
Tibalah hari dimana Halaqah cinta di usia senja akan di utarakan, melalui sebuah ikrar antara mempelai laki-laki untuk mempelai perempuan, sebagai ungkapan perjanjian yang diucapkan dengan atas nama Allah.
Saidah, sebagai mempelai wanita, awalnya tidak mau jika dirinya di rias, karna merasa tidak pantas untuk di rias, di usianya yang sudah tidak muda lagi. Tapi Rania, Ningsih maupun Arini memaksanya, hingga mau tidak mau Saidah akhirnya mau.
"Aku ini sudah tua, tidak perlu di dandanin segala, malu-maluin nantinya " ucapnya saat Dia dipaksa untuk dirias.
"Tidak apa-apa mbak yu, Ini moment Sakral, harus benar-benar Istimewa, mbak yu harus terlihat berbeda" sergah Ningsih.
"Baiklah... Aku mau, Tapi kalau nanti kamu menikah dengan mantanmu itu, kamu juga harus dandan loh ya !" Guman Saidah berbisik, Ningsih pun merasa sedikit malu mendengarnya.
"Iya..iya.., kalau Aku berjodoh dengannya, Aku juga akan dandan deh " jawab Ningsih, Akhirnya Saidah pun mau dirias setelah dirayu oleh Ningsih.
Saidah selesai di rias, garis-garis penuaan nya hilang, oleh keajaiban tangan MUA, wajah Saidah yang biasa tambil apa adanya tanpa make up itu kini di sulap menjadi seorang pengantin yang cantik yang tak sulit dikenali atau manglingi. semua yang melihatnya takjub, pada Saidah yang mengenakan kebaya putih dengan bawahan batik yang bercorak senada dengan tampilannya.
"Masya Allah, ini yang harus Aku puji siapa, Pengantinnya atau MUA nya? Pokoknya saat ini mbak Saidah luar biasa cantiknya." Ucap Ningsih kagum.
"Masya Allah Nek Saidah ? Nenek sama sekali tidak terlihat seperti umur 50 an, tapi seperti umur 20 an, cantik banget Nek " Rania memeluk Saidah.
Saidah merasa malu dan salah tingkah dengan pujian yang dilontarkan untuknya. Diapun mencoba mencari cermin untuk melihat lagi wajahnya, karna bagaimanapun juga, Saidah adalah seorang wanita, yang juga senang jika di puji kecantikannya.
Setelah dirias , Saidah dan yang lainnya sudah siap untuk pergi ke lokasi akad nikahnya, Di sebuah Masjid tidak jauh dari kediaman mempelai pria, Ustad Basyir.
Opah Hadi yang sangat kagum dengan kecantikan Saidah saat itu hanya bisa mengkagumi dan mendoakannya dalam hati.
'Kau benar-benar cantik Saidah, semoga kau berjodoh dengan Basyir, dan Aku selalu berharap Rumah tanggamu Sakinah mawaddah warahmah 'batin Hadi.
Rombongan mobil dari keluarga Arfan yang membawa pengatin wanitanya, sudah sampai di Masjid At Taufiq.
Semua sudah siap, penghulu, para saksi, beberapa tamu undangan dan anak-anak serta cucu dari Ustadz Basyir sudah ada.
__ADS_1
Ustadz Basyir yang sejak tadi juga tertegun dengan kecantikan Saidah, hingga dalam Proses Ijab Qabul itu membuatnya grogi meski itu bukan yang pertama.
Peroses Ikrar pernikahan pun sudah dilaksanakan, dengan keluarga Arfan yang menjadi wakilnya, karna Saidah memang sudah tidak punya sanak family lagi.
Kini Dia sudah resmi menjadi Istri dari Ustad Basyir, Anak-anak dan cucu Ustad Basyir menyambut Saidah dengan senang dan Ramah.
"Terimakasih sudah menerima Abah kami, kami titip Abah kami ya Ummi " ucap Zainab, anak tertua Ustadz Basyir dengan suara lembut, Saidah menyambutnya dengan tersenyum bahagia .
"Hore..!! sekarang kita punya mbah Umi !" Salah satu cucu Ustadz Basyir kegirangan.
Kelima Anak dan para menantu Ustadz Basyir masing-masing memberi pelukan hangat sebagai tanda penerimaan Saidah sebagai Ibu baru mereka dan pendamping untuk Abah mereka.
Melihat Saidah di sambut baik oleh anak-anak dari suaminya, Ningsih, Rania dan Opah Hadi merasa sangat senang dan merasa tenang untuk melepas Saidah.
