
"Andi, bagaimana kasus di cafe kemarin, apa sudah kau selidiki ?" Tanya Arfan , pagi itu di Kantornya.
"Sudah tuan, Saya tidak menemukan bukti maupun saksi, rupanya, jejaknya sudah terhapus, semua sudah tersusun rapi." Jawab Andi.
"Menurutmu apa memang Monica yang melakukannya ?" Arfan meminta pendapat Asistennya.
"Saya kurang tahu Tuan, setelah Saya selidiki, tentang perusahaannya, ternyata tidak punya masalah dengan perusahaan kita, dan Saya tidak bisa menyimpulkan alasan yang lain " jawab Andi.
"Hmmm...ya sudah, kalau tidak ada bukti, kita memang tidak bisa menuduh tanpa bukti, mungkin jika Aku ada kesempatan, Aku akan cari tahu sendiri dan menyelidiki , oh iya ada acara hal penting lain nya hari ini?" Tanya Arfan, pada Andi.
"Iya, nanti jam 2 siang di Cafe, Historia , ada pertemuan dengan nona Alexa, beliau ingin bertemu dengan tuan disana untuk membahas kerjasama dengan perusahaan Papanya "jawab Andi.
"Kenapa tidak kesini saja, kenapa harus di cafe ?" Arfan sedang merasa malas keluar.
"Saya kurang tahu tuan, itu permintaan nyonya Alexa" jelas Andi.
"Baiklah kalau begitu " Arfan pasrah
Sesuai rencana, Arfan pun bertemu dengan klien nya, disana, mereka melakukan Meeting dengan profosional, tidak ada hal khusus yang terjadi, hanya saat hendak ke kamar mandi Dia bertbrakan dengan seorang pengunjung perempuan sajau, pikir Arfan dan Andi yang sudah mengantisipasi lebih dulu, takut kejadian obat perangsang terjadi lagi.
Tapi yang terjadi sebenarnya justru adalah ada seseorang yang sedang memotret secara sembunyi-sembunyi, saat Arfan bersalaman atau cipika cipiki dengan Alexa, atau dengan seorang perempuan yang bertabrakan denga Arfan, mereka memotret dari sudut yang berbeda, seolah-olah Arfan sedang bermesrahan dengan wanita tersebut.
Di tempat lain, Arini yang sedang berada di Toko Roti milik Rania, tentu disana ada Rania dan Nek Saidah, mereka sedang ngobrol ringan . Tiba-tiba ada kiriman paket, khusus Arini. Karna Arini merasa tidak memesan, saat paket itu dibuka, alangkah terkejutnya Arini, kiriman itu berisi puluhan foto Arfan dan wanita lain, yang terlihat mesra .
"Huffft " Arini tampak sangat marah dan melempar foto tadi.
"Ada apa mbak,? Kenapa, ?" Ranita kawatir.
"Kakakmu itu , mesrah banget sama wanita lain ! Apa karna Istrinya tidak bisa dandan, sehingga dia peluk- peluk wanita cantik, pake cipika cipiki segala lagi..Huffft..." Arini benar -benar merasa kesal.
"Jangan salah sangka gitu, mbak itu cantik banget meski tanpa mak up sekalipun," hibur Rania
Tapi Arini tampak menangis kecil tanpa air mata, dan memeluk Rania
__ADS_1
Bukan nya mereda, tangisan nya pecah, Rania mengerti kecemburuan kakak iparnya.
"Kenapa Kakakmu dengan mudah memeluk dan mesrah dengan wanita lain,!" Arini makin sedih.
"Kan itu belum tentu benar mbak " Rania mencob Menenangkan.
"Sebaiknya Aku pulang dulu," pinta Arini,
"Tapi kak, Aku sedang sangat sibuk disini, Kakak pulang sama supir saja dulu ya !" Rania memang sedang sibuk.
Arini hanya diam dan segera pamit untuk pulang duluan.
Tadinya dia ingin naik mobil, tapi ia memutuskan untuk jalan kaki sambil menunggu taxi online .
