
"Syifa ! cepat , belikan Ibu nasi goreng, Aku pingin nasi goreng sekarang !" ucap Bu Dahlia, pada putrinya.
"Uang nya mana bu " Syifa pun menyodorkan tangannya pada Ibunya yang sedang selonjoran sambil makan kacang atom di depan tv tabung tua yang pada gambarnya ada garis-garis tipis, namun gambarnya masih terlihat jelas, Bu Dahlia sedang menonton sinetron favoritnya di chanel ikan terbang.
"Mintak sama Bapakmu sana ! Ibu mana punya uang " jawabnya cuek dan jutek. Syifa pun beralih mencari Bapaknya yang biasanya kalau habis maghrib begini sedang mengaji di ruang tengah.
"Pak, Ibu minta dibeliin nasi goreng, uang nya suruh minta ke Bapak" suara Syifa lebih lembut saat berbicara dengan Bapaknya.
"Maaf, untuk makan malam ini, Bapak cuma punya segini , ini sisanya ada, tapi buat makan besok nak"ujar pak Somad, sembari menyerahkan selembar uang 20 ribu, membuat syifa semakin tidak tega pada Bapaknya.
"Beli dua bungkus sekalian ya nak, untuk kamu satu," ucap Pak Somad.
"Bapak bagaimana?"
"Bapak sudah kenyang, yang penting kamu sama Ibu dulu" Pak Somad berbohong.
"Ya udah, nanti punyaku makan berdua sama Bapak ya" pinta Syifa.
Syifa pun berlalu pergi jalan kaki untuk membeli nasi goreng yang tak jauh dari rumahnya, dalam hati, sebenarnya Ia merasa sesak dengan keadaan orang tuanya.
"Dari dulu Ibu selalu saja begitu, selalu ingin dianggap ratu, apa-apa harus disiapin, nyuci baju, nyuci piring, kadang masak lebih sering Bapak yang ngelakuin semuanya, katanya itu resiko karna mencintainya, Ibuku memang cantik, karna Dia selalu rajin merawat diri dengan menggunakan skincare yang lumayan mahal.
Serta rajin senam, katanya semua demi suami, tapi nyatanya Ibu selalu cuek pada Bapak, padahal Bapak selalu banting tulang, mencari nafkah, meski Bapakku hanya seorang pemulung.
Jika ada bantuan dari pemerintah, srperti pkh, Ibu menggunakannya untuk beli baju atau perhiasan. Aku merasa tidak mempunyai Ibu, hanya Bapak yang sangat perhatian dan sayang padaku, serta mendidikku dengan baik. "Lamunan Syifa terhenti saat klakson sepeda motor dari arah belakang di bunyikan dengan keras.
"Hati-hati, jangan ngelamun di jalanan, nanti ketabrak baru tahu rasa loh !" Ucap Roy, tetangga Syifa yang juga
Teman sekelasnya yang super resek, yang membonceng seorang cewek abg, untuk malam mingguan.
"Eh elo, cewek yang mana lagi yang elo bawa Roy !"ujar Syifa sambil celinguk an melihat wanita yang di boncengnya.
"Hust...diem lo, emang nya elo, jomblo terus dari dulu, malam mingguan pun bengong di jalan haha dasar jones, makanya jadi cewek jangan jutek, tomboy lagi huuu sekali-kali gitu loh, biar lakuuuu" Timpal Roy sambil ngacir karna takut ketahuan kalau abg yang di bonceng nya memang bukan minggu lalu.
__ADS_1
"Mending gua jomblo dari pada elo yang setiap malam minggu gonta-ganti cewek! Huu..dasar play boy cap kecoa lo !" guman Syifa dengan geram.
Taklama kemudian syifa sudah sampai di tempat penjual nasi goreng yang mangkal di pinggir jalan raya yang tidak jauh dari rumah Syifa.
Sesampainya di Rumah, 2 bungkus Nasi goreng yang seharga 10 000 perbungkusnya itu sudah siap di makan, Bu Dahlia makan dengan lahap tanpa memikirkan yang lain, sedangkan satu bungkus lagi di makan Syifa dan Bapaknya.
"Fa, kamu mau gak kerja jadi tkw ke Hongkong, tadi anaknya teman Ibu lagi nyari orang, gajinya gede lo, 5 bulan saja, kita bisa me renovasi Rumah kita yang jelek ini jadi bagus kayak Rumahnya Markonah tuh " ucap Ibu sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya .
