
(Pov Arini)
Akhir-Akhir ini sebenarnya Aku merasa kurang semangat, beda dari biasanya, Ingin melakukan banyak hal tapi tubuh rasanya tak bertenaga. Satu bulan lebih Aku sudah menyandang setatus Istri, Dan bisa dikatakan kita masih hangat-hangat nya sebagai pengantin baru, mau tak mau, Aku harus melayani suamiku meski kondisiku kurang fit, karna bisa dikatakan suamiku saat ini sedang candu, Ingin selalu bermesrahan denganku. lagi pula Aku juga merasa kondisiku belum dikategorikan alasan syar'i yang diperbolehkan menolak ajakan suami, karna Aku masih mampu meski tidak begitu fit.
Seperti yang di jelaskan dalam hadits yang masih Aku ingat saat Aku menuntut ilmu di pesantren,
Yang berbunyi:
Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslim).
Di dalam hadits lain, pula disebutkan
Abu Hurairah berkata Rasulullah SAW bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami mengajak istrinya ke ranjang (untuk bersenggama) sedangkan dia (istri) enggan, melainkan yang ada di langit murka kepadanya sampai suaminya memaafkannya." (HR Muslim).
Mengingat Hadits itu, Aku jadi merasa bersalah pada suamiku jika menolaknya beberapa terakhir ini, tapi tadi pagi, setelah Aku mandi janabah , Aku merasa persendianku semakin melemah, kepalaku juga terasa berat, sedang nafsu makanku seakan hilang, Meski di depanku terhidang makanan enak yang di masak Bi Ana, tapi Aku merasa tak berselera, malah yang ada di pikiranku tiba-tiba Aku ingin makan kurma ajwa.
Karna Aku merasa kepalaku semakin berat, Suamiku menyuruhku istirahat di kamar. Entah mengapa Aku merasa kesal pada suamiku yang masih saja sibuk dengan gawainya, padahal istrinya lagi sakit, Aku tekankan padanya agar Aku secepatnya dibelikan kurma ajwa karna Aku memang sedang sangat ingin memakannya, membayangkannya rasanya lidah ini sudah bergoyang duluan, jadi ku paksa suamiku untuk membelikannya untukku atau Aku akan marah padanya.
Sebenarnya Aku tak mau menekan nya seperti itu karna Ia tampak sedang sangat sibuk, namun keinginannku untuk makan kurma ajwa seakan sudah tidak bisa ditahan lagi. Tak lama kemudian suamiku datang membawa pesananku.
"Masyaallah bi...kurma nya banyak banget, Kelihatannya lezat deh, "Akupun segera memakannya, dan benar saja, Aku tak tahan ingin memakan nya lagi dan lagi hingga Aku lupa mau salim pada suamiku yang mau berangkat ke kantor.
"Terimakasih ya bi," ucapku pada nya, karna bagiku dia adalah suami terbaikku, Aku tidak boleh bersikap kurang ajar atau merepotkannya secara berlebihan dalam memenuhi kebutuhanku ini.
Setelah menghabiskan kira-kira 5 0ns kurma, Akupun tertidur, dan Aku terbangun saat suamiku datang membawa seorang dokter wanita paruh baya, katanya untuk memeriksaku. Akupun diperiksanya .
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Aku, saat dokter Suci bilang kalau Aku ternyata sedang Hamil, Saat itu Aku benar-benar merasa menjadi seorang perempuan paling bahagia di dunia, Suamiku langsung memelukku dengan haru kebahagiaan.
"Terimakasih sayang, terimakasih kau memberiku hadiah yang luar biasa, Aku benar-benar sangat bahagia" Suamiku membingkai wajahku lalu menciumi wajahku sebagai ungkapan rasa bahagianya, seakan tak peduli kalau di situ sedang ada dokter Suci.
"Malu dilihat orang bi" bisikku pada nya, kemudian Opah masuk, dan bertanya apa yang terjadi, dan beliaupun tersenyum bahagia mengetahui bahwa Aku hamil.
