CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Hafsah Salting


__ADS_3

Ceo dan ustadzah tomboy 68


"Eh Ello tahu gak, sejauh apa pun Gue nge trap, yang Gue kangenin itu tetap tanah air kita dan se enak apapun kulineran yang Gue makan di negara orang, jatuhnya, yang Gue kangenin itu tetap makanan khas indonesia, Elo kan tahu , Rendang dan Nasi goreng jadi primadona makanan terenak di dunia. Itulah hebatnya kuliner Indonesia.


Sekarang, thanks ya udah nganter Gue makan lontong Balab ini, lain kali Traktir gue kulineran yang lainnya dong " Hafsah sibuk ngoceh , saat mereka makan di warung makan yang tempatnya tidak kalah dengan restouran, tapi harganya terjangkau dan menunya adalah makanan khas Jawa Timur. Sehingga banyak pengunjung nya.


Sedangkan Azzam sibuk memandang wajah Hafsah yang telah mengalami banyak perubahan dan semakin cantik yang membuatnya semakin terpesona.


"Woy...dari tadi gak dengerin Gue ngomong apah, Elo gak ikhlas ya jemput Gue " Hafsah tampak sewot.


"Ikhlas kok, Aku cuma mikir, kamu gak kangen Aku kah ? Masak yang dikangenin makanan doang" sahut Azzam.


"Sejak kapan Elo ngomong Aku kamu, gitu ?" Hafsah merasa salah tingkah.


"Mulai saat ini, kita kan sekarang sudah berumur 23 tahun, bukan remaja lagi, rasanya kita sudah tidak pantas bersikap seperti remaja kayak kemarin-kemarin, sudah saatnya kita ini membicarakan masa depan " Azzam sok Bijak.


"Hahaha... Elo itu aneh, tadi Elo itu masih bersikap sama kayak dulu waktu kita menghabiskan waktu bersama sebagai sahabat, sekarang secara tiba-tiba berubah dalam sekejap , kesambet apa lo?" Hafsah meletakkan telapak tangannya di dahi Azzam, kemudian Azzam mengambil dan memegang tangan Hafsah, seolah seperti sepasang kekasih yang bersikap romantis pada pasangannya.


"Hafsah...apakah kamu tidak berpikiran untuk segera menikah ?" Tanya Azzam dengan wajah serius.


"Gue eh...Aku gak mikirin nikah dulu, Aku masih pingin menikmati masa mudaku" ucapnya yang terpengaruh untuk memanggil Aku Kamu pada Azzam.


"Hafsah, mau kah Kau menikah denganku" kemudian Azzam meneruskan kalimatnya dengan wajah yang lebih serius.


"Apah...jangan becanda , kita ini sepupuan, selain itu kita sahabatan, mana mungkin kita bakal nikah, kenapa kamu tiba-tiba ngomongin masalah nikah " Hafsah semakin salah tingkah.


"Ya karna Aku tiba-tiba jatuh cinta padamu, sejak tadi melihatmu " Azzam makin serius, meski Hafsah melepaskan genggaman tangan nya.


"Jangan becanda gitu deh "


"Serius, mau kah kau menikah denganku" Hafsah mulai menyadari tatapan dari sepupunya itu berubah sejak dari Bandara Juanda tadi , Ia pun mencoba menyelami tatapan mata itu, benarkah ada prasaan cinta atau hanya prasaan sayang sebagai adik sepupu.


"Zam... kamu jangan ngomongin tentang prasaan kayak gini, kita ini sepupuan , kamu jangan merusak persaudaraan dan persahabatan kita dengan omong kosong mu ini !" Hafsah mencoba mengalihkan rasa kikuk nya


"Jawab dulu pertanyaanku, apakah dalam hatimu ada prasaan cinta untukku" Azzam semakin menekankan pertanyaannya.


"Zam..."


"Hafsah..."


"Zam...A-ku..."


"Hafsah....ternyata kamu bisa juga ya kena prank !" Ucapnya pelan.


"Azzammmmm....." Hafsah memukul-mukul tubuh Azam dengan prasaan dongkol dan marah karna dikerjai.


"Tega kamu ya nge prank Aku kayak gini" pukulan yang bertubi-tubi dari Hafsah membuat Azzam kesakitan.

__ADS_1


"Sudah sudah, Ampun....ampuni saya tuan putri " Azzam lagi-lagi mengadu kesakitan , saking serunya mereka pukul-pukulan, hingga sikut Azzam menyenggol seorang pengunjung lainnya yang sedang membawa semangkok mie ayam hingga jatuh berantakan .


Prank....!!!


"Maaf , maaf, kami tidak sengaja mbak "Azzam langsung minta maaf


"Kamu?" Ucap Syifa, kaget. Yang ditubruknya ternyata Syifa, Syifa merasa geram karna harus berurusan dengan Azzam lagi.


"Kamu mau balas dendam karna tadi ketumpahan kopi ?" Tambah Syifa lagi.


"Maaf mbak, pacar saya tidak sengaja, Saya yang salah, tadi Saya memukulnya, sehingga membuatnya tidak sengaja menyenggol mbak, sekali lagi maaf pacar Saya mbak " ucap Hafsah menyela.


