CEO Dan Ustadzah Tomboy

CEO Dan Ustadzah Tomboy
Istri Durhaka


__ADS_3

"Syifa, tolong bantu Ibu, kamu mau kan menikah dengan juragan Broto agar hutang Ibu lunas!"pinta Bu Dahlia memujuk dan memelas.


"Tidak ! Syifa tidak mau, udah tua, renterner, punya dua bini lagi, hiii gak banget !!" Jawaban Syifa tidak seperti yang diharapkan Bu Dahlia , Syifa bukan gadis lemah dan tak berdaya seperti yang ada di ftv langganan Bu Dahlia, Syifa orang nya memang cuek pada seseorang yang memang tidak pantas dibantu, tapi penuh kasih sayang pada yang penyayang, mungkin seperti kata pepatah, sikapku padamu sebagaimana sikapmu padaku.


"Kamu itu harus berbakti pada orang tua, kapan lagi kau akan membantu Orang tuamu, di suruh kerja jadi TKW gak mau, sekarang di minta jadi istri juragan kaya juga gak mau !"Bu Dahlia agak geram.


"Yang hutang kan Ibu, itu pun bukan untuk keperluan keluarga kita, tapi uang itu Ibu gunakan untuk beli HP dan baju-baru kan ? Pokoknya Syifa tidak mau bayar hutang Ibu, apalagi bayar hutang dengan jadi istri renternir" timpal Syifa dengan santainya.


"Syifaaa..!!!.dasar anak durhaka kau !!" Bu Dahlia mendorong tubuh Syifa hingga jatuh terhuyun.


"Ibuuu ! Kenapa kau mendorong Syifa seperti itu" tiba-tiba Pak Somad datang.


"Dia anak durhaka Pak, Dia tidak mau berbakti pada Ibu, Ustadzah macam apa Dia yang tidak peduli dengan kesusahan Ibunya, dasar Ustadzah munafiq, ngajar kebaikan pada anak orang, tapi Dia nya sendiri suka membantah Ibunya, dasar anak durhaka ! "Bu Dahlia geram.


"Durhaka Bagaimana ?" Pak Somad masih bingung, Dia pun segera membantu Syifa berdiri.


"Ibu punya hutang pada renternir, karna Ibu tidak bisa membayarnya, sebagai gantinya renternir itu memintaku untuk menjadi istri ketiganya, dan Ibu juga memaksa Aku " kini Syifa merasa punya tempat untuk mengadu.


"Seharusnya Syifa itu mau menuruti permintaanku, sebagai balas budi, dan baktinya pada orang tua, apa Ibu Salah ? Di ftv yang sering Ibu tonton, anak baik itu selalu patuh dan pasrah pada orang tuanya meski apapun yang terjadi , tapi Syifa apa ? dasar anak durhaka!" Bu Dahlia semakin geram pada Syifa yang tidak mau patuh pada nya.


"Ibu sudah jadi korban Sinetron, anak sendiri mau di jadikan korban kesenangan Ibu, memang berapa hutang Ibu sampai harus mengorbankan kebahagiaan Syifa ?" Ujar Pak Somad menatap tajam pada Istrinya.

__ADS_1


"10 juta " jawabnya singkat.


"Apahhh?" Dada Pak Somad seketika merasa sesak dengan nominal yang Istrinya sebutkan. "Buat apa kau berhutang sebanyak itu hah..?" Pak Somad pun marah.


"Sebenarnya Aku cuma berhutang 5 juta, untuk beli handphone baru, tapi 10 juta itu beserta bunganya karna Ibu sering telat bayar "Bu Dahlia merendahkan suaranya.


"Bapak...Bapak tidak apa-apa ?"Syifa panik saat melihat Bapaknya semakin melemah, memegang dadanya yang semakin terasa sesak dengan ulah Istrinya.


"Bapak benar-benar lelah menghadapi sikapmu Bu, sudah tua bukannya berubah malah tambah menjadi-jadi, Pergi kau dari sini, kamu sekarang bukan Istriku lagi, kamu Aku talak, Aku capek, Aku sudah muak dengan sikapmu !cepat pergi dari Rumah ini !" Pak Somad naik pitam , Ia merasa lelah dengan sikap Bu Dahlia yang semakin keterlaluan.


"Ba-Bapak mentalak Ibu ? Bapak mengusir Ibu ?" Bu Dahlia terperangah, tidak percaya jika suaminya yang selama ini patuh padanya kini telah membuangnya.


"Iya, Kamu sekarang bukan istriku lagi ! Aku sudah lelah dengan sikapmu , sudah mandul, banyak tingkah pula , Aku benar-benar muak denganmu, persetan dengan cinta !" Pak Somad benar-benar kalap, Dia seperti bukan dirinya selama ini, yang selama ini bertahan demi cinta, Dia benar-benar akan marah, jika ada yang mengusik Syifa.


