CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Celah untuk Zidan


__ADS_3

Hari itu, setelah kembalinya Azzura atau Syifa yang telah hilang selama bertahun-tahun, Arfan mulanya ingin menghajar dan marah pada Pak Somad, yang saat itu di undang ke Rumah keluarga Arfan Hadiningrat, karna sudah berbagai cara mereka lakukan agar bisa menemukan Azzura, tapi Pak Somad terkesan sengaja menyembunyikan Azzura.


Namun, Azzura menenangkan Abi nya dan meyakinkannya, kalau selama ini Pak Somad sangat baik dalam merawat dan mendidiknya, meski secara ekonomi sangat lemah.


"Syifa bersyukur, karna dirawat oleh orang baik, dengan penuh kasih sayang, meski dalam hal ekonomi, beliau kurang. Tapi justru itu lah yang membuat Syifa merasa kuat dan terlatih, tolong maafkan Bapak Ku, beliau orang baik dan tulus, mungkin seperti inilah taqdir Syifa, Syifa Ridho, Dan Syifa pun bersyukur, ternyata Allah memudahkan ku dalam menemukan orang tuaku " pinta Syifa memintakan maaf untuk Pak Somad, sembari memeluk Arini.


Akhirnya Arfan yang tadinya marah, kini luluh dan Ia pun juga sangat bersyukur karna bisa menemukan kembali Anaknya yang hilang.


Melihat semua itu, Zidan hanya bisa terharu dan menelan saliva, karna Cintanya kini harus kandas juga, tergerus oleh tali persaudaraan .


'Kemarin, Aku merasa patah hati karna cintaku terhalang oleh niat orang tuaku yang hendak menjodohkanku, tapi sekarang, Aku jauh lebih patah hati lagi saat tahu ternyata gadis yang Aku cintai adalah adikku sendiri.'batin Zidan. Di hadapan keluarganya Ia ikut tersenyum bahagia, tapi hati nya sedang merasakan perih yang teramat.


"Assalamualaikum " semua pandangan berhambur pada sumber suara yang ternyata adalah suara Azzam yang baru datang. Azzam di hubungi Hafsah untuk segera pulang karna ada kejutan , Azzam pun segera pulang tanpa tahu apa yang terjadi dalam keluarganya saat itu.


"Ini ada apa, kok semua pada kumpul disini ?"Tanya Azzam heran.


"Sini sayang, Umma punya kejutan untukmu !"


"Hmm, hari ini memang nya Azzam ulang tahun ?"\= keherananya pun semakin bertambah saat Ia melihat sosok Syifa di tengah keluarganya.


"Coba kamu lihat, kamu kenal Dia kan, dan apa yang kamu pikirkan saat pertamakali bertemu dengan nya?" Tanya Hafsah yang sebelumnya sudah meminta ijin untuk berbicara pada Azzam.


"Ya seperti yang Aku katakan kemarin kalau Aku merasa wajah Dia itu tidak asing, serasa pernah melihatnya gitu, Tapi tidak tahu entah dimana, pokonya merasa tidak asingy saja, emang nya kenapa dengan Dia ?"Azzam masih dalam keheranannya.


"Ikatan batin kalian ternyata kuat, bagaiamana wajah nya tidak asinga bagimu , karna memang , wajah nya adalah pantulan wajah Azzam sendiri" guman Arini, sambil memeluk Syifa, rasanya sekali pelukan memang belum mampu membayar lunas rasa rindu yang bertahun-tahun di pendamnya.

__ADS_1


"Maksud Umma apa, Azzam tidak mengerti" Azzam mazih kebingungan.


"Karana Dia adalah saudara kembarmu yang hilang sesaat setelah kalian dilahirkan, iya, Dia Adalah saudara kebambarmu Zam "ucap Arini lagi.


"Apah ? Azzam punya kembaran ? Dan Dia adalah kembaranku!" Azzam seakan tak percaya, tapi Ia juga merasa bahagia.


"Ternyata jutekmu itu nurun dari Abi ya ! Tapi cantikmu dan kegantenganku sama kayak Umma, tak kusangka, ternyata dulu kita pernah tinggal dirahim yang sama, serta di darah kita mengalir darah yang sama, darah Indonesia dan Pakistan," Azzam pun memeluk Syifa, meski sebenarnya mereka canggung.


"Hmmm...Umma, dulu waktu lahir, diantara kami, siapa yang keluar duluan ?" Tanya Azzam tiba-tiba.


"Kamu keluar duluan, lima menit kemudian Azzura, padahal sedikit lagi Umma akan di caesar, tapi tiba-tiba kepalamu nongol, Umma pun tidak jadi di oprasi, Alhamdulillah, kalian lahir dengan jalan Normal, ini keajaiban kata dokternya " ungkap Arini.


"Berarti kayak upin ipin dong, beda lima menit je , betul betul betul," suasana tawa riuh pun pecah mendengar ciutan Azzam.


