CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Pernikahan dua pasangan pengantin


__ADS_3

Ijab qabul antara Rania dan Randy akan segera di gelar, Sebelumnya Penghulu meminta pada Rania agar mengucapkan ikrar penyerahan wali dirinya kepada seorang wali hakim, setelah itu Randy baru mengucapkan ijab qabul dengan lancar.


"Saya terima Nikah dan Kawinnya, Rania Zulfa Hadiningrat Binti Almarhum Aryo Hadiningrat dengan Mas kawin tersebut, TUNAI...."Ucap Randy dalam satu Tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi ? Sah ?" Ucap Penghulu,


"Sah...! Sah...!" Jawab para saksi.


"Alhamdulillah " kemudian Penghulu membacakan doa untuk kedua mempelai.


Ada Rasa nyeri dalam kebahagiaan itu bagi Rania, saat nama Ayahnya disebut dengan gelar Almarhum. Saat Ayah nya masih hidup, Rania masih kecil dan jarang bertemu dengan Ayahnya, Dia sangat merindukan sosok ayahnya. apalagi pada Ibunya, Sungguh di hari bersejarah dan sakral tanpa kehadiran kedua orang tua karna keduanya tiada itu adalah hal paling menyedihkan ditengah kebahagiaan.


Selain sedih karna Ayahnya yang sudah tiada, Rania juga sedih dengan ketiadaan wali dari pihak Ayahnya, karna memang Opah Hadi yang sejatinya harus menjadi walinya, menjadi tidak boleh karna status nya dulu adalah anak yang lahir di luar nikah, melihat kenyataan itu


Rania tak kuasa menahan rasa yang memenuhi dadanya itu sendirian, Ia pun berhambur ke pelukan nek Saidah yang sedari tadi di dekatnya, Rania terus menangis, nek Saidah pun menghiburnya. Namun tak lama kemudian, Randy yang kini telah sah menjadi suaminya datang menemuinya, menyerahkan mahar, dan prosesi berikutnya pun berlanjut.


Dan acara selanjutnya berlanjut ke acara Resepsi pernikahan dua pasang pengantin antara Arini dan Arfan , serta Rania dan Randy, acara itu di selenggarakan di sebuah Hotel salah satu milik keluarga Hadiningrat.


Weding Decoration nya bernuansa Putih, berhiaskan dengan ribuan bunga mawar Asli, sehingga semua tempat harum seerbak beraroma khas mawar . Sedangkan Arini tampil Anggun dan menawan dengan Riasan ala Pakistan dengan gaun warna merah, sementara Rania dirias dengan riasan ala arab, keduanya sama-sama Anggun dan cantik.


Para Tamu yang kebanyakan dari kalangan relasi dan para rekan bisnis SAHARA group itu senantiasa memuji kecantikan sang pengantin perempuan dan gagahnya pengantin laki-lakinya, terutama Arfan, Dia sangat bangga, karna Akhirnya bisa menikah, 'Akhirnya tidak akan ada lagi yang akan bertanya padaku kapan nikah, karna sekarang Aku sudah sold out, ha ha ha' batin Arfan.


"Wahh....akhirnya sold out juga lo bro !" teman Arfan ber sloroh


"Eh..selama ini bukan nya gue gak laku bro, Aku hanya sedang menunggu yang pantas untukku" jawab Arfan seakan tak terima dengan ucapan temannya.


"Ha ha ha, alasan saja loh , cepat punya momongan ya!"


"Thanks bro!" Arfan bahagia.


Semua tampak sangat bahagia, terutama Opah Hadi yang memang sangat mengimpikan cucunya segera menikah, malah sekarang doble weding, bagaimana Hadiningrat tidak bahagia, bahkan bahagianya berlipat-lipat.

__ADS_1


Dan semua keluarga hanyut dalam kebahagiaan.


Ke eaokan harinya, karna acara sudah selesai, keluarga Arini pamit pulang, semua sudah siap, masing-masing berpamitan.


"Tuan, Saya titip anak saya ya, tuan" ucap Ali khan.


"Arini sudah Saya anggap seperti cucu saya sendiri, Aku yang seharusnya mengucapkan syukur dan terimakasih, karna sejak kehadiran nya ,telah memberikan banyak perubahan dalam rumah ini maupun hidup kami" opah Hadi memeluk Ali khan yang berpamitan pulang itu.


Mereka di anter mobil yang menjemput mereka kemarin, dan dibawakan banyak oleh-oleh dari keluarga Hadiningrat. Dalam mobil perjalanan pulang , Mereka tiada henti nya memuji kebaikan keluarga besan mereka.