Setelah semua rangkaian acara selesai, Rombongan keluarga Hadi hendak kembali ke rumahnya. Arini yang sejak tadi terlihat lemas, sudah masuk mobil duluan, Arfan sampai bingung mencari-carinya, setelah Akhirnya ketemu, Arfan mengajak Arini naik di mobil lainnya bersamanya.
Setelah semua sudah duduk di mobil masing-masing, tentunya tanpa Saidah, karna Saidah sudah mempunyai keluarga baru , yaitu keluarga suaminya, Ustadz Basyir.
Melihat Arfan sudah menikah, juga membuatnya bahagia dan merasa tanggung jawabnya sudah lepas, Dia juga bersyukur bisa kembali mengakui cucu yang dulu sempat tidak di Akui nya.
Brak !!!
Tiba-tiba mobil yang di tumpangi hilang kendali setelah, Sony, Supir yang mengemudikannya pingsan, mobil itu menabrak sebuah pembatas jalan lalu jatuh terguling hingga sejauh 10 meter dari badan jalan.
Mengetahui mobil yang di tumpangi Opahnya mengalami kecelakaan, Arfan segera menghubungi polisi dan Ambulance, dengan jiwa nya yang masih terguncang, Dia seakan menahan tangis saat menghubungi Ambulance.
Pak Hadi dan supirnya Akhirnya di bawa ke IGD, keduanya sama-sama kritis, Rania menangis di pelukan Ningsih, sementara Arfan, Hatinya merasa hancur melihat kondisi kakeknya yang mengalami banyak luka, dan tubuhnya hampir dipenuhi darah, namun Ia tidak bisa menangis, Ia hanya bisa memendamnya.
"Abi yang sabar ya, menangislah jika ingin menangis, jangan di tahan" Arini menenangkan suaminya, akhirnya Arfan pun menangis, hal yang selamanya tidak pernah Ia lakukan.
__ADS_1
"Keadaan Opah sangat memperihatinkan " Ujarnya dalam tangisnya, begitu juga Rania yang menangis di pelukan Ningsih.
"Apakah Opah bisa diselamatkan kak" tanya Rania dalam tangisnya.
"Kita tunggu saja kabar dari dokter" guman Arfan.
Tak lama kemudian Dokter yang menangani Pak Hadi keluar dan menemui keluarganya.
"Kami mohon maaf, kecelakaan yang dialami Pak Hadi begitu parah, sehingga membuat kondisi Pak Hadi kritis, luka di kepalanya cukup parah sehingga membuat Beliau Koma" mendengar itu tubuh Arfan luruh ke lantai , seolah mengatakan bahwa kabar itu membuatnya lemah dan tak berdaya.
Ningsih meraih kedua pundak Arfan dan membimbingnya untuk bangun serta mencoba menenangkan nya., dengan mengusap-usap punggung anaknya.
"Kita berdoa saja sayang, Kita memohon kesembuhan untuk Opah" ujar Ningsih, mereka saling menguatkan satu sama lain.
Sementara itu Andi datang, membawa kabar dari polisi
Setelah Polisi memeriksa mobil di Tkp.
"Tuan, rem nya tidak blong seperti yang kita perkirakan, Tapi ada bukti baru, yang tertangkap cctv, Di Parkiran tadi, ternyata ada orang mencurigakan yang memberikan minuman untuk Sony sebelum Dia menyetir, dan di perjalanan dipastikan Dia tidak sadarkan diri, kemungkinan ada obat di minuman yang diberikan orang itu pada Sony" Ungkap Andi pada Arfan yang sengaja menepi dari keluarga nya.
"Kita kecolongan ! Siapa yang telah berani bermain-main denganku, hingga Opahku yang menjadi korban" Arfan mengepalkan tangan nya penuh Amarah.
"Ayo kita cari orang yang memberi minuman itu sampai dapat ! Sebar orang-orang mu !" Perintah Arfan.
"Kamu mau kemana nak?" Tanya Ningsih.
"Abi mau kemana ?" Tanya Arini.
"Kalian disini saja, Aku sedang ada urusan dengan Polisi, sebentar lagi Aku akan kembali.
__ADS_1
"Hati-hati nak, jaga diri baik-baik" pesan Ningsih, yang sangat kawatir pada anaknya.
Sementara Pak Hadi masih terbaring tak berdaya karna kritis di ruangan IGD, Dan belum boleh dijenguk karna kondisinya memang sangat memperihatinkan, dan masih koma.