CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Mantan Terindah


__ADS_3

Dua tatapan anak manusia yang sedang beradu dalam bingkai memori kenangan itu, kini seakan sedang mengisyaratkan bahwa ada keriduan mendalam dalam tatapan itu.


"Ningsih, Aku merindukanmu "itulah kata yang mewakili prasaan Herman yang kini sudah berada di usia senja. Dia tidak malu -malu untuk menyatakannya seraya menggenggam jemari tangan Ningsih yang sudah tergurat garis penuaan.


"Iya, Aku juga merindukanmu" Selain ungkapan rasa, Air mata juga menjadi wakil dari hati yang tertawan rindu selama bertahun-tahun lamanya. Namun Ningsih sesaat kemudian merasa malu untuk bisa menerima genggaman tangan Herman, Dia pun segera melepasnya secara perlahan.


"Oh iya, itu kuenya sudah siap, kamu tinggalkan nomermu saja, agar bisa ku hubungi untuk berobat ke tempat ustad yang akan menruqyah anakmu " Herman pun tersadar, kalau Dia sedang berada di dunia nyata, dimana kini mereka sudah sama-sama berusia senja.


"Baiklah kalau begitu, Aku pulang dulu, itu nomer ku, tolong hubungi Aku secepatnya, agar Aku bisa segera mengobati anakku" ucap Herman dengan langkah berat, berat karna harus berpisah lagi dari Ningsih.


"Iya, Aku mau tanyakan dulu ke Anakku"jawab Ningsih, dengan senyuman ramah nya.


Setelah Herman menghilang dari pandangan nya, kini, Ningsih mulai merangkai kembali memori tentang dirinya dan Herman.


(Flashback)


Di sebuah lorong sekolah SMAN di Jakarta, Seorang Siswa, sedang di bully temannya, namanya Herman, Si kutu buku yang selalu jadi juara satu di kelas nya itu, sering di bully teman-teman nya karna tidak mau memberi contekan pada teman yang terkenal nakal, sedangkan Dia tidak bisa melawan, Herman sang juara selalu di panggil si culun oleh teman-teman nya.


Hingga datanglah anak baru, bernama Ningsih yang ternyata sangat mengkagumi Herman, Ningsih adalah sosok gadis yang baik, ramah, pemaaf dan suka menolong, sejak Dia berteman dengan Herman, Anak-anak yang suka membuly Herman menjadi takut, karna Ningsih tak segan-segan melaporkan nya pada kepala sekolah , Sebab Ningsih adalah putri dari Pemilik yayasan sekolah SMA itu.


Sebutan si culun pada Herman pun kini berubah menjadi Si culun nya Ningsih. Mereka sangat dekat, setiap ada Herman pasti ada Ningsih, tapi status mereka adalah sahabat. Hingga di masa-masa kuliah, barulah Herman menyatakan cinta pada Ningsih dan berniat akan menikahi Ningsih.


Ningsih pun menyambut dengan baik niat Herman, mereka sepasang kekasih yang saling mencintai.

__ADS_1


Saat lulus kuliah, Herman hendak melamar Ningsih, Dia pun mengutarakannya pada orang tua Ningsih.


"Ningsih sudah Aku jodohkan dengan anak pengusaha ternama dari Surabaya, jadi lupakanlah niatmu itu!"ucap Burhan, Ayah Ningsih pada Herman yang ketika itu sedang melamar Ningsih.


"Tapi yah, Aku sangat mencintai nya, Aku mohon, jangan pisahkan kami yah, ijinkan kami menikah yah " ucap Ningsih yang hendak membela cintanya di hadapan Ayahnya.


"Keputusan Ayah tidak bisa diganggu gugat, kau harus menikah dengan pilihan Ayah. Apalagi kau mau menikah dengan Dia yang masa depan nya tidak jelas ini ! pilihan Ayah adalah yang terbaik untuk masa depanmu." Burhan tetap bersikukuh


"Aku sudah di terima untuk mengajar di sebuah sekolahan SMA Pak, Aku akan membahagiakan Ningsih Pak" Herman masih berusaha meyakinkan Pak burhan.


"Hah, hanya dengan gaji yang tak seberapa itu kau berani melamar anak saya??" Burhan semakin marah.


"Aku mencintainya Yah, dan Aku akan menerima nya apa adanya, apapun pekerjaan nya, itu bukan masalah Yah" Ningsih juga mencoba meyakinkan Ayahnya.


"Tapi itu masalah buatku, Ibu...bawa Ningsih masuk kamar, cepat !!"Ucap Burhan pada Istrinya agar membawa Ningsih pergi.


"Dan Kamu !!! sampai kapanpun Aku tidak akan pernah merestui mu , kau itu tidak sepadan dengan Kami, Kalau kau mencintainya sebaiknya lupakan dan jauhi anakku demi kebahagiaannya !" Burhan mengusir Herman.