"Bapak gak setuju Syifa jadi Tkw, biarkan Dia menentukan nasib nya sendiri," ujar Pak Somad
"Bapak ini gimana, ini kesempatan bagus, biar Syifa bisa mengubah nasib kita Pak"
"Kan tidak harus jadi Tkw "
"Tapi jadi Tkw di Hongkong itu bayarannya gede Pak, tuh anak nya si Atun, Anaknya Markonah juga, rumahnya dibangun megah kayak rumah gedongan, penampilan nya pun sekarang jadi makin cantik seperti orang Hongkokng" Bu Dahlia tak mau kalah
"Pokoknya Bapak gak setuju"
"Pak, Ibu ingin merubah nasib, Ibu ingin hidup kita berubah, Syifa harapan kita satu-satunya"
"Sudah Pak, buk, Syifa akan memikirkan lagi, apakah Syifa akan jadi Tkw atau bekerja di kota saja yang dekat sini, soalnya Bapak kan akhir-akhirnya sering sakit-sakitan kan, Syifa akan berusaha untuk membantu perekonomian kita" Setelah berbicara seperti itu, Syifa masuk kamar karna capek bila harus mendengar pentengkaran orang tuanya.
Terlahir dari keluarga Miskin dan selalu disuguhi pertengkaran kedua orang tuanya, membuat syifa seakan sudah terlatih dalam menjalani hidupnya, untuk urusan pacaran, Dia memang tidak memikirkan nya, karna baginya pacaran itu hanya buang-buang waktu saja .
Semenjak lulus SMA, Syifa sering membantu Bapaknya saat mencari barang rongsokan, sorenya Dia mengajar di TPQ, penampilannya memang tomboy, itu karna dari dulu hanya Pak Somad lah yang perhatian dalam segala hal, Syifa mengerti kondisi keluarganya, Dia membeli baju hanya saat lebaran saja, alias setahun sekali, bahkan Dia tidak mempunyai Handphone seperti gadis kebanyakan.
Hanya Bu Dahlia yang punya.
Dipagi hari, Saat Syifa sedang memasak , Dia melihat Ibunya joged-joged di depan ponsel baru miliknya , Syifa Heran, Ibu-Ibu yang lain sedang sibuk memasak atau menyapu, ini malah asyik joged sendiri, seperti abg yang suka meliuk-liukkan tubuhnya di depan kamera.
"Bapak kurang beruntung, punya istri cantik tapi memperbudak suaminya, kenapa Ibu tidak minta cerai saja jika memang tidak sanggup hidup susah , Aku anak nya saja suka sebel lihat kelakuan Ibu, Bapak kok sabar banget ngadepin Ibu, bahkan sejak kecil, hanya Bapak yang perhatian dan merawatku , ibu bahkan tidak pernah memperhatikanku sedikitpun, atau jangan-jangan Ibu itu Ibu tiriku, Astaghfirullohal adzim, kenapa Aku berpikiran seperti itu, maafkan Aku Ya Allah "
Tok tok...
__ADS_1
Terdengar pintu di ketuk dengan keras dari luar, Syifa yang dari dapur saja langsung kaget, terdengar Bu Dahlia membukakan pintu.
"Kamu mau menipu saya ya Hah..! Katanya dalam minggu ini, ternyata Apa , kamu telat satu minggu, pokoknya Aku tidak mau tahu, kamu harus bayar sekarang juga !" Seseorang menghardik Bu Dahlia, sambil menggebrak meja.
"Ta-tapi sekarang Aku tidak punya uang sama sekali juragan" Bu Dahlia ketakutan.
Kemudian Syifa segera menghampiri Ibunya.
"Ada apa bu? "Syifa segera mendekati Ibunya yang terlihat sedang terancam.
Seketika juragan Broto dan anak buahnya yang sedari tadi menghardik Bu Dahlia langsung menoleh ke arah Syifa.
"Syifa, mereka renternir, mereka menagih hutang Ibu, kamu punya simpanan uang tidak ?" Bu Dahlia ketakutan.
"Memangnya berapa hutang Ibu?" Syifa juga terlihat sangat kawatir.
"5 juta "jawab Bu Dahlia.
"10 juta beserta bunganya" juragan Broto langsung menyahut.
"Kok sampe dua kali lipat, kan Aku pinjamnya cuma 5 juta, kenapa bunga nya banyak sekali" keluh Bu Dahlia.
"Itu karna kau sering telat bayar nya"
"Tapi , Aku mana punya uang sebanyak itu!"
"Kalau 5 juta memangnya kamu sanggup?"
"Tu-tunggu bang Somad dulu !"Bu Dahlia mencoba bernegosiasi.
"Aku beri kau waktu 2 hari, kalau dalam 2 hari kau tidak sanggup membayar 10juta, maka, anak gadis mu ini harus jadi istri ke tigaku, hahaha " ucapnya sambil melirik genit ke arah Syifa.
"Kurang ajar Kamu, jangan harap Aku akan mau !"Syifa marah dengan pandangan juragan Broto itu.
__ADS_1
"Terserah, kalau Ibumu tidak sanggup membayar 10 juta dalam waktu 2 hari, maka kau harus menikah dwnganku,dan jika kau tidak mau, maka rumah mu ini akan aku bakar , jadi jangan main-main dengan juragan Broto.!!" Ancam Broto yang kemudian pergi dengan membanting daun pintu Rumah Syifa, sehingga semakin nampak rusaknya pintu yang sudah berlubang itu.