CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Antara dua pilihan


__ADS_3

Tiga hari setelah kepulangan Syifa dari Rumah sakit, Ia mulai membaik dan bersiap bekerja lagi, sambil berusaha mencari tahu tentang orang tua kandungnya, sebab pencarian itu pasti butuh uang.


Disisi lain, Arfan juga terlihat lebih sehat, sepulang Arfan dari Rumah Sakit, Zahra pun sudah di antar ke pesantren oleh Azzam dan Arini. Prasaan Arfan sekarang sudah merasa lebih lega, karna saat anak ada di pesantren, ada prasaan aman dan kenyamanan tersendiri bagi orang tua dan tidak perlu lagi kawatir tentang pergaulan dan lingkungan anak yang bisa merusak moral maupun kepribadian anak.


Arini dan Arfan yang dari awal sudah berencana menjodohkan Zidan dan Ameera akan segera mempercepat pernikahan mereka.


"Sebelumnya, Abi mau bertanya padamu, apakah kamu bersedia bila kami menjodohkan mu dengan Ameera putri Ustad Basyir ?" Tanya Arfan pada Zidan suatu malam di Kamar Zidan.


Zidan hanya menunduk, Ia Dilema, sebab Umma nya pernah berpesan untuk tidak mengecewakan Abinya yang kondisinya sedang lemah.


"Saya ingin memastikanmu, apakah kau bersedia dengan perjodohan ini Zidan, karna Aku tidak mau kau merasa terpaksa" ucap Arfan lagi.


" Zidan bersedia bi " hati dan mulut Zidan berkata lain.


"Baguslah kalau begitu, Umma akan segera mengurus acara lamaran dan pestanya "tambah Arini.


"Jangan dulu Umma, itu terlalu cepat, beri Aku waktu sebulan atau dua bulan , bukankah Zidah masih baru di perusahaan, jadi Zidan mau fokus dulu pekerjaan" pinta Zidan mencoba memberanikan diri.


"Iya ma, kasian Dia, Dia masih baru di perusahaan, Dia butuh banyak belajar banyak hal, kalau Dia menikah cepat, Itu tidak baik untuk pekerjaannya yang masih seumur jagung " Arfan membenarkan ucapan Zidan, sehingga Zidan merasa lega, karna tidak harus cepat-cepat menikahi Ameera.


'Alhamdulillah, Aku masih mempunyai waktu untuk meyakinkan Umma untuk merestuiku dengan Syifa' Batin Zidan bersorak.


Keesokan harinya Di kantor Zidan.


Zidan kini masuk kantor tidak se semangat kemarin-kemarin nya, Dia merasa kehilangan semangat saat Syifa menolaknya, dan keluar dari Rumah Sakit tanpa memberitahunya. Saking tidak fokusnya, Dia sampai menuliskan tanda tangan nya ditempat yang salah, hingga Ia di tegur oleh asistennya, Ali, yang merupakan teman dekatnya saat di pondok dan kuliah


"Kamu kenapa tidak fokus sih, ini gara-gara tanda tanganmu salah alamat Aku harus menge-prin ulang berkasnya" Ali sedikit kesal dengan sahabatnya itu. Mendengar itu Zidan tercekat.


"Baru sekarang Aku lihat Ada seorang Asisten yang berani memarahi CEO nya..." grutu Zidan.


"Habis nya , kamu ini dari kemarin tidak fokus, berkali-kali nabrak orang, tanda tangan salah kolom, makan tak enak, mandi tak basah , memang ada apa kawan, sampe segitunya, pasti karna Harim ya ?" Terka Ali.


"He em " jawab Zidan singkat.

__ADS_1


"Bener dugaanku "Ali menggeprak meja, Zidan kaget.


"Ini gak kebalik apah, Aku seperti karyawan yang sedang kena marah Bos nya " Imbuh Zidan


"Itulah bahayanya cinta, yang mampu mengubah seorang CEO menjadi seperti Karyawan, bahkan mampu membuat seorang CEO menjadi gembel. Katakan padaku apa masalahmu, biar nanti Aku bantu, bukankah sudah tugasku membantu semua pekerjaanmu , dan jika pekerjaanmu berantakan karna cinta, maka Aku juga berkewajiban untuk membantumu agar pekerjaanmu tudak berantakan seperti ini." Mendengar perkataan Ali, Dia merasa memang harus menceritakannya pada sahabatnya itu agar hidupnya tidak terus-terusan berantakan.


"A-ku jatuh cinta pada seorang gadis, Dia seorang Ustadzah TPQ di kampungnya, segala cara sudah Aku lakukan agar bisa dekat dengannya, hingga sekarang Dia menjadi Ofice girl disini " ungkap Zidan.


"Terus masalahnya apa?" Ali membenarksn posisi duduknya, mendengarkan dengan seksama curhatan sahabatnya itu.


"Kamu tahu kan, Aku selalu menundukkan pandanganku pada setiap wanita , tapi padanya Aku tidak bisa, karna takut tenggelam dalam dosa karna selalu memandanginya, Akhirnya Aku pun melamarnya " guman Zidan.


"Terus ?"


"Dia menolakku, dengan alasan belum mengenalku karna dia memang baru dua kali bertemu denganku"


"Sebagai seorang perempuan Dia benar, pasti Dia mikirnya masak baru bertemu sudah melamar, kan Dia harus waspada, takutnya kamu itu Buaya " sahut Ali.


