CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Kegagalan Monica


__ADS_3

18+


Arfan merasa sudah tidak tahan dengan reaksi yang di alami tubuhnya yang semakin terasa memanas, Tanpa banyak penjelasan, Arfan langsung menarik Arini ke mobil dan melajukan nya sendiri, meninggalkan Andi dan Monica yang masih sedang meeting, begitu juga Rania yang tadi datang bersama Arini. Arfan melajukan mobilnya ke sebuah Hotel yang lokasinya berada tidak jauh dari cafe tersebut, melihat Tingkah suaminya yang Aneh, Arini yang semula marah , hanya bisa diam karna heran.


Arfan segera ke Reseptionis, langsung meminta kunci tanpa chek in, sebab hotel itu termasuk Miliknya. Arfan terus menggandeng tangan Arini tanpa melepaskannya sedikitpun, hingga Dia membawa Arini memasuki kamar hotel, kemudian segera menguncinya dari dalam.


Dan tanpa bicara apapun, Arfan segera menyerang Arini dengan ganas akibat reaksi tubuh nya yang kian memanas, Arini yang semula mau marah kini mau tidak mau harus melayani suaminya yang terlihat sangat berha*rat itu, keduanya yang memang merupakan pasangan baru suami istri itu kini terlena, membuat suasana yang tadinya tegang karna Arini marah, sekarang berubah menjadi luapan ungkapan cinta , hingga sekitar dua jam lebih Akhirnya tubuh Arfan sudah terkulai lemas di samping istrinya dan tidak merasakan panas lagi.


"Maafkan Aku sayang, Jika tiba-tiba menggaulimu seperti ini, bahkan Tadi Aku lupa baca doa, sepertinya tadi Aku di beri obat perangsang oleh seseorang, sehingga tubuhku tetasa panas dan sangat berha*rat, Sungguh Aku bersyukur, karna tiba-tiba saja kau datang, sehingga Aku bisa menyalurkan Ha*rat ku pada yang halal, Terimakasih Sayang" guman Arfan, sembari mengecup kening Istrinya..


"Pantas, Tadi Abi sangat Aneh, bahkan tidak peduli Aku sedang marah. Tapi Tadi Aku baca doa nya kok. Tapi bi....siapa yang telah memberi obat perangsang itu, apakah wanita tadi? " wajah Arini kembali terlihat marah, karna harus menyinggung wanita yang membuat Arini cemburu.


"Aku tidak bisa memastikan, karna belum ada bukti, Tadi kami sedang meeting membahas urusan Kantor, ada Andi juga, Dia Monica, Yang Rencana nya Akan membeli Saham salah satu anak perusahaanku, Apa memang Dia yang memasukkan obat perangsang itu pada minumanku, tapi Apa motif nya mau menjebakku seperti ini, Aku tidak bisa menuduhnya tanpa bukti, sebentar, Aku hubungi Andi dulu" ujar Arfan .


"Halo Andi, dimana kamu sekarang dan bagaimana urusan dengan Monica ?" Tanya Arfan.


"Sehabis dari kamar Mandi tadi, Aku menemui Bu Monica yang sedang Sendirian, Dia terlihat Marah-marah, katanya Kita tidak profesional karna meninggalkannya Tanpa permisi maka dari itu Monica memutuskan untuk tidak bekerjasama dengan perusahaan kita, setelah itu Aku juga pergi, memangnya tadi Tuan kemana ?" tanya Andi.


"Tidak masalah, jika Dia memutuakan kerjasama dengan kita, tadi Aku hampir terjebak, ada yang sengaja menaruh obat perangsang dalam minumanku, tapi syukurlah Arini datang disaat yang tepat. Andi, Tolong selidiki, Apa mungkin Monica yang melakukannya, Aku kawatir ini adalah jebakan, tolong secepatnya diselidiki "Arfan memutuskan telponnya dan melihat istrinya yang sedang berbalut selimut disisinya.

__ADS_1


"Kalau Aku tidak datang, Apakah Abi akan menyalurkan Ha*rat pada Abi perempuan tadi?" Arini memicingkan mata menyelidik.


"Bisa jadi, karna itu yang diinginkan musuh, karna mungkin mereka ingin menjebak ku dengan cara itu, Andai itu terjadi pasti mereka Akan memerasku atau paling tidak menuntutku menikahi perempuan tadi" ujar Arfan sengaja memanas-manasi istrinya.


"ABI....." Arini mencubit perut Arfan.


"Itu berarti Aku di tolong oleh Alloh dengan tiba-tiba menghadirkan mu tepat waktu, meaki tadi kau tampak seperti singa yang sedang marah, karna cemburu," guman Arfan tersenyum puas karna bisa menggoda Istrinya dan merasa selamat dari jebakan musuh.


"Tapi ini bukan Alibi Abi saja kan, selama ini Aku kan tidak mengenali Abi lebih dalam, Apa mungkin selama ini Abi sering melakukan ML dengan wanita-wanita untuk urusan bisnis, atau Abi sering melakukannya dengan Pacar Abi misalnya ?" Arini mendadak meng introgasi suaminya.