"Owhhh , jadi Bapak lebih memilih anak pungut itu dari pada istri sendiri" Bu Dahlia menangis.


"Sejak Syifa masih bayi, Aku selalu mengalah bahkan rela diperbudak oleh sifat manjamu, hanya demi agar kamu mengijinkanku merawatnya, sekarang kesabaranku sudah tidak ada lagi untuk istri durhaka sepertimu, Aku lebih memilih Syifa sebagai anakku dari pada wanita mandul tidak tahu diri sepertimu , cepat angkat kakimu dari sini dan lepaskan semua emas mu serta hp itu untuk membayar hutangmu pada Renternir itu !" Pak Somad benar-benar sudah tidak bisa mengontrol emosinya, Dia memaksa melepaskan perhiasan Bu Dahlia dan mengambil Hp yang di pegang Bu Dahlia, kemudian mengeluarkan Bu Dahlia dari Rumahnya.


Bu Dahlia benar-benar kena mental, karna selama ini suaminya selalu memenuhi keinginannya dan patuh padanya bahkan tidak pernah menyebutnya mandul, sejak dirinya di vonis mandul, sebab itulah, Bu Dahlia tidak pernah meminta cerai meski harus terpaksa hidup miskin, lelaki mana yang mau menerima wanita mandul jika Dia jadi janda, pikir Bu Dahlia.


Setelah mengusir Bu Dahlia, Pak Somad langsung mengalihkan pandangannya pada Syifa yang terlihat Syok, Ia tidak peduli dengan Bu Dahlia yang meraung-raung menangis di depan pintunya.

__ADS_1


"Bapak....jelaskan pada Syifa, siapa Syifa sebenarnya ?" Syifa yang terduduk karna syok itu menangis meminta penjelasan.


Pak Somad tidak langsung menceritakan nya, Dia Diam, Dia ikut duduk di ubin, mensejajarkan posisinya dengan Syifa, mengambil nafas perlahan dan menghembuskannya dengan teratur seolah sedang menata kalimat yang akan di utarakannya.


"Maafkan Bapak nak, maafkan Bapak " itu kaliamt pertama yang Ia utarakan, sedangkan Syifa hanya diam, Ia masih menunggu kalimat selanjutnya.


"Dulu...Bapak menemukanmu di grobak Bapak saat mencari barang bekas," Syifa menangis mendengar penuturan itu.


"Saat itu, sekitar pukul 3 dinihari, Bapak tertidur di grobak Bapak, dimana Bapak memang sering tidur di grobak saat kemalaman kerika mencari barang bekas di kota, waktu itu, tiba-tiba ada bayi menangis di dekatku, sedangkan tak jauh dari situ ada seorang laki-laki memakai penutup kepala, sedang tergletak , sepertinya Dia korban tabrak lari.


Waktu itu, Bapak ketakutan, karna Bapak sedang sendirian, Bapak sesegera mungkin meninggalkan tempat itu membawamu yang sedang tertidur pulas di grobak Bapak, karna Bapak yakin, orang yang tertabrak itu adalah orang yang menculikmu.


Bapak membawamu ke desa ini agar aman dari penculik itu, Bapak tidak lapor polisi, karna takut di tuduh sebagai penculikmu, kebetulan, waktu itu Ibu di vonis mandul oleh dokter, jadi Bapak sangat bahagia menemukanmu.


Ibu tidak setuju Bapak merawatmu, karna Dia takut kasih sayang Bapak terbagi , karna itu Ibu memberi syarat, Bapak boleh merawatmu asal Bapak tetap memenuhi semua keinginannya semampuku, maafkan Bapak, nak " Pak Somad merasa bersalah pada Syifa.


"Kalau Saya korban penculikan, dan penculiknya meninggal, lalu bagaimana Syifa akan menemukan orang tua kandung Syifa?"


"Iya, tanda itu. kamu mempunyai tanda berbentuk bulan sabit di lengan tanganmu, dan tunggu sebentar, "Pak Somad beranjak dari duduknya, mengambil sesuatu di kamar nya, tak lama kemudian, Dia pun kembali pada Syifa.


"Sekarang saat nya kau mencari orang tua kandungmu, ini adalah kain jarik dan baju Saat Bapak menemukanmu, dan juga ini adalah selebaran fotomu saat orang tuamu mencarimu sengaja Bapak laminatin agar tidak rusak," ujar Pak Somad sambil menyerahkan barang itu, meski foto selebaran itu sudah nampak usang, tapi foto Syifa saat masih bayi masih terlihat bagus, hanya saja nomer telpon nya sudah di robek oleh Pak Somad.

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan Bapak nak, karna Bapak, hidupmu jadi menderita seperti ini " Pak Somad semakin menyesali kesalahannya.


__ADS_2