
Ceo terjebak cinta ustadzah tomboy.
Bab33
Ke Cemburuan Arini
Ketika memasuki kamar, Arfan langsung berhambur memeluk Istrinya dengan prasaan khawatirnya.
"Sayang, Apa kau tidak terluka, Apa wajahmu tidak terkena air keras itu ?" Ujar nya sambil memeriksa setiap garis wajah dan tubuh Istrinya, takut istrinya terluka.
"Tidak Abi, Aku tidak apa-apa, tidak terluka sedikitpun, justru Aku kasian pada mereka, karna temannya sendiri yang terkena siram air keras nya, , Wajahnya seperti terbakar gitu, melepuh dan dia histeris kesakitan, rasanya pingin nolong mereka, tapi mereka segera kabur" Arini merasa kasian pada pelaku penyerangannya.
"Kamu malah kasian pada penyerangnya, bagaimana jika itu terjadi padamu, orang yang menyerangmu pasti tertawa penuh kemenangan dan tidak peduli padamu, jadi orang itu jangan terlalu baik gitu, biar tidak dimanfaatin orang lain !" Arfan malah gemes dengan Istrinya, Tampak Arini hanya bisa diam mendengar suaminya.
"Siapa yang sudah berani menyerangmu, Tidak akan Aku biarkan bebas begitu saja." Arfan geram, sedang memarahi entah siapa.
"Sayang, coba ceritakan bagaimana awal mula " tanya Arfan yang kini sudah duduk di tepi ranjang.
"Awalnya saat Aku ada di Toko nya Rania, tiba-tiba ada sebuah paket yang ditujukan padaku, paket itu berisi foto-foto Abi dengan wanita cantik , MESRAH BANGET !!!" Arini pun menyerahkan foto yang di dapatnya tadi pada suaminya, dengan nada kesal.
Arfan terkejut, karna di foto itu, Dia bersama Alexa dan satu lagi perempuan yang tidak sengaja Dia tabrak saat ke kamar mandi di cafe.
"Kemudian karna Aku sangat marah pada suamiku itu, Aku tidak terima suamiku memeluk dan cipika cipiki dengan perempuan lain, makanya Aku memutuskan pulang sendirian naik Taxi online, ketika nunggu taxi online itulah , tiba-tiba dua orang naik sepeda motor hendak menyiramkan sesuatu padaku, tapi bisa ku tepis, hingga terjadi perkelahian diantara kami yang menyebabkan temannya yang kena siram." Terang Arini dengan wajah masamnya, karna masih kesal pada suaminya.
Mendengar itu Kemudian Arfan segera menelfon Andi.
[Halo Andi, orang yang menyerang Istriku dengan mencoba menyiram air keras tadi, Ternyata sasarannya salah, kena muka temannya sendiri, jadi kemungkinan mereka akan ke rumah sakit terdekat, cepat periksa keberadaan mereka Di Rumah sakit!] Perintah Arfan melalui telefon.
[Oke tuan, laksanakan]
__ADS_1
"Ternyata enak ya jadi cEO, Pekerjaanya tidak jauh dari perempuan-perempuan cantik , enak ya bisa cipika-cipiki gitu, mentang-mentang istrinya tidak bisa dandan !" Arini mulai merajuk, memaju mundurkan bibirnya.
"Masyaallah.., Saking kawatirnya, Aku sampai tidak menyadari kalau ternyata ada bidadari di depanku, kau pakai lipstik ?, merah pipi dan..." Arfan baru menyadari jika istrinya berbeda , Dia memperhatikan riasan dan baju yang dikenakannya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan !!!" Arini semakin marah.
"Beneran Sayang, Aku tidak tertarik pada wanita selain kamu, kalau gak, ngapain Aku baru nikah sekarang tidak dari dulu aja, toh wanita cantik berhamburan dimana-mana, itu karna hanya kamu yang bisa mengalihkan duniaku. Ngomong-ngomong, make up mu ini semakin membuat kecantikanmu nyata, namun, lipstiknya gak usah tebal-tebal gini, nanti lipstiknya jadi nempel di bibirku semua , kalau Aku cium kamu.
juga, ini merah pipinya tidak usah dipake, karna pipi istriku ini sudah kemerah-merahan seperti sayyidah Aisyah yang mendapat julukan Humairoh , Nanti biar Aku datangkan MUA khusus saja ke rumah ini, untuk mengajari mu ber-rias " Arfan mencoba menghibur istrinya saat melihat istrinya seperti ondel-ondel, dan suaminya maklum karna istrinya memang pertamakalinya belajar dandan.