Di sebuah tikungan dekat toko roti Rania, secara tib-tiba, dua orang laki-laki berboncengan dengan cepat hendak melempar cairan dari botol yang dipegang nya , namun dengan sigap, Arini berhasl menghindar. karna merasa gagal, kedua pengendara sepeda motor itu langsung turun dan tampak berusaha menyiram cairan yang dipegangnya tadi pada arini.·
Lagi-lagi untuk kedua kalinya gagal, Arini masih bis menghindar, satu orang kini menyerang, mencoba meninju dan menendang Arini tapi Arini justru menyerang mereka dengan sigap hingga benda cair yang ada di tangan mereka mengenai salah satu wajah temannya.
"Panasss tolong bawa Aku ke rumh sakit ," pinta nya pada temannya,
Sebenarnya mendengar jeritan orang itu, Arini merasa kasian dan ingin menolongnya saat itu, namun ia juga kebingunan dengan cairan yang mrmbuat wajah orang itu seperti baru terkena api, tak lama kemudian kedua orang yang menyerang Arini itu kabur dengan kondisi temannya terluka parah di bagian wajahnya karna tersiram oleh temannya sendiri.
Melihat mereka kabur, Arini baru sadar, kalau mereka sebenarnya ingin menyiram air keras padanya
"Astaghfirulloh, ternyata mereka ingin menyiramkan air keras padaku , terimakasih Ya Alloh, kau melindungiku, sehingga orang itu yang terkena, tapi kasian mereka ya, semoga mereka segera sembuh" batin Arini.
"Tunggu...! Aku diserang, ? apa Aku punya musuh ?kenapa mereka menyerangku, aku tidak merasa mengenal merreka " Arini penuh pertanyaaan di kepalanya.
Setelah taxi pesanan nya datang, dia segera masuk dan secepatnya ingin segera pulang.
"Assalamualaikum bi, Abi lagi dimana?" Arini menelpon suaminya.
"Iya sayang, ada apa, Aku lagi Di Kantor, ada apa Sayang, kangen ya,,,?? Jawab Arfan.
__ADS_1
"Bi...sebenarnya tadi sewaktu Aku mau pulang dari toko Rotinya Rania, Aku di serang , mereka Mau menyiramku dengan air keras bi."
"Apahhh...terus bagaimana keadaanmu sekarang " Arfan sangat terkejut, Dan merasa sangat kawatir pada istrinya.
"Pengawal memang nya tidak ada Yang ikut?" Arfan tampak marah
"Tadi Aku melarangnya, biar mereka di tokonya Rania saja pikirku "
"Sekarang kamu dimana sayang ?"tanya Arfan kawatir
"Aku sedang perjalanan menuju pulang, bentar lagi nyampe " jawab Arini
"kalau begitu Aku akan segera pulang secepatnya !"
Arfan kemudian menghubungi Andi
"Andi, Arini diserang oleh seseorang dengan disiram air keras, tapi Arini selamat, cepat selidiki pelakunya !" Arfan tampak marah.
Kemudian dia juga menelpon body guard nya dan memarahi mereka karna lalai menjaga , mereka pun segera menyelidiki apa yang terjadi pada nyonya nya.
Sesampainya di rumah Arini langsung ke kamar, dia masih merasa syok, dan segera membersihkan diri, setelah bersih dia merenungi apa yang baru saja telah terjadi padanya
"Apakah dia ingin merusak wajahku ? Sedangkan Aku belum pernah berdandan untuk suamiku, mereka malah merusaknya, atau Aku kewalat karna tidak menjalankan perintah ibuku dan Ustadzah Nur agar Aku harus berdandan ?" batin Arini.
Arini mulai mencari-cari make up yang dulu pernah dibelikan oleh Arfan, Dia hendak memakainyaa, dipelajari dulu tata cara bermakup melalui yutube,
"Waduhhhh....ribet amat, ngurus satu mata saja begitu saja lama banget, tapi Arini memutuskan bermakeup tipis demi suaminya.
Setelah dandanannya dirasa cukup, Diapun memakai pakaian yang pernah dibelinya bersama Rania.
Dres berwarna merah menyala kini di pakainya, meski dirasa risih oleh Arini, dia berusaha untuk yerlihat nyaman untuk menyambut suaminya
taklama suaminya datang, dengan tergopoh-gopoh dia segera menemui Istrinya di kamar
__ADS_1