CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Rencana Opah berhasil


__ADS_3

Sarapan pagi di Rumah Arfan kini berbeda, Bi Ana tak lagi harus berdiri di samping meja makan dan suasananya tidak lagi kaku lagi, ada canda tawa dan senyum kebahagiaan yang menghiasi hangatnya kebersamaan mereka., yang berbanding terbalik dengan yang dulu biasa terjadi.


"Akhirnya rencana Opah berhasil" Guman Opah sesaat setelah sarapan.


"Rencana apa Opah?" Rania penasaran.


"Rencana Perjodohan rahasia Antara Arini dan Kakakmu" seketika Arfan dan Arini terkejut.


"Maksudnya, Kita dijodohin secara diam-diam ?" Tanya Arfan.


"Tapi, ternyata belum 2 bulan, kamu sudah klepek-klepek sama Arini" Tambah Opah, semuanya yang mendengarnya tertawa , sementara Arini dan Arfan hanya tersipu malu.


"Kenapa Opah gak terus terang saja kalau memang sebenarnya kami di jodohin?" Arfan protes.


"Kamu lupa ya, berapa puluh gadis cantik yang kau tolak saat Opah menjodohkanmu, sampai Opah kira kau itu tidak Normal," terang Opah, sementara Rania dan yang lain hanya menyimak obrolan mereka serta melihat wajah lucu Arfan yang seperti kepiting rebus, karna malu.


"Tapi yang ini beda Pah, Arfan terpesona pada pandangan pertama, hingga Arfan tak ingin kehilangannya, makanya Arfan langsung menikahinya agar Dia bisa jadi milikku" kali ini Arini yang tersipu malu.


"Ciye...ciye...kakakku Bucin nih..." goda Rania, yang lain hanya tertawa.


"Oh iya, untuk resepsi , bagaimana kalau barengan sama Rania ?" Ujar Ningsih.


"Rania mau menikah ?" Arini kaget, Rania hanya terseyum malu.


"Iya, insyaalloh nanti malam calon nya akan kesini bersama orang tuanya" Terang Opah.


"Oh iya , Arfan pergi ke Kantor dulu Ya Pah, Mah, Hari ini Arfan mau mengrus urusan penting dulu di kantor " pamit Arfan.


"Loh..,baru nikah kok langsung kerja, seharusnya cuti dulu seminggu gitu ?"guman Ningsih.


"Iya ma, Gak papa, sebentar kok" jawab Arfan, sembari berdiri dan mencium tangan Opahnya, Mama nya, sedang Rania yang mencium punggung tangan kakak nya, sementara Arini mengikuti Arfan yang bersiap-siap ke Kantor.

__ADS_1


Di depan pintu, Arini sudah mempersiapkan Tas dan memasangkan Jas suaminya, agak kaku, karna hal ini masih baru bagi Arini dan maupun Arfan, mereka masih merasa canggung, karna selama ini hubungan mereka adalah pelayan dan majikan yang sangat menjaga jarak.


"Sayang...kamu baik-baik dirumah ya...." ujar Arfan Sambil mencium kening istrinya, Arini hanya menggangguk dengan senyuman kemudian mencium punggung tangan suaminya dengan Ta'dzim dan melepas nya pergi. Tapi Arfan berbalik badan lagi.


"Abi...Ada yang ketinggalan ? " Arini heran meihat suaminya balik lagi.


Tanpa menjawab, Arfan langsung memeluk Istrinya dan men**um bibir Istrinya dengan penuh cinta, namun Arini melepasnya


"Bi...malu , nanti dilihat orang, nanti saja di kamar " gerutu Arini.


"Sekarang yuk kita ke kamar dulu !" Ajak Arfan


"Abi...! Abi kan mau ke kantor, lagi pula tadi pagi kan sudah, " bisik Arini takut kedengaran orang.


"Namanya juga pengantin baru, mau nya ya deket-deket terus,"


"Udah Sana, Abi ke Kantor dulu, katanya ada yang penting!" Arini mendorong tubuh suaminya agar segera berangkat ke kantor.


"Oh iya, setelah ini kamu belanja gih sama Rania, beli baju baru buat kamu, tapi gamis atau rok gitu, biar gak celana terus , jangan lupa lingery nya" pinta Arfan.


