
"Bagaimana Pak Rudi, sudah menemukan informasi yang lebih lengkap tentang Arini ?" Tanya Arfan pada orang kepercayaan keluarga Hadiningrat tersebut, di ruang kerja Arfan .
"Hmmm...iya, saya ulang lagi dari awal informasinya, Nama lengkapnya Arini khairani khan " belum selesai Pak Rudi membacakan keterangan tentang Arini, Arfan langsung memotong nya.
"Apahhh... , nama akhirnya khan ? Apa dia dari India ?" Arfan semakin penasaran.
"Iya tuan muda, sebentar dulu ya, saya belum selesai, biarkan saya meneruskannya dulu" sebenarnya Pak Rudi semakin gemes jika tuannya semakin penasaran, karna itu memang rencananya dan opah Hadi.
"Oke lanjut " Arfan mengalah.
"Nama lengkapnya Arini khairani khan, usia 25tahun nama Ayahnya khair Ali khan, asal negara Pakistan dan Ibunya Halimatus Sa'diyah asal kota Malang, Indonesia dan ternyata dia punya adik laki-laki bernama Ahmed Ali khan, berusia 15 tahun, orang tuang nya mempunyai kedai makan, khas timur tengah. Arini adalah seorang Ustadzah di sebuah TPQ di kampungnya, ia sudah mengajar selama 5 tahun, ia berada di pesantren selama 6 tahun, dan ternyata dia keponakan Bi sumi, dari kakak perempuannya Bi sumi, kemarin kan saya bilang dia anak dari adik bi sumi ternyata salah info, terus...kenapa dia tidak pernah punya make up, karna dia memang Tomboy, tidak suka dandan dan kenapa dia tidak punya Hape karna dia sedang menghindari seseorang, dia bekerja disini karna Ayahnya sedang sakit dan butuh biaya banyak , jadi tidak ada yang perlu tuan curigai tentang nya " jelas Pak Rudi.
'Menghindari seseorang ? Lari dari kenyataan? Ah, kenapa dia membuatku semakin penasaran ' batin Arfan tak karuan.
Sementara Pak Rudi semakin terkekeh semakin gemes melihat tingkah tuannya yang penasaran.
Tok..Tok...Tok...
Tiba-Tiba pintu di ketuk, Pak Rudi segera membukanya, ternyata yang mengetuk adalah Ruhi, pelayan bagian bersih-bersih.
"Ada apa Ruhi ?" Tanya Pak Rudi.
"Anu...sama Tuan besar, Pak Rudi dan tuan muda di suruh ke kamar nyonya sekarang " ucapnya.
"Mama...? ada apa dengan mama "Arfan langsung beranjak keluar menuju kamar mamanya dilantai bawah, berikut Pak Rudi yang meng ekor dibelakang tuannya.
Pak Rudi, Arfan, Opah Hadi, dan Arini sudah berkumpul di kamar Ningsih.
"Ini ada apa sebenarnya, ada apa dengan Mama ?"Arfan terlihat kawatir.
"Biarkan Arini yang menjelaskannya" opah Hadi menyahut yang sudah duduk di sofa kamar itu dari tadi.
"Begini...setelah mendengar dan mengamati dari penuturan nyonya , saya dapat menyimpulkan kalau sebenarnya, nyonya terkena sihir dari seseorang hingga membuat nyonya lumpuh dan terlihat seperti orang yang depresi selama 15 tahun ini, "jelas Arini.
"Apahhh...."semua yang berada di ruagan itu terkejut berbarengan, dan saling memandang wajah satu sama lain.
"Sejak kapan Mama bisa bicara ?" Tanya Arfan sembari mendekati mamanya yang sedang berbaring di ranjangnya, Ningsih pun tersenyum, membingkai wajah anaknya, seakan telah berpisah selama bertahun-tahun, Mereka pun menghamburkan pelukan kerinduan dalam tangis keharuan.
