya Saidah sambil mengiris wortel, sudah sebulan Rania memang sudah tinggal di rumah yang dibeli Randy, makanya Saidah bertanya demikian.
"Alhamdulillah nek" Rania menjawab singkat sambil mengupas bawang merah, hingga air mata nya menghiasi wajahnya.
"Nduk..., kalau ada masalah, sebaiknya selesaikan, jangan disimpan sendiri, Aku tahu, kamu sedang tidak baik-baik saja, ceritalah nduk !" Pinta Saidah.
"A-ku tidak apa-apa kok nek ?" Rania mengelak, sedangkan air matanya jatuh berderai seiring selesainya kupasan bawang merah nya tiga biji , air matanya juga bercampur dengan air mata kesedihan yang sesungguhnya.
"Aku itu mengenalmu sejak kamu masih orok, tidak usah mennyimpan sendirian, ceritalah nduk, biar masalahmu ada titik terang nya." Bujuk Saidah dengan memegang kedua pundak Rania.
"Nek...Aku memang sedang sedih nek, seminggu ini Aku sering bertengkar dengan Randy" Rania berhambur dalam pelukan Saidah.
"Memang nya kenapa Randy, apa yang dilakukannya padamu ?" Saidah mengelus rambut Rania yang terhalang jilbab putih.
"Ternyata sebelum nya Dia pernah pacaran, dan mantan pacarnya datang ke Rumahku saat Randy tidak di rumah, Dia menceritakan semua tentang hubungan mereka dulu, bahkan Arumi pernah bilang kalau mereka dulu sering melakukan hubungan suami istri, makanya Dia tidak bisa dengan mudah melupakan Randg, begitu juga sebaliknya" Rania mulai cerita pada Saidah, sambil sesekali menyeka air matanya sendiri.
__ADS_1
"Terus apa yang menjadi pokok masalah pertengkaran antara kamu dan Randy ?"
"Terus terang hatiku panas dan marah nek, Aku selalu men introgasi Randy tentang dan Arumi, Randy mengaku kalau Dia memang pernah pacaran dengan Arumi dulu, tapi Dia tidak mengaku kalau sering melakukan hubunga terlarang, Aku jelas marah karna Dia tidak mau jujur .
Aku selalu memintanya untuk jujur, tapi Dia tidak pernah mau mengaku "
"Sebenarnya kamu yang salah , kamu tidak percaya pada suamimu, kamu menuntutnya mengaku sesuatu yang tidak dia lakukan , tentu saja Dia marah, pasangan itu memang harus mempunyai rasa saling percaya, kita tidak boleh percaya pada ucapan orang lain tanpa bukti " Saidah& menasehati Rania.
"Saat Arumi pertama kali datang ke rumahku, Dia sangat baik, dan menganggapku teman, dia bercerita bahwa dia sangat sedih saat putus dari Randy setelah Randy merenggut kehormatannya, bahkan sering, bagaimana hati ini tidak terluka dan teriris mendengar pengakuan itu, hatiku benar-benar hancur nek, " Rania menangis kepelukan Saidah.
"Itu wajar karna kau istrinya, tapi Kamu harus percay8*a pada suamimu, kalau rasa percaya sudah tidak ada dalam suatu hubungan pernikahan maka hancurlah pernikahan.
Aku mau tanya, apakah kau mencintai Suamimu? Apakah kau berharap rumah tanggamu tetap utuh dan apakah kau masih berharap kebahagia an?" Rania hanya menganggukan kepala dalam tangisnya.
"Dekatkan dirimu pada Allah, berdoalah untuk kebaikan rumah tanggamu dan untuk mewujudkan keinginanmu itu maka mulailah dari dirimu sendiri, mulailah percaya pada suamimu, kamu yakin kan hatimu jika Randy itu memang orang baik dan apa yang dikatakan orang lain tentang suamimu itu tidak benar" Saidah masih memberi seteguk air penyejuk hati untuk Rania. Sementara Rania semakin menangis dalam pelukan sang Nenek.
"Huek...huek..."tiba-tiba Rania merasa mual dan muntah.
"Sudah hampir semingguan ini nek, Aku sepertinya mag ku kambuh, Aku juga sering pusing, ditambah dengan kehadiran Arumi, membuatku semakin tak karuan" keluh Rania.
"Sudah lama kamu tidak datang bulan nduk ?" Saidah lekat menatap mata Rania dengan penuh pengharapan, Saidah menunggu sebuah jawaban yang tersembunyi disana.
"Hmmm kayaknya Rania sudah lama tidak datang bulan"seketika Rania terkesiap dengan jawabannya sendiri.
"Nek, mungkinkh Aku...." Rania tak kuasa mengungkapkan kebahagiaan meski kebahagiaan itu belum dia ucapkan.
"Mungkin inilah penyebab kenapa kamu sering uring-uringan pada suamimu . ya sudah, nanti kamu pulang dari sini, jangan lupa beli alatnya untuk memastikan" Wajah Rania dan Saidah sama-saman terlihat bahagia.
***
__ADS_1
Setelah mengucap Salam, saat memasuki Rumah nya sendiri, , Rania langsung menuju kamarnya dan segera memakai tespek0 yang tadi Dia beli.
Di celupkannya benda pipih itu ke urine yang ia tampung, sebatas tanda yang tertera , diam sebentar dan diangkatnya benda pipih itu secara perlahan ,sebenarnya Rania tidak pernah tahu dengan benda itu, hanya saja Dia sudah browsing di internet sehingga tutorial yang Ia pelajari berhasil.
Sedetik, dua detik, perlahan garis samar muncul, kemudian garis itu kini sudah terlihat jelas dan sisa satu garis yang membuat dadanya berdetak semakin kencang, tegang dan mula-mula muncul titik, kemudian samar menyerupai garis yang sudah jelas tadi dan akhirnya samar lagi, yang artinya , ada dua garis yang terlihat jelas berjejer di benda pipih itu, dan Rania langsung loncat kesenangan, tapi akhirnya Rania menghentikannya,
"Alhamdulillah ya Allah.."Rania sujud syukur.
Ceklek!
Gagang pintu kamar di buka seseorang dari luar, ternyata Randy, wajahnya tersirat.
"Mas, kamu kenapa," tanya Raniya .
"Ak gak mood aja"
"Mas, Aku minta maaf, belakangan ini Aku sering marag-marah tak jelas pada Mas "Rania meraih tangan kanan suaminya, lalu nencium punggung tangan nya.
"Sebenarnya Mas yang salah, maafkan Mas juga"kemudian suami istri itu saling berpelukan.
"Mas, Aku ingin percaya padmu, jadi jangan hianati kepercayaan ku ini!"pinta Rania.
"Aku akan berusaha menjaga kepercayaan mu dengan sekuat tenagaku " jawab Randy.
"Mas, Aku punya sesuatu untukmu "Rania menyerahkan benda pipih tadi.
"Masya Allah, Sayang , ini benar kan, bukan mimpi kan ?"Randy terbelalak dan bersyukur. Rania pun hanya menganggukkan kepalanya. Dan Randy segera memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih sayang, terimakasih telah memberiku kebahagiaan " guman Randy lagi , keduanya pun berpelukan bahagia
__ADS_1
BERSAMBUNG