"Pak...tolong pak, jangan pisahkan kami Pak, !"Herman masih tetap berjuang.


"Satpam, cepat usir Dia dan janagan pernah biarkan Dia masuk ke umah ini lagi !"Burhan semakin geram.


Sejak saat itu dua insan yang saling mencintai itu harus terpisah oleh ego orang tua dengan Alasan status sosial yang berjarak, jurang pemisah antara Ningsih dan Herman itupun tak pernah bisa mereka dilalui .

__ADS_1


Malam itu, calon suami Ningsih , pengusaha dari Surabaya akan datang, Ningsih hanya bisa berusaha tegar meski sebenarnya sayap nya sudah patah. Ningsih adalah anak yang baik, Selama ini Dia selalu patuh pada orang tuanya, Dia sangat menyayangi keluarganya, Ayah, Ibu, dan adiknya, jadi Dia tidak bisa menolak kemauan orang tuanya.


Tamu yang di tunggu pun datang, tamu itu adalah Pengusaha asal kota Surabaya, bernama Hadiningrat, dengan anak nya Aryo Hadiningrat, yang akan menjadi calon suami Ningsih . Aryo dan Ningsih diberi kesempatan untuk berbicara berdua.


"Mengapa kamu mau dengan perjodohan ini ?" Tanya Aryo, saat duduk berdua saling berhadapan di kursi teras depan rumah Ningsih, dihiasi dinginnya angin malam .


"Kamu sendiri? "Dengan mata sembab, Ningsih malah melemparkan pertanyaan .


"Kamu menangis? Kalau kau sangat keberatan dengan perjodohan ini, kau bisa katakan pada orang tuamu kalau Aku tidak menyukaimu" mengatakan itu Aryo malah menangkap wajah cantik Ningsih terpancar, 'meski kedua matanya sembab, ternyata Dia cantik, lemah lembut dan mengapa Aku merasa menyukainya, meski Sebenrnya Aku mecintai Dewi'batin Aryo.


"Apalah dayaku, Aku hanya seorang anak yang harus patuh pada orang tua, tidak boleh protes, andai saja Aku bisa menolak... "Jawab Ningsih menuduk, merasa malas membalas tatapan Aryo, dengan jawaban itu Dia berharap Aryo bisa mengurungkan perjodohan itu.


"Sebenarnya sama, namun biarlah kita menjadi anak yang berbakti pada orang tua, siapa tahu kita memang ditaqdirkan berjodoh" guman Aryo yang membuat Ningsih terkesiap dengan jawaban itu, Dia pun hanya bisa pasrah dengan keputusan orang tuanya.


Pernikahan Aryo dan Ningsih pun di gelar, hati Herman hancur saat itu, dan Dia hanya bisa pasrah dengan keadaan. Setelah menikah, Aryo dan Ningsih tinggal di Rumah yang sudah di sediakan untuk mereka oleh Burhan, dan Aryo di percaya meneruskan perusahan oleh mertuanya.


Pernikahan mereka berjalan dengan normal, Ningsih sudah mulai bisa menerima Aryo sebagai suaminya, Rumah tangga mereka pun harmonis, hingga mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Arfan, setelah Arfan berumur sekitar sepuluh tahun, Pak Burhan meninggal dan perusahaannya diserahkan pada adik Ningsih , Andre yang memang sudah selesai studinya, juga Karna Aryo diminta pulang ke Surabaya.


Aryo dan Ningsih kembali ke Surabaya untuk tinggal di Sana bersama Hadiningrat. Namun tidak lama tinggal di Surabaya, sikap Aryo berubah, Dia sering mengabaikan Ningsih hingga muncul pertengkaran demi pertengkaran, hingga hampir setiap hari mereka bertengkar, meski di depan anak mereka sekalipun.


Hingga suatu hari, Aryo mengaku telah mengahamili Dewi, pacar nya dulu dan berniat menikahinya, tapi Hadiningrat melarangnya. namun ternyata Aryo menikahi Dewi diam-diam hingga mereka melahirkan seorang anak bernama Rania.


Sebenarnya hati Ningsih hancur mendengar perselingkuhan suaminya, tapi Dia hanya bisa meratapi nasib nya dan Dia tidak pernah bertemu atau melabrak Dewi, karna Ningsih memang wanita yang baik. Saat mendengar kematian suaminya , Dia syok, karna suaminya kecelakaan bersama Dewi, istri sirrinya, hingga ia pun pingsan karna merasa tak sanggup menanggung deritanya.

__ADS_1


Ningsih memang baik dan pemaaf dari dulu, itulah mengapa Dia memaafkan Dewi dan menerima Rania sebagai anak dari suaminya, meski itu tidak mudah baginya.


Kini Herman, si culun nya Ningsih, Mantan terindahnya, tiba-tiba hadir kembali dalam hidup Ningsih, disaat kedua nya sama-sama tidak saling terikat. Akankah Herman mampu memilik Ningsih kembali?


__ADS_2