"Mama merasa lebih tenang dan lebih nyaman sejak Arini membacakan ayat-ayat Al qur'an setiap malam nya di dekatku, setelah itu mama merasa belenggu yang ada di mulut mama ini terlepas,sejak saat itulah saya lancar berbicara " ungkap Ningsih, sembari melepaskan pelukannya dari Arfan.
"Terus , saat Mama berteriak-teriak histeris seperti biasanya itu, apa yang mama rasakan dan mama ingat ?" tanya Arfan lagi.
"Mama merasa berada disuatu tempat , entah dimana mama tidak tahu, mama merasa ada yang selalu membelenggu mama , sehingga mama minta di lepasin " Ningsih mencoba mengingat sesuatu " Tapi...mama sering bermimpi di datangi seorang perempuan yang sama" aku Ningsih.
"Apa yang kau ketahui prihal yang dialami Ningsih, Arini ?" Tanya opah Hadi.
__ADS_1
"Saya hanya bisa merasakan kalau di seluruh tubuh nyonya ada aura hitam, yang menandakan nyonya terkena sihir, mungkin karna tidak diobati secara benar atau secara islami selama bertahun-tahun, maka sihir itu atau jin nya menetap dan membelenggu tubuh dan jiwa nyonya sampai sekarang ." Jawab Arini singkat.
"Apakah kau bisa menyembuhkan Mama ?"Arfan menyela.
"Sebenarnya Saya tidak bisa menyembuhkan nyonya, saya hanya bisa cara mengetahui atau merasakan apakah ada gangguan jin di tubuh seseorang atau tidak. Saya diajari seorang Ustad dulu waktu saya mengajar di Tpq sewaktu ada penyuluhan tentang pengobatan ruqyah, kalau tidak salah ustad itu bernama Ustad Fuad Hilmi berasal dari kota Surabaya ini juga, insyaalloh beliau bisa mengobati nyonya " guman Arini.
"Kamu tahu Alamatnya ?"tanya Arfan.
"Hmmm...tidak, tapi coba tuan muda browsing di goggle " Arfan langsung mencarinya, setelah muncul banyak nama dan foto ustadz Fuad Hilmi, Arfan segera memberikan gawainya ke Arini..
"Yang mana orangnya ?" Tanya nya. Arini pun menscrol ke bawah hingga dia menemukan foto orang yang dia maksud, taklama kemudian, Arfan menelponnya, tapi Arini yang disuruh bicara.
"Halo Assalamualaikum ustadz, saya Arini dari TPQ At Taqwa, Malang. Apakah ustadz punya waktu luang untuk bisa mengobati nyonya saya , beliau lumpuh selama 15 tahun, setelah saya lihat, ternyata nyonya terkena sihir dari seseorang " tampak Arini mendengarkan jawaban telfon dari sebrang.
"Baik Ustad, terimakasih , kami tunggu tiga hari lagi , waalaikumsalam "
Arini menutup telponnya dan tanpa sadar memasukkan gawai Arfan ke saku celananya sendiri, melihat itu Arfan hanya diam.
"Bagaimana ?"opah Hadi bertanya penuh semangat.
"Beliau sedang ada di luar kota, insyaalloh tiga hari lagi beliau bisa kesini, dan untuk sementara, nyonya dan keluarga disini perbanyak dzikir dan membaca Al qur'an dulu " kata Arini menjelaskan pembicaraannya dengan ustadz Fuad Hilmi.
Opah Hadi maupun Arfan tercekat dan merasa malu.
"Ini belum terlambat, opah bisa belajar sholat dan mengaji lagi , kalau tuan muda bagaimana ?" Guman Arini.
"A-KU , Aku ...Aku juga tidak bisa mengaji , kan ada kamu, kamu aja yang mengaji untuk mama !" Arfan berkilah.
"Tapi lebih afdol lagi kalau anaknya sendiri yang mengaji " ujar arini.
Arfan, semakin gelagapan.
"Apa sebaiknya mulai sekarang kamu belajar mengaji , Agar tidak menyesal seperti opah "guman opah.
"Gak ah...males "
"Demi mama, kamu sayang gak sama mama kamu?" Arfan hanya terdiam mendengar penuturan opah nya.
