CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Ningsih di Ruqyah


__ADS_3

"Assalamualaikum " ucap Ustadz Fuad Hilmi yang membawa 2 orang santrinya yang baru tiba di Rumah Hadiningrat.


"Waalaikumsalam warahmatullohiwabarakatuh " seluruh penghuni rumah yang memang sedang menunggu kedatangannya, menjawab salamnya dengan penuh suka cita.


"Mari silahkan masuk Ustadz, oh iya perkenalkan , ini Tuan besar, Hadiningrat, yang ini tuan muda Arfan, dan ini nyonya Ningsih yang harus di ruqyah." Arini memperkenalkan majikannya. sebenarnya di kamar itu juga ada Pak Rudi dan bi Ana serta 2 pelayan lainnya.


Ustadz Fuad hendak memulai Ruqyah nya, mula-mula semuanya diminta ikut membaca apa yang dibaca Ustadz Fuad dan menyediakan air putih yang nantinya itu akan dibacakan doa untuk kesembuhan, dan menyediakan tempat untuk muntahan Ningsih , Pertama, mereka membaca sholawat Al Ibrahimiyah, kemudian surat Annas, Al falaq , Al ikhlas , dan 2 ayat terakhir surat Yasin, bacaan itu di ikuti oleh semuanya.


Semua tampak khusu' mengikuti apa yang dibaca oleh Ustad Fuad, kecuali Arfan yang hanya bisa celingak-celinguk karna memang dia tidak bisa membaca Al qur'an. Kemudian Ustad Fuad mendekati Ningsih yang sedang duduk di atas kursi rodanya. Disitu Ustad Fuad membaca ayat-ayat Al qur'an khusus ruqyah lainnya bukan ayat-ayat sebelumnya.


Mendadak tubuh Ningsih bergetar , awalnya pelan , kemudian semakin lama, Ustad Fuad membacakan lebih banyak lagi ayat-ayat ruqyahnya , kemudian Ningsih mulai bersuara aneh seakan sedang marah, Ningsih dipegangi oleh kedua orang santrinya.


"Kurang ajar kau Fuad ! Mengapa kau mengganggu ketenanganku " Ningsih mengoceh dengan suara marah , tapi bukan dirinya, melainkan jin yang menghuni tubuhnya selama ini.


"Karna tubuh ini bukan tempatmu, keluarlah kau sekarang, atau Aku bakar kau dengan ayat-ayat Al qur'an ini " sementara mengancam, Ustad Fuad terus menerus membacakan ayat-ayat Al qur'an surat Al baqarah ayat 102, begitu juga dua orang santri yang memegangi tangan Ningsih. Sementara


Ningsih semakin meronta-ronta, berteriak histeris.


"Tolong ..!! Hentikan itu , dasar Fuad kurang ajar !" Ningsih meronta, seakan ikan yang menggelepar kehabisan air hingga dia pun terjatuh terlentang dilantai sambil meraung-raung minta tolong untuk jangan dibacakan Al qur'an lagi, tapi Ustad Fuad semakin gencar membaca berikut juga kedua santrinya.


"Hentikan ! Hentikan , Aku sudah lama tinggal di tubuh ini, Aku sudah jatuh cinta pada tubuh ini " raungnya lagi,


"Kenapa kamu tinggal di tubuh ini, siapa yang menyuruhmu ?" Bentak Ustad Fuad pada jin yang merasuki tubuh Ningsih.


"Aku dikirim oleh Ki Sugeng, 15 tahun yang lalu, " raung nya lagi seperti suara setengah menjerit.


"Terus kenapa sampai bertahun-tahun " Ustad Fuad terus memBentak nya, seolah sedang mengancam.


"Karna Aku kerasan di tubuh ini, dia tidak pernah sholat maupun mengaji , begitu juga dengan semua penghuni di rumah ini, Rumah ini benar-benar seperti surga bagi kami "


Deg.

__ADS_1


Mendengar raungan Ningsih itu, opah Hadi dan Arfan merasa tersentil hatinya, karna memang, dirinya dan cucunya tidak pernah mengaji apalagi sholat.