Melihat Istrinya itu, Arfan faham maksud perkataan istrinya.


"Amanat kakek buyut?" Arini bingung tidak mengerti.


"Iya, dulu kakek buyutku itu seorang kiyai besar di Madura, yang sekarang pesantrennya diteruskan oleh cucunya yang lain, Opah mengatakan, jika keturunan kakek buyutku itu sudah diikat dengan doa khusus agar dijauhkan dari perbuatan zina, jika sampai melakukan zina, maka hidupnya akan hancur, seperti papaku, dulu dia terjebak zina dengan cinta pertamanya sehingga lahirlah Rania, namun tak lama setelah itu, hidup papa hancur, dan akhirnya meninggal dalam kondisi tewas yang mengenaskan akibat kecelakaan dan Ibunya Rania kehilangan kakinya akibat kecelakaan itu" Arfan merasa sedih tiba-tiba harus mengingat masalalu itu.


"Hmmmm....Aku pernah dengar sih, sebagian besar ulama' Madura memang membentengi anak cucunya dengan doa khusus, kalau tidak salam namanya "Songai Rajeh" dimana kalau berzina, maka hal buruk akan meninmpanya langsung, bahkan katanya ada yang langsung terkena penyakit mengerikan" jawab Arini.


"Apa itu kutukan?" Arfan heran.

__ADS_1


"Bukan, sebenarnya itu benteng diri agar anak cucunya tidak melakukan dosa besar berupa zina, sebab dosa akibat perbuatan zina itu sangat berat siksanya di dunia maupun di akhirat, jadi doa itu justru agar anak cucunya selamat dari perbuatan zina, nanti kalau Aku punya anak, Aku juga ingin membentengi anak-anakku agar tidak melakukan zina dan dihindari dari perbuatan zina" ujar Arini.


"Anakmu berarti anak kita dong , pingin berapa anak?" Arfan memencet hidung Arini yang mancung itu.


"Udah ah, jangan bahas itu dulu, sekarang sudah sangat sore, bentar lagi Maghrib, oh iya nanti malam Calon mertua Rania akan datang ke rumah Bi, Ayo kita siap-siap untuk segera pulang." Arini beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari hadats besar , Arfan yang malas Akhirnya segera segera mandi juga setelah di gertak Arini.


***


"Kurang ajar, kenapa semuanya bisa gagal seperti ini, padahal Arfan sudah sudah mau masuk perangkapku, tapi tiba-tiba wanita itu menggagalkan semuanya ,Aaaaaarrgggghhh...." Monica tampak sedang mengamuk dan melempar semua barang yang dilihatnya di kamarnya itu.


"Sudah Aku Atur sedemikian rupa agar Arfan meminum minuman itu Saat Asistennya tidak ada didekatnya, rencanaku sudah sangat sempurna hanya tinggal selangkah lagi, iya...selangkah lagi...Aku akan berhasil memiliki Arfan, kalau saja wanita brengsek itu tidak datang , sebenarnya siapa wanita brengsek itu " Lagi-lagi Monica melempar salah satu botol parfum nya ke cermin hias nya hingga cerminnya pecah berkeping-keping.


"Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja Arfan, Aku harus memilikmu apapun dan bagaimanapun caranya, karna Kau harus membayar penolakanmu dulu saat Opahmu menjodohkan kita, yang tanpa prasaan kau menolakku mentah-mentah, tanpa mau tahu kalau Aku sangat mencintaimu , Arfan....kau harus jadi milikku, kau harus jadi milikku " Monica meracau tak terkendali.


Kemudian setelah emosinya mereda, Dia menelpon seseorang agar menghapus jejak nya di cafe tadi, dimana Dia sudah membayar pelayan cafe itu untuk bekerjasama dengannya , memasukkan obaat perangsang diminuman Arfan dan sengaja menumpahkan air minum ke Andi. Monica memang licik dan Ambisius, baginya Dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan dengan cara apapun, Apalagi sekarang Dia menjadi CEO di perusahaan papanya, sehingga Dia punya kuasa penuh untuk melakukan segala Aksinya, sementara orang tuanya memutuskan untuk berbisinis di luar negri, sehingga Monica merasa bebas melakukan apapun.


Monica, wanita modern yang modis dan stylis, Dia lulusan Universitas Amerika, wajahnya yang cantik dan menawan, tidak sulit baginya untuk bisa menaklukkan kaum adam, kecuali Arfan, Karna penolakan yang dilakukan Arfan dulu membuat Dia semakin berambisi mendapatkan Arfan apapun caranya.


"Halo, cepat selidiki lebih dalam tentang wanita yang bersama Arfan, secepatnya !" printah Monica pada seseorang di sebrang telfon.

__ADS_1


"Jika Aku tidak bisa mendapatkan Arfan maka tidak boleh ada yang bisa memiliknya, tunggu tanggal mainnya Arfan...Kau akan menjadi milikku," guman Monica.


__ADS_2