CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Cinta Pertama Rania


__ADS_3

"Rania...tunggu !" Randy memanggil , saat Rania sudah berada di depan pintu perpustakaan, Rania menoleh tapi tidak menyahut..


"Bagaimana kondisimu, sudah baikan ?" Randy menanyakan keadaan Rania Pasca mendapat perlakuan yang tidak meng enak kan saat ada kerusuhan kemarin.


"Alhamdulillah, Aku baik-baik saja kak, terimakasih atas pertolongannya, maaf Aku tinggal ke dalam dulu, ada perlu " Rania segera masuk ke Perpustakaan.


k


Randy yang merasa gagal mengajak Rania bicara, akhirnya ikut ke dalam, dia mengikuti Rania memilih buku yang dicarinya. buku Tentang Sastra.


Saat Rania mengambil buku itu, ia melihat Randy mengintip dari celah Rak buku sebelahnya dan tersenyum manis.


Deg. Hati Rania seakan tertusuk oleh panah senyuman Randy, Rania mengalihkan pandangannya, pura-pura tidak melihatnya. Namun saat Rania duduk di kursi khusus pembaca, Randy juga ikut duduk di sisi kanannya, meski berjarak satu meter, tapi mampu membuat jantung Rania berdetak lebih kencang.


"Kakak mau Apa?" Tanya Rania dengan suara pelan, tampak Randy menuliskan sesuatu di kertas kosong kemudian menyerahkannya pada Rania.


'Ijinkan Aku menjadi temanmu untuk berbagi ceriatamu ' tulisnya,


Rania melirik Randi dengan tatapan yang seolah meminta penjelasan, kemudian Rania membalas tulisan itu di bawahnya dan menyerahkan pada Randy.


'Kak Randy tidak malu berteman dengan penjual kue keliling seperti Aku' balas Rania. Kemudian menyerahkannya ke Randy dengan menggesek kertasnya di atas meja.


'Aku sudah lama mengenalimu, bahkan Aku sering memintamu untuk mau menjadi bagian dari hidupku, tapi kau selalu mengatakan kau tidak mau pacaran , sekarang ijinkanlah Aku menjadi bagian dari ceritamu' membaca balasan Randy, Rania tercekat, ingatnnya melayang pada 3 tahun lalu saat dia kelas 1 SMA sedangkan Randy kelas 3 SMA, kini mereka pun satu kampus, ternyata Randy tidak putus asa mengejar cintanya.


Sebagai gadis yang masih berusia remaja, jiwa muda Rania sebenarnya bergelora , ingin menikmati masa-masa indah , ingin juga merasakan yang namanya cinta pertama, tapi seketika impiannya seakan Ambyar tatkala bayangan Mirna akan membully nya bila dia dekat dengan Randy, belum lagi perlakuan paman dan tantenya. Hatinya yang tadi berbunga-bunga, seolah meredup.


Kali ini Rania tidak menulis balasan surat itu, dia memilih diam seribu bahasa dan berlalu meninggalkan Randy.


Sebenarnya dari dulu Rania menyimpan prasaan yang sama dengan Randy, tapi Rania berkomitmen untuk tidak pacaran, seperti yang diajarkan oleh Nenek Saidah, iya, Nenek Saidah memang tudak pernah lelah membimbing Rania untuk menjadi wanita yang terjaga , meski nenek Saidah bukan nenek kandungnya.


Setelah Rania keluar dari perpustakaan, dia di cegat oleh Mirna. Dan menarik Rania ke kamar mandi perempuan.


"Kamu itu memang perempuan ga**l ya...sudah dibilangin jangan dekat-dekat dengan Randy, ini malah berduaan di perpustakaan, dia itu cocoknya sama gua , bukan sama anak haram kayak elo.. tahu gak sih lo !" Maki Mirna, sambil menarik jilbab Rania.


"Pokoknya awas kalau Aku lihat lagi elo deketin dia, Aku akan merusak hidup mu, ingat itu !"Minrna mengancam Rania dan berlalu meninggalkannya.


Air mata nya pun luruh.

__ADS_1


Sebenarnya Randy bukan anak orang kaya, dia anak seorang pedagang pakaian di pasar Turi, mobil sport yang dimilikinya hanya mobil scond yang dibelinya dengan harga yang miring dan merupakan hasil jerih payahnya sendiri menjadi konten kreator, dia mempunyai beberapa chanel yang menayangkan tentang informasi pengetahuan yang hanya menampilkan suaranya saja, dan mempunyai juta an subcriber, jadi banyak yang tidak tahu tentang pekerjaan Randy sebenarnya, yang teman-temannya tahu, Randy adalah anak orang kaya.


Di parkiran, ketika kelas sudah selesai, Randy menunggu Rania, setelah Rania keluar, dia memberikan surat yang dibungkus Aplop cantik warna biru muda.


"Tolong baca dan balaslah suratku ini, Aku menunggunya" Ia pun kemudian berlalu masuk ke mobil nya. Randy bukan nya tidak punya nomernya Rania, tapi Randy ingin cinta pertamanya berjalan dengan indah.


Rania pun segera memasukkannya ke dalam tas nya, takut dilihat Mirna. dan ia pun segera beranjak pergi untuk menjajakan kue nya yang masih tersisa.


Sore hari, setelah Rania pulang, dia disambut kemarahan tantenya.


"Hey...Anak haram, perempuan gat*l , t*li kamu ya, sudah berkali-kali diperingatkan jangan dekat-dekat dengan Randy, malah semakin kurang ajar kamu sekarang ya... dasar anak pembawa sial !" Tante Santi malah memukuli Rania dengan sapu, sementara Mirna cengar cengir merasa menang setelah mengadu pada mamanya.


