CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Syifa yang Jutek


__ADS_3

"Katanya kamu dari pantry, lagi ngapain ?" Tanya Zidan pada Azzam, karna telat datang.


"Iya nih Kak, tadi, ada OG numpahin kopi ke kemeja ku, tapi yang nabrak cantik banget sih, jadi Aku gak bisa marah, dan Dia kayaknya gak pantes jadi OG, pantesnya jadi istrinya CEO kayak Aku " Zidan langsung terbatuk, Zidan yakin, pasti yang dibicarakan adalah Syifa.


"Memang nya siapa nama Ofice Girl itu?" Selidik Zidan.


"Aku belum tahu sih, Dia pake hijab, cantik, alisnya tebal, tapi jutek banget" Ucap Azzam .


"Memang nya kamu apain Dia, sampe Dia jutek in Kamu ?" Zidan semakin yakin kalau yang dibicarakan itu adalah Syifa


"Aku cuma bilang kalau rasa-rasanya Aku pernah lihat Dia, wajahnya terasa tidak asing bagiku, entah dimana Aku lupa, tapi benar-benar tidak asing deh Kak "Azzam menjelaskan rasa penasaran nya.


"Ya pantas saja, dikiranya kamu modusin Dia lah !"


"Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama ya Kak ?"


"Dia calon kakak Iparmu, jangan macem-macem !"


"Wadidaw....jadi wanita cantik itu incaran Kakak, Dia memang cocoknya jadi istri CEO, bukan OG, Siapa namanya Kak? semoga sukses menaklukan gadis jutek itu kak ! Aku gak jadi naksir deh !" Cloteh Azzam.


"Adik itu memang harus ngalah sama Kakak , biar kakak mu ini gak jomblo terus...beda sama kamu, yang sering php in cewek" guman Zidan menjitak kepala Azzam.


"Eh bukan Azzam yang php in , tapi memang mereka yang berharap banyak ke Azzam, maklum, adikmu ini kan ganteng nya maksimal, jadi wajar jika jadi rebutan !"guman Azzam pede, yang suka PHP ini akhwat, tapi tidak pacaran.


Waktu di pesantren, mereka memang kuliah di kawasan pesantren, tapi di Kampusnya agak jauh dari pesantren, dimana ada mahasiswi nya seperti Kampus pada umumnya, jadi wajar Jika Azzam yang wajahnya ada keturunan Pakistan itu menjadi idola di ruang lingkup Akhwat yang kuliah Di Kampusnya, Sementara Zidan lebih cendrung pemalu dan pendiam terhadap para Akhwat.


Setelah meeting selesai, Zidan meminta Syifa yang membereskan meja, saat itu Syifa hanya menunduk penuh hormat pada sang Bos nya, sedangkan Zidan dari tadi tak lepas memandang Syifa, Zidan memang selalu menundukkan pandangannya pada wanita manapun, tapi lain pada Syifa, Ia seolah melupakan komitmennya, ternyata cinta mampu menggoyahkan iman nya, kadang Ia juga merasakan kalau prasaannya pada Syifa telah membuat komitmennya terkikis.


"Kamu harus lebih hati-hati lagi dalam bekerja, yang fokus agar tidak tumpah mengenai orang lain seperti tadi" Zidan mencari celah untuk bisa bicara dengan Syifa.

__ADS_1


"Ka-mu , ngapain kamu disini ," suara Syifa terlihat jutek sama seperti pertamakali di sekolah Tpq Ia mengajar dulu.


"Kamu ya, masih saja jutek, gak bisa ya lembut dikit kayak kamu ngajar gitu loh, kamu itu kayak punya kepribadian ganda, kadang lembut, kadang jutek.


Saya ya bekerja disini, kenapa emang nya ?" Zidan jawab dengan jutek juga.


Syifa terdiam, meski hatinya dongkol karna Dia sadar diri, Dirinya sedang berseragam OG sedangkan Zidan berjas, Syifa berpikir mungkin Zidan seorang manager di kantor itu.


"Kalau boleh Aku tahu, apa alasanmu jutek padaku tapi lembut pada anak didikmu ?" Tanya Zidan penasaran.


"Tidak apa-apa kok Pak, maafkan Saya Pak !" Syifa takut dipecat jika terus-terysan jutek padanya.


"Owh...ya sudah , sana cepat bereskan !" Ucap Zidan, Syifa pun segera pergi dari ruangan itu.


'Huhh...dasar cowok, dari pertama ketemu Dia, Bawaannya Aku itu pingin marah melulu, habisnya Dia mantengin Aku terus sih, risih Aku jadinya. Apalagi Dia Manager, biasanya CEO, Manager atau orang berkedudukan tinggi itu dapat dipastikan arogant, suka main perempuan, gonta ganti perempuan, seperti yang sering ku baca di novel-novel Romansa.' Syifa menggrutu dalam hatinya.