"Kita sudah terlalu lama jauh dari agama, hingga mama mu sakit bertahun-tahun, Aku jadi malu pada kakekku, karna dari dulu yang ada dalam ambisiku hanya harta, harta dan harta, padahal harta tidak bisa membeli surga di akhirat " tergurat kesedihan penyesalan yang mendalam di wajah yang mulai berkeriputnya opah Hadi .
"Siapa bilang harta tidak bisa membeli surga, bisa kok " sanggah Arini.
"Beneran bisa ? berapa ? kalau bisa, Aku gak perlu sholat dong kalau gitu , bisa menyogok malaikat disana " Arfan pongah.
"Bisa, berapapun yang tuan beri, pasti bisa membeli surga " Arini semangat mendakwahi tuannya.
__ADS_1
Arfan dan opah Hadi semakin merasa tertarik.
"Bagaimana caranya?"opah Hadi semangat bertanya.
"Disedekahkan pada fakir miskin, untuk pembangunan masjid, sekolah, atau pada orang-orang yang membutuhkan , dan orang yang bersedekah ini pun sebelumnya sudah melakukan kewajiban seperti sholat, puasa,dll " terang Arini.
"Hahhh...itu sama saja kita harus sholat, ribet , ya sudah , kamu saja yang ngaji untuk mama, "Arfan segera beranjak keluar , takut diceramahi lagi, belum sampai di pintu, Arini menceletuk.
"Agama tuan Islam bukan?"Arfan pun menoleh.
"Iya dong, KTP saya Tertulis Islam "Jawab Arfan singkat.
"Kalau begitu Tuan wajib sholat, karna yang membedakan antara orang islam dan non Islam adalah sholat , bukan hanya Ktp saja yang Islam" Arini mencoba memberi pengertian.
"Au ah, kok jadi ribet gini yah , punya pelayan se orang ustadzah, ceramah melulu ngomong nya"Arfan mulai geram. sementara opah malah merasa antusias mendengar penjelasan Arini.
"Oh iya Pak Rudi, popoknya nyonya sudah habis " tiba-tiba Arini memberitahukan hal itu.
"Biar Arfan sama Arini saja yang beli, sekalian untuk belanja bulanan kita" opah langsung berinisiatif.
"Biasanya kan itu tugas pak Rudi dan Bi Ana , kenapa harus saya ?"protes Arfan.
"Pak Rudi sama Bi Ana sedang ada urusan kuarga yang tidak boleh ditinggal "opah berkelit, seraya memberi kode untuk pak Rudi . Pak Rudi dan bi Ana memang suami istri, dan mereka berada di pihak opah dalam perjodohan Arfan dan Arini.
"Iya tuan muda, saya dan Istri saya sedang ada urusan keluarga tak boleh ditinggal "Pak Rudi langsung faham dengan kode yang diberikan opah .
"Ya sudah , ayo berangkat , dan mana hape saya pinta Arfan pada Arini
"Oh...maaf, saya lupa" Arini merasa malu karna sudah memasukkan hape tuannya di saku celananya sendiri. "Tapi maaf, sekarang nanggung senja, sebentar lagi maghrib, habis sholat maghrib aja ya belanjanya "pinta Arini.
"Oke "Arfan pun segera berlalu.
"Arini, Aku nitip belikan mukena ya" pinta Ningsih.
"Iya nyonya" Arini tersenyum dengan titipan nyonya nya.
"Saya juga, tolong belikan perlengkapan sholat untukku " pinta opah juga.
"Baik opah , saya siap-siap mau sholat maghrib dulu opah"jawabnya.
Setelah kepergian Arini dan Arfan, opah Hadi berbicara serius pada Ningsih.
"Menurut feelingmu, siapa yang telah mengguna-gunai kamu nak ?"tanya opah.
"Aku curiga pada Dewi pa, karna selama Ini Aku sering bermimpi dia, sebaiknya coba kita cari tahu tentang kehidupannya sekarang ?" ucap Ningsih meski terasa berat menyebut nama Dewi, wanita yang merusak rumah tangganya.
__ADS_1