"Ya sudah , Abi berangkat dulu, Assalamualaikum " pamit Arfan.


"Waalaikumsalam," Arini menjawab dengan senyuman.


***


"Mbak, nanti dari sini, kita coba mampir ke Salon yuk, meski sebenarnya Aku tidak pernah masuk salon sih , setelah itu kita nyoba makan di cafe, sekali-kali pingin ngerasain nongkrong kayak orang-orang di sosmed yang suka uplod foto lagi nongkrong di cafe gitu..., hehe" Rania terkekeh.


"Sama dong, Se umur-umur, Aku juga tidak pernah tau yang namanya Salon, baik salon rambut ataupun kecantikan,"ujar Arini


"Dan ini juga..., kenapa harus beli gamis segala sih." Grutu Arini karna dibelikan gamis.

__ADS_1


"Mbak sekarang sudah menjadi seorang istri, harus berubah lebih cantik lagi dong, untuk suami, kan begitu dalam Hadits, Istri harus pandai-pandai menyenangkan hati suami," Sambil memilih gamis yang cocok untuk kakak iparnya.


waktu sudah menujukkan Sore, di tempat lain, Arfan sedang sibuk mau mengurusi urusan kantor yang sedang bermasalah, bahkan Ia harus menemui seorang investor yang sudah mengadakan janji dengannya.


"Andi, Ayo cepat kita berangkat, untuk saat ini pengawal tidak usah ikut dulu, kita berdua saja."guman Arfan yang terlihat sedang terburu-buru ke mobil.


Sesampainya di Cafe yang sudah disepakati , Andi duduk disamping Arfan,


"Monica ? jadi investor yang harus Aku temui itu kamu, ?"sapa Arfan pada rekan bisnisnya yang baru datang, dan yang ternyata adalah temannya, yang dulu juga pernah dijodohkan dengannya, tapi Arfan waktu itu masih trauma dengan pernikahan, secara halus Arfan pun menolak dijodohkan.


"Iya, kabar kamu gimana ?" Sambil mrnyalami tangan Arfan, kemudian mereka cipika cipiki.


Andi yang sejak tadi disamping Arfan, tiba-tiba terkena Tumpahan Air minum yang dibawa oleh pelayan,


"Maaf tuan, Saya tidak sengaja Saya bersihkan, bajunya" pelayan perempuan itu lalu mencoba membersihkannya dengan tisu.


...Andi meras Kesal, Tapi akhirnya Dia ijin ke kamar mandi dulu, untuk mencoba membersihkan bajunya....


Sementara di meja makan, arfan dan Monica terlihat tanpak Akrab , seperti slayaknya seorang teman yang lama tidak bertemu, tampak di meja, terdapat 3 pedanan minuman, dan Arfan meminum orange juz yang di pesan.


Arfan meminum Juz nya secara perlahan hingga sisa separuh, mereka pun masih meneruskan urusan mereka , beberapa detik kemudian, Arfan tiba_tiba merasa tubuhnya panas, tak tertahan , seolah Dia akan menerkam siapa saja. Tapi Monica malah kesenangan denga sikap Arfan yang mulai kepanasan itu,.


Monica segera menyambut Arfan yang sedang merasa ada sesuatu yang tidak enak dengan tubuhnya itu. Saat yang bersamaan ternyata Arini memergoki Arfan dan Monica berduaan, Arini melihat Suaminya itu sangat mesrah dengan Monica, karna Monica memang sedang memegang tubuh Arfan, yang pura-pura mendeteksi panas di dahi Arfan.


"Abi...apa yang Abi lakukan disini "Seketika Arfan terkejut dengan kehadiran Arini yang tiba-tiba,


"Sayang.....Aku sedang ada meeting dengan klien, Kamu disini?" jawab Arfan sambil menahan hawa panas yang sudah menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Kamu tega ya bi, baru kemarin kita menikah, tapi Abi sudah macam-macam, Aku kecewa Sama Abi.."Arini segera pergi dari hadapan Arfan dengan prasaan marah.


Arfan mengejar Arini yang keluar menuju parkiran , yang Rupa nya terlihat sedang ngambek.

__ADS_1


"sayang...Sayang, tunggu!"Arfan mengejar Arini yang sedang ngambek .


"Dengarkan dulu penjelasanku, Arini" Suara Arfan agak keras.


__ADS_2