Aku tak pernah bermimpi akan sebahagia ini, mempunyai Suami yang ternyata sangat baik dan menyayangiku, meski awalnya dia galak dan sering membuatku kesal . Aku pun tak pernah menyangka bisa mempunyai mertua yang baik. Aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung, apalagi dengan kehamilan ini, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakkan.
'Ya Allah, Aku akan selalu bersyukur dengan yang Engkau berikan ini, dan semoga Engkau selalu menjaga rumah tanggaku menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta jagalah buah cinta kami ini Amin,' kupanjatkan doa ku
(Pov Arfan)
Sejak kecil, Aku terbiasa melihat orang tuaku bertengkar, sungguh rasanya pedih dan nyeri di hati terasa sampai sekarang jika mengingat mereka bertengkar, membekas di kalbu, dan membuatku trauma dengan pernikahan.
Selama ini, Aku tidak pernah mau saat Opah berulang kali mau menjodohkanku, hingga suatu saat tiba-tiba datanglah seorang gadis berparas cantik nan jelita, berhidung mancung yang mampu mengalihkan duniaku.
Namun saat sarapan ketika Dia mengeluh lemas dan tidak nafsu makan, Aku benar-brnar merasa bersalah karna meminta hakku disaat istriku kurang fit. Aku bopong Dia untuk istirahat di kamar. Aku mau minta maaf, tapi terasa berat, karna menurutku Dia belum protes soal tadi malam. tapi entah mengapa dia sangat menginginkan kurma ajwa, dan memintaku membelinya langsung sedangkan Aku harus segera ke kantor karna ada meeting, Aku bimbang, antara kantor atau menebus rasa bersalahku pada nya dengan membelikannya kurma ajwa permintaan nya
Aku segera menghubungi Andi,
"Halo, Kamu sudah dikantor?"
"Sudah Tuan, "jawabnya.
"Kamu bilang ke peserta meeting agar menunggu dulu, sepertinya Aku datang terlambat, Karna Aku masih mau membeli kurma ajwa untuk istriku, ini tadi tiba-tiba Dia sakit, lemas dan minta kurma ajwa dan Aku yang harus membelinya sendiri, kira-kira dimana yang jual kurma itu?" tanyaku,
__ADS_1
"Kebetulan dekat dari rumah tuan, tuh di perapatan jalan Merdeka, di toko Al Maktum, yang jual segala macam perlengkapan haji dan Umrah, kurma juga tersedia banyak disitu"
"Oke " Aku pun segera membelinya,
Sesampainya di toko itu, Aku senang karna ternyata masih baru buka.
"Pak, ada kurma ajwa?" tanyaku pada lelaki seusia opahku, dengan janggut putih , mengenakan gamis putih, wajahnya seperti keturunan arab.
"Ada nak, mau berapa ?"
"Adanya berapa, Aku beli semua "
"Cuma ada lima kilo, itupun yg premium, perkilo 80 ribu"
"Ya sudah bungkus semua, !" pintaku, setelah itu Aku serahkan delapan lembar uang merah "kembaliannya ambil saja pak" dan Aku segera pergi karna memang sedang terburu-buru
Sesampainya di rumah, istriku terlihat sangat antusias dan terlihat sangat bahagia, melihat Aku membawa kurma permintaannya, tapi Aku harus segera berangkat.
Dikantor Andi bicara padaku.
"Untung, istri tuan, ngidamnya yang mudah di dapat " mendengar kata ngidam, Aku langsung terkesiap,
"Ngidam?" Aku tak peduli dengan yg dibicarakan Andi setelah itu, karna Aku harus segera pulang dan membawa dokter suci, dokter keluarga, untuk memastikan kondisi istriku
Saat dokter memeriksanya, hatiku deg degan tak karuan, seperti terdakwa yang sedang menunggu putusan hakim. Hingga akhirnya dokter menyatakan kalau istriku memang sedang hamil.
__ADS_1
Sungguh ini adalah kebahagiaan pertama yang pernah kualami, selama hidupku, ku peluk dan ku ciumi dia, karna Aku sangat bahagia dan sangat berterima kasih padanya . Tampak opa juga sangat bahagia, ku jatuhkan diriku kepelukan opah, untuk meluahkan kebahagiaan ini.
Terimakasih Ya Allah...