"Ampun Tante, Rania tidak mendekati Randy , tolong hentikan Tante!" lirih Rania, nenek Saidah pun segera datang menolong Rania yang dipukuli itu, sedangkan Gunawan hanya duduk-duduk sedang memainkan hape nya.


"Tok tok tok " tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu, Santi pun segera membukanya dan dia yang sedang memegang sapu itu sangat terkejut, seketika sapunya pun jatuh ke lantai.


"Tangkap wanita ini sekalian, berikut anaknya yang bernama Mirna !" Perintah seorang polisi yang tiba-tiba datang hendak menangkap Gunawan. karna tadi terdengar Santi sedang memukuli Rania, polisi pun akhirnya menangkapnya juga, berikut Mirna .


"Apa-apa an ini ?" Gunawan kaget, tangannya langsung di borgol.


"Bapak telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap saudara Arfan Sahreza Hadiningrat dan melakukan penggelapan uang selama bertahun-tahun serta penganiayaan" ucap polisi yang memborgolnya.


"Ini pasti fitnah Pak, kalian salah tangkap Pak, lepaskan saya!" Gunawan brontak.


"Bapak jelaskan semuanya di Kantor polisi !" Polisi itu membawa Gunawan, sementara Santi dan Mirna Histeris minta dilepaskan .


"Kenapa kami juga ditangkap, apa salah kami Pak ?"Santi meracau.


"Ibu telah menganiaya nona Rania " Santi terus saja brontak, namun ketiga nya kini sudah dibawa ke mobil polisi. sementara itu Rania dan nenek Saidah bingung, kenapa keluarga itu di tangkap polisi, dalam keheranannya, kemudian Andi datang bersama seorang pengacara.


"Nona Rania, mereka memang pantas dipenjara karna kejahatan mereka, sekarang non Rania ikutlah dengan Kami ke tempat yang selayaknya, " guman Andi.


"Kalian siapa ?" Tanya Rania sedikit ketakutan.


"Saya adalah Asisten tuan Arfan, kakak nona Rania "


"Kakak ?" Sontak Rania kaget.

__ADS_1


"Sebaiknya ikutlah dengan kami, oh iya, nona juga bisa membawa nenek Saidah, kita akan ke rumah kakek nona!"


"Kakek ?" Rania masih kebingungan, tapi atas arahan Andi, Rania pun akhirnya menuruti permintaan Andi, dia pun segera mengemasi baju-bajunya dan membawa barang-barang miliknya, dibantu oleh bodyguard yang datang bersama Andi.


Masih dalam kebingungannya, Rania dan nenek sudah berada di dalam mobil, bersiap-siap mengikuti arahan yang di perintahkan Andi.


Mobil pun akhirnya tiba di sebuah halaman yang dilengkapi taman yang luas, Rania dan neneknya turun dari mobil dengan ta'jub, tidak henti-hentinya menatap Rumah di dapan mereka.


"Ini Rumah apa istana , besar sekali..tapi, sebentar, kayaknya Aku pernah ke Rumah ini deh, atau cuma prasaanku saja " batin Rania pun bingung.


Ketika pintu di buka, Arfan, opah Hadi dan nyonya Ningsih sudah siap menyambut mereka.


"Assalamualaikum " Rania dan nenek berucap salam.


"Waalaikumsalam " jawab mereka dengan suka cita.


Ningsih yang masih duduk di kursi roda itu memeluk Rania.


"Bahkan , saat polisi menjemput Gunawan, mereka masih sempat-sempatnya menganiaya mu, sungguh malang nasibmu nak," Ningsih menepuk-nepuk punggung Rania. melihat kebingungannya, Andi akhirnya memperkenalkan keluarga Hadiningrat.


"Ini keluarga barumu, nona ,ini nyonya Ningsih, sekarang akan menjadi ibumu, dia istri pertama Tuan Aryo, Ayah nona Rania" Andi memperkenalkan Ningsih, Rania pun semakin meng eratkan pelukannya dengan rasa haru dan syukur.


"Ini tuan Hadiningrat, kakek nona Rania" Rania pun hendak mencium punggung tangan opah Hadi, tapi dia langsung memeluk cucunya itu.


"Dan yang ini, tuan Arfan, anak tertua tuan Aryo, dia kakak nona Rania" Rania tidak langsung memeluk kakanya, dia bahkan menerka-nerka ingat sosok wajah yang ada di hadapannya.


"Kamu...Tuan galak nya mbak Arini kan, yang waktu itu menjemput mbak Arini kan ?" Arfan pun kini sadar, teman yang ditemui Arini ternyata adiknya sendiri. Arfan pun hanya mengangguk.


"Berarti mbak Arini ada disini,"Rania kegirangan sampai gak sempat memeluk Arfan, dia hanya mencium punggung tangan kakaknya itu.


"Boleh Aku bertemu dengan mbak Arini ?" pinta Rania pada kakak barunya itu.


"Pergilah, dia di kamarnya, tapi istirahatlah dulu di kamarmu, sudah kami siapkan, dan untuk kamar nenek Saidah, juga sudah kami siapkan " setelah para pelayan membawakan tas rania yang berisi pakaian, serta kerdus berisi buku-buku dan barang lainnya, mereka istirahat, nemun Rania belum bisa tenang sebelum menemui sahabatnya itu.


Arini yang sedang tertidur tiba-tiba saat membuka matanya setelah menggeliat, Arini terperanjak seolah sedang bermimpi.


"Rania, kenapa kamu bisa disini""

__ADS_1


__ADS_2