"Masalahnya bukan sampai disitu" tambah Zidan.


"Orang tuaku menjodohkanku dengan perempuan lain yang bagi mereka perempuan itu lebih cocok dan lebih sempurna untukku" suara Zidan melemah saat membicarakan perjodohan itu.


"Kalau urusan dengan orang tua, itu memang berat bro, tapi setidaknya bicarakan hal itu dengan orang tuamu secara baik-baik dulu dan untuk Harim yang kau cintai itu, Kau bisa mencoba nya lagi dengan taarruf dulu. Kalau kau menikah dengan pilihan orang tuamu tapi Kau tidak mencintai nya , kasian kamu dan gadis itu, Ia pasti menderita karna cinta itu tidak bisa dipaksakan, andai kau tidak sedang mwncintai wanita lain itu beda cerita nya, kecuali kalau kau ingin berpoligami" Ucap Ali panjang lebar.


***


Syifa yang baru masuk kerja, berusaha menguatkan badan nya yang baru seambuh dan memulihkan hatinya yang masih terasa nyilu, sebab Ia merasa dipermainkan oleh Zidan, bagaimana tidak, baru saja Ia menyatakan cinta dan hendak melamarnya, kemudian dalam sekejap Ia sudah bersikap romantis dengan wanita lain .


Kali ini Syifa akan fokus dengan tujuannya mencari orang tua kandungnya setelah mendapat gaji, karna bagaimanapun juga Ia butuh uang .


Syifa tampak sedang beramah tamah dengan seorang OB, dan akhirnya mereka pun berteman akrab, sementara Zidan yang selalu memperhatikan Syifa melalui cctv merasa semakin tidak menentu, Ia merasa tidak rela Syifa dengan laki-laki lain, tapi Ia juga tidak mungkin menolak perjodohan dari orang tuanya,


'Apa benar kata Ali, Kalau Aku tidak bisa memilih antara keduanya, haruskah Aku poligami ? Ah, kenapa Aku berpikiran serakah seperti itu ?' Batin Zidan yang masih bergejolak.

__ADS_1


"Assalamualaikum, maaf, Bapak memanggil saya?" Ucap Syifa yang sudah berada di ruangan direktur utama, yang pada saat itu Zidan sedang memutar kursi membelakanginya, namun setelah memutar kursinya menghadap Syifa, betapa terkejutnya Syifa


"Kau ?, Kau CEO nya ?" Syifa terperangah.


"Syifa, Aku berharap kau mau bertaarruf dulu denganku, Aku tidak bisa kehilanganmu, Aku tidak bisa melihatmu dengan yang lain, Aku mohon !" Zidan menghampiri Syifa .


"Pantas, kau se orang CEO, yang dengan mudah memikat wanita mana saja yang kau inginkan , setelah menyatakan ingin melamarku, dengan seenaknya kau berpegangan tangan denhan wanita lain di rumah sakit, kenapa begitu mudahnya kau lakukan itu Hah" Syifa tampak marah.


"Itu tidak seperti yang kau pikirkan, Itu karna Aku menolongnya memilihkan buahnya yang terjatuh" Zidan mencoba menjelaskan, karna Zidan tahu Syifa pasti salah faham.


"Pandai sekali kau membuat alasan" Syifa menepis Tubuh Zidan yang menghalanginya yang hendak keluar dari ruangan itu.


"Asal kau tahu, Dia adalah gadis yang di jodohkan orang tuaku , tapi Aku tidak mencintainya, karna Aku mencintaimu, ku mohon percayalah !" Zidan meyakinkan Syifa.


"Kau mau menjadi anak durhaka bila tidak menuruti kemauan orang tuamu ?" Ucap Syifa.


"Aku akan menjelaskan pada mereka kalau Aku mencintaimu, tapi masalahnya kau tidak menerima cintaku, bagaimana Aku bisa meyakinkan mereka kalau kita saling mencintai ?" Zidan memelas.


"Benarkah kau mencintaiku?" Syifa meminta jawaban .


"Iya, Aku sungguh-sungguh" Zidan meyakinkan Syifa.


"Baiklah Aku akan menerimamu "


"Benarkah ? Kapan kita akan menikah?"Zidan ke girangan.


"Menikah ? Kenapa harus buru-buru menikah?"Syifa heran.


"Karna Aku tidak mengenal istilah pacaran, Aku takut terjebak pada dosa krn tidak bisa menahan prasaan ini, kita akan menikah diam-duam dulu, bukankah Bapakmu ada di Rumah Budhe ? . Ada wali, dua orang saksi laki-laki, sudah cukup kan ?"


"Masalahnya bukan itu, Aku akan bersedia menikah mu jika kau bisa membantuku mencarikan Orang tua kandungku ?" Pinta Syifa.


"Apah ? Kau bukan anak Pak Somad ?" Zidan Syok

__ADS_1


"Iya, beliau bukan Bapak kandungku, beliau menemukanku saat masih bayi, dan Saya sedang berusaha mencari siapa orang tua kandungku sebenarnya, karna itu Kau harus membantuku, agar Aku mempunyai wali nikah yang sebenarnya. Tapi Aku bukan bayi yang di buang karna tidak di inginkan, Aku adalah korban penculikan." Jelas Syifa.


"Baik, Aku akan membantumu mencari kedua orang tua kandungmu " Zidan menyanggupi permintaan Syifa.


__ADS_2