"Ini bukan hakmu, kau harus pergi dari tubuh ini , cepat , atau Aku akan membakarmu "Ustad Fuad semakin marah dan semakin menggencarkannya bacaan nya. Kemudian Raunagan Ningsih semakin menjadi-jadi hingga seperti menahan rasa sakit yang sangat. Melihat itu Arfan maupun opah Hadi merasa tidak tega dengan kondisi Ningsih.


Hingga Ustad Fuad pun ikut memagangi kaki Ningsih , kemudian perlahan lahan, seperti sedang mengelus-ngelus betis Ningsih dengan mulut tidak berhenti membaca ayat-ayat suci Al quran , Ningsih semakin menjerit-jerit kesakitan , hingga beberapa saat kemudian Ustad Fuad mengambil beberapa buah paku berkarat, silet, peniti serta satu pisau kecil yang berkarat dari dalam betis Ningsih, yang awalnya semua pergerakan benda-benda itu nampak dari kulit luar betisnya.


Menyaksikan itu orang-orang yan berada di dalam kamar itu terhenyak seakan tidak percaya dengan barusan apa yang dilihatnya. Setelah mengeluarkan semua benda itu yang kalau ditimbang, beratnya mencapai 700grm , Ustad Fuad duduk bersila tidak hentinya membaca ayat-ayat Al qur'an sambil memejamkan mata. Sementara Ningsih sudah mulai diam, tidak lagi meracau hanya saja tampak sedang menangis menahan sakit .


Tak lama kemudian Ustad Fuad selesai dengan duduk bersilanya, kemudian meniup-niupkan bacaannya pada Ningsih serta memercikkan air yang sedari tadi disanding nya.seketika Ningsih muntah-muntah, yang dimuntahkan nya darah berwarna pekat, Ningsih terus me muntah kan semuanya sesuai perintah Ustad Fuad , tampak Ustad Fuad melayangkan tangannya dari arah ujung punggung hingga ke kepala Ningsih.


Ningsih setengah sadar, ia tidak lagi meracau, tapi dia terlihat sangat kelelahan, seperti baru dari berlari, nafasnya pun ngos ngosan tak beraturan. Sementara Ustad Fuad masih membacakan Ayat-ayat ruqyah , sembari mengusap air doa pada wajah, dan seluruh badan terutama kaki Ningsih.


Setelah keadaan Ningsih mulai tenang, Ustad Fuad meminta Arini untuk merapikan keadaan Ningsih yang berantakan . Melihat mamanya muntah-muntah, Arfan menjadi sangat tidak tega dengan kondisi mamanya.


"Bagaimana prasaan mama, sekarang ?" tanya Arfan mendekati mamanya.


"mama merasa lebih enteng dari sebelumnya " Ningsih menjawab Arfan dengan nafas terengah-engah.


"Awww...sakit Ustad, "jerit Ningsih.


"Alhamdulillah, ini pertanda bagus, Ibu Ningsih sekarang sudah bisa merasakan sakit, mungkin sekarang kaki masih belum digerakkan , karna memang sudah bertahun-tahun lumpuh "ujar Ustad Fuad.


"Sebenarnya Mama saya kenapa Ustad, sampai mengeluarkan benda aneh dari kaki seperti tadi." Arfan bertanya, sementara, benda yang dia sebut sedang di bereskan oleh kedua orang santri yang membantu Ustad Fuad.


"Begini, setelah saya telusuri dengan mata batin apa yang terjadi pada ibu Ningsih. ternyata ibu Ningsih terkena kiriman sihir dari seseorang, dimana dukun yang mengirim santet itu sudah mati , makanya tadi waktu saya mengeluarkan media sihir nya tidak mendapatkan perlawanan apa-apa.


Karna dukun yang mengirim sihirnya sudah tewas, maka jin yang dikirim untuk merusak tubuh Bu Ningsih itu enggan keluar dari tubuh bu Ningsih , bahkan sudah mencintai bu Ningsih.


Apalagi bu Ningsih tidak mengerjakan sholat dan mengaji, begitu juga dengan penghuni rumah lainnya disini, sehingga jin yang dikirim itu sangat betah dirumah ini


Tadi saya hanya sedang mengeluarkan media sihirnya saja, dan masih mememrlukan ruqyah lagi, , seminggu dua kali bawalah bu Ningsih kerumanku untuk melakukan terapi dan ruqyah lanjutan, agar seluruh badannya netral dari jin yang bersemayam di tubuhnya selama bertahun-tahun." Penjelasan Ustad Fuad di dengarkan dengan seksama oleh keluarga Arfan.

