CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Munculnya Amora


__ADS_3

"Kamu Apa kabar ? Ini anak mu?" Sapa Arfan pada Amor yang ternyata adalah teman sekelas nya dulu, mereka pun saling salaman.


"Aku baik, iya ini anak ku yang nomer dua, namanya joey, joey...kenalin ini om Arfan , teman mommy dulu " Amora memperkenalkan anaknya pada Arfan, Arfan pun menggendong joey dengan akrab.


"Kamu sama istrimu kan, mana istrimu ?" Deg, pertanyaan Amora membuat jiwa jomblo nya seakan sedang di usik, pertanyaan itu sama halnya dengan pertanyaan kapan nikah ,sama-sama menusuk, pertanyaan yang paling Arfan benci, apalagi dulu Arfan pernah menembak Amora, namun di tolak, sehingga merasa sangat tidak tepak jika mengaku masih belum menikah. Ia pun menurunkan Joey dari gendongannya.


"Iya, Aku sama istriku, dia lagi belanja keperluan bulanan sama adikku" Arfan terpaksa berbohong, agar harga dirinya sebagai orang ganteng tidak runtuh.


"Mana...? kenalin dong !" Wadduh...Amora minta dikenalin segala lagi, mampus gua, batin Arfan sedang panik.


"Oh iya, kamu sama siapa kesini, dan sejak kapan kamu di Indonesia?" Arfan mencoba mengalihkan pertanyaan Amora.


"Aku kesini sama joey saja, Aku sudah 2 bulan di Indonesia, kebetulan suamiku lagi ada kerjaan disini" jawab Amora sambil di tarik-tarik tangannya sama Joey yang meminta beli ice krim. Suami Amora berkebangsaan Australia, dan Amora menetap di Australia, jadi mereka jarang tahu kabar masing, termasuk tentang status Arfan.


Taklama kemudian, Arini dan Rania muncul.


'Waduh pake muncul lagi, gimana ini, Aku sudah bilang ke Amora kalau Aku sama Istriku, joaey tolong om, cepat tarik mommy mu pergi jauh dari sini agar dia tidak minta kenalan sama Arini ' Arfan merasa deg-degan tak karuan.


"Hai...kamu Arini kan, ?" Tak disangka justru Amora menyapa Arini saat melihat Arini datang, dan ternyata mereka saling kenal.


"Hay....juga. mbak Amora, apa kabar, hai joey !" Arini cipika cipiki dengan Amora, kemudian tos telapak tangan dengan joey .


"Hai tante cantik, kita ketemu lagj " guman Joey senang.


"Loh.., mbak Amora kenal sama ..t..."ucapan Arini yang mau menyebutkan kata Tuan langsung dipotong sama Arfan.


"Jadi kamu sudah kenal dengan istriku, Dia Istriku, dan ini Adikku " Arfan langsung merangkul Arini kemudian memperkenalkan Rania. Saat Amora bersalaman dengan Rania, tangan Arfan yang merangkul Arini hendak dilepas oleh Arini, tapi Arfan langsung berbisik.


"Ku mohon tolong Aku, untuk saat ini berpura-pura lah jadi istriku di depan Amora, Aku mohon" pinta Arfan, Arini pun akhirnya terpasaksa mengikuti permintaan tuannya. Sementara Rania , melihat itu sudah faham.


"Kalian sudah punya anak berapa ?" Tanya Amora.


"Satu " Arfan. "Dua "Arini , ucap mereka bersamaan, namun beda jawaban.


"Loh yang benar yang mana ?" Amora bingun, sementara Rania merasa lucu melihat tingkah mereka.


"Sebenarnya Anakku memang Dua, tapi yang satu sedang proses "Arfan asal jawab.


"Hahaha...kamu ini ada ada saja " Amora tertawa.


"Sudah berapa lama kalian menikah?" Amora bertanya lagi, sementara tangan Arfan masih merangkul Arini.

__ADS_1


"Lima tahun "akhirnya Arfan yang menjawabnya, takut Arini salah ucap lagi, sementara itu, joey masih menggelayuti Mommynya, sedang merengek minta dibelikan ice krim.


"Maaf ya, Anak ku memang begini, aktif banget, kalau gak lari-larian pasti rewel minta ini itu, Aku permisi dulu ya !" Amora meninggalkan mereka karna ditarik-tarik Joey.


"Akhirnya...dia pergi juga" Arfan merasa lega, tapi tangannya masih merangkul Pundak Arini.


"Masyaalloh, kalian benar-benar sangat cocok loh..." ucap Rania menggoda mereka, sadar akan hal itu Arini segera melepas tangan Arfan. namun tanpa di duga, wajah Arini berubah, yang tadi tersenyum di depan Amora, kini berubah masam, seakan sedang marah.


"Tuan jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ya, pake pegang-pegang segala" suara Arini parau.


'apah..? dia menangis' batin Arfan ketika mihat bulir air matanya jatuh.


"Maafkan Aku Arini, Aku tidak bermaksud seperti itu, itu darurat, Apakah kau marah, kenapa kau menangis ?" Arfan merasa bersalah, namun Arini tidak menjawab.


"Maaf, Aku pulang duluan " Arini segera berlalu, Arfan ingin mengejarnya, namun Rania melarangnya.


"Kak, biarkan dia sendiri dulu, saat sedih atau marah ada kalanya wanita itu ingin sendirian saja " bujuk Rania. Arfan pun membiarkannya, ia lalu menelpon Sony agar mengantar Arin pulang.