"Hmmm...ya sudah, tapi ini mie nya jadi berantakan, kasian pemilik warung, bisa kamu saja yang membereskannya, Saya capek, baru pulang dari kerja" guman Syifa yang memang sedang terlihat lelah.


"Tunggu..kalau boleh tahu, nama mbak siapa kok kayak gak asing ya ?" Tanta Hafsah


"Namaku Syifa, Saya belum pernah kenal kalian, dari mana tiba-tiba merasa tidak asing?"


"Entahlah.., oh iya, namaku Hafsah dan ini Azzam " Hafsah memperkenalkan diri.


"Ya sudah, maaf ya Aku mau pulang dulu, "ucap Syifa yang memang sedang merasa sedikit sakit kepala.


"Iya mbak, tenang, semuanya akan kami bereskan , tapi tunggu dulu biar mie ayam nya di bungkus saja!"pinta Hafsah.


"Tidak perlu, Aku ingin segera istirahat saja"jawab Syifa, dan Dia pun segera berlalu dari hadapan mereka.


"Eh Zam, kamu pernah ketemu dimana sama cewek tadi?"tanya Hafsah penasaran.


"Kamu perhatiin gak, cewek tadi, Syifa iya Syifa namanya, kayak nya Aku ngerasa gak asing deh, wajahnya kayak familiyar banget "


"Jadi bukan Aku saja dong yang ngerasa gitu ?"


" hmmm...mata sama alisnya itu kayak punya kamu deh, janga-jangan Dia juga keturunan orang Pakistan kayak kamu?" Terka Hafsah.


"Bisa jadi sih "


"Tapi saat tadi kamu sejajar sama dia, kayak ada sesuatu yang gak asing deh."


"Ya itu tadi mungkin Dia juga keturunan orang Pakistan kayak Aku, makanya hampir mirip, mungkin kita memang satu nenek moyang dari Pakistan " kelakar Azzam se kenanya.


"kapan-kapan Aku tanyain Dia kalau ketemu lagi, tapi cewek itu jutek banget kalau sama Aku, kalau sama kamu tadi, malah biasa aja, ramah, gak jutek, kok aneh ya "


"Itu mungkin karna Dia lihat kamu kayak buaya darat hahaha"


"Oh iya habis ini ikut Aku ya, beli perlengkapan untuk Zahra, Dia mau mondok besok Sore" ajak Azzam pada Hafsah.


"Kenapa gak Zahra nya sendiri "

__ADS_1


"Dia lagi di hukum sama Abie"


**


Pagi hari saat waktunya sarapan, semuanya sudah berkumpul, kecuali Zahra


"Azzam, tolong panggilin Zahra untuk sarapan"pinta Arini pada Azzam


"Baik Umma" Azzam pun berlalu ke kamar adiknya di lantai dua.


"Ummaaaa... Abi......Zahra tidK ada di kamarnya" teriak Azzam.


"Apah ? " mereka pun segera menuju ke kamar Zahra, begitu juga Zidan.


"Ternyata Zahra kabur, Dia menggunakan tali dari pasminanya yang di sambung gini " ucap Zidan.


"Anak itu keterlaluan !" Arfan merasa sesak dan kemudian ambruk, semua panik, Azzam dan Zidan langsung mengangkat tubuh Abi mereka ke kasurnya Zahra.


"Abie...Abie kenapa ?" Mereka panik.


"Da-da-ku " hingga kemudian Arfan pingsan.


Mereka pun segera membawa Arfan ke Rumah sakit.


Mereka menunggu di depan ruang IGD, saat Arfan masih di periksa. Dalam keadaan kawatir, Arini juga mengkhawatirkan Zahra.


"Zidan, kamu sebaiknya cari keberadaan Zahra, minta bantuan sama ketua keamanan di rumah kita, cepat, umma tidak ingin terjadi apa-apa pada nya " Arini sangat kawatir


"Baik Umma "


Zidan pun segera keluar untuk melakukan pencarian adiknya, dengan dibantu beberapa anak buah Abi nya dengan menyebar ke rumah teman-teman Zahra.


Hingga akhirnya Zahra di temukan di rumah temannya yang bernama Mila, kebetulan Zidan yang menemukan nya disana atas informasi dari temannya yang lain.


"Zahraaaa...kenapa kamu sampai kabur seperti ini?"


"Aku hanya ingin berpamitan sama mereka kak" Zahra menunjuk Mila dan satu teman kelakinya.


"Apa dia pacarmu ?" Bentak Zidan, Zahra hanya menunduk.


"Siapa nama kamu?"


"Andi kak "


"Sejauh apa kau pacaran dengan adikku? " tanya Zidan dengan suara keras.


" tidak kak, Aku tidak ngapa-ngapain Zahra, Aku hanya pegang tangannya doang , sungguh kak , Aku gak macem-macemin dia" Andi ketakutan.

__ADS_1


"Sekarang ayo kita pulang"


"Tidak mau ! Aku masih ingin disini, Aku sumpek di rumah, di kurung terus, Aku ingin bebas kayak teman-temanku " Zahra Berontak.


__ADS_2