__ADS_1


"Dan mohon maaf jika saya akan membuat kalian tersinggung, sebaiknya kalian mendekatlah pada Alloh, laksanakanlah sholat dan kewajiban lainnya, serta perbanyaklah membaca ayat-ayat Al qur 'an, agar Rumah ini tidak di sukai oleh jin, juga saya akan mentralisir Rumah ini dari gangguan jin, agar tidak lagi mudah dikirimi sihir oleh orang lain." tambahnya, tampak keluarga Arfan merasa malu, tapi tidak tersinggung, karna yang dikatakan Ustad Fuad benar.


"Saya tambahi satu hal lagi, tolong maafkan orang yang telah mengirim sihir atau santet ini pada Ibu Ningsih, meski Ibu Ningsih menderita bertahun-tahun karna sihir itu, tapi masih punya harapan untuk sembuh, sedangkan orang yang mengirim sihir itu hidupnya diakhirat menderita selama-lamanya, bila dia belum bertaubat, wallahu a'lam, karna dosa syirik, atau menyekutukan Alloh, bersekekutu dengan setan seperti sihir ini, termasuk dosa besar yang tidak diampuni, jadi maafkan lah orang yang mengirim sihir ini" lanjut Ustad Fuad.


"Ustad, Sebenarnya selama saya sakit ini, saya sering bermimpi, saya sedang di belenggu oleh sekelompok orang, dan dalam mimpi itu pula, saya bermimpi melihat seorang wanita yang aku kenal, dan belakangan, ternyata wanita yang sering Aku temui dalam itu sudah meninggal 10 tahun yang lalu." tanya Ningsih.


"Kemungkinan orang yang kau temui dalam mimpi itulah menyuruh dukun untuk mengirim sihir untukmu , kasihan dia jika itu benar, karna dia sedang menderita di alam barzah " ucap Ustad Fuad sedih.


"Iya Ustad, wanita itu memang tampak sedih dan seolah -olah minta tolong " ucap Ningsih lagi.


"Maafkalah dia Bu, agar hati ibu tidak dikotori dengan rasa dendam"pinta ustad Fuad


"Iya ustad, saya memaafkannya, karna saya tidak tega melihatnya menderita seperti itu."Ningsih terlihat sedih..


"Oh iya, sebaiknya Arini, sering-sering temani Bu ningsih , atau kalau tidur, tidurlah didisisinya, karna dia sedang dalam masa pemulihan ,butuh terapi psikis juga " pinta Ustad Fuad.


"Baik Ustad, saya Faham. "


Taklama kemudian , Ustad Fuad hilmi beserta kedua orang santrinya pamit pulang setelah ngobrol dengan keluarga Arfan.


**


Beberapa sosok Makhluk berwajah seram dengan gigi runcing yang memanjang, sedang mondar mandir di Rumah Arfan yang mewah itu, sehingga Rumah itu menjadi sangat berantakan dan kotor , juga terlihat suram, meihat itu Arfan marah, dia memarahi sosok itu meski sebenarnya sedang takut, sosok itu malah tertawa .


"Ini Rumahku, Aku sangat betah disini, disini serasa surga bagi kami , karna tidak ada yang mengaji atau sholat disini , enak aja mau mengusir kami dari rumah kami hah!!"


"Tidak , ini Rmahku ! Cepat pergi kalian " teriak Arfan.


"Kau yang pergi , dasar manusia tidak berguna "kali ini mereka mencoba melukai Arfan dengan kuku mereka dan mencakar-cakarnya


Arfan pun lari dari kejaran mereka, hingga membuat Arfan terjatuh dan terlempar dari ranjang nya , ia terbangun dan nafasnya tidak beraturan seperti benar-benar sedang di kejar-kejar orang.

__ADS_1


Arfan segera membil minum dan meminumnya dengan nafas masih memburu, di raihnya gawainy yang berada di atas nakas dan hendak menelpon Arini .


__ADS_2