'Untung hanya Aku saja yang melihatnya, kalau gak, kasian istriku diketawain orang karna make up nya begitu, tapi Aku senang, karna dia sudah mau belajar berias untuk ku' batin Arka.
"Tapi mulai sekarang, Abi jangan lagi bersentuhan dengan lawan jenis, pake cipika cipiki segala, pake peluk-peluk segala, yang boleh Abi peluk itu cuma Aku, yang halal saja ! pokoknya setelah ini gak boleh " Suara Arini ketus, Dia makin menunjukkan kecemburuannya, dan Arfan merasa suka melihat istrinya yang cemburu seperti itu, bikin Arfan semakin gemes.
"Ya sudah, mulai sekarang Abi tidak akan bersentuhan dengan yang bukan mahromnya, demi Istriku " ucap Arfan sambil mengangkat kedua jari nya.
"Ya jangan demi Aku bi, Tapi itu memang ajaran agama, tidak boleh bersentuhan yang bukan Mahromnya dan tundukkan pandangan bila berbicara dengan lawan jenisnya, nanti Abi dengarkan saja kajian tentang ini Di Youtube, agar lebih mendalam " Suara Arini mulai merendah.
***
"Appaahhh ? Gagal lagi ? kok bisa ?" Monica terbelalak, saat mendapat kabar dari orang kepercayaannya.
"Ternyata wanita itu mempunyai ilmu bela diri Bos, Sehingga anak buahku yang jadi korbannya, jadi cepat siapkan biayai untuk oprasi Anak buahku yang terkena air keras itu , kalau tidak Aku akan buka suara!" Ancam, Ucok, yang merupakan pembunuh bayaran yang menyuruh anak buahnya menyerang Arini.
"Dasar gak becus, sudah gagal , ngerepotin lagi, hufff..." umpat Monica.
"Mau ngasih uang atau tidak, cepat transfer 100 juta, nanti kalau kurang Aku hubungi lagi " ucok membentak bos yang menyuruhnya, karna takut dengan ancamannya, Monica pun akhirnya mengirim 100juta yang dimintanya.
Monica semakin berang, Dia mengamuk karna gagal merusak wajah Arini.
__ADS_1
"Kali ini, wanita brengsek itu lolos , Aku tidak akan tinggal diam, tapi Harus dengan cara apa lagi untuk bisa melenyapkannya, pasti Arfan sudah meningkatkan keamanannya "Monica kebingungan.
****
Di Rumah Sakit, Andi sudah menemukan orang yang dimaksud Arfan, saat sedang berada di tempat sepi di sudut Rumah sakit, Andi langsung menghampiri dan mencengkram kerah baju orang yang dicarinya yang sedang menemani temannya karna tersiram air keras tadi.
"CEPAT KATAKAN, SIAPA YANG MENYURUHMU, HAH !" Andi semakin mengencangkan cengkramannya, dengan Suara galak nya.
Orang itu tidak bisa melawan, karna Andi tidak sendiri, Dia sengaja membawa pengawal untuk bisa mengancam orang yang di carinya.
"Cepat katakan, atau kalau tidak kau juga akan bernasib sama dengan temanmu yang tersiram air keras itu, atau kau mau berakhir di penjara !" Suara Andi penuh penekanan dan Ancaman yang membuat orang itu semakin ketakutan.
"A-ku ha-nya di suruh " jawabnya gugup
"SIAPA YANG MENYURUHMU?"
"Bos Ucok"·
"Siapa Dia? dan dimana Dia ? "
"Dia Bos Kami, Dia pembunuh bayaran!" Andi baru melepaskan cengkraman di kerah leher orang itu.
"Bawa orang ini ke Polisi , sekarang kita akan ke tempat Ucok!"
Andi membawa bodyguard tambahan , tak lupa Dia melaporkan ke polisi jika Dia sudah mengetahui otak di balik serangan itu, sesuai petunjuk yang diberikan orang yang diancamnya di rumah sakit tadi, Andi dan bodyguard nya memasuki Rumah yang dihuni Ucok.
Gebrakkk...
Suara daun pintu ditendang dari luar hingga roboh seketika.yt@
__ADS_1
"Priksa Rumah ini, jangan sampai ada yang terlewat !"perintah Andi.
Semua sibuk mencari-cari orang yang bernama ucok, semua sudut rumah , telah di gledah, namun nihil, ternyata orang yang bernama Ucok itu benar-benar lihai, pantas jika Dia dikenal dengan pembunuh bayaran yang licin yang sering keluar masuk penjara. Andi menggrutu frustasi, karna dengan lolosnya Ucok, maka hidup keluarga Hadiningrat masih terancam.-