***


Mereka mengadakan syukuran dengan mengundang anak-anak panti asuhan yang berada di naungan yayasan milik keluarga Hadiningrat.


Pengajian, pembagian bingkisan untuk anak yatim, makan bersama, serta pengenalan nama Syifa menjadi Azzura sebagai anggota baru dikeluarga Hadiningrat, menjadi rangkaian acara saat itu.


Setelah acara selesai dan kebahagiaan mewarnai keluarga mereka, tersimpan rasa pedih yang mendera hati Zidan. Karna prasaannya yang awalnya menggebu gebu, tiba-tiba terpaksa harus di redam .


"Gimana kelanjutan kisah cinta mu , bro ?" Pertanyaan Ali menggiang-giang di ingatannya.


"Mau bagaimana lagi, jika ternyata gadis yang kucintai selama ini adalah adikku sendiri, ya...mau tak mau, Aku harus melupakannya serta menurut dan patuh pada orang tua saja yang mau menjodohkku dengan Ameera" guman nya berat, menjawab pertanyaan Ali saat itu.

__ADS_1


***


Seminggu setelah kedatangan Azzura di tengah-tengah keluarga Hadiningrat itu, senyum tawa Arini dan Arfan menambah hangatnya cinta mereka. Sampai mereka melupakan sejenak tentang perjodohan Zidan dan Ameera.


Sementara setiap Zidan dan Azzura tidak sengaja bertemu pandang, mereka tampak sama-sama canggung. Dan itu sangat menyiksa prasaan Zidan , begitu juga dengan prasaan Azzura, karna sebenarnya Azzura awalnya juga mempunyai prasaan yang sama dengan Zidan, namun tiba-tiba harus kandas setelah tahu Zidan adalah kakak nya.


Saat itu, Azzura melepas jilbalnya, Rambut nya indah terurai, saat terlihat Zidan, Azzura terlihat terbiasa, karna merasa boleh membuka Aurat di depat saudaranya. Tapi saat Umma melihat itu, Ia langsung menegurnya.


"Sayang.. sebaiknya kamu itu pake jilbab deh, bisa dosa kalau rambutnya terlihat oleh Zidan? " Guman Arini.


"Loh, Dia kan kakak ku sama kayak kak Azzam," jawab Azzura polos.


"Iya, Dia kakakmu juga , Tapi Dia bukan Kakak kandungmu, jadi secara agama, kalian bukan Mahram, dan kamu tetap tidak boleh menampakkan aurat di depannya" Mendengar penuturan Umma nya, Azzura dan Zidan Faham maksudnya.


"Jadi, Zidan bukan anak kandung Umma dan Abi ?"sela Zidan.


"Hmm..maaf nak, bukan maksud Umma mengungkit, tapi ini agar Azzura tahu mana yang mahram dan yang bukan agar Dia lebih berhati-hati dalam menutup Auratnya , meski itu di hadapan saudara angkatnya" jelas Arini hati-hati, takut menyinggung prasaan Zidan.


"Siapa orang tua kandung Zidan Umma?" Tanya Zidan dengan prasaan remuk redam.


"Kedua orang tuamu meninggal, Ayahmu adalah sahabat Abi, karna itulah kami mengasuhmu seperti anak kandung kami sendiri." Arini merasa takut Zidan sedih.


"Zidan tidak sedih ma , Karna Umma dan Abi memang sangat menyayangi dan memperlakukan sama antara Aku dan Azzam, terimakasih telah menyayangi dan mencintaiku sepenuh hati Umma seperti anak kandung Umma sendiri. " ucapnya dengan mata yang mulai berembun, sebenarnya Hatinya juga sedih karna mengetahui Dia hanya anak Angkat, tapi ternyata juga ada rasa bahagia yang tersembunyi, yaitu tentang prasaannya yang ternyata kini bukan cinta yang terlarang.


"Kalau begitu, Aku dan Kak Zidan boleh dong jika menikah ?" Tanya Azzura polos , dengan maksud ingin bertanya hukumnya, begitu juga Arini menanggapi demikian, tapi tidak dengan Zidan.

__ADS_1


"Umma, sebenarnya dari awal Aku melihatnya, Aku telah jatuh cinta pada nya, tapi setelah tahu jika ternyata Azzura adalah adikku, hatiku terasa patah hati, sebab gadis yang kucintai adalah adikku. Namun sekarang, setelah Umma menjelaskan kalau kami bukan saudara kandung, maka seakan ada celah untuk prasaanku mencintainya. Umma, apakah boleh Zidan menikah dengan Azzura ?" Zidan tidak bisa menahan keinginannya, daripada prasaannya teraiksa, lebih baik Dia mengungkapnya sekarang juga, pikir Zidan, Arini dan Azzura ternganga mendengar penuturan Zidan.


Bersambung...


__ADS_2