"Eh kamu ngelamunin apa kok sampe segitunya, sebentar lagi masuk adzan Duhur, cepat siap-siap, kita harus sholat berjamaah. " Ajak Yuni, teman sesama OG.


"Ini sudah peraturan perusahaan dari CEO yang baru, kalau tidak mau sholat berjamaah, harus memberikan keterangan mengapa tidak shalat berjamaah, seperti lagi datang bulan atau apa lah. Kalau gak, bakal kena sanksi atau denda " Yuni menjelaskan pada Syifa.


"Aku baru tahu ada peraturan di sebuah perusahaan besar seperti peraturan di pesantren. "


"Emang ceo nya lulusan pesantren, bahkan yang jadi imamnya Dia, bukan hanya sholeh, dia juga ganteng , idaman semua karyawati disini, duh...Aku mau deh jadi istrinya tuan Zidan " Yuni menghayal.


"Malah berhayal, sudah Ayo cepetan, katanya suruh cepetan "


Mereka pun segera menuju musholla untuk shalat, Musholla kantor itu sudah di perluas jadi bisa menampung banyak jamaah.


Syifa yang menjadi salah satu jamaah shalat dzuhur itu pun kagum dengan CEO mereka, lantunan bacaan Al Qur an nya pun begitu merdu, sehingga semuanya terpesona, termasuk Syifa. Meski Syifa belum tahu siapa CEO nya .

__ADS_1


***


Saat Azzam pulang dari kantor Zidan Supirnya menghentikan mobilnya, saat lampu merah, dimana posisi mobilnya tepat berada di bagiam depan, sehingga dengan jelas Azzam bisa melihat ada konvoi anak abg berseragam SMA sedang menerobos lampu merah, mereka terlihat sedang merayakan kelulusan .


Namun di antara para pelajar itu, Azzam dikejutkan dengan pemandangan yang membuatnya terkesiap, Dia melihat Zahra tidak mengenakan jilbab dengan rambut yang di cat warna warni serta rok abu-abunya yang terlihat sobek sampai lutut, seolah itu menjadi belahan dan trend tersendiri serta baju putih yang di coret coret spidol tidak jelas.


Hati Azzam terasa terbakar, Dia seketika langsung turun dari mobil dan mengejar motor yang membawa Zahra, dimana yang menyetir adalah teman perempuannya yang penampilannya juga berantakan seperti Zahra, kebetulan motor itu berjalan pelan karna memang sedang konvoi.


Zahra sangat terkejut sekaligus takut saat tangannya tiba-tiba disambar oleh kakaknya.


"Kak Azam" Zahra tidak bisa menyembunyikan ketakutannya.


"Jadi begini kelakuan kamu di luar Rumah , Hah ?!" Azam tampak sangat marah.


"Mana jilbabmu, cepat pakai !" Imbuhnya lagi.


"Diambil teman Kak, kak, Aku bisa menjelaskan ini semua " Azam menarik Zahra menepi di trotoar.


"Silahkan Kamu jelaskan di rumah, jelaskan sama Abi dan Umma !" Hardik Azzam.


"Kak , Aku mohon jangan beritahukan pada Abi dan Umma Kak, tolong Kak, Aku hanya di ajak teman untuk merayakan kelulusan Kak, tolong kak ! Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Azam segera membawa masuk Zahra ke mobil, yang sudah mendekati mereka.


"Kita ke Rumah dulu Pak, ke kantornya nanti saja !" Azam meminta pada sopirnya.


"Jangan kak...Aku mohon kak, jangan adukan pada Abi dan Umma kak, tolong Kak, hiks hiks" Zahra menangis tiada henti.


"Kamu keterlaluan Ra, Kamu bukan hanya melepasksn jilbabmu, tapi apa ini, rokmu sampai seperti ini ? Sebenarnya pergaulanmu selama ini seperti apa Ra ?"Azam menutup rok adiknya dengan jas yang di pakainya


"Zahra hanya dipaksa teman-teman kak, itu untuk yang terakhir kalinya kak, hanya untuk merayakan kelulusan saja kak" Zahra terus menangis.

__ADS_1


"Kakak tidak bisa mentolelir perilakumu ini Ra...demi masa depanmu, Abie dan Umma harus tahu, agar mereka tidak kecolongan dengan pergaulan yang urakan seperti ini" Azzam bukan tidak tega mendengar tangisan Zahra, tapi semua demi kebaikan Zahra.


"Maafkan Zahra kak !" Zahra terus menangis, karna permohonan nya untuk tidak diadukan ke orang tuanya tidak dihiraukan oleh kakak nya.


__ADS_2