Arfan dan Rania melanjutkan belanjaannya yang tidak bisa ditunda karna untuk kebutuhan acara di Rumahnya besok, Arfan sebenarnya tidak biasa belanja seperti itu, biasanya semuanya dilakukan pelayan. dia tadi ikut belanja hanya karna ingin menemani Arini. Ketika Arini sudah pergi dia malah tidak bisa fokus dengan segalanya. Dia pun kemudian pamit pada Rania, agar belanjanya ditemani pengawalnya saja.


Arfan tidak langsung pulang menemui Arini, tapi dia menuju Rumah Firman, untuk meminta sarannya. juga sekalian untuk mengundannya untuk hadir di acara syukuran mamanya dan pembacaan Burdah di Rumahnya.


"Mungkin karna itulah dia sedih, dia merasa berdosa karna kau menyentuhnya, dia kan masih belum halal untuk kau pegang se enak nya " Arfan terhenyak mendengarkan itu.


"Lalu Aku harus bagaimana ?" Ucap Arfan.


"Halalkan dia secepatnya !"


"Maksudnya menikahinya ?"


"Iya, "


"Tapi Aku belum bisa mengucapkan lafadz ijab qobul dan tata cara menikah sesuai ajaran Islam " Arfan masih ragu dengan kemampuan nya dalam belajar ilmu agama pada sahabatnya itu.


"Nikah itu sebenarnya mudah asal ada syarat dan rukun nya;


Yaitu,


Terdapat calon pengantin laki-laki dan perempuan yang tidak terhalang secara syar'i untuk menikah,


Ada wali dari calon pengantin perempuan,

__ADS_1


Dihadiri dua orang saksi laki-laki yang adil untuk menyaksikan sah tidaknya pernikahan,


Diucapkannya ijab dari pihak wali pengantin perempuan atau yang mewakilinya,


Diucapkannya kabul dari pengantin laki-laki atau yang mewakilinya. Persaksian akad nikah tersebut berdasarkan dalil hadis secara marfu: "Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi yang adil." (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i).


Dan jangan lupa harus ada mahar atau maskawinnya." Ustad firman menjelaskannya dengan lugas.


"Kalau begitu, ajari Aku mengucapkan ijab qobulnya, besok Aku akan menikahinya " mendengar itu , Firman merasa senang dan langsung mengajari nya.


"Oh iya, sesaat setelah menikah, sebaiknya ikuti sesuai sunnah Rosulullaoh, sebenarnya harus kau hafal doanya, tapi karna waktunya mepet, nanti biar Aku tuliskan saja di kertas dan kau bacakan saat kau letakkan tanganmu di ubun-ubun sang istri. Kalau untuk doa bersenggamanya, pendek kok, kamu pasti cepat hafal" tambah Firman.


"Itu bisa nyusul, oke, thanks, Aku pulang dulu ya, mau bicarakan ini dengan Arini " Arfan pun segera berlalu dari rumah Firman.


taklama kemudian setelah sampai di rumah, hatinya mulai deg-degan, jantungnya berdetak lebih kencang, karna ia harus siap mengutarakan maksudnya pada Arini dan meminta maaf atas kejadian di Mall.


'Iya, Aku harus melarnya saat ini 'batin Arfan.


"Kak Arfan, mampir kemana dulu sih, kok lama ?" Rania tengah kesal pada kakanya .


"Aku ada urusan penting, memangnya kenapa sih, kok mukanya di tekuk gitu "


"Mbak Arini kak, mbak Arini pulang ke kampung halannya " mendengar penuturan Rania, Arfan terkejut dan merasa lemas .


"Sama siapa dia ?"


"Tadi dia pamit mau pulang, setelah ditelfon keluarganya, kalau Ayahnya sedang berada di rumah sakit, kemungkinan dia akan pulang untuk seterusnya, karna katanya, Ningsih sudah sembuh, tapi jangan kawatir, Aku sudah suruh Sony mengantarnya sampai Rumahnya " Opah menerangkan penyebab kepulangan Arini.


"Kalau begitu , Aku akan mengejarnya, " ucap Arfan dengan yaqin.


"Untuk apa?" tanya opah.


"Untuk minta maaf dan...."Arfan tidak meneruskan kalimatnya.


"Ya sudah sana susul dia, biar Pak Rudy yang menyetir mobilmu!" perintah opah.


Dalam perjalanan, Arfan benar-benar tidak bisa tenang, fikirannya hanya tertuju pada Arini, sementara Arini yang sebentar lagi sudah sampai di kampung halamannya, berpikir kalau keputusan yang diambilnya saat ini tepat, karna selain karna nyonya Ningsih sudah sembuh dia pun sangat takut jika terus terusan dekat dengan tuan galaknya, takut terjadi fitnah dan hal-hal yang tidak diinginkan.


Sesampainya di Rumahnya yang hanya ada adiknya, dia meletakkan tas yang berisi baju-bajunya serta membersihkan diri sebelum dia pergi ke Rumah sakit, dimana Ayahnya di rawat. Sesuai perintah opah hadi, Sony di suruh mengantar Arini dan keluarga nya saat bolak balik ke rumah sakit.


Saat Arini memasuki mobil hendak ke Rumah sakit, tetangga pada kepo, karna mobil yang ditumpangi Arini sangat mewah, dan saat itu Ustadz yusuf juga melihatnya, tahu Arini akan ke rumah sakit, dia pun menyusul Arini.

__ADS_1


__ADS_2