"Besan kamu itu memang baik ya, meski mereka orang kaya tapi sangat menghormati dan menghargai kita yang dari kampung, kalau saja Dia masih punya cucu lagi, Aku ingin Fitri jadi mantu mereka " guman Zainab, pada Halimah dan Sumi yang satu mobil dengan nya.


"Iya Aku juga sangat bersyukur sekali, Ini juga berkat Sumi yang memperkenalkan Arini pada Pak Hadi "ucap Halimah.


"Loh, jadi yang ngenalin Arini itu Sumi, kok tidak Fitri saja yang dikenalin Sum "Zainab protes.


"Fitri gundulmu apah, Lah Fitri masih sekolah gitu, lagian tuan Arfan itu cocoknya sama Arini, usia tuan Arfan itu sudah 35 tahun, ya meski jauh dikit sama Arini yang 25 tahun, tapi wajah mereka cocok banget, Aku kan juga mikir kalau Fitri yang aku Kenalin, bisa-bisa Aku di panggil petugas KUA dan di sidang, karna menjodohkan anak di bawah umur, kalau mau ngiri lihat-lihat keadaan dulu dah, jangan maksain!" Sumi menceramahi adiknya itu, Dan Zainab hanya cengengesan.


"Tapi mereka itu memang baik-baik ya, biasanya orang kaya itu kan jahat dan judes sama orang kampung kayak kita" guman Zainab.


"Tahu dari mana kamu?" Sahut Halimah.


"Dari sinetron ," jawab Zainab polos.


"Ha ha , kirain dari mana, kirain pernah ngerasain sendiri di judesin sama orang kaya"guman Halimah, kemudian Handphone nya berdering, tertera Arini yang nenelfon.


"Halo Assalamualaikum bu, Ibu pulang kok gak bilang-bilang sih" ucap Arini di sebrang.


"Waalikumsalam, Iya, Ibu takut mengganggu kalian, namanya penganti baru, gak enak kalau di ganggu" cletuk Halimah.


"Ibu ini ..."Arini Malu.

__ADS_1


"Nduk, kami gak tega ganggu pengantin baru , kami kan pengantin lama mah faham, cepetan buat cucu untuk Ibumu ini ya, biar dia bisa gendong cucu" sahut Sumi.


"Ini juga Bude, godain Arini terus. Kok cepet sih pulang nya "Arini tambah malu dengan candaan Bude nya.


"Iya, Bude memang tidak bisa lama-lama, Bude kan harus menjaga dan merawat embah mu" jawab Sumi.


"Kalau gitu hati-hati di jalan ya Bude, terimakasih kalian sudah hadir semua,"


"Oh iya Rin, kamu jangan lupa selalu dandan yang cantik di depan suamimu ya, jangan biarkan memberi celah sedikitpun pada pelakor, karna laki-laki seperti suamimu itu rawan di lirik pelakor, kaya ganteng lagi, ingat ya Rin " Zainab menyahut.


"Iya bi, doakan yang baik-baik saja untuk keponakanmu ini ya Bi "jawab Arini kemudian dari sebrang sambungan nya sudah di matikan, sementara Arfan memeluknya dari belakang dengan posisi tidur dan dengan suara yang masih mengantuk.


"Lagi bahas apa sih kok Aku denger ada yang bilang buat cucu" guman Arfan dengan mata masih terpejam.


"Eh Bi , sudah bangun, ini, ternyata Ibu sudah pulang tanpa membangunkan kita . Tadi Ahmed nelfon aku, katanya mereka pulang saat Aku angkat eh ternyata memang sudah siang, ini sudah jam sembilan ! bangun yuk !"ajak Arini.


"Loh kok Ibu gak bangunin kita sih"Arfan mulai membuka matanya lamat-lamat sambil menguap.


"Habisnya Abi sih mau nya nambah terus, kesiangan kan kita jadinya"protes Arini.


"Loh kok nyalahin Abi, Habisnya kamu cantik banget sih, jadinya Aku pingin nambah terus" mendengar jawaban suaminya Arini langsung melayangkan cubitan di perut suaminya.


"Ih...Abi ini, udah yuk mandi biar seger, badanku rasanya remuk semua nih" ajak Arini.


Mereka pun akhirnya beranjak untuk menuju kamar mandi guna menghilangkan hadats besar karna pergulatan semalam.


******


mohon maaf untuk para readers, jika says sering telat uplod , sebab Ramadhan ini saya semakin sibuk menyelesaikan orderan jahitan, jadi Saya nulisnya kalau sudah selesai menjahit. tapi insyaallah saya usahakan satu hari satu bab.


terimakasih atas dukungan semuanya selama ini, semoga para readers sehat dan lancar rizkinya.

